
Happy reading 🤗
like Vote like vote like vote like vote like vote
.
.
.
.
.
.
.
.
Si Jelangkung batangan makin di buat kesal kala sosok pemilik apartemen belum juga muncul di depan mata berkali-kali menekan tombol klakson namun tak juga di dengar.
BUGH
"Sialan apa yang Tio lakukan sampai mengabaikanku seperti ini...!" umpat Tuan Farhan memukul stir mobilnya.
"Kita keluar saja sayang mungkin Tio sedang di kamar mandi" ujar Jons positif thinking, berusaha menenangkan suaminya namun raja Iblis makin murka saja pikirannya sudah berkecamuk ke hutan antah berantah. Memikirkan Putri kecilnya berduaan dengan si jones membuatnya tak bisa berpikir jernih.
"Aku akan keluar memanjat gerbang itu" jawabnya dengan hati yang mantap lalu membuka pintu mobil namun di tahan oleh Jons.
"Are you kidding? kamu serius mau panjat tembok tinggi itu? aku tidak mau terluka Prince...!" walaupun Jons tahu bahwa raja Iblis bisa memanjat namun seumur-umur suaminya tidak pernah melakukan pekerjaan itu.
"Daddy emang bisa panjat yah?" Hamas dan Azhar saling menatap dengan alis berkerut meragukan kemampuan Daddynya yang bisa memanjat gerbang dengan ujung besi yang tajam, Tuan Farhan terkekeh kecil melihat ke tiga orang yang sangat penting dalam hidupnya meragukannya benar-benar membuatnya terbahak.
"Ck! kalian berdua sangat meremehkan Daddy yah... lihat saja kalian akan terkejut nantinya" jawab Tuan Farhan tersenyum setan. Ia lalu turun dari mobil di ikuti oleh Jons dengan dua kerucil Iblis.
"Hehehehe mereka pasti tidak menyangka jika aku bisa naik gerbang di sana" gumamnya pelan berjalan maju ke depan lebih tepatnya ke arah gerbang Apartemen Tio.
Jons, Hamas, dan Azhar mengamati Tuan Farhan dengan melipat dua tangannya di atas perut.
Tuan Farhan mulia memegang setiap besi yang berlubang dan menaikkan kakinya di lubang bagian bawah ia melakukannya berkali-kali hingga sampai pada bagian atas yang tajam.
"Jangan membuat dirimu malu di hadapan mereka Devil kau pasti bisa dan ini sangat mudah bagimu bukan..." batin Tuan Farhan menyemangati dirinya.
Kedua tangannya memegang dua sisi di bawah besi kerucut yang seperti ujung tombak seluruh kekuatannya berada pada satu titik yaitu pada dua lengannya sedangkan kedua kakinya perlahan-lahan naik ke atas dan mendarat mendatar di atas tumpukan besi tajam.
"Prince hati-hati" cemas Jons walaupun ia tahu bahwa suaminya bisa tapi rasa khawatir terhadap seseorang yang ia cintai akan selalu ada.
"Daddy hati-hati!" teriak Hamas dan Azhar bersamaan. Kedua bocah cecungut itu menutup mata mereka dengan kedua tangan mereka takut jika Daddy mereka akan tertusuk dengan benda tajam bahkan sangat tajam.
Terasa sakit di bagian paha juga betisnya dengan sekuat tenaga raja Iblis berusaha mengangkat sebelah kakinya lagi namun sebelum itu ia memindahkan sebelah tangannya sedikit jauh dari tempat semula. Dan saat kedua kakinya sudah berpijak di atas benda tajam dan...
BUGH
"Prince!"
"Daddy "
__ADS_1
Teriak mereka saat melihat tubuh Tuan Farhan tidak seimbang dan langsung terjatuh namun siapa sangka saat membuka mata pria kekar di depan mereka biasa-biasa saja bahkan mendarat sempurna.
"Tidak apa-apa, Daddy baik-baik saja..." tutur Tuan Farhan tersenyum tipis pada Jons dan dua putranya. Mereka bernapas lega melihat pria yang mereka sayangi tidak terluka namun seperkian detik mereka melihat tetesan darah segar mengalir jatuh dari telapak tangan Tuan Farhan.
"Prince kau terluka!" teriak Jons panik ia berlari mendekat ke arah gerbang yang masih tertutup rapat. Hamas dan Azhar ikut berlari di belakang Jons.
Tuan Farhan terkekeh, luka sekecil ini saja bisa membuat Jons mengkhawatirkan dirinya ia seperti ingin terluka lagi agar bisa melihat cinta Aranya untuknya.
"Astaga Ara, padahal luka seperti ini adalah hal biasa untuk orang-orang Mafia kenapa wajahnya begitu panik seperti itu...," bisik Tuan Farhan dengan mata berbinar.
Mungkin apa yang di pikirkan si Jelangkung batangan adalah hal gila namun menurut orang-orang bucin tingkat akut akan melakukan sesuatu yang gila agar melihat cinta dari sang pujaan hati.
"Aku baik-baik saja jangan khawatirkan aku, kalian tunggu di sini Daddy akan masuk ke dalam" jawab Tuan Farhan berbalik badan dan berjalan menuju pintu masuk Apartemen.
Tok tok tok tok
Tok tok tok tok
Tuan Farhan mengetuk pintu namun tak ada sahutan dari dalam dan terpaksa raja Iblis meraih ponsel di saku celana jeans depan dan mencari nomor Tio memencet tombol panggil.
Saat panggilan terhubung Tuan Farhan langsung meneriaki Tio membuat Tio terkejut dan langsung bergegas keluar dan saat membuka pintu betapa terkejutnya melihat Tuan mudanya sudah di depan pintu sedangkan Jons dan Tuan muda kecil masih di luar gerbang. Meneguk ludahnya kasar kala melihat tatapan tajam bak Elang yang mau menerkam mangsanya.
"Cepat buka gerbangnya Tio!" ujap Tuan Farhan dengan nada dingin ia lalu berjalan masuk ke dalam Apartemen tanpa persetujuan Tio.
"Aku seperti sedang tertangkap mesum bersama putri mereka saja" batin Tio.
Tio kemudian membuka gerbang dan mempersilahkan Jons serta kerucil masuk namun sebelum masuk dua kerucil Iblis memberikan tatapan tajam pada Tio membuat nyali Tio menciut seketika.
"Huh! salah lagi" gumam Tio ikut masuk ke dalam namun matanya menangkap darah di atas tanah dahinya mengkerut heran ia mengangkat bahunya acuh.
Ia berjalan masuk ke dalam Apartemennya.
"Lia kamu di mana sayang?" sungguh raja Iblis menjadi ayah yang penuh siaga, selain memikirkan membuat cabang baru ia juga tidak lupa menjaga anak perempuannya yang terjerat oleh pesona pria dewasa seperti Tio.
Aulia yang mendengar suara Daddynya memanggil namanya langsung beranjak mencari asal suara Tuan Farhan.
"Daddy!" panggil Aulia ia lalu berhambur ke pelukan sang raja Iblis.
"Kenapa Daddy kemali?" tanya Aulia polos membuat Tuan Farhan menghembuskan napas berat.
"Lia kan putrinya Daddy jadi Daddy di sini mau menjemput Aulia sayang... ayo kita pulang" jawab Tuan Farhan lembut ia mengurai pelukannya mengamati wajah putrinya yang tiba-tiba murung.
"Lia mau tidul di sini sama Uncle Tio" tuturnya dengan wajah menunduk sedih menatap wajah Tuan Farhan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Mulai deh aksinya..., dasar ratu akting" cemoh Tuan Farhan dalam hati.
"Baiklah Daddy akan tidur di sini menemani Lia" pasrah Tuan Farhan, Aulia tersenyum lebar.
"Lia sayang Daddy" pekiknya kegirangan. Tak sengaja dirinya melihat tetesan darah di atas lantai putih membuat Aulia menatap khawatir Tuan Farhan.
"Daddy teluka? ada dalah" Aulia langsung mencari sumber luka di tubuh Tuan Farhan matanya membulat kala melihat goresan besar di telapak tangan Daddy-nya.
"Daddy!" teriak Aulia yang sudah menangis ketakutan. "hiks, hiks. Daddy kenapa huhuhuhu, apa ini kalena Lia...? Daddy teluka" tangisnya pecah meletakkan tangan Daddy-nya di atas pangkuannya.
"Hahahaha, tidak apa-apa sayang, ini tidak sakit... ini bukan salah Lia" jawabnya dan memeluk kembali Putri kecilnya. Tak lama Jons serta yang lain datang menghampiri keduanya.
"Prince, aku akan mengobati lukamu dulu..., Tio tolong ambil kotak obatnya yah" pinta Jons khawatir ia berjongkok di depan Tuan Farhan dan Aulia. Aulia lalu melepas pelukan Tuan Farhan dan berjalan ke arah dua abangnya.
__ADS_1
Tio segera mengambil kotak obat yang berada di dalam kamarnya. Ia juga merasa bersalah Tuan mudanya terluka karena dirinya.
"Abang, Daddy kenapa sampai teluka...?" tanya Aulia menatap sendu wajah dua abangnya ia masih menangis.
"Jangan nangis Ria, Daddy kuat luka itu tidak apa-apa" jawab Azhar menenangkan adik perempuannya memeluknya erat begitupula dengan Hamas ikut membantu.
"Daddy tadi naik ke atas gerbang tidak sengaja menyenggol benda tajam sampai terluka, jangan cemas Mommy akan segera mengobati luka Daddy" jelas Hamas mengelus rambut Aulia. Si centil menganggukkan kepalanya mengerti.
Tio segera membawa kotak obat berwarna putih dengan gambar berwarna merah berjalan cepat menuju Tuan Farhan dan Jons.
"Ini Jons, lebih baik obatinnya di sofa saja" jelas Tio menyerahkan p3k dan langsung di ambil oleh Jons.
"Terima kasih" jawab Jons mengangguk pelan mereka lantas berjalan ke arah sofa ruang keluarga.
"Sudah ku bilang hati-hati jadi gini kan lukanya besar lagi, pasti sakit walaupun aku tahu luka seperti ini hanyalah luka kecil bagi seorang raja Mafia tapi tetap saja luka itu sakit lain kali jangan bandel di bilangan..., kamu juga Tio udah di klakson dari tadi tidak dengar-dengar kamu buat apa sih di dalam?!" gerutu Jons sembari mengobati luka Tuan Farhan saat mereka duduk di sofa.
"Dasar emak-emak!" kompak mereka membuat Jons menatap tajam.
"Jangan ulangi lagi Prince, aku takut melihatmu terluka" tutur Jons dengan raut wajah sedih terlihat matanya yang berkaca-kaca.
"Mommy pasti sangat mencintai Daddy" gumam tiga kerucil Iblis dalam hati menatap haru kasih sayang Mommynya terhadap Tuan Farhan.
"Jika ini membuatmu semakin mencintaiku maka setiap hari aku akan terluka tapi aku tidak bisa melihatmu menangis Ara..., aku pasti akan berhati-hati, agar air matamu tidak jatuh lagi" jawab Tuan Farhan tersenyum tipis mencium kening Jons lama.
Semua di sana yang mendengar gombalan raja Iblis sangat tersentuh bahkan Tio juga tiga kerucil perusuh ikut menangis haru.
"Hiks, hiks. aku akan mengikuti jejak Daddy, kata-katanya sangat indah di dengar mungkin banyak cewek akan menangis nanti huhuhu" celetuk Azhar sesenggukan.
Detik-detik momen haru langsung anjlok mendengar celetukan Azhar membuat mereka menepuk jidat mereka.
"Dasar bocah!" dengus Hamas dan Azhar.
"Bolehkah aku tertawa sekarang? dasar Tuan muda kecil" celoteh Tio dalam hati.
"Malam ini kami akan tidur di sini Tio, menemani Aulia karena dia tidak mau pulang, kamu tidak apa-apa kan...? kalaupun kamu tidak setuju aku tidak akan minta persetujuan kamu, aku juga terpaksa tidur di sini ini semua demi putriku" jelas Tuan Farhan menatap datar wajah Tio sedangkan Jons masih setia membaluti kain kasa pada telapak tangan suaminya.
"Tidak apa-apa Tuan muda..., aku malah senang Tuan muda mau tidur di Apartemenku yang kecil ini" ujar Tio tersenyum kikuk.
"Daddy ternyata sombong juga" batin tiga kerucil.
"Tuan muda duduk dulu aku akan memasak untuk makan malam kita" Tio hendak berdiri namun langsung di tahan oleh Jons.
"Tidak perlu Tio kita pesan saja..., aku tidak mau ngerepotin kamu" Tio mengangguk setuju ia juga takut jika masakannya tidak sesuai selera Tuan mudanya yang sangat arogan itu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung