
Happy reading 🤗
Like dan vote nya yah 🤗❤️
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tuan Farhan kini menyandarkan kepalanya di sandaran kursi singgasananya memjiat pangkal hidungnya pelan. Menatap malas ke arah wanita di depannya. Pagi-pagi sekali Karina sudah berada di perusahan Wijaya group guna menemui Tuan Farhan untuk meminta pertanggung jawaban karena sudah meniduriinya padahal kan memang dia yang menjebak Tuan Farhan. Dasar siluman rubah andai pembunuh bayaran ada di dekat suaminya mungkin nyawamu past sudah melayang ke neraka.
"Cepat pergilah! jangan membuatku muak melihat wajah menjijikanmu itu!" ketus Tuan Farhan menatap jengah wanita picik di depannya. Namun yang di minta malah tersenyum tipis nyaris tidak terlihat.
"Kau harus tanggung jawab! kau tahu karierku sekarang sudah hancur dan satu-satunya yang bisa menolongku adalah Tuan muda... jika Tuan muda tidak mau maka dunia akan tahu keburukanmu" jawab Karina tanpa rasa malu. Sepertinya urat nadinya sudah putus hingga tidak bisa merasakan rasa malu itu. Bahkan dirinya tersenyum tipis ke arah Tuan Farhan.
"Wanita sialan! akan ku habisi kau! menjengkelkan" gerutu si Jelangkung batangan dalam hati.
"Jangan mengumpatku Tuan muda!" ujar Karina mengerucutkan bibirnya dan hal itu membuat Tuan Farhan makin jengah ingin sekali dirinya memuntahkan isi perutnya namun sayang ia lupa sarapan pagi hingga perutnya kosong.
"Baiklah! aku akan menikahimu" jawaban singkat itu membuat Karina terkejut bukan main.
__ADS_1
BRAAAAK
Karina menggebrak meja karena saking tidak percayanya dengan penuturan pria datar di depan matanya.
"Benarkah Tuan muda mau bertanggung jawab?" tanyanya sekali lagi tidak lupa bibirnya tersenyum lebar layaknya bunga bawar yang bermekaran... sungguh ungkapan Tuan Farhan membuatnya berbunga-bunga ingin sekali berjingkrak-jingkrak di atas Lautan luas.
"Aku tidak suka mengulang perkataanku" jawabnya dingin sembari membuka dokumen di atas meja. Meladeni wanita yang sudah tidak memiliki urat malu membuatnya pusing bukan kepayang andai ada sebuah sistem dimensi waktu ia akan melempar wanita gila itu ke planet alien agar tidak mengganggunya lagi.
"Oh sudah ku duga kau memang pria sejati yang tidak mengambil keuntungan sepihak benar-benar pria idaman" pekik Karina yang langsung beranjak dari duduknya berjalan semangat ke arah Tuan Farhan, tanpa aba-aba ia memeluk erat tubuh Tuan Farhan dan langsung membidik kamera di ponselnya. Terlihat gambar dirinya dan Tuan Farhan... di mana Tuan Farhan mengarah pada kamera.
"Apa yang kau lakukan padaku Tuan muda!" seru Karina begitu kaget atas perlakuan raja Iblis padanya. Untung dirinya bisa menyeimbangkan tubuhnya segera jika tidak ia sudah jatuh ke atas lantai karena dorongan kuat dari Tuan Farhan.
"Jangan pernah melewati batasmu Karina! atau aku akan membatalkan ucapanku tadi!" ancam Tuan Farhan sembari menekan kedua pipi Karina. Wanita itu mengangguk pelan sangat takut melihat wajah Tuan Farhan yang begitu menyeramkan seperti bukan Tuan Farhan yang di kenalnya.
"Ma-aafkan saya Tuan muda..." lirih Karina gemetar.
"Hapus foto yang sudah kau ambil di ponselmu!!" titah Tuan Farhan menatap tajam pada Karina dan wanita model itu segera mencari fotonya bersama raja Iblis ia menghapusnya segera di depan Tuan Farhan. Setelah memastikan bahwa Karian sudah menghapus fotonya ia lantas berdiri dan kembali duduk di kursi kebesarannya. Mengambil tisu basah di atas meja dan melap tangannya.
"Huffft... menakutkan sekali benar-benar seperti raja Iblis" batin Karina menghembuskan napas kelegaan. Tidak tahu saja bahwa apa yang ia katakan memang benar bahwa pria di dekatnya adalah raja Iblis.
"Sa-saya pe-pergi dulu Tuan muda" pamit Karina yang sudah tidak kuat dengan atmosfer di ruang CEO. Tuan Farhan melirik dengan ekor matanya, tanpa menunggu jawaban. Karina segera keluar dari ruang neraka menurutnya.
"Ah, selamat" ujarnya mengelus dadanya pelan. Menarik napasnya dan membuangnya perlahan-lahan. Seketika terlihat sudut bibirnya terangkat sebelah.
"Heh! dasar bodoh! foto yang sudah terhapus akan otomatis tersimpan di spam galeri dan aku bisa mengunduhnya hahahaha" batin Karina tertawa puas. Dengan langkah penuh semangat Karina berjalan ke arah lift hendak pulang untuk mengabarkan berita gembira pada kakak angkatnya bernama Clara. Ia benar-benar bahagia hari ini karena tujuannya sudah berhasil... selangkah lagi maka semuanya akan... BOOOMM.
Senyum devil itu terus tersungging di bibir Karina. Entah apa sebenarnya rencananya itu.
Sedang di room CEO Tuan Farhan segera memanggil sekertaris Rio menggunakan intercorm. Tangannya ia letakkan di atas jidatnya kembali menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya. Ia benar-benar lelah saat ini ia butuh pelampiasan sudah sebulan lebih ia tidak menjenguk lahannya dan bibit terongnya sudah sangat penuh ingin ia tuangkan pada tempat yang sebenarnya.
"Ara maafkan aku jika nanti kau mendengar kabar tentang pernikahan dadakan ini... sungguh aku tidak bermaksud untuk menduakanmu, cintaku selalu untukmu dan di hatiku hanya akan bertuliskan nama kamu Ara" lirih raja Iblis memejam matanya mengahalau rasa sakit pada kepalanya. Tak lama pintu ruangan Tuan Farhan terbuka terlihat sekertaris Rio masuk dan menghadap pada raja Iblis menunduk hormat memberi salam pada Tuan mudanya.
"Ada yang bisa aku bantu Tuan?" tanya sekertaris Rio menatap sendu Tuan Farhan sekaligus sahabatnya itu. Ia sangat kasihan, masalah tak henti-hentinya menimpa Tuan mudanya.
__ADS_1
"Siapkan pernikahan di hotel Sun Flower semeriah mungkin usahakan tiga hari ke depan sudah selesai" titah Tuan Farhan menatap datar sekertaris Rio. Sedangkan pria yang tengah berdiri di samping raja Hades menaikkan sebelah alisnya heran.
"Siapa yang menikah Tuan?" tanya sekertaris Rio penasaran.
"Aku" jawabnya singkat dan hal itu membuat sekertaris Rio membulatkan bola matanya.
"What! apa kau akan menikah dengan wanita ular itu Farhan! bagaimana dengan istrimu?" teriak sekertaris Rio menatap tajam ke arah Tuan Farhan ia benar-benar heran dengan pria satu ini. Istrinya sedang menghilang sedangkan dia malah ingin menikah lagi bukankah itu adalah sesuatu yang benar-benar fatal. Dan lebih anehnya adalah Tuan Farhan, bukankah... sangat mencintai istrinya lantas kenapa menikah dengan wanita lain?. Pikir sekertaris Rio.
"Urus saja urusanmu jangan banyak bicara Rio!" ketus Tuan Farhan menatap tajam sekertaris Rio.
"Sudahlah itu adalah masalahmu jika sampai istrimu datang dan minta pisah denganmu maka kau pasti akan terduduk dengan derai air mata yang tidak henti-hentinya...!! dan ku pastikan aku akan menertawakanmu" tegas sekertaris Rio yang langsung pergi dari CEO Room. Ia benar-benar kesal pada sahabatnya itu namun ia tidak bisa menghakimi Tuan Farhan karena dia adalah atasannya.
"Bodoh! jika kamu menikah karena masalah tuduhan publik... bukankah sudah ada buktinya bahwa itu hanyalah rekayasa tapi kenapa kamu harus melakukan ini bagaimana dengan Nona Jons Farhan! ah sudahlah masa bodoh dengan urusannya" keluh sekertaris Rio dalam hati. Pria itu lalu menuju ke hotel Sun Flower sesuai perintah Tuan Farhan.
"Semua akan baik-baik saja... semoga Araku tidak tahu tentang masalah ini! percayalah ini hanyalah konspirasi setelah itu masalah akan selesai" bisik raja Iblis mengehela napas kasar. Menatap bingkai foto wanita cantik dengan rambut terurai sebatas bahu. Ya itu adalah foto wanitanya. Jarinya menyentuh setiap wajah di dalam foto yang di pegangnya.
"Aku merindukanmu Ara... kembalilah" batin Tuan Farhan dengan mata berkaca-kaca.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1