
Up lagi guys jangan lupa like dan vote nya yah 🤗🤗 author akan berusaha memberikan yang terbaik untuk teman-teman pembaca 😘😘😘
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari Jons sudah sibuk dengan ke tiga kerucil nya dengan telaten dirinya memberi air susu yang sudah di peras nya di dalam botol susu dirinya bahkan sudah memandikan ke tiga baby kembar itu entah kenapa mereka bertiga tidak se rusuh hari-hari sebelumnya apa mungkin mereka juga merasakan kesedihan kedua orang tuanya sampai tidak mau membuat ulah takut jika raja Hades dan Jons akan mengamuk nantinya.
Ke tiga kerucil bak kucing manis yang penurut bahkan bersuara saja tidak mereka hanya saling memandang satu sama lain kemudian kembali melihat ibu mereka yang dengan telaten memakaikan pakaian untuk mereka.
"Sayang tumben hari ini kalian diam? Ada apa hmmm....?" Tanya Jons pada ke tiga kerucil nya namun tak ada sahutan dari mereka ke tiga kembar yang tahu maksud ibunya hanya tersenyum bahkan mengeluarkan lidah nya.
"Umm kalian lucu sekali" pekik Jons tersenyum lebar ternyata mempunyai seorang anak sungguh membuat hati seakan tenang dan bahkan bisa melupakan masalah yang semalam. Tak lama pintu kamar terbuka terlihat seorang pria berjalan dengan wajah bantal nya Jons menatap sekilas lalu fokus kembali pada ke tiga anaknya Tuan Farhan melihat Jons yang tampak acuh padanya hanya bisa menghembuskan napas kasar di sambar nya handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Cih! Dia bahkan tidak meminta maaf padaku benar-benar raja iblis sialan sungguh memuakkan!" Umpat Jons kesal seharusnya hukuman semalam bisa membuat raja Hades menyadari kesalahannya tapi malah dia sendiri yang ngambek.
"Kalian tunggu di sini yah Mommy akan menyiapkan pakaian untuk Daddy iblis kalian" ucap Jons mengecup kening ke tiga kerucil itu, yang hanya di tanggapi dengan senyum imut nya entah mereka paham atau tidak yang jelas mereka menikmati sebutan Daddy mereka dengan nama iblis.
Jons melangkah menuju ruangan lain yang berada di dalam kamar nya yang di sebut walk in closed ia lalu mengambil setelah pakaian formal untuk suaminya walau dirinya masih kesal namun ia harus menjalankan kewajiban nya juga sebagai seorang istri ia tidak mau jika dosa membunuh nya semakin bertambah dengan status nya yang durhaka terhadap suaminya walau pun hal itu bukanlah salahnya.
Jons meletakkan pakaian kantor raja Hades di atas kasur kemudian dirinya mengendong baby Azhar lalu berjalan keluar sudut bibirnya terangkat membentuk lengkungan kecil kala melihat Tio dan Richo berjalan dengan segera Jons memanggil mereka berdua.
"Tio, Richo!"
Keduanya menoleh ke arah Jons lalu berjalan mendekat.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya keduanya bersamaan.
"Aku ingin minta tolong bantu aku untuk mengendong baby Hamas dan baby girl bawa mereka ke taman samping Mansion ini aku ingin berjemur bersama kerucil ku" seru Jons dengan wajah dingin. Memang pembunuh bayaran menyebalkan.
"Kau meminta tolong pada sahabat mu dengan wajah datar mu apa kau tidak bisa tersenyum sedikit saja!" Celetuk Richo mencebikkan bibirnya Tio mengangguk kepalanya tanda mengiyakan.
"Yah Richo benar seharusnya kau tersenyum jika meminta tolong pada orang lain memasang wajah dingin dan datar seakan mencari perkelahian saja" Tio ikut menimpali, bukannya marah Jons malah tertawa kecil memang benar dirinya tidak pernah tersenyum jika meminta tolong pada orang lain terkecuali hanya pada raja Iblis suaminya sendiri.
"Hahahah baiklah, tolong Tuan Richo dan Tuan Tio untuk membantu ku membawa anak-anak ku ke taman samping Mansion Utama" kedua pria itu mengerucutkan bibirnya bagaimana tidak Jons seakan mengejek mereka, tidak ada orang yang meminta tolong dengan tampang mata melotot dan bibir tersenyum kecil.
"Sudahlah kau pembunuh bayaran yang akan selalu memiliki sikap wajah datar" seru Richo lalu segera masuk ke dalam kamar milik Tuan muda nya di ikuti Tio dari belakang. Jons terkekeh kemudian melanjutkan langkahnya menuju pintu belakang Mansion, Tuan Wijaya dan Nyonya Mita masih berada di rumah mereka yang pernah menjadi malam pertama bagi pembunuh bayaran dan raja Iblis.
CEKLEK
Pintu kamar mandi terbuka Tuan Farhan keluar hanya dengan lilitan handuk saja Tio dan Richo langsung melihat ke sumber suara mereka melupakan satu hal yaitu Tuan muda mereka ada di kamar ini mereka sangat tahu jika Tuan muda Farhan sangat tidak suka jika ada yang masuk ke kamar nya tanpa ijin.
"Apa yang kalian lakukan di kamarku?" Suara bariton itu mengejutkan Tio dan Richo mereka menelan ludah kasar mendapati tatapan tak suka dari anak Boss nya.
"Maafkan kami Tuan muda" seru keduanya langsung menunduk hormat.
"Kami di suruh oleh Jons untuk membawa baby Hamas dan baby girl ke taman samping Mansion Utama" ucap Richo menunduk ke arah lantai.
"Keluarlah aku yang akan membawa anak-anak ku ke taman, untung kalian berdua adalah sahabat Ara ku kalau tidak kepala kalian akan ku jadikan daging panggang plus daging kuah kuning" seloroh raja Hades datar tanpa melihat wajah panik Tio dan Richo bahkan tubuh mereka seakan kaku untuk bergerak, sekalipun mereka tahu bahwa Tuan muda mereka tidak memiliki keahlian bertarung namun entah kenapa aura Tuan Farhan seperti raja Iblis penunggu neraka.
"Tarik aku keluar Tio! Kaki ku seakan mati rasa" lirih Richo bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
"Aku bahkan lebih parah asma ku kambuh lagi" jawab Tio berbisik.
"Ternyata benar kata pepatah bahwa jodoh adalah cerminan diri" batin Richo.
"Tidak salah jika suami Jons seperti raja neraka memang nyatanya suami Jons sungguh menakutkan" bisik Tio dalam hati bahkan dirinya melafalkan doa pengampunan dan doa pertolongan.
"Kenapa belum keluar?! Atau kalian ingin menyerahkan daging kalian hmmm...?" Tio dan Richo menggeleng cepat.
"Kami tidak bisa berjalan"
Tuan Farhan mengernyitkan kening nya ia tersenyum setan tanpa berkata ia segera memakai pakaian nya di hadapan Tio dan Richo keduanya menelan ludah kasar melihat betapa indah tubuh Tuan muda nya itu.
__ADS_1
"Sepertinya mata kalian perlu di cungkel yah sudah berani melihat tubuh indah ku? Tubuh ini milik Ara ku hmmm... Kalian sungguh lancang menjadi bawahan" sindir si Jelangkung mengancing kemeja yang ia pakai, setelah itu ia berjalan menuju meja rias istrinya lalu mengambil pisua kecil yang terletak di atas meja rias entah pisau siapa? mungkin itu adalah pisau Jons, Tuan Farhan tersenyum menyeringai ke arah Tio dan Richo kedua pria itu makin gemetaran dengan keringat bercucuran namun berbeda dengan kedua anak raja Hades baby Hamas dan baby girl tersenyum lebar dengan tangan bersorak seakan senang melihat penderitaan Tio dan Richo.
" Aku tidak suka ada yang melihat tubuh ku bagaimana pisau ini akan membalas ketidaksopanan kalian"seringai licik tercetak jelas di wajah raja iblis itu.
"Ta ta ta ta" celoteh kedua baby Tuan Farhan.
"Lihat anak ku bahkan mendukung ku" seru Tuan Farhan.
"Tidak! Ampuni kami! Kami tidak mau mati aakhhhhhhh!" Teriak Richo dan Tio bersamaan bahkan mereka langsung berlari terbirit-birit.
"Hahahaha sungguh menggemaskan melihat wajah ketakutan pria bodoh itu" guamm Tuan Farhan.
"Ta ta ta ta" baby Hamas dan baby girl bertepuk tangan dengan mata berbinar seakan mendapat mainan baru.
Raja iblis tersenyum melihat kedua anaknya itu.
"Kalian memang penerus ku!" Seru Tuan Farhan.
Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya sepertinya penerus raja iblis dengan pembunuh bayaran sudah mulai menampakan jati dirinya menatap angkuh dan senang melihat wajah ketakutan lawan nya bahkan masih kecil saja sudah bersorak melihat kekejaman Daddy nya tanpa rasa takut sedikitpun entah seperti apa jika besar nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung