
Happy reading Guys 🤗
Beri like dan hadiahnya dong ❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
Jons duduk di sofa menatap anak buahnya yang di tugaskan untuk memata-matai raja Iblis, ia ingin mendengar informasi dari pria suruhan di depannya. Sedangkan pria yang menjadi mata-mata Tuan Farhan sudah menyerahkan foto-foto yang di ambilnya tidak lupa foto suaminya bersama Karina. Media sudah mengabarkan bahwa Tuan Farhan pemilik perusahaan terkaya di dunia akan menikah dengan model papan atas berasal dari Amerika. Dan hal itu membuat semua warganet menjadi gempar.
Jons melipat kakinya dan menatap datar foto-foto di depan matanya. Jantungnya bergemuruh hebat menyaksikan perselingkuhan suaminya itu.
"Kapan mereka akan menikah?" sudah setengah jam Jons melihat foto-foto tersebut dan akhirnya ia memberikan komentar membuat pria suruhan Jons bernapas lega.
"Tiga hari lagi Boss" jawabnya singkat dan Jons hanya menatap datar. Meremas kertas di tangannya dan melemparnya begitu saja.
"Di gedung mana acaranya?" tanya Jons lagi sembari menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Menatap langit-langit Markasnya.
"Sun Flower Boss, dan acaranya sangat meriah... namun anehnya para tamu yang di undang tidak ada, saya dengar hanya anggota Black Wolf juga Khithonios yang akan menghadiri acara pernikahan Tuan muda" jelas pria di hadapan Jons membuat si tomboy menatap dingin anak buahnya. Tiba-tiba senyum setan tersungging di bibirnya membuat pria bernama Zul merinding takut.
"Oh tuhan! ada apa dengan senyuman itu?" batin Zul takut-takut.
"Informasi yang sangat bagus, aku puas mendengarnya" ujar Jons dan Zul segera berlalu dari hadapan sang maut. Dari tadi Zul menahan kencingnya agar tidak keluar. Entah kenapa melihat wajah Jons membuatnya mendadak ingin buang air kecil.
"Menarik, pernikahan yang sangat meriah... wow kau sungguh menyiapkannya prince" gumam Jons terkekeh misterius. Ia lantas berdiri dari duduknya bersiul pelan dengan senyum tipis nyaris tak terlihat. Entah apa yang akan di rencanakan oleh si pembunuh bayaran tidak bisa di tebak. Semoga saja dirinya tidak akan melakukan sesuatu yang fatal nantinya.
Si tomboy berjalan ke ruang senjata membuka pintu itu pelan-pelan melangkah masuk ke dalam. Matanya mencari tempat penyimpanan senapan dan matanya langsung menatap lapar benda panjang namun mematikan jika sekali bidik. Dengan senyum devil ia berjalan menuju rak penyimpanan senapan.
Ada banyak senapan yang sangat melegenda, yang sangat mematikan di seluruh dunia bahkan senapan yang di koleksi oleh anggota Black Wolf adalah senjata kelas dunia, senapan yang pernah di miliki oleh pasukan militer maupun penegak hukum.
__ADS_1
Salah satunya adalah McMillan TAC-50 adalah senapan sniper paling mematikan di dunia , senapan anti-material dan sniper jarak jauh terbaik di dunia. Senapan ini diproduksi oleh perusahaan McMillan Brothers Rifles sejak tahun 1980-an yang didesain dari versi sebelumnya oleh perusahaan yang sama. Sniper ini juga bisa menembus kendaraan tempur, kapal hingga benteng pertahanan.
Selain itu ada Blaser R93 Taktis (Jerman). Barrett M82 (USA) senapan yang di buat oleh perusahaan Amerika dan bisa menembus dinding beton. Steyr SSG 69 (Austria) dan ada banyak lagi. Namun Jons tidak mengambil senapan berbahaya itu ia tidak mau menghancurkan orang-orang yang tidak bersalah. Ia hanya akan membidiknya pada satu sasaran yang sudah berani bermain-main dengannya.
Tentunya dalam hal ini Jons adalah ahlinya bahkan dirinya di juluki raja sniper saat melakukan misi di kawasan Korea Utara karena dirinya yang selalu tepat sasaran saat membidik burung kecil dengan jarak yang sangat jauh.
Jons menjatuhkan pilihannya pada salah satu senapan sniper yang juga termasuk kelas dunia yaitu, Arctic Warfare Magnum (AWM) adalah senapan sniper Inggris yang diproduksi oleh perusahaan Akurasi International. Senapan ini memiliki jarak tembak efektif hingga 1.500 - 1.700 meter dengan dapat menembus kaca lapis baja sedikit berbahaya namun tidak terlalu ganas dampaknya.
Setelah itu Jons beralih pada penyimpanan pistol mengambil beberapa pistol dengan kaliber rendah juga beberapa senjata api namun memiliki peluru yang mengeluarkan asap bius.
Cukup lama berada di dalam ruangan tertutup Jons keluar dengan membawa beberapa senjata api, karena ruang penyimpanan tidak jauh dari kamarnya... jadi tidak membutuhkan waktu lama ia sudah berada di depan dinding berwarna merah. Menyentuhnya menggunakan telapak tangannya sebagai sandi kamarnya dan dinding itupun langsung bergeser ke samping dan Jons segera masuk ke dalam. Membuka pintu ruangan yang di sinari lampu temaram. Yah itu adalah kamarnya ia meletakkan senjata api di atas meja kosong menatapnya penuh serius.
"Aku akan mengakhiri semuanya, dan impian bodoh kalian akan lenyap seketika" ujar Jons menampilkan wajah datarnya.
Jons meraih ponsel yang ia pinjam di salah satu anggotanya karena ponselnya sudah hilang saat dirinya berburu. Menekan layar bertuliskan memanggil. Tak lama terdengar suara dari sebrang telepon.
"Halo Boss"
"Siapkan semua yang aku perintahkan padamu, ingat jangan sampai ada kesalahan!" titah Jons yang langsung memutus sambungan telepon.
"Mari kita bermain bersama Prince" bisik Jons dengan senyum misteriusnya. Ia menjatuhkan bokongnya di atas kursi... di depannya terdapat sebuah benda persegi dengan ukurang besar bernama komputer yang sudah menyala.
"Cih! para sampah itu membuatku begitu muak..." gerutu Jons menampilkan ketidaksukaannya kala melihat adegan yang sangat tak mengenakkan untuk di lihat.
Di sisi lain
Di Mansion Utama tepatnya di taman yang berada di samping Mansion Utama ketiga kerucil juga Alexa duduk di bawah pohon rindang. Mereka sangat sedih karena Daddy mereka akan menikah lagi dan itu berarti mereka segera memiliki Mommy baru. Lalu bagaimana dengan Mommy Jons itu pasti akan membuat Mommynya merasa sedih.
"Abang, Lia gak mau punya Mommy balu, Lia mau Mommy Jons... ta-tapi Mommy ke-kenapa belum pulang juga, hiks, hiks, hiks" adu Aulia dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Menundukkan kepalanya di kedua sisi lututnya.
"Kak Lia jangan cedih lagi... kita beldoa caja cemoga Tuhan bica batalin pelnikahan Om Falan" terang Alexa menatap wajah Aulia dari bawah dengan kepala mendongak ke atas namun tidak bisa melihat jelas wajah Aulia. Karena tertutup oleh rambut Aulia.
"Jangan sedih lagi Lia... pernikahan itu tidak akan terjadi Mommy pasti akan langsung pulang" tutur Hamas meyakinkan adiknya padahal dirinya juga tidak tahu apakah Mommy mereka akan datang atau tidak.
"Benalkah?" tanya Aulia menatap antusias ke arah Hamas dan putra sulung raja Iblis mengangguk mantap.
"Mommy harus datang... Azhar dan rainnya membutuhkan Mommy sekarang" bisik Azhar dalam hati.
"Abang Hamas benar, Mommy pasti datang dan pernikahan Daddy tidak akan terjadi" sahut Azhar ikut menimpali. Mengelus lembut rambut Aulia layaknya pria dewasa bukan pria berumur 5 tahun.
__ADS_1
"Lia tidak mau punya Mommy balu! kalau Daddy tetap nikah lagi Lia akan pelgi dali Mansion dan tidak mau melihat Daddy lagi!!" ujar Aulia mencak-mencak, sorot tajam tersirat jelas di dalam netranya. Gadis berumur 5 tahun itu sungguh kesal pada Daddy-nya karena bisa-bisanya dia menikah lagi di saat Mommy-nya sedang menghilang.
"Aku tidak tahu apakah Mommy akan datang nanti, tapi aku sangat yakin padamu Dad, jangan mengecewakan kami" batin Hamas. Yang entah apa maksud perkataannya itu. Tak jauh dari sana Tuan Wijaya dan Nyonya Mita menghampiri ke empat anak penerus anggota Black Wolf.
"Sayang, ternyata kalian di sini hmmm... padahal Nenek sudah cari-cari di dalam tidak ketemu" ujar Nyonya Mita menjatuhkan bokongnya di atas tikar di bawah pohon yang sudah di siapkan oleh Richo.
"Eh Nenek, Kakek" seru ke empat anak Mafia tersenyum lebar. Mereka memeluk erat tubuh Nyonya Mita dan Tuan Wijaya bergantian.
"Kalian sedang apa di sini?" tanya Tuan Wijaya dengan alis terangkat sebelah.
"Sedang beldoa Kek" jawab Alexa cepat. Dan hal itu mendapat tatapan tajam dari tiga Iblis kecil.
"Berdoa? berdoa tentang apa sayang?" Nyonya Mita bertanya, netranya melirik ke arah sang suami.
"Supaya Tante Jons bica pulang dan Om Falan tidak jadi nikah deh" Alexa menjawab sangat antusias. Tidak tahu saja jika hawa-hawa panas sudah menyebar keluar.
"Alexa! dasar mulut air!" kesal Hamas namun ia hanya berujar dalam hati.
"Oh, benarkah seperti itu?" Tuan Wijaya menatap ke arah ketiga cucunya dan Alexa mengangguk antusias sedangkan tiga Iblis menundukkan kepalanya setelah menepuk pelan jidatnya.
"Hahahaha Alexa lucu banget sayang" Nyonya Mita mencium pipi Alexa. Ia tahu ketiga cucunya sudah sangat kesal saat ini. Ia tahu bahwa tiga Iblis kecil tidak suka memperlihatkan kesedihannya itulah mereka sangat kesal kala Alexa membocorkan masalahnya.
"Ayo kita masuk, hari sudah sore sayang" ajak Nyonya Mita dan ke empat kerucil mengangguk patuh.
Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam Mansion Utama.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung