
**Happy reading
Beri like dan komennya yah**
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dalam perjalanan menuju Mansion Utama tak ada pembicaraan di antara mereka. Richo begitu kecewa pada sahabatnya itu bagaimana ia melakukan perbuatan tak senonoh seperti itu! Apalagi harus memanfaatkan kepolosan anak sahabatnya terutama anak Tuan muda cucu dari Boss besar mereka yang sudah di anggap sebagai orang tua mereka sendiri. Bagaimana bisa Tio melakukan hal itu pada anak di bawah umur. Apakah sahabatnya sudah tidak tahan sampai berbuat hal segila itu...!!.
"Lebih baik aku mencari wanita dewasa yang seumuran dengannya" Batin Richo memijat pangkal hidungnya. Sebelah tangannya memegang kemudi mobil matanya menatap lurus ke depan jalan.
Sedangkan Tio hanya diam saja sesekali melirik ke arah Richo yang tampak diam saja. Sandy duduk di kursi belakang mengamati keduanya yang tidak berbicara satu kata pun.
"Semoga Tio baik-baik saja dan tidak di habisi oleh Tuan muda" Batin Sandy menatap wajah Tio dari kaca spion.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh kira-kira memakan waktu setengah jam itu jika mereka menancap gas. Untungnya jalan tidak terlalu macet jadi tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat tujuan.
Richo membunyikan klakson, penjaga gerbang segera membukanya dan Richo masuk ke dalam memarkirkan mobil di depan Mansion. Trio jones turun dari mobil, sesekali Tio menghela napas kasar.
"Semoga Tuan muda tidak membunuhmu dengan tempramennya yang buruk itu" Tutur Richo setelah lama berdiam diri.
"Aku yakin kau bisa menjinakkan seorang raja Iblis dengan mudah... Apalagi kau sudah menjinakkan putrinya" Bisik Sandy di telinga Tio. Membuat Tio memukulnya pelan.
"Tidak perlu khawatir aku akan menanganinya dengan caraku" Tio pura-pura tegar padahal dalam hatinya sudah banyak melafalkan doa-doa keselamatan dari amukan raja Iblis yang kejam itu.
Mereka pun melangkahkan kaki mereka ke dalam Mansion saat hendak masuk ke dalam salah satu anggota Black Wolf yang bertugas di depan pintu berujar "Tio kau sudah di tunggu oleh Tuan muda di lantai 3 di ruangan bertarung"
Trio jones menghentikan langkahnya mereka menatap wajah penjaga pintu.
"Baik terima kasih atas informasinya" Jawab Tio.
"Sama-sama" Balasnya. Kemudian Trio jones kembali melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
"Tidak usah mengikutiku! Biarkan aku yang akan menyelesaikan masalah ini sendiri kalian istirahatlah terima kasih sudah membantuku untuk berpindah dan beres-beres tadi" Tiba-tiba Tio berhenti sembari menghadap ke arah Sandy dan Richo menatap keduanya bergantian.
"Jangan memasang wajah sedihmu itu! Lebih baik kita temui Tuan muda sekarang atau keadaan makin runyam" Jelas Richo memasang ekspresi datar pada Tio lalu berjalan melalui mereka.
"Jangan di ambil hati perkataan Richo tadi... Ayo kita masuk aku yakin Tuan muda tidak akan menghukummu dengan hukuman berat" Tutur Sandy merangkul pundak Tio sembari menepuk-nepuknya pelan memberikan ketenangan pada temannya itu. Tidak mungkin ia bersikap dingin pada Tio lagipula tidak sepenuhnya salah Tio. Cinta, siapa yang tahu kedatangannya dan pada siapa akan berpijak jika Tio menyukai Aulia karena ia mencintainya It's oke jika hanya masalah wajar dan tidak wajar lantaran perbedaan umur toh jodoh siapa yang tahu ia akan mendukung ketetapan jodoh sahabatnya itu. Begitulah pikiran Sandy yang tak mau menyalahkan sahabatnya karena sudah membuat salah di luar batasnya.
Tio mengangguk dan sedikit tersenyum pada Sandy kedua pria itu berjalan memasuki Mansion Utama yang terlihat newah dan megah. Keduanya berjalan cepat menghampiri Richo yang telah duluan masuk ke dalam lift. Sandy dengan gerakan cepat menyanggah pintu lift untuk tidak tertutup menggunakan kakinya. Richo mendengus kesal ia terpaksa harus satu lift bersama Tio, bukan tidak suka tapi hanya merasa kesal saja.
Tio mendesah kasar kala Richo masih dingin terhadapnya menatapnya saja bahkan tak ia lakukan lebih melihat ke arah lantai ketimbang dengannya. Sandy yang tahu bahwa Tio sedih menggenggam jemari Tio menguatkan sahabatnya layaknya seorang gadis yang tengah menghibur pacarnya. Tio menatap tajam pada Sandy bukannya terhibur malah merasah risih.
"Hey kau pikir aku apaan huh! Sampai memegang jemariku seperti itu, jika kau tidak normal jangan menarik diriku dalam dunia hitammu" Ketus Tio melepas tangannya dari genggaman Sandy.
"Eeh maksudnya apaan, aku masih normal yah lagian kalau aku memang belok aku juga gak sudi sama kamu mendingan sama Richo pria cool, tampan, baik hati juga pengertian" Sanggah Sandy melirik Richo dengan senyum centilnya tak lupa ia memainkan matanya sebelah... Membuat Richo dan Tio merasa jijik ingin muntah.
BUGH
BUGH
Dua pukulan mendarat di bokong juga bahunya rupanya Tio dan Richo memberikan bogeman mentah pada Sandy.
"Kurang ajar jika kau tak sehat jangan dekati aku jijik aku sama kamu yang seperti ini" Mata Richo bahkan sudah memerah menahan rasa mual pada perutnya membayangkan dirinya dan Sandy berciuman apalagi berhubungan intim.
"Bodoh jangan membayangkannya...!!" Sandy dan Tio menoyor kepala Richo membuat pria itu meringis sakit.
Ting
"Tunggu sampai mereka masuk baru kita masuk tapi sebelum itu kita panggil Aulia, mungkin Aulia bisa meredakan kemarahan Daddy" Bisik Hamas.
"Iya abang benar" Hamas dan Azhar mengamati Trio jones hingga mereka masuk dalam ruangan yang terletak di ujung pojok lantai 3.
CEKLEK
Trio jones melihat Tuan Farhan yang tengah bertelanjang dada sembari mengisap batang rokok memandang datar pada Trio jones. Di sana juga ada Jons, rupanya mereka berdua sudah menunggu mereka.
"Aku sudah lama tidak bertarung... Hari ini kau menjadi lawanku untuk menstabilkan tenagaku" Ujar Tuan Farhan tiba-tiba sembari mengepulkan asap rokoknya ke udara netranya menatap Tio penuh intimidasi. "Tidak ada batas waktu, jika aku sudah puas bertarung baru aku melepasmu... Tapi jika tidak jangan harap untuk berhenti ataupun menghentikan pertarungan ini" Sambungnya lagi dengan ekspresi datar menatap langit-langit dalam ruangan itu, di hisapnya kembali rokok di tangannya dan mengeluarkan asapnya lewat mulut juga hidungnya.
"Tapi Tuan!" Protes Sandy dan Richo.
"Kalian sudah tak betah lagi di dunia ini hmmm...?" Mata elangnya menatap nyalang Richo dan Sandy membuat kedua pria itu mendadak kaku.
"Baik Tuan, tidak perlu khawatir semua pertarungan berjalan sesuai keinginan Tuan muda" Sahut Tio memberanikan diri memandang wajah Tuan mudanya. Raja Iblis terkekeh pelan kembali menyedot batang rokok di tangannya. Jons menggeleng kepalanya pada Tio mengisyaratkan untuk membatalkan pertarungan gila ini ia tidak mau terjadi apa-apa pada sahabatnya.
"Pergilah Tio! Jangan meladeni perkataan Prince atau kau akan binasa kekuatanmu tak sebanding dengannya" Batin Jons khawatir.
"Jangan terlalu keras memukulinya bagaimanpun dia sahabatku" kata Jons. Tuan Farhan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ayo kita mulai pertarungannya aku sudah tidak sabar lagi akan menghabisi pria brengsek sepertimu...!!" Tuan Farhan naik ke atas arena pertarungan yang di dekorasi seperti panggung tinju terdapat pagar sebagai pembatas agar tidak terjatuh ke lantai bawah saat bertarung nanti.
"Semoga kau berhasil" Ujar Richo.
__ADS_1
"Jaga dirimu baik-baik Tio kami menantikan keberhasilanmu" Sandy ikut menyemangati. Tio tersenyum mengangguk-anggukan kepalanya pelan.
"Terima kasih" Tio berjalan ke arah panggung pertarungan yang di mana sudah ada Tuan Farhan di sana.
"Semoga ajalmu masih panjang anak muda" Sengit Tuan Farhan. Tio tak menjawab hanya diam sembari mengumpulkan tenaganya menghadapi Tuan Farhan.
"Ayo maju!" Tantang Tuan Farhan memandang remeh. Tio melayangkan pukulan di area wajah namun dengan gesit Tuan Farhan menghindar. Tio tak menyerah ia kembali melayangkan tendangan saat melihat Tuan Farhan lengah dan tendangannya mengenai perut raja Hades membuatnya mundur ke belakang.
"Hebat juga kau pengecut!" Tutur raja Iblis menyeringai setan ia melangkah maju ke arah Tio dan melayangkan tinju namun Tio segera menghindar tapi gerakan cepat raja Iblis tak terprediksi. Raja Iblis menendang lutut Tio dan melayangkan tendangan keras pada rahang Tio membuatnya tersungkur jatuh.
"Tio!" Teriak mereka. Raja Iblis semakin kesetanan, menduduki perut Tio dan...
BUGH
BUGH
BUGH
Memukul wajah Tio tanpa ampun "Ini adalah kekurang ajaranmu pada putriku!"
BUGH
"Ini adalah ketidaksetiaanmu pada Tuanmu" Tio meringis sakit ia berusaha sekuat tenaga memiringkan tubuhnya dan memegang lengan Tuan Farhan hingga Tio berbalik menjadi di atas tubuh Tuan Farhan.
Sedang di balik pintu empat pasang mata membulatkan mata, melotot ke arah panggung pertarungan yang di sana sedang terjadi perkelahian antara hidup dan mati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1