Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 39 Mencari Tezca Sined


__ADS_3

Happy reading Cusssss 🙄


-


-


-


-


🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Di belahan dunia lain para pemberontak terus membantai manusia yang tidak berdosa orang-orang yang lemah, anak-anak, bahkan ibu hamil di bunuh secara sadis mereka para manusia yang tidak memiliki kemanusiaan kejam bahkan sadis itulah julukan mereka tangisan anak-anak dan para perempuan tidak mereka hiraukan seakan telinga mereka seakan tersumbat oleh kapas tebal yang menutupi pendengaran mereka, sedang para suami mereka di jadikan tahanan sebagai percobaan obat-obatan yang mereka buat. Mereka adalah kelompok bawah yang sangat sadis dan kejam yang sering membuat semena-mena bahkan Gangster Golf yang di pimpin oleh Zeus Sined tiba-tiba di kepung oleh anggota Geng Azteca zez karena anggota Gengster Golf selalu menghalangi kepuasan mereka hingga membuat mereka murka.


"Oskar cepat keluarlah dari sini kita sekarang sedang di kepung oleh musuh!" perintah sang ayah bernama Zeus Sined.


"Tapi yah bagaimana denganmu?" jiwa sang anak yang masih berumur 22 tahun merasa tidak tega meninggalkan sang ayah yang akan bertarung antara hidup dan mati.


"Jangan hiraukan aku, disini banyak anggota kita yang akan siap bertarung melawan para musuh bejat seperti mereka, pergilah dan carilah kakak mu Tezca dialah satu-satunya harapan kita nak" jelas sang ayah tegas.


"Tapi yah aku tidak bisa"


"Jangan seperti anak kucing penakut, jika kau akan terus di sini maka kita akan mati sia-sia cepat pergilah lewat jalan rahasia yang berada di bawah tanah, dan temukan kakak mu sampaikan padanya bahwa ayah membutuhkan bantuan nya cepat pergilah!"


"Baik ayah" Patuh Oscar lirih.


"Lari Oscar atau kau bisa mati disini aku bisa saja membunuhmu jika kau terlihat ragu-ragu cepat pergilah!" teriak sang ayah dengan wajah murka.


Oscar berlari sekuat tenaga dengan air mata yang terus bercucuran yah pria itu memiliki jiwa melankolis yang begitu kalem sekalipun dia adalah anak dari sang penguasa bawah namun sifatnya sangat bertolak belakang dengan sang ayah yang tegas.


Sedang di luar sana sedang terjadi pertarungan hebat antara geng Azteca zez dengan Gengster Golf suara tembakan bersahut-sahutan darah korban berjatuhan bahkan di tempat itu sudah menjadi tempat kuburan mayat massal.


Zeus keluar dengan membawa senjata pisau dan pistol, dua buah pisau berada di samping kiri dan kanan celananya dan dua buah pistol di kedua tangannya.


Dor


Dor


Dor


Dor


BUGH

__ADS_1


BAGH


BUGH


BAGH


BUGH


Perkelahian terus berlanjut namun sebelum keluar dari mansion Zeus menghubungi para anggota lainnya untuk segera membantu dirinya, saat pertarungan sedang berlanjut anggota Gengster Golf datang pada waktu yang tepat, hingga menuntas anggota pemberontak dan anggota Azteca Zez lainnya melarikan diri.


Di sisi lain Oscar sudah keluar dari mansion ayahnya melewati jalan rahasia yang di buat oleh ayahnya sendiri dan hanya Zeuz Sined, Oscar, dan Tezka yang mengetahui jalan rahasia tersebut.


"Kakak, kakak di mana sekarang? kenapa kakak pergi tidak kembali lagi? sekarang kita sedang di serang semoga aku cepat menemukan mu kasihan ayah yang berjuang seorang diri" gumam Oscar menahan isaknya.


Yah begitulah orang yang memiliki jiwa melankolis yang memiliki hati lemah lembut, jiwanya akan mudah tersentuh dengan sesuatu yang menyedihkan, hmmm miris sekali kau Oscar kenapa tidak mengikuti jejak ayahmu saja.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Hari ini Ayu sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter karena kondisinya sudah semakin membaik, untuk saat ini Ayu akan tinggal di rumah Tuan Wijaya atas permintaan Jons menantu kesayangan wakil Mafia sedangkan si Tuan bucin yang tak lain adalah Farhan mencebikkan bibirnya kesal bagaimana tidak musuhnya akan tinggal bersamanya, yah walaupun Ayu adalah adik iparnya namun kecemburuan nya menutupi kenyataan.


Dan sekarang mereka sudah berada di rumah milik Tuan Wijaya Farhan menatap tajam adik iparnya, Ayu yang melihat itu tertawa iblis menampilkan senyum liciknya.


"Ka Aku lapar sekarang, bolehkah kau mengambil ku makan dan menyuapiku" pinta Ayu dengan wajah memelas sedang Farhan yang mendengar itu memelototi matanya.


"Hey enak saja emang kamu pikir istriku adalah pembantu mu! ambil sendiri saja sana!" protes Farhan sambil berkacak pinggang.


"Son, jangan bilang kamu juga cemburu pada adik iparmu, tidak lucu tau" kata Tuan Wijaya menatap jengah anak satu-satunya.


"Dia juga mirip denganmu suka cemburu"gumam Nyonya Mita pelan namun masih di dengar oleh suaminya. Tuan Wijaya hanya terkekeh kecil.


"Baiklah dek, kau tunggu sebentar aku akan mengambil mu makanan" ujar Jons tersenyum.


"Sayang jangan terus mengikuti perintah nya aku tidak suka" sungut Farhan.


"Dia adikku prince lagian dia masih sakit" jawab Jons menyentuh lengan suaminya.


"Baiklah, tapi aku juga mau di suapi"


"Hmmmm" Jons hanya berdehem melangkah kakinya menuju dapur.


"Sayang tunggu!" panggil Farhan


"Ada apa?" alis Jons berkerut

__ADS_1


"Kamu bawa adikmu ke maja makan aku akan meminta Bibi untuk menyiapkan makanan" jelas Farhan dan di balas senyum manis dari Jons.


"Lihatlah sayang dia seperti duplikat ku" ujar Tuan Wijaya bangga.


"Yah dan itu sungguh merepotkan" ketus Nyonya Mita mendelik jengkel.


"Alah! bilang aja kau suka karena aku selalu bermanja padamu cih!"


"Yah yah yah,... Kau selalu benar Tuan Wijaya"


"Hahahah" Tuan Wijaya hanya tertawa.


"Silahkan di makan Tuan, Nyonya, Tuan muda, Nona muda" ujar Bibi menunduk hormat setelah menyiapkan makanan di atas meja makan.


Mereka makan dengan khidmat namun berbeda dengan satu manusia yang tingkat kebucinannya melebihi tingkat Dewa Cinta selalu bertingkah berlebihan bahkan Jons merasa kewalahan menghadapi suaminya itu.


"Sayang aku mau ayam juga" ujar Farhan karena melihat adik iparnya makan dengan ayam ia ingin makan dengan lauk ayam juga dasar anak kecil.


"Baiklah" Jons mengambil sepotong ayam saus kecap manis, Farhan langsung tersenyum menang dan menatap mengejek musuh bebuyutan nya.


"Ka cepat suapi aku, perutku sudah sangat lapar" rengek Ayu dengan bibir yang sudah maju ke depan.


"Iya bentar sayang" Jons berusaha untuk menahan emosinya agar tidak meluap ia sebisa mungkin mengendalikan emosinya.


Tuan Wijaya hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan putranya itu begitu lucu.


Sedangkan Nyonya Mita melihat Jons yang sedang menahan kesal seraya berujar


"Farhan kamu makan sendiri! kasihan istri kamu dia belum makan sama sekali biarkan Jons menyuapi adiknya agar dia cepat makan" Yah Bu Mita sangat tahu tentang anak angkatnya itu jika sudah tidak bisa menahan emosinya dia akan berubah menjadi sosok lain yang menyeramkan itulah sebabnya dia meminta Farhan agar berhenti bertingkah konyol.


"Tapi Ma aku ingin di suapi, Jons adalah istriku sudah kewajibannya dia mengurus ku aku ini suaminya" gerutu Farhan tidak terima.


"Jangan seperti anak kecil Farhan! seorang istri juga punya tanggung jawab atas dirinya bukan saja untuk mengurusi suami" jawab Bu Mita menatap tajam putranya itu.


"Ah mertuaku kau malaikat penyelamat ku" batin Jons dalam hati.


Ayu tersenyum bahagia sedangkan Farhan semakin di buat murka, Tuan Wijaya melihat gelagat anaknya yang tidak beres segara angkat bicara.


"Benar kata Mama kamu Son, kalau istri kamu tidak makan bagaimana kalian akan bercocok tanam istri kamu tidak akan bertenaga nantinya" Farhan yang mendengar itu tersenyum bahagia ia dengan cepat mengambil piring makanan nya dan langsung melahapnya tanpa meminta Jons menyuapi nya.


Mata Jons membulat sempurna ia tahu maksud dari ayah mertuanya itu.


"Mati aku" teriak Jons dalam hati.

__ADS_1


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Bersambung


__ADS_2