
Happy reading 😘
Like Vote like vote like vote like vote like vote
.
.
.
.
.
.
.
Tuan Farhan sudah berangkat ke kantor setelah sarapan, di jemput oleh sekertaris Rio sedangkan Jons menetap di rumah ia teringat adik satu-satunya yang belum pernah ia hubungi.
"Gimana kabar Ayu sekarang...?" Tanya Jons yang sedang bersantai di kamarnya meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Posisinya saat ini tengah duduk di atas ranjang king size. Mengotak-atik ponselnya mencari nomor adik perempuannya. Jons lalu menekan layar yang ada kata "memanggil". Namun yang ada hanya suara operator itu berarti nomornya sedang tidak aktif.
"Sepertinya aku harus ke Surabaya langsung" Gumam Jons ada sedikit rasa khawatir dalam hatinya.
Jons membuka-buka aplikasi Line di ponselnya betapa terkejutnya kala melihat berita terhots menampilkan keluarga Dermawan yang mendadak bangkrut dalam semalam juga wanita model papan atas yang juga ikut di blacklist namanya di dunia entertainment entah siapa dalangnya tidak ada yang tahu itu. Jons mengerutkan keningnya ia tahu jelas pelaku sebenarnya, siapa lagi kalau bukan raja Hades.
"Si Jelangkung batangan ini benar-benar menepati janjinya" Ujar Jons tersenyum lebar.
"Heh! siapa kalian begitu berani melukai kedua putraku...!!" Ujarnya lagi dengan senyum devilnya.
Sedang di sisi lain tepatnya di lantai satu tiga kerucil Iblis datang menemui Richo juga Sandy kebetulan mereka sedang bersantai di ruang depan bersama anggota Black Wolf lainnya.
"Apa yang akan abang lencanakan...?" tanya Aulia.
"Nanti kalian akan tahu, yang pasti ini akan menjadi permainan seru" Jawab Hamas tersenyum lebar seakan menantikan pertunjukan yang sangat wow di depan mata.
Ketiganya pun berjalan keluar di mana sebagian anggota Black Wolf berkumpul.
"Uncle...!" seru Hamas membuat semua di sana menoleh ke sumber suara. Mereka melihat tiga kerucil mendekat ke arah mereka.
"Ada apa Tuan dan Nona kecil kemari...?" tanya Sandy dan mereka semua berdiri memberikan salam hormat pada Tuan kecil mereka.
"Emm... Di antara kalian semua siapa yang bisa dalam hal editing foto, kami akan membayar seratus ribu jika Paman-Paman bisa melakukannya...," jelas Hamas melipat kedua tangannya di atas perut menatap datar wajah anggota Black Wolf. Sedangkan Azhar dan Aulia hanya saling melirik tanpa berbicara.
"Astaga Tuan muda kecil kenapa bicaranya seperti orang dewasa saja...!" Bisik mereka dalam hati.
"Untuk apa Tuan muda kecil?" tanya Richo dengan dahi berkerut.
"Uncle Licho ini adalah lahasia..., kami hanya akan membelitahu pada yang bisa saja" Sahut Aulia berkacak tangan. Sedangkan para anggota hanya melongo atas tindakan si centil.
"Apa yang tiga kerucil ini rencanakan...?" bisik Richo dan Sandy bersamaan. Tidak heran jika mereka bertanya seperti itu karena mereka sangat tahu otak licik anak-anak Iblis yang bikin pusing kepala.
"Hahahaha enak juga menjadi anak Boss... Bisa memerintah seenaknya" Tutur Azhar dalam benaknya.
Dua dari dua puluh anggota Black Wolf pun angkat tangan. Hamas memberikan kode untuk maju ke depan. Dan dua pemuda itupun menurut layaknya seorang anak kecil polos.
"Uncle Richo, Uncle Sandy..., ikuti kami ada tugas penting yang harus kalian selesaikan juga, untuk kalian yang tidak terpilih silahkan untuk melanjutkan pekerjaan kalian yang tertunda" Jelas Hamas, anggota Black Wolf menganggukkan kepalanya dan sedikit terbahak.
"Mereka sungguh anak Tuan muda cucu Boss besar," ujar salah satu anggota
__ADS_1
"Iya, mereka seperti orang tua mereka yang punya wibawa juga ketegasan dalam memimpin" sahut temannya.
"Aku melihat saja di buat merinding oleh anak kecil, huh... benar-benar Boss masa depan kita".
"Kita mau kemana Tuan kecil?" Tanya Richo yang tengah berjalan mengikuti tiga bocah ingusan ke lantai dua.
"Tunggu sampai di kamar baru aku jelaskan pada Uncle" Jawab Hamas. Mereka berjalan melewati ruang keluarga dan menuju ke arah lift. Saat pintu lift terbuka mereka pun masuk ke dalam menunggu beberapa menit hingga lift kembali terbuka tepat di lantai dua..., berjalan keluar menuju kamar Hamas melewati kamar Tuan Farhan dan Jons tentunya.
CEKLEK
Pintu kamar terbuka tujuh anak manusia masuk ke dalam, Hamas menutup pintu lalu menguncinya agar tak ada orang lain yang merusak rencana yang ia buat.
"Ayo sekarang naik ke atas ranjang aku akan menjelaskan pekerjaan yang akan kalian kerjakan!" Titah Hamas yang ikut naik ke atas kasur king sizenya di ikuti rombongan yang lain. Di sana terdapat empat buah benda persegi namun satu benda memiliki ukuran sedikit besar.
"Laptop dan HP...,?" gumam mereka melihat benda canggih itu berada di kamar Hamas.
"Abang, itukan hp mirik aku dan adik Ria" Tutur Azhar menatap Hamas dan Aulia bergantian.
"Benalkah? Itu adalah HP Lia...?" Tanya Aulia antusias. Hamas mengangguk mengiyakan.
"Iya, abang lupa beri pada kalian berdua" jawabnya singkat.
"Nah sekarang aku ingin paman mengedit foto Daddyku dengan foto Mommyku di jadikan satu tapi wajah Mommy Jons tidak boleh keliatan seolah-olah itu adalah perempuan lain, dan harus mesra editannya bisa kan Paman...?" Tanya Hamas dan itu membuat semua di sana terkejut.
"Tuan untuk apa foto tersebut, apa tidak masalah...?" tanya dua orang anggota Black Wolf yang sedikit ragu.
"Tuan, akan melakukan apa? Jangan sampai membuat masalah yang akan merugikan Tuan muda kecil" sahut Sandy.
"Lia tidak paham jadi Lia tidak mau komen dulu" Jawab Aulia menggaruk keningnya.
"Sama aku juga tidak mengerti dengan rencana abang Hamas" timpal Azhar.
"Tidak perlu bayar Tuan muda, perintah dari Tuan muda kecil sudah menjadi tugas kami..." jawab kedua pria tersebut.
"Tidak apa-apa, ragian abang Hamas sudah berjanji" sahut Azhar.
"Jangan sampai mereka membuat masalah besar sehingga membuat kami akan kena imbasnya" Ujar Sandy dalam hatinya..., Sandy dan Richo mengamati kegiatan dua anggota Black Wolf yang sedang berurusan dengan benda persegi ukuran besar mendownload beberapa aplikasi yang di butuhkan kemudian mencari gambar yang pas di file ponsel milik Hamas. Ternyata anak kecil itu sudah merencanakannya bahkan diam-diam mengambil beberapa foto Tuan Farhan juga Jons di hp milik Daddynya.
15 menit kemudian editing foto romantis pun jadi, terlihat sangat sempurna seperti foto yang bukan di edit, benar-benar nyata. Pria berkulit sawo matang dengan hidung mancung itu memberikan ponsel keemasan setelah meng-copy file foto romantis Tuan Farhan juga Jons dari laptop kepada pemiliknya.
Ketiga kerucil Iblis itupun melihatnya dengan mata terbuka lebar.
"Wow apakah ini adalah foto Daddy dan Mommy...?" Tanya Aulia dengan wajah terpukau melihat editing foto yang sungguh sempurna di mana Tuan Farhan memangku Jons dan berciuman tidak terlihat jelas wajah Jons dan bagroundnya kebetulan adalah ruangan Tuan Farhan sendiri.
"Sempurna" Tutur Hamas dan Azhar. Ketiga kerucil tukang rusuh saling melihat dan melempar senyum misterius.
"Uncle Richo, Uncle Sandy, sekarang tugas Uncle adalah mengirim foto editan ini kepada Mommy Jons... pokoknya Mommy harus ke kantor hari ini dan jangan biarkan Mommy sampai curiga...!" Titah Hamas menyerahkan ponsel miliknya pada Richo dan Sandy.
Dua jones saling melirik satu sama lain sebenarnya mereka enggan melakukan rencana licik yang akan memprovokasi Tuan mudanya juga sahabatnya tapi tatapan tajam ketiga kerucil itu lebih menakutkan sekali.
"Baik Tuan, tenang saja rencana kalian akan sangat lancar" Jawab Sandy dan Richo tersenyum paksa.
"Bagus" balas tiga kerucil serempak.
"Uncle Sandy punya uang enam ratus ribu gak...?" Sandy mengerut keningnya heran kala Hamas bertanya tentang uang, ia seperti memiliki firasat buruk tentang dompetnya.
"Apa lagi yang akan di lakukan Tuan muda Hamas?" Keluh Sandy sedikit sebal.
"Ummm..., sepertinya ada Tuan muda" Hamas tersenyum lebar dengan tangan terulur di depan Sandy.
__ADS_1
"Apa Tuan muda?" Tanya Sandy bingung.
Semua di sana memerhatikan Hamas juga Sandy.
"Hehehe, Uncle Sandy bolehkah meminjamkan uang enam ratus nanti aku akan ganti kalau aku sudah menarik uang, dan..., berikan pada Paman-Paman itu" Wajah Hamas memelas sembari menunjuk dua pria yang sudah mengedit foto Tuan Farhan juga Jons.
"Iya Uncle Sandy, Uncle Sandy yang baik dan tidak sombong..., iya kan abang Azhal...?" Sahut Aulia mengedip matanya sebelah ke arah Azhar agar bisa membujuk Sandy untuk membayar hutang mereka.
"Iya Uncre, kasihanirah kami" Timpal Azhar mengerjap-ngerjapkan matanya pada Sandy membuat Richo dan dua anggota Black Wolf terbahak.
"Anak kecil licik" teriak Sandy frustasi.
"Baiklah Uncle akan membayar hutang kalian" Sandy kemudian mengeluarkan dompetnya dari saku celana lalu membukanya dan memberikan enam lembar uang berwarna merah pada dua pria di sampingnya.
"Ini ambillah dan pergi dari sini"
"Terima kasih banyak, Tuan muda dan Nona muda kecil memiliki hati malaikat" Ujar keduanya tersenyum lebar. Mereka pun menunduk hormat lalu keluar dari kamar Hamas sedangkan Sandy mencibir dalam hati.
"Bagaimana Uncle Licho apa sudah selesai mengilim fotonya pada Mommy?" tanya Aulia penasaran.
"Sudah Nona muda, Uncle sudah selesai mengirimnya dengan nomor baru Uncle" jawab Richo menyerahkan ponselnya pada ke-tiga kerucil Iblis.
Ketiganya tersenyum puas melihat gambar juga kata-kata yang akan mudah terpancing emosi itu kemudian mereka menyerahkan kembali kepada Richo.
"Abang, apa itu tidak apa-apa...? aku takut Daddy dan Mommy akan bertengkar" Tutur Azhar dengan raut wajah khawatir.
"Heh! Sadar juga perusuh ini!" cemoh Richo dan Sandy dalam hati.
"Daddy kita adalah pria hebat, jangan takut Daddy bisa mengatasinya" jawab Hamas percaya diri.
"Yah, abang Hamas benal..., Lia pelcaya, Daddy dan Mommy saling mencintai jadi cinta meleka akan menjadi solusinya dan meleka tidak akan belantam" sahut Aulia tersenyum tipis. Richo dan Sandy melongos atas apa yang mereka dengar, memang benar apa yang di katakan oleh Aulia namun terdengar sangat lucu jika anak sekecil Nona mudanya berbicara tentang cinta-cintaan, itu sangat tidak wajar bagaimana dengan mereka yang sudah tua ini masih belum mengerti bahkan tak jarang mereka adalah jomblo abadi.
"Apa aku harus membaca novel romantis agar aku bisa percaya diri tentang cinta?" batin Richo.
Azhar mengangguk setelah mendengar penuturan kedua saudaranya.
"Mungkin sekarang Mommy sudah melihatnya dan sangat terkejut jadi tugas Uncle Sandy adalah mengikuti Mommy Jons ke kantor Daddy, jika terjadi sesuatu Uncle Sandy harus mengatakan yang sebenarnya jika itu adalah foto Mommy bukan foto perempuan lain, dan untuk Uncle Richo mengantar kami bertiga ke apartemen Uncle Tio sekarang..., tidak ada bantahan kami akan bersiap-siap dulu" Richo dan Sandy hampir tersedak bahkan ingin menangis, kenapa masalah selalu datang pada mereka. Bahkan dengan teganya ke-tiga kerucil Iblis tidak berperasaan sampai melempar masalah besar pada mereka.
"Kali ini habislah aku" gumam Sandy dengan raut wajah tak menentu. Sedangkan tiga kerucil sudah pergi berganti pakaian setelah membuat para jones terhantam batu petaka.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Ini hanya imajinasi belaka jika tidak setuju maka silahkan untuk komentar, 😴😴😴
__ADS_1
.