Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 7 Hukuman


__ADS_3

Happy reading 🤗


********


Seorang pria misterius duduk di depan komputer ia sedang fokus pada objek yang sangat menarik untuk di lihat oleh matanya yang bulat, ia tersenyum menyeringai. Yah dia sedang menonton acara live cctv yang ia pasang di salah satu apartemen seorang wanita lebih tepatnya kekasihnya. "Wah, wah,, adegan panas yang menarik" ujarnya menyeringai iblis "rupanya kau sangat lihai hani dalam urusan ranjang bagaimana kamu bisa bermain syantik dengan pria jelek seperti dia?, Wah,, benar-benar mengagumkan permainan akan segera di mulai".


Tap tap tap suara langkah kaki menghampiri pria yang sedang menahan amarah.


"Boss nyonya besar meminta anda untuk pulang ke mansion sekarang" ucap sang asisten bernama River sekaligus teman masa kecilnya. River menelan Saliva nya kala matanya tidak sengaja melihat adegan panas di komputer.


"Sepertinya matamu harus aku cuci" ujar sang Boss menyeringai lalu memutar kursinya untuk menghadap sang asisten. Seketika nyali River menciut "saya minta maaf Boss, sungguh saya minta maaf saya tidak sengaja dan saya tidak akan mengulanginya lagi" tuturnya dengan suara bergetar. Pria misterius itu menatap intens sang sekertaris seketika tawa keduanya pecah


"Hahhahahahha" tawa kedua pria.


"Sudah ku bilang jangan memanggilku Boss, panggil nama saja!" Gerutunya dengan nada kesal.


"Hahahaha,, baiklah, baiklah lalu bagaimana Devil? Apa kau akan memberi hukuman sekarang atau ingin bermain-main terlebih dulu? Tanya River


"Menurutmu River? Devil tanya balik sambil tersenyum iblis.


"Hahaha, kau pasti tahu pikiranku Devil" jawab River, kemudian mereka tertawa terbahak-bahak. "Mereka adalah virus yang harus di basmi" sahut Devil kemudian di anggukan oleh River.


"Oh iya Vil, Mama menyuruhmu untuk pulang ada hal penting yang harus di bicarakan" ujar River serius. "Hemm" Devil hanya berdehem. "Kau pergilah cari tau tentang kekasihku sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu?" Titah Devil menyalakan rokoknya. "Baiklah Vil, tapi kau harus pulang! Ujar River mengingat kan.


"Aiiishh,,, kau pasti tau banyak tentang ku, pergilah!!" Usir Devil menyesap rokok di tangan kanannya.


"Baiklah, aku permisi" ucap River keluar tanpa menunggu jawaban dari Boss sekaligus sahabatnya itu, ia tahu ia tidak akan mendapat respon dari sang Boss menurutnya itu hanya buang-buang waktu dan buang-buang kosa kata yang tidak berguna untuk di pakai.


Devil adalah Boss mafia geng naga hitam ia menyembunyikan statusnya untuk melihat siapa saja para penghianat di dunia bawah dan dunia bisnis ia adalah manusia yang berhati topeng benar-benar di luar dugaan orang-orang akan mengira bahwa Devil memiliki penyakit kepribadian ganda tapi itulah dia ia akan benar-benar menutup jati dirinya dengan topeng yang selalu ia pasang di mana saja kecuali dalam markasnya.


****


Malam telah berganti pagi orang-orang di sibukkan dengan pekerjaannya ada yang bersenandung ria, ada yang sedang sibuk dalam menyelesaikan tugasnya dan ada yang merasa was-was siapa lagi kalau bukan si Jons wanita super tomboy itu kini sedang mondar- mandir di depan pintu sang CEO


"Gimana nih? Masa iya gue harus pus up di depan si jelangkung sih!! Gimana kalau si jelangkung itu melihat aset berharga gue oh nooooo!!!" Pikirnya kemudian memegang kedua dadanya. "Keliatan gakbsih kalau gue buka baju gue? yah sekalipun gue pake stagen apa gak nampak? Kira" sih jelangkung itu bakalan nafsu gak sih sama gue kalau liat aset berharga ini" guamamnya meraba payudaranya yang gk nampak itu.


"Ekheem" seseorang berdehem

__ADS_1


Jons yang mendengar suara itu melotot ke arah pintu yang terbuka lebar


"Kenapa tidak masuk? Terus napa tuh pegang-pegang dada gitu? Kayak punya aja" ujar si jelangkung versi Jons "heheh bukannya dia punya yah? Tapi tu dadanya gk keliatan apa dadanya rata kali yah serata punyaku" pikir Farhan melirik ke arah dada Jons


"Ng- ngapain Tuan melihat dada saya kayak gitu? Jangan macam-macam yah!!" Ancam Jons sembari menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Hahahah, Jons apa kamu lupa kamu itu pria? Saya juga tidak tertarik emang saya ini gay" cepetan masuk!! Perintahnya.


Jons berdiri di depan Farhan yang sedang duduk di singgasana nya sambil melirik datar kearah Jons yang sudah pucat pasih itu.


"Buka baju!" Perintah Farhan


"Tapi Tuan sebentar lagi ada meeting penting... Belum juga menyelesaikan ucapannya Farhan sudah memotongnya "jangan membantah! Ini adalah hukuman buat kamu yang tidak di siplin" sambung Farhan.


"Nasib, nasib, dasar jelangkung batangan" umpat Jons dalam hati.


Jons membuka jas yang ia pakai "Tuan apa kameja saya harus di buka juga? Bagaimana kalau ada yang masuk? Mereka akan berpikir kalau kita akan berbuat mesum, bagaimana kalau mereka berpikir bahwa Tuan adalah gay" ujar Jons sedramatis mungkin alasan yang ia buat cukup masuk akal tapi tidak untuk si jelangkung satu itu dia tidak akan kemakan dengan omongan si Jons akal sehatnya masih berputar-putar dalam otaknya lagian toh dia juga tahu kalau si Jons yang di sebut-sebut pria selama ini adalah seorang wanita jadi tidak masalah kan.


"Tenang saja, pintunya sudah di kunci" jawab Farhan memencet remot otomatis untuk mengunci pintu surgawinya itu".


Farhan hanya menatap datar dengan otak mesum tingkat dewa pikiran yel-yel mulai merasuki otak sehatnya.


Kini Jons hanya menggunakan kaos longgarnya


"Kenapa dadanya sangat rata? Apa benar dia wanita atau mamaku sedang mengerjaiku? Ah,, sial" gerutu Farhan kesal.


"Cepat pakai bajumu kita akan meeting bukan? Kenapa kamu membuka bajumu? Apa kau akan menggoda saya? Saya ini masih normal mana ada saya mau bermain cinta dengan laki-laki ada-ada aja kamu Jons, cepetan pakai bajumu!!" Perintah Farhan melangkah keluar dari ruangannya yang membuat dirinya merasa malu dan juga murka di atas rata-rata bagiamana tidak ia bisa percaya dengan sang mama jelas-jelas Jons adalah seorang laki-laki bukan perempuan dadanya aja rata begitu.


"Ah selamat, thank God" gumam Jons memakai pakaiannya sebelum ada yang melihatnya.


****


Di kediaman Wijaya


Ibu Mita dan pak Wijaya sedang duduk santai di gazebo di samping rumahnya banyak sekali tanaman bunga warna-warni yang menghiasi taman tersebut


"Pa, apa sebaiknya jabatan itu kau berikan saja kepada Gali?" Aku tidak ingin anakku satu-satunya masuk di dunia bawah aku tidak ingin dia kenapa-kenapa" ucap bu Mita membuka obrolan bersama sang suami.

__ADS_1


Pak Wijaya mengembuskan napas kasar


"Tidak bisa Ma, jabatanku harus di emban oleh Farhan, kedudukan ini sudah dari turun temurun dari keluarga ku" jawab pak Wijaya netranya melihat ke arah langit dengan warna biru sangat terang.


"Tapi dia anak kita satu-satunya pa, apa papa tidak sayang sama Farhan? Dia itu begitu lembek dia tidak punya keahlian bela diri, yah sekalipun dia menampakkan wajah datar dan angkuhnya tetap saja dia anakku yang lembek" jelasnya dengan nada frustasi. "Aku hanya ingin dia punya kehidupan normal seperti yang lainnya, tolong cukup kita saja, jangan kau libatkan Farhan dalam dunia bawah!! Sambungnya penuh harap dengan wajah memelas menatap manik suaminya.


"Entahlah, semua keputusan ada pada Farhan biar bagaimanapun dia harus tahu tentang dunia bawah" kekehnya.


***


Hari semakin sore para karyawan sudah meninggalkan gedung pencakar langit Farhan melangkah keluar dari ruangannya dengan diikuti Jons di belakangnya.


"Jons, apa kau yang memecat Doni dan Rendy? Tanya Farhan memecah kesunyian.


"Iya Tuan, maaf saya tidak izin terlebih dulu" jawab Jons sopan.


"Hemm" Farhan hanya berdehem.


"Apa-apaan itu, kenapa dia tidak menanyakan alasannya? Harusnya dia berterima kasih padaku" gerutunya dalam hati.


"Ekhem, saya percaya padamu Jons, apapun tindakanmu pasti yang terbaik, saya tau kau tidak mungkin berkhianat" ujar Farhan berhenti di depan lift kemudian dengan langkah cepat Jons memencet tombol open lift


Ting


Mereka masuk kedalam lift tidak ada obrolan semuanya tampak hening hingga pintu lift terbuka keduanya melangkah keluar menuju parkiran.


"Ekhem,, Tuan saya duluan ada urusan mendadak" ucap Jons.


" Hmm pergilah pekerjaan sudah selesai, kenapa harus minta izin" jawab Farhan cuek.


Jons hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Cih, bos sialan!" Umpatnya dalam hati.


"Baiklah Tuan saya permisi" sahut Jons melangkah ke arah si Jody motor sport kesayangannya. Kemudian tak berselang lama di ikuti oleh Farhan masuk ke mobil BMX nya melajuh jalanan Jakarta yang di penuhi oleh mobil-mobil mewah bermerek.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2