Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 111 Kalang Kabut


__ADS_3

Happy reading 🤗


Beri like dan Votenya yah 🙏🙏🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


.


.


Di lain sisi tepatnya di rumah sakit umum Jimbaran Bali ruang VVIP A tiba-tiba saja Tuan Farhan mendadak bangun dengan deru napas kurang stabil peluh keringat membasahi tubuhnya. Sesaat kemudian ia teringat akan mimpinya matanya mencari seseorang namun tak kunjung ia lihat dan hal itu membuatnya takut setengah mati. Masih pada kondisi lemas ia memanggil nama Jons berkali-kali namun tak ada jawaban sedangkan Tio pergi ke kamar mandi jadi dirinya tidak tahu jika Tuan mudanya tengah menggila sekarang.


"Ara! Ara kamu di mana sekarang? Jangan tinggalin aku hiks hiks!"panggil Tuan Farhan berusaha untuk turun mencabut selang infus lalu menghempasnya kasar.


"Ara! Ara!!"...


Tio tersentak kaget buru-buru ia membasuh wajahnya lalu berlari keluar matanya membulat melihat penampilan Tuannya yang tampang seperti gelandangan. "Tuan apa yang terjadi...?" Tio berjalan menghampiri Tuan Farhan dengan rambut acak-acakan darah juga keluar bercucuran mengotori lantai putih itu.


"Tio! Di mana Araku? Cepat katakan padaku hiks hiks...?" Rancaunya menggoyang-goyangkan bahu Tio. Tio sempat terdiam ia baru pertama kali melihat Tuan muda dingin dan angkuh se-depresi ini apalagi menangis seperti itu


"Apa yang terjadi pada Tuan muda? Seperti takut kehilangan sesuatu yang berharga" batin Tio melamun.


"Katakan padaku Tio...!! di mana istriku Ara!!" Teriak Tuan Farhan dan itu membangunkan tiga kerucilnya.


Hamas, Azhar dan Aulia terbangun menatap heran Daddy mereka yang tengah merancau memanggil nama Mommy mereka.


"Kenapa Daddy seperti itu?" Tanya Hamas masih memandang heran ayahnya.


"Daddy kenapa?" tanya Aulia.


"Daddy tidak gira kan" kali ini Azhar bergumam sembari menatap heran Tuan Farhan.


" Jo-Jons dia... Di-dia pulang ke hotel mengambil barang-barang" jawabnya gagu. Tuan Farhan mendengar itu sontak semakin murka entah apa yang terjadi padanya tiba-tiba bangun dan langsung menanyakan tentang Jons apa mungkin terjadi sesuatu pada Jons...? Entahlah hanya Tuan Farhan saja yang tahu.


Raja Hades mendorong tubuh Tio saat menghalangi dirinya untuk keluar "Jangan pergi Tuan aku takut Jons akan marah padaku jika Tuan kembali sakit" cegat Tio namun di tepisnya kasar.


"Jika aku tidak mencarinya dia pasti akan meninggalkan ku!!" Teriak Tuan Farhan murka tangannya terkepal kuat. Tidak memperdulikan sekitarnya raja Hades keluar ruangan dan berlari sekuat tenaga walau masih lemas ia tetap memaksakannya.


Orang-orang yang berjalan di koridor rumah sakit terheran-heran melihat pasien berlari keluar para petugas rumah sakit serta Tio ikut berlari mengejar Tuan Farhan.

__ADS_1


"Anda mau ke mana Tuan? Kondisi anda belum stabil jadi istirahatlah di rumah sakit" ujar salah satu petugas. Tuan Farhan terkekeh sinis kaki kanannya melayang menendang perut dua pria yang memegangi tangannya.


BUGH


BUGH


"Jangan coba-coba menghalangi jalanku jika tidak ingin mati!!" Tegas Tuan Farhan. Tio mematung tak jauh dari tempat perkelahian ia segera meraih ponselnya menghubungi Jons atau kalau tidak nyawanya pasti akan melayang.


Sedangkan Tuan Farhan sudah masuk ke dalam mobil melakukan mobil itu menuju hotel privat yang dirinya sewa.


Tak berselang lama panggilan pun masuk. "Jons cepatlah kembali Tuan Farhan mengamuk mencari kamu, sekarang Tuan Farhan menuju hotel" ujar Tio dan itu membuat Jons mematung.


Di Markas Jons mendadak panik "Urus sisanya aku harus segera kembali" kata Jons langsung berjalan sembari berlari di ikuti Richo di belakangnya. Reyan serta anggota lainnya menatap heran namun mereka harus mengurusi tiga pria yang akan di bawa ke gedung tua.


BRAAAAK


Jons menghempas pintu kasar Richo sampai terkejut. Richo duduk di kursi penumpang depan sedangkan Jons di kursi kemudi ia yang akan mengendarai mobil.


"Apa yang terjadi Jons...? Semua baik-baik saja kan?" Tanya Richo menatap sahabatnya itu.


"Tuan Farhan mengamuk, aku tidak tahu penyebabnya sekarang kita balik ke hotel" Jons menyalakan mesin mobil dan langsung melajukan mobilnya melewati jalan angker. Tapi sepertinya situasi berbeda Richo tidak takut lagi seperti saat menuju ke Markas Black Wolf, yang ia takutkan sekarang adalah Jons.


Mobil yang di kendarai Jons begitu laju hingga Richo harus memegang kuat hand grip yang berada di samping atas mobil.


"Aku lebih baik melihat hantu daripada melihat Jons seperti ini, jantungku tidak akan jatuh kan...?" Tanya Richo dalam hati sembari tangannya memegangi dada kirinya.


"Jangan sampai dia kenapa-kenapa" doa Jons dalam hati, ia semakin menambah kecepatan mobilnya menjadi angka 200 karena yang mereka lewati adalah jalanan sepi jadi tidak apa-apa jika melajukan mobil dalam kapasitas maksimal.


Mereka sudah sampai di jalan raya dan Jons menurunkan laju mobilnya tapi masih pada standar kecepatan rata-rata. Richo tidak bisa berkomentar saat ini lidahnya mendadak kelu.


"Kenapa dia segila ini! Jika kau ingin mati jangan membawaku!" Gerutu Richo dalam hati.


"Jangan mengumpatku jika terjadi sesuatu pada Tuan Farhan hidupmu tidak akan lama Boss mungkin akan menyembelih kita, lebih baik mati saat dalam melakukan misi daripada di hukum mati karena lalai dalam bertugas" tegas Jons menatap datar wajah Richo dari kaca spion.


"Mana mungkin aku mengumpatmu, aku sedang memujimu tadi itu sangat keren sampai napasku mendadak hilang" jawabnya dingin. Jons tampak acuh dan masih setia melihat depan jalan hingga tak lama mereka sudah sampai di depan hotel.


Jons segera turun saat membuka safety beltnya, dan mencari keberadaan suaminya itu.


"Hiks, hiks, hiks. Ara kau tak mungkin meninggalkanku! Bagaimana bisa kau pergi menikah dengan pria lain huhuhu" tangis Tuan Farhan berjongkok di balik pintu hotel masuk. Jons tak sengaja mendengar suara suaminya yang tengah menangis.


"Apa itu suara Prince? Kenapa dia menangis?" Gumam Jons.


"Prince!" Panggil Jons berjalan masuk di ikuti Richo di belakang.


Tuan Farhan mengangkat kepalanya "Apa itu kau Ara?" Tanya Tuan Farhan.


"Prince" gumam Jons mendapati suaminya yang tengah duduk di belakang pintu. "Ada apa denganmu? Kenapa kau menangis...?" Jons berjongkok mendaratkan dua lututnya di atas lantai dengan tangan menangkup kedua sisi pipi suaminya.

__ADS_1


"Ka-kamu tidak meninggalkanku kan?" Tanyanya lirih masih dengan buliran air mata menetes.


"Apakah ini adalah adegan drakor? Di mana MC cowoknya sangat bucin dan takut kehilangan?" Bisik Richo dalam hati. Rupanya diam-diam Richo menonton drama korea hanya untuk mengetahui bagaimana cara mendekati seorang wanita. Wah-wah rupanya pria Mafia bisa memikirkan tentang pasangan juga hmmm...


Karena tidak ingin mengganggu pasangan drakor bucin itu Richo beralih keluar tak mau menjadi obat nyamuk di sana. "Huh! Tidak punya pasangan ternyata sangat sepi juga" gumam Richo.


Alis Jons berkerut netranya menatap dalam wajah suaminya. "Kenapa bicara seperti itu!"


"Aku bermimpi kau pergi meninggalkanku dan menikah dengan pria lain, kau tidak akan meninggalkanku kan...?" Ujar Tuan Farhan dengan wajah imutnya. Jons tergelak mendengar pernyataan suaminya dengan gemasnya Jons menjitak kening Tuan Farhan.


"Bodoh! Apa kau masih memikirkan ucapanku saat aku hamil dulu...? Aku mana bisa meninggalkanmu sedang hatiku sudah sepenuhnya terisi namamu" jelas Jons menghapus air mata di pipi suaminya. Memang kalau raja Hades bucin sangat lucu, mimpinya saja tidak bisa memurnikan akal sehatnya rupanya menjadi bucin membuat reputasi menjadi hancur di hadapan orang tercinta.


"Apakah benar kau adalah raja Iblis hmmm...? Kenapa bisa menangis segila ini huh!" Tutur Jons. Tuan Farhan terkekeh kecil ia meraih tubuh Jons di dekapnya erat di dada bidangnya.


"Raja neraka sekalipun, jika sudah menyangkut cinta dan bahkan sampai pada tahapan bucin tidak akan bisa menetralkan pikirannya menjadi jernih, jadi jangan coba-coba untuk pergi dariku atau aku akan menggila pada dunia" jelas raja Hades masih setia memeluk tubuh istrinya.


"Aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun apalagi menggila seperti ini, cukup hari ini! Seterusnya tidak akan lagi" batin Jons


" Bahkan jika aku mati, aku akan tetap berada di sisimu" jawabnya lirih sembari mengusap pelan punggung kekar raja Hades.


"Ssstt! Jangan pernah katakan tentang kematian!. Aku mencintaimu Ara"


"Aku lebih-lebih mencintaimu Prince" balas Jons, Tuan Farhan melerai pelukannya dan langsung menyerbu bibir istrinya di lumatnya lembut penuh cinta dan sayang.


"Apakah seseorang yang bucin akan seperti itu?" Rupanya diam-diam Richo mengintip Tuan Farhan dan Jons dengan menempelkan telinganya pada daun pintu.


"Ah orang jomblo tahu apa tentang bucin" desah Richo menghembuskan napas kasar. Kasihan sekali kau Richo tinggal dengan orang yang memiliki pasangan akan sangat menyakitkan karena hanya dirimu yang sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung

__ADS_1


Beri like serta Votenya dong 😴😀😀**


__ADS_2