
Up lagi nih guys
Tinggalkan jejak nya yah teman-temanπ€π€π€
Terimakasih sudah mampir ke karyaku π
jangan lupa untuk memberikan hadiah nya ππππ€£π€£π€£
-
-
-
-
πππππππππ
-
-
-
Menangis terharu kala mengetahui sosok yang di carinya ada di depan matanya selama perjalanan tanpa arah menahan dingin dan lapar pada akhirnya rasa lelah dan cobaan itu membuahkan hasil memang benar jika usaha tidak pernah menghianati hasil jika kita mau berusaha maka hasil nya akan kita dapatkan sesuai dengan keinginan kita.
Di peluknya erat tubuh kakak nya sebentar lagi ia akan membawa kakak nya ke Meksiko sebentar lagi ayahnya akan bebas dari musuh bejat Dario Osiel ia tidak tahu seperti apa keadaan ayah nya selama ia pergi meninggalkan mansionnya kala itu ia sangat berharap semoga ayahnya baik-baik saja.
"Hiks,, hiks hiks... Kenapa tidak pernah pulang ka, kami sangat merindukan kakak, hiks hiks hiks... Ayah, ay-ayah sekarang sedang membutuhkan kak Tezca, ayah di serang oleh anggota Geng Azteca ka" lirih Oskar masih dalam pelukan sang kakak.
Sedangkan anggota black wolf yang ada di mansion itu memandang aneh pada kedua orang yang tengah berpelukan mereka bertanya-tanya dalam hati siapa gerangan yang sangat dekat dengan Boss nya itu sampai menangis begitu bahagia?
"Sssttt... Diamlah kenapa kamu tidak pernah berubah hmmm....? Selalu saja cengeng kamu adalah anak laki-laki yang harus kuat dan tegas tidak boleh lemah seperti ini" ujarnya seraya melepaskan pelukannya di usapnya air mata yang mengalir di pipi pria di depannya. Yah dia sangat dekat dengan adiknya bernama Oskar sekalipun tidak memiliki hubungan darah tapi Jons sangat menyayangi adik angkat nya itu.
"Tenangkan dirimu Oskar pergilah untuk berganti pakaian aku akan memanggil salah satu pelayan untuk mengurus mu" ujar Jons kemudian memanggil salah satu anak buah nya.
"Antar pria ini ke kamar tamu dan berikan pakaian untuk nya dan berikan makanan setelah itu bawa dia ke ruangan saya!" perintah Jons dingin.
"Baik Boss, mari Tuan saya antar" ucap pria tersebut sopan. Oskar lalu mengikuti langkah kaki pria yang di suruh oleh Jons.
Sedangkan Jons menuju ruang pribadinya di lantai dua, ruangan yang cukup besar dengan warna gelap menghiasi kamar yang terlihat seram kasur king sizenya sofa panjang dengan meja bundar di depan sofa dan meja besar yang menampung satu buah komputer di atasnya Jons tidak seperti wanita-wanita pada umumnya yang memiliki alat-alat kecantikan di kamar mereka Jons si tomboy bahkan tidak pernah memikirkan barang-barang seperti itu melihat saja tidak pernah apalagi memakai nya.
__ADS_1
Di hempasnya tubuh ramping nya di atas sofa kakinya ia selonjor kan di atas meja bundar tidak sopan memang tapi itulah kebiasaan si tomboy sehari-hari.
Ia memijat pangkal hidung nya kepalanya ia sandarkan di belakang sofa netranya menyusuri setiap bentuk kamar nya itu.
"Kenapa banyak sekali masalah yang terjadi? Baru menyelesaikan masalah lain sudah muncul masalah baru rasanya badan gue begitu remuk" keluh Jons sembari merentangkan kedua tangannya di udara.
"Ah, gue merindukan Tuan muda Farhan, sedang apa dia di sana? Ah ponsel gue dimana? Astaga gue lupa menaruhnya di mana kenapa lo bego banget sih Jons?!" Gerutu Jons menepuk kepala nya.
"Ah,, kenapa ingin sekali mendengar suara Tuan muda, rasanya sangat merindukan nya hmmm... Mana ponsel gue gak ketemu lagi benar-benar sial! Ah sudahlah!" Lirih Jons memijat pelipisnya pelan. Ia mengeluarkan satu bungkus rokok dari saku celananya yang sering ia kantongi ke mana-mana karena hanya rokok ini lah yang membuat nya merasa nyaman dan damai, ia sudah menganggap rokok adalah teman hidup nya saat sedang ada masalah.
Tangan nya mengambil satu batang rokok untuk di bakarnya, di sedotnya rokok di tangan nya itu pelan ia sungguh menikmati suasana tenang di dalam kamar nya di semburkan asap rokok ke atas hingga mengepul berbentuk huruf O.
Tak lama suara ketukan terdengar dari balik pintu kamar nya.
Tok tok tok
"Masuk" ujarnya dengan suara sedikit serak.
Oskar masuk ke dalam dengan wajah fresh dan penampilan rapi tak seperti saat pertama datang di mansion black wolf.
"Apa aku menganggu ka Tezca?" Tanya Oskar.
"Bagaimana keadaan ayah di sana Oskar?" Tanya Jons menatap wajah adik angkat nya yang terlihat sedih.
"Ayah tidak baik-baik saja ka, aku tidak tahu keadaan ayah sekarang, mungkin saja ayah dan anggota ayah sudah di sandra oleh Geng Azteca" jawab Oskar menunduk.
"Huuufttt" terdengar helaan napas panjang dari hidung mancung si tomboy.
"Ck! Sialan kau Dario! Akan gue habisi lo jika berani menyentuh bokap gue! Geram Jons dalam hati.
"Persiapkan dirimu, kita akan berangkat malam ini juga, kakak tidak bisa menjamin keselamatan ayah di sana! Ayo kita berangkat kakak akan meminta bantuan anggota black wolf dulu" ujar Jons lalu bangkit dari duduknya di ikuti Oskar setelahnya.
Mereka kemudian turun menapaki tangga satu persatu untuk turun ke lantai bawah.
Saat sampai di lantai bawah mereka berpapasan dengan Jonathan dan anggota lainnya yang baru masuk ke dalam mansion.
"Ck! Ternyata si tomboy sudah pulang, kenapa gak bilang-bilang sih!" Gerutu Jonathan dalam hati. Alis Jonathan terangkat matanya memicing menatap pria muda di dekat si tomboy.
"Boss siapa pria ini?" Tanya Jo setelah sampai di depan Jons.
"Dia adik ku di Meksiko, jangan banyak bertanya malam ini aku membutuhkan tenaga kalian untuk membantu ayahku di Meksiko mereka sedang di serang oleh Dario brengsek!" Geram Jons mengepal kuat kedua tangannya hingga terlihat buku-buku tangannya yang memutih.
__ADS_1
Jonathan yang ingin sekali berkomentar terputus kala mendengar peringatan mutlak keluar dari mulut Boss nya itu.
"Katakan pada anggota lainnya malam ini kita akan pergi ke Meksiko, tidak sabar aku memenggal kepala pria bejat seperti Dario" ujar Jons dengan mata menatap tajam, Oskar bergidik ngeri melihat perubahan wajah kakaknya sungguh menyeramkan ia pernah melihat wajah seram kakaknya itu saat kakak nya sedang bertarung melawan musuh yang sama yaitu Geng Azteca zez. Namun sebelum itu Jons meminta ponsel milik Jonathan untuk menghubungi Boss besarnya yang sudah menjadi ayah mertuanya sekarang ia ingin mendengar suara suaminya yang begitu ia rindukan entahlah akhir-akhir ini ia begitu merindukan sentuhan lembut dari sang Tuan muda Farhan namun karena masalah yang selalu muncul membuat si tomboy untuk menunda hasrat kerinduan nya.
Jons memijat pelipisnya kala panggilan dari kedua mertuanya tidak terhubung bahkan suaminya dan teman-teman nya juga begitu kenapa di saat seperti ini ia tidak bisa menghubungi mereka apa terjadi sesuatu di sana? Entahlah semoga mereka baik-baik saja, pikir Jons berusaha untuk positif thinking.
Mereka segera menyiapkan diri dan peralatan yang akan mereka gunakan saat melakukan penyerangan nanti.
Di negara lain tepatnya di Indonesia
Tuan Wijaya dan Nyonya Mita di buat frustasi bagaimana tidak anaknya Farhan pergi menyusul istrinya di California sedangkan perusahaan di tangani oleh sekertarisnya bernama Rio sekaligus sahabatnya itu Tuan Wijaya takut jika sampai musuh mengetahui anaknya sedang bepergian jauh tanpa di kawal maka bisa di pastikan anak nya tidak akan selamat di tambah masalah baru Ayu adik dari Jons hilang jejak Tuan Wijaya lalu menyuruh anggota black wolf untuk mencari keberadaan Ayu hingga tiba-tiba sebuah pesan masuk dari nomor tak di kenal di ponsel milik Nyonya Mita.
Wakil Mafia itu seketika terkejut tangannya terkepal kuat ia lalu memberitahu perihal penculikan yang di lakukan oleh salah satu musuhnya yaitu Geng Carvendal dengan segera Tuan Wijaya meminta anggota black wolf segera berkumpul di mansion utama untuk membicarakan rencana agar bisa membebaskan Ayu, Tuan Wijaya dan Nyonya Mita tidak mau kalau Jons tahu masalah ini ia akan sangat murka padanya karena tidak becus menjaga adik satu-satunya itu.
Sesampainya di mansion Tuan Wijaya dan Nyonya Mita segera berdiskusi dengan para anggota nya.
"Kita akan melakukan penyerangan malam ini, siapkan seluruh anggota dan senjata yang akan kita gunakan ingat wanita yang akan kita bebaskan adalah adik dari Jons kalian sudah tahu bagaimana murkanya seorang Jons? Dia bisa saja hilang kontrol dan jiwa iblis nya akan keluar" jelas Tuan Wijaya panjang lebar dengan raut wajah serius.
"Baik Boss kami akan melakukan dengan segenap kemampuan dan kekuatan kami" sahut salah satu anggota.
"Apakah adik Jons berada di markas Geng Carvendal Boss? Kali ini Richo angkat bicara.
"Yah, mereka mengirim lokasi penyekapan Ayu di ponsel saya" sahut Nyonya Mita. "Sebelum kita melakukan penyerangan kita akan mengirim mata-mata untuk mengawasi gerak-gerik mereka takutnya ini hanyalah jebakan mereka" sambung nya lagi.
"Baik Boss, saya bersedia menjadi mata-mata" tutur Alex tegas.
"Saya akan menemani Alex Boss" Amanda ikut menyahut.
"Oke, kalau begitu Richo dan Tio yang akan mengurus di mansion atur rencana dan taktik serapi mungkin dan persiapkan seluruh persediaan anggota dan senjata dan ingat tidak boleh lengah saya tidak mau jika terjadi sesuatu pada Ayu" tegas Tuan Wijaya. Pasalnya Tuan Wijaya pernah melihat sisi lain dari seorang Jons itulah sebabnya ia begitu merinding jika sampai Jons tahu perihal penculikan adiknya takutnya musuh akan memanfaatkan kegilaan Jons itu hingga membunuh si tomboy apalagi anak semata wayangnya yang sudah terjerat cinta si tomboy membuat pria paruh bayu itu kalut. Anaknya akan menggila jika terjadi sesuatu pada istri tercinta.
-
-
-
-
πππππππππ
Bersambung
__ADS_1