Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 142 Mati?


__ADS_3

Happy reading 🤗


like Vote like vote like vote like vote like vote nya dong guys 😘😂


.


.


.


.


.


.


.


Jons terduduk lesu setelah menghabisi seekor harimau yang tiba-tiba menerkamnya jika kalah cepat mungkin saja ia yang akan tewas dalam pertempuran tadi. Dua buah pisau ukuran sedang tertancap di bagian jantung juga bagian tulang rusuknya. Terlihat genangan darah di tubuh harimau tersebut.


Sedangkan Jons terdapat goresan kecil di bagian lengan atas namun tidak masalah baginya ia berjalan menuju bangkai harimau tangannya terulur mengelus kepala harimau.


"Maaf sudah membunuhmu tapi kamu yang dulu ingin membunuhku" tutur Jons. Tangannya menarik satu buah pisau di bagian jantung menariknya hingga keluar setelah itu Jons beralih pada tulang rusuk harimau menarik pisau hingga keluar dari daging tebal hewan liar.


Jons mengambil tanah dan menggosoknya pada pisau yang berdarah setelah itu ia lumuri dengan tanah di tangannya mengambil beberapa lembar daun lebar dan membersihkannya. Memasukkannya kembali ke tempat semula.


Ia mulai berjalan menyusuri hutan tersebut mencari sesuatu yang menyenangkan.


Jons terus melangkahkan kakinya sebelah tangannya memegang pistol sebagai jaga-jaga bahkan ia tidak sadar jika dirinya sudah jauh dengan Markas Black Wolf ia masih berpetualang dengan keseruan tersendiri.


Saat kaki kanan Jons berpijak pada tanah tiba-tiba saja tubuhnya tidak seimbang dan...


BUGH


Jons terjatuh masuk ke dalam sebuah lubang besar dan dalam yang tertutup dengan rumput-rumput kecil juga ranting-ranting pohon mati hingga membuat Jons tidak menyadari bahwa jalan di depannya adalah sebuah lubang besar entah siapa yang melubanginya.


"Aww" pekik Jons saat tubuhnya menubruk tanah, senjata api yang di pegang terlempar sedikit jauh darinya. Matanya menatap ke sekeliling ia baru menyadari jika lubang tersebut sangatlah besar bahkan terdapat pepohonan di dalamnya seperti ada kehidupan lain yang sama saat dirinya belum terjatuh.


"Di mana ini? kenapa di bawah tanah ada pohon-pohon besar dan lebat?" tanya Jons dengan sebelah alisnya terangkat. Memandang heran tempat yang ia pijak. Untung saja tidak ada sesuatu yang buruk pada tubuhnya juga saat terjatuh tidak ada benda tajam seperti batu ataupun kayu hingga membuatnya aman.


Beranjak dari duduknya dan kembali melanjutkan perjalannya, namun sebelum itu Jons mengambil pistolnya memasukannya ke dalam saku celananya. Jons lupa untuk kembali padahal ia memiliki suami juga anak-anak yang menunggunya pulang.


"Selama pelatihan aku tidak pernah melihat ini? siapa yang melakukannya apakah itu Boss besar?" gumam Jons masih belum percaya akan apa yang ia lihat seakan dirinya berada di dunia dongeng. Hutan lebat dengan pohon-pohon besar.


"Tidak mungkin ini dunia sihir atau semacamnya kan?..., aku makin penasaran saja" tuturnya lagi, kakinya terus melangkah ke depan melewati pohon-pohon besar menjulang tinggi. Hingga suara auman serigala mengagetkan dirinya.


"Astaga suara serigala! gawat!" batin Jons melihat ke segala sisi. Jons memasang jelas indra penglihatan juga pendengarannya.


"Sepertinya serigalanya lebih dari satu ekor" bisik Jons dalam hati. Tangannya meraih pisau ukuran sedang tepat di saku belakangnya memegangnya erat. Berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara.


"GOAAAAARRRR"


Jons terkejut dengan mata membulat sempurna melihat seekor harimau dan dua ekor serigala yang datang ke arahnya. Jons seketika menghentikan langkahnya menatap tajam hewan-hewan buas tersebut.


"Sial! aku tidak mungkin melawan sekelompok hewan buas sebanyak ini!" umpat Jons masih menatap seekor harimau dan dua ekor serigala yang sedang menatapnya lapar.

__ADS_1


Tak lama dua ekor serigala kembali datang bergabung dengan teman-temannya. Jons menelan ludah kasar kala lima ekor hewan buas berada di depannya berjalan maju ke arahnya. Jons melangkah mundur perlahan tangannya memasukan pisaunya dan mengambil dua buah pistol.


"Tidak bisa hanya menggunakan pisau lebih baik aku menggunakan pistol saja..., mereka sangat banyak dan sangat gesit aku bisa mati kapan saja" gumam Jons dalam hati.


Tangannya terulur ke depan dengan dua buah pistol yang sudah siap untuk di gunakan. Telunjuknya sudah siap menarik pelatuk pistol. "Aku harus cepat membereskan mereka atau aku pasti akan mati"...


"GOAAAAARRRR"


DOR


DOR


Jons menarik pelatuk pistolnya kala harimau melompat ke arahnya dan peluru mengenai kaki depannya namun harimau itu masih hidup ia kembali melayangkan tembakan pada bagian jantungnya namun meleset.


DOR


"****!" umpatnya kesal. Jons berguling ke samping dan meraih pisau kecil mengarahkannya pada serigala hingga mengenai jantungnya Jons membuang pistol di tangan kanannya karena pelurunya sudah habis.


SREEET


DOR


Jons terguling di atas tanah menangkis serigala dengan tangannya, sungguh hewan-hewan liar itu menyerangnya secara bersamaan dan sangat brutal. Ia tidak bisa berharap banyak untuk hidup nyatanya ajalnya semakin dekat menghampirinya.


BUGH


DOR


SREEET


SREEET


"GOAAAAARRRR"


Lengan Jons terluka lebar darah mengalir dari tangan juga betisnya, akibat gigitan harimau dan serigala, ia terduduk lesu dengan darah terus mengalir..., matanya menatap sangar seekor serigala yang tersisa tinggal satu sedang yang lain sudah habis di bunuh karena Jons langsung menancap pisau juga peluru tepat di bagian titik lemahnya.


"Sial! aku sudah tidak bisa berdiri lagi..., Pistolku sudah tidak bisa di gunakan pisau hanya satu yang tersisa" lirihnya menutup luka di lengan kiri dan kanannya.


Serigala kembali menggonggong menatap sangar tubuh lemah mangsa di depannya hewan buas tersebut semakin mendekati Jons, ia tidak punya pilihan lain selain mengambil satu buah pisau kecil memegangnya erat namun tenaganya sudah habis terkuras apalagi darah terus keluar.


"Aku tidak boleh mati di sini!" tegas Jons.


"Brengsek hewan itu akan melompat ke arahku!"


Serigala itu melompat ke arah Jons yang sudah tidak berdaya, ia menutup wajahnya dengan lengannya yang berdarah dan...


BUGH


"GOORRRRRR"


Serigala yang hendak menerkam Jons tiba-tiba terpental jauh membuat Jons penasaran ia membuka matanya dan betapa terkejutnya ia melihat seekor singa jantan melawan serigala. Menggigit daging serigala dengan taring panjang dan tajamnya.


Jons sudah merasa pusing ia membaringkan tubuhnya di atas tanah dengan kedua matanya yang sayup-sayup tertutup.


"GOORRRRRR"

__ADS_1


BUGH


BUGH


Serigala itu langsung terbunuh dengan bekas gigitan di lehernya singa tersebut menarik daging serigala menggunakan taringnya memakannya sebagian kemudian matanya beralih pada tubuh Jons.


"GOORRRRRR"


Singa jantan berjalan ke arah Jons yang sudah tidak berdaya lagi genangan darah tertampung di atas tanah.


Singa itu mengendus-ngendus aroma sedap dari tubuh Jons, membuka mulutnya dan menggigit baju di area tangan Jons menariknya dan membawanya pergi entah kemana.


"GOORRRRRR"


Siang berganti malam Tuan Farhan sudah sampai di Mansion Utama di antar oleh sekertaris Rio. Menyelesaikan beberapa pekerjaan membuatnya terasa pening apalagi tidak melihat Aranya membuat embun-embun rindu membasahi jiwanya. Ia ingin cepat-cepat bertemu Aranya karena hanya istrinya yang mampu menyembuhkan kepenatannya hari ini tidak tahu saja jika Jons dari pagi keluar dan belum kembali bahkan tiga kerucil terus merengek dan mencemaskan keadaan Mommy mereka.


"Kalian kenapa menangis?" tanya Tuan Farhan melihat tiga anaknya menangis di ruang keluarga, matanya melirik Amanda juga Alex bergantian.


"Daddy!" teriak mereka dan langsung menghambur memeluk tubuh Tuan Farhan. Raja Iblis semakin penasaran mengernyit alisnya terlihat kerutan di sisi kiri dahinya.


"Kalian kenapa hmmm...? Amanda! Alex! mereka kenapa menangis ada apa ini?" tanyanya lagi. Berjongkok di hadapan si tiga perusuh Iblis.


"Mommy Dad, Mommy belum pulang dari tadi..., hiks, hiks" jawab Hamas masih dengan air matanya yang terus mengalir. Tuan Farhan makin di buat penasaran ada apa dengan istri kesayangannya itu kenapa triplets menangisi Ara.


"Maaf Tuan muda kami tidak tahu perihal ini" jawab Amanda.


"Dad, Mommy pelgi belbulu dan belum pulang huhuhuhu" timpal Aulia sesenggukan.


"Iya Dad, padahar dari pagi Mommy pergi tapi sekarang sudah maram tapi Mommy berum juga purang hiks, hiks..." ujar Azhar ikut menjelaskan.


"Apa?!" raja Iblis terkejut dengan jantung berdegup kencang.


"Dari tadi aku mencemaskan Ara, jangan sampai dia kenapa-kenapa hatiku bahkan tidak tenang dari semalam" batin Tuan Farhan mengepal tangannya kuat.


"Sayang, Mommy pergi sama siapa saja dan di mana Mommy pergi berburu?" tanya Tuan Farhan berusaha untuk tetap tenang.


"Mommy pelgi ke hutan dan belsama Paman-Paman di sini hiks" jawab Aulia lagi.


"Oke kalian tenang yah Mommy pasti pulang dengan selamat, Daddy akan menanyakan hal ini ke paman dulu" jelas Tuan Farhan menjelaskan setenang mungkin.


"Iya Dad" jawab ketiganya bersamaan.


"Sini sama Om dan Tante" panggil Alex dan tiga kerucil Iblis menurut berjalan ke arah Alex dan Amanda. Tuan Farhan beranjak berjalan menuju paviliun.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2