
Beri dukungan nya GUYS biar Author lebih semangat untuk berpikir heheheh 🤣🤣🤣🤣
Happy reading selalu 🤗🤗🤗
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Setelah sampai di ruangan yang bernuansa putih dan besar itu si Tuan muda Farhan menjatuhkan bokongnya di kursi singgasananya ia mulai fokus mengerjakan beberapa laporan yang harus di selesaikan sekarang juga sorot mata tajam bak elang yang sedang mencari mangsa nya untuk di lahap ia harus menyelesaikan pekerjaan kantornya belum juga beberapa menit berada di kantor rasa rindu untuk istrinya sudah membuncah di relung jiwanya bak lava gunung api yang siap meletus.
Sedangkan di luar ruangan CEO, seorang wanita cantik dengan pakaian minim dan kurang bahan itu menampilkan lekuk-lekuk tubuh nya bak gitar spanyol yang sangat di dambakan oleh kaum adam ia berjalan dengan gaya congkaknya dengan senyum manis di buat-buat.
"Maaf Nona Clara ada tujuan apa anda datang kemari?" Tanya sekertaris Rio menampilkan wajah datarnya. Ternyata bukan hanya si Jons yang tidak menyukai si Clara wanita pecicilan dan siluman ular itu melainkan sekertaris Rio juga memang dari awal saat Clara si wanita ular datang menemui Farhan ia sudah menaruh curiga dan tidak menyukai Clara entah apa alasan Rio hanya dia yang tahu.
"Sekertaris sialan rupanya kau sudah kembali bekerja menjadi sekertaris kekasihku huh! Pakai nanya segala lagi yah jelas-jelas aku datang ingin menemui Kekasihku dong ya kali aku harus menemui pria miskin cih amit-amit" jawab Clara dengan senyum mengejek dan jangan lupakan tangannya ia kibasan ke udara seakan sedang mengusir virus yang menempel di tangannya.
"Cih! Wanita aneh seharusnya Nona sadar diri jika Tuan muda Farhan sudah memutuskan hubungannya dengan anda apalagi sekarang Tuan muda Farhan sudah menikah dan Tuan muda Farhan begitu bucin pada istri cantiknya.... Jadi jangan menganggu kebahagiaan Tuan saya atau nyawa Nona taruhannya!" Ancam sekertaris Rio tegas.
"Tidak! Itu tidak mungkin Farhan hanya mencintai ku" bantah Clara emosi. "Aku harus menemui Farhan sekarang!" Sambungnya lagi kemudian melangkahkan kakinya cepat menuju ruangan CEO.
"Tunggu Nona! Tuan tidak bisa di ganggu!" Panggil sekertaris Rio namun terlambat karena Clara sudah membuka pintu ruangan Farhan.
Farhan melirik tajam wanita di depan pintu, wanita yang pernah menjadi kekasihnya kemudian pandangannya beralih menatap tajam sekertaris nya itu tiba-tiba rongga pernapasan sekertaris Rio tercekat begitu sulit untuk oksigen masuk.
"Maaf Tuan, Nona Clara bersikeras ingin menemui anda" ujar sekretaris Rio terbata-bata.
"Tidak apa-apa Rio, biarkan saja dan pastikan tidak ada siapapun yang menggangu kegiatan ku apa kau paham?!" Dua sudut bibir Farhan di tarik ke atas hingga membentuk sebuah senyuman.
"Baik Tuan"
Clara menatap remeh wajah sekertaris Rio dan kemudian menatap manja ke arah Farhan, Farhan yang melihat itu bergidik ngeri.
Sekertaris Rio kemudian keluar dengan berbagai pikiran buruk yang akan terjadi pada Tuannya "tidak mungkin Tuan muda berselingkuh dari Nona Jons bukankah Tuan begitu mencintai istrinya? Semoga tidak terjadi apa-apa pada hubungan Tuan dan Nona" batin sekertaris Rio khawatir.
"Ada apa Clara? Kenapa kau menemui ku? Aku sudah memutuskan hubungan kita" kata Farhan dingin ia masih berkutat dengan beberapa dokumen di atas mejanya.
"Tidak! Aku tidak mau putus! Aku masih sayang kamu Farhan pokoknya aku gak mau hubungan kita berakhir" tutur Clara dengan wajah di buat semenyedihkan mungkin.
Clara tersenyum licik dengan beraninya ia duduk di pangkuan Farhan bergelayut manja di dada bidang milik Farhan bahkan tangannya ia letakan di leher Farhan.
Mata Farhan membulat sempurna "apa yang kau lakukan brengsek! Cepat turun!" Teriak Farhan emosi ia tidak ingin jika tubuhnya ternodai oleh wanita licik seperti Clara tubuhnya hanya untuk istrinya yang berada di rumah ia tidak mau membagi tubuh indahnya pada perempuan lain yang layak hanya Jons seorang Arrabela Jonas hanya nama itu yang pantas.
"Aku tidak mau!" Clara makin bertingkah bahkan ia menjatuhkan kepalanya di dada bidang Farhan.
Farhan yang ingin mendorong tubuh Clara namun tiba-tiba...
"Apa yang kalian lakukan brengsek?!"
Wajah Farhan menjadi pucat bahkan untuk menelan Saliva nya begitu susah sedangkan si wanita penggoda tersenyum licik.
"Ada apa Jons? Kenapa kau begitu marah aku sedang bermesraan dengan Kekasihku apa kau sedang cemburu hmmm....?" Clara semakin gencar memanasi Jons karena itulah tujuannya ia datang.
__ADS_1
Clara sudah tahu jika Jons adalah seorang wanita dan ia juga tahu jika Jons adalah istri kekasihnya ralat mantan kekasih jadi dengan cara seperti inilah agar kedua pasutri itu menjadi renggang hubungan nya oh astaga jahat sekali kau Clara memang pantas kau menyandang predikat siluman ular.
"Mati aku" batin Farhan.
Kaki jenjang Jons melangkah masuk ke dalam ruangan suaminya ia tersenyum Devil dengan gaya santainya ia duduk di meja membiarkan Clara duduk di pangkuan suaminya sedang Farhan seperti orang linglung ia tidak dapat berpikir dengan benar.
Jons meraih sebungkus rokok yang berada di saku celananya kemudian mengambil sebatang rokok untuk di nyalakan yang sudah bertengger di jari kanan nya. Kaki kanan nya ia tumpukkan di atas kaki kirinya, ia menyedot rokoknya kasar kemudian mengeluarkan asap rokok dari mulutnya dan juga hidung nya.
"Kenapa dia terlihat santai? Apa yang dia rencanakan?" Tanya Clara dalam hati.
Kesadaran Farhan sudah kembali dengan cepat ia mendorong tubuh Clara dari pangkuannya. Farhan dengan langkah ragu-ragu menghampiri sang istri.
"Aww, sayang kenapa kau mendorong ku? Sakit tahu!" Gerutu Clara merengek.
"Diam kau wanita sialan!" Bentak Farhan.
Dengan jengkel Clara berdiri dari tempat ia jatuh oh sungguh memalukan sekali kau Clara.
"Sayang ada apa denganmu? Bukankah tadi kau begitu senang aku datang ke sini bahkan kau mencium bibir ku" si ratu ular mulai melakukan aksi drama nya.
"Cih! Omong kosong jangan berbicara yang bukan-bukan Clara atau lidahmu itu akan aku potong!" Ancam Farhan melotot.
"Sayang aku bisa jelaskan, ini tidak seperti yang kau lihat saat Clara duduk di pangkuan ku aku mau mendorong tubuh nya tapi tiba-tiba kau datang dan aku tidak mencium nya sungguh percayalah padaku sayang" jelas Farhan takut.
"Sstttt... Diamlah prince aku sedang bersantai" ucap Jons dingin. Matanya melirik sekilas wajah Clara yang sedang tersenyum licik.
"Astaga aku sangat takut jika Jons akan marah padaku ahhhkkk ini semua gara-gara wanita ular itu! aku seperti sedang selingkuh saja padahal aku tidak pernah menghianati istriku" Umpat Farhan dalam hati.
"Kita lihat apa yang terjadi pada kedua pasutri ini hahahah rencanaku berjalan lancar akhirnya Jons salah paham juga" gelak tawa menggelegar di dalam hati Clara.
"Duduk lah prince di kursi kebesaran mu!" Perintah Jons masih menyedot rokoknya yang tersisa sedikit.
"Aku bilang duduk prince jangan membantah!" Pintanya lagi dengan wajah murka.
Dengan berat hati Farhan duduk di kursi kebesaran nya dan tak lama Jons datang dan duduk di pangkuan suaminya Farhan dan Clara terkejut dengan tindakan yang di lakukan wanita tomboy satu ini.
"Benarkah kau mencium Farhan Nona Clara?" Tanya Jons dengan mimik muka datar.
"Tentu saja dia adalah kekasihku dan kenapa kau lancang sekali duduk di pangkuan pacarku huh!" Teriak Clara tidak terima
"Tidak! Dia bohong sayang dia tidak menciumku" bantah Farhan menggeleng kepalanya Jons melihat itu tersenyum jenaka.
"Sstttt diamlah Prince" ujar Jons kemudian mencium bibir suaminya lembut.
Clara melihat itu syok dengan mulut terbuka lebar.
"Sialan! Apa yang kalian lakukan?" Teriak Clara marah.
Farhan tersenyum di sela-sela ciuman yang di lakukan istrinya bahkan Farhan membalas nya dengan penuh cinta. Sekarang dia tahu apa maksud dari Jons itu oh sungguh luar biasa.
Jons melepas pagutan ciumannya kemudian turun dari pangkuan sang suami, Farhan enggan melepaskan istrinya namun ia harus melihat aksi apa lagi yang akan di lakukan Jons itu.
"Tenanglah prince jejak siluman ular sudah terhapus dari tubuhmu" kata Jons tersenyum hangat kemudian beralih menatap tajam wanita penggoda di depannya.
"Berani juga nyalimu Nona? Kau datang kemari dan mengaku Farhan adalah kekasih mu? Cih! Dasar penggoda!" Di tariknya rambut Clara ke belakang hingga wajah Clara mendongak ke atas.
"Aww sialan lepaskan aku!" Teriak Clara marasakan sakit di kulit kepalanya.
__ADS_1
Farhan melongo dan jangan lupakan mulutnya terbuka lebar kala melihat aksi istrinya wah, wah Farhan bergidik ngeri melihat Jons menghadapi wanita ular.
PLAK
"Ini hukuman karena sudah berani masuk ke perusahaan suamiku"
PLAK
"Ini karena kau berani duduk di pangkuan priaku"
PLAK
"Ini karena kau berani mencicipi vitaminku"
"Sakiitt sayang tolong aku ahhkkk" teriak Clara menahan sakit.
"Cih masih berani juga memanggil priaku dengan sebutan sayang?!"
PLAK
PLAK
"Aakkkkhhhhh" teriak Clara tersungkur lemas di atas lantai.
Jons berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Clara kemudian mengapit kuat pipi Clara.
"Kau amuba kecil jangan pernah macam-macam padaku atau nyawamu akan melayang, ingat aku tidak pernah mengusikmu tapi jika kau yang duluan maka jangan salahkan aku amuba atau tubuhmu ini yang akan menanggung akibatnya" ancam Jons menatap horor lawannya kemudian melepas kasar tangannya yang berada di wajah Clara.
Wajah cantik Clara berubah menjadi lebam biru bahkan darah segar menetes di sudut bibirnya ah kasihan sekali kau Clara.
"Baiklah Jons, kita akan bermain Sekarang, rasa sakit ini akan kau bayar dengan adik kesayangan mu itu" murka Clara dalam hatinya.
Clara berusaha untuk berdiri sebelum keluar ia menatap tajam musuhnya itu dua nama yang akan selalu ia ingat Farhan dan Jons.
"Kau yang duluan bermain api di belakang ku Clara jangan pernah berpikiran untuk membalas dendam pada keluarga ku atau kau akan tahu akibatnya!" Sahut Farhan menatap datar Clara bahkan tidak ada rasa kasihan lagi pada mantan kekasihnya itu.
Setelah kepergian siluman ular Farhan menatap lembut wajah istrinya ia kemudian ikut duduk di sofa samping istrinya.
"Sayang kau percaya kan padaku? aku berani bersumpah apa yang dia katakan itu tidaklah benar! aku mencintaimu sungguh!" jelas Farhan mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.
"Aku tidak tahu apa yang membuat kalian putus tapi aku tidak ingin menanyakan apa alasannya karena itu tidak penting" ujar Jons menatap hangat wajah suaminya. "Dan ingat! aku tidak suka dengan penghianat prince, dan karena kau adalah suamiku aku akan selalu percaya padamu dan kau pun harus begitu, aku tidak mau rumah tangga yang baru kita bangun ini hancur hanya karena tidak ada sebuah kepercayaan yang membentengi, itulah sebabnya aku akan mempercayai perkataan suamiku ini entah itu bohong atau pun jujur" sambung Jons tersenyum tipis.
Lega itulah yang di rasakan Farhan saat ini di raihnya tubuh ramping istrinya dalam dekapannya.
"Terimakasih sayang, aku semakin mencintai mu saja".
"tentu saja kau harus mencintaiku karena aku adalah istrimu"
-
-
-
-
Bersambung
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒