Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 98 Kejahilan Aulia


__ADS_3

**Happy reading 🤗


Beri like dan vote nya**


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi-pagi sekali tiga kerucil iblis sudah bersiap dengan pakaian casual, Aulia centil mengenakan celana pendek longgar di atas paha hingga memperlihatkan paha mulus nya yang berisi dengan baju kemeja longgar bermotif bunga-bunga, Hamas menggunakan celana jeans pendek dan kemeja bermotif begitulah dengan si gondrong menggunakan pakaian yang sama namun berbeda warna mereka lantas keluar dari kamar karena semalam mereka tidur bertiga jadi mereka tidak perlu menunggu lagi.


"Ayo kita bangunin Daddy dan Mommy, sepertinya akan seru menikmati suasana pantai di pagi hari" ujar Hamas pada kedua kembaran nya.


"Yah Abang benal ayo kita bangunin laja iblis" seru Aulia dengan tangan terangkat ke udara.


"Pasti mereka masih tidur, benar-benar orang tua pemaras" balas Azhar.


"Biar bagaimanapun mereka orang tua kita" jawab Hamas membela raja iblis dan pembunuh bayaran.


Karena letak kamar mereka tidak terlalu jauh dengan kamar Tuan Farhan maka tidak memakan cukup banyak waktu, tiga menit mereka sudah berada di depan kamar sang Daddy dan Mommy mereka.


Tok tok tok tok


Tok tok tok tok


"Dad, Mom, bangun sekarang sudah pagi, ayo temani kami bermain di pantai" teriak Hamas dengan suara kencang namun tak ada sahutan dari dalam.


"Daddy!! Mommy!! Bangun sekalang sudah pagi nih...! Kita halus jalan-jalan" kali ini Aulia ikut berteriak.


"Aiish siapa sih teriak-teriak pagi-pagi begini, tidak tahu apa aku mengantuk sekali!" Gerutu Tuan Farhan di balik selimut.


"Itu sepertinya anak-anak coba kamu lihat keadaan mereka, kenapa sampai mereka teriak-teriak ini semua gara-gara kamu kalau kamu tidak melakukan itu semalam aku tidak sesakit ini" jawab Jons pelan dengan mata tertutup sempurna ia bahkan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang setengah polos.


"Tapi kamu juga menikmati nya" ketus Tuan Farhan mendengus kesal.


"Apa semua wanita begini...? Habis selesai bercocok tanam baru menyalahkan pasangan nya...? Benar-benar tidak tahu berterima kasih" gumam si Jelangkung batangan dalam hati.


"Daddy, Mommy jika kalian tidak membuka pintunya kami akan benar-benar pergi sendiri dan tahu apa akibatnya kalian pasti sudah tahu kan?!!" Teriak Hamas dan sontak saja membuat dua orang dewasa di balik selimut terbangun kaget.


"Hey cepat urus anak mu aku akan ke kamar mandi dulu...!" Jons langsung berlari ke kamar mandi ia tidak mau menjadi pelampiasan amarah dari anak-anak nya itu.

__ADS_1


"Ara, mereka juga anak mu!" Teriak raja iblis dengan pandangan sengit.


"Kau adalah Daddy nya bisa mengatasi lebih mudah" sahut Jons terkekeh geli.


"Anak kurang akhlak, mengganggu saja" gerutu Tuan Farhan. "Tunggu Daddy akan membuka pintunya" teriak Tuan Farhan ia lalu turun dari atas ranjang berjalan menuju pintu yang sudah di gedor-gedor oleh perusuh layak nya kuntilanak lagi kesurupan.


CEKLEK


Pintu terbuka lebar ke tiga kerucil Iblis memandang sengit wajah Tuan Farhan yang hanya memakai boxer.


"Kenapa pagi-pagi sudah berisik...? Dan itu pakaian serapi itu mau pergi ke mana?" Tanya Tuan Farhan bersandar di sandaran pintu dengan tangan terlipat di dada sebelah alisnya terangkat tinggi terlihat kerutan kecil di dahi nya menatap satu persatu anak kembar nya itu.


"Ayo temani kami ke pantai, kami belum pernah ke pantai sebelum nya dengar-dengar pantai yang berada di daerah sini sangat sejuk" ucap Hamas mengutarakan maksudnya.


"Daddy capek kalian akan di temani oleh tiga baby sitter kalian" jawab Tuan Farhan.


"Dad, kau ketelaluan sekali, apa kau hanya mementingkan dili sendili dan tidak mau membagi waktu belsama kami" ketus Aulia dengan mata berkaca-kaca bahkan dirinya tidak berani melihat wajah Tuan Farhan. Hamas dan Azhar menatap ke arah Aulia mereka mendekat dan saling berpelukan seakan membantu menyempurnakan drama sang adik bungsu.


"Ayo kita pergi Daddy tidak sayang dengan kita orang tua kita adarah baby sitter sekarang" Azhar ikut memprovokasi membuat Tuan Farhan mendengus kesal lagi-lagi ia kalah terhadap permainan licik putra putrinya.


"Siapa bilang kami tidak ikut! Daddy dan Mommy akan ikut, lihat Mommy sudah rapi" Jons ikut menimpali dengan senyum manis mengembang di wajah cantik nya. Si tomboy kemudian melirik suaminya ia mencubit pelan belakang suaminya mengisyaratkan untuk tidak mengecewakan anak-anak nya.


"Daddy tadi hanya bercanda kenapa kalian serius sekali, baiklah Daddy mandi dulu baru setelah itu kita berangkat" ujar Tuan Farhan dengan senyum paksa ia menguap sesekali lalu masuk ke dalam kamar.


"Yes misi belhasil!" Pekik Aulia.


"Yah,,, kalian memang juaranya jika menjahili Daddy kalian" kata Jons bersedekap sambil tersenyum lebar.


"Tidak Mom kami anak yang baik" jawab ke tiganya.


"Mom Lia mau ke kamal Uncle Tio dulu, Lia akan membangunkan Uncle untuk pelgi belsama ke pantai" tutur Aulia dan langsung mendapat anggukan dari Jons.


"Jangan centir Ria!" Jawab Azhar dan mendapat pelototan dari Aulia.


Ia tahu betul jika adik perempuan nya suka sekali menjahili semua pria tampan apalagi Uncle Tio sudah menjadi santapan nya sehari-hari, sebenarnya Azhar dan Hamas bukan mempermasalahkan adik mereka tapi takutnya jika Uncle Tio malah baperan dengan gombalan anak umur empat tahun bukankah itu sangat memalukan. Ck! menyebalkan.


"Yah dengar kata abang Azhar Lia jangan cantil" Hamas ikut menimpali membuat gadis kecil itu menghentakkan kakinya kesal.


"Dasal saudala setan!" Umpat Aulia dengan tangan terkepal kuat.


Sekarang ini Aulia sudah berada di kamar milik Tio kebetulan ia tidur sendiri karena memiliki kasur yang hanya muat satu orang saja sedang Richo dan Sandy tidur berdua di kamar sebelah nya.


Tok tok tok


Tok tok tok


"Uncle bangun kita pelgi ke pantai pagi ini!" Teriak Aulia sambil mengetuk pintu namun tak kunjung ada jawaban dari dalam.


"Uncle Tio bangun!!, Menyebalkan...!" Teriak nya lagi namun tak ada respon.


"Bial Lia buka pintunya" Aulia lalu meraih gagang pintu walau sedikit sulit karena susah menggapai gagang pintu yang lebih tinggi dari tubuh nya, melihat kursi yang berada di samping kamar milik Alex dan Amanda dengan segera mengambil nya untuk membuka pintu kamar Tio.

__ADS_1


CEKLEK


Aulia masuk ke dalam kamar ia melihat Tio yang masih tidur di atas kasur dengan selimut menutup tubuhnya.


"Dasal olang tua pemalas!" Kesal Aulia bersedekap matanya melotot ke arah Tio yang masih mengarungi dunia mimpinya.


"Lia keljain ah..." Smirk licik tersirat jelas di wajah imut nan menggemaskan milik Aulia. Gadis kecil itu berjalan ke arah kasur lalu naik ke atas kasur dan ikut masuk ke dalam selimut.


"Hihihi, hihihihi,... Jangan tinggalkan aku" Aulia mulai meniru suara kuntilanak tak lupa tangannya merayap di perut Tio membuat Tio terganggu tidur pulas nya.


"Hihihihi, hihihi aku akan membunuhmu...!" Bisik Aulia sambil menggigit kecil telinga Tio.


"Siapa yang bersuara itu kenapa mirip suara kuntilanak...?" Bisik Tio yang tengah menggigil ketakutan.


"Aku sudah lama menunggu mu, aku akan menjemputmu, hihihihi... Hihihi" bisik Aulia lagi. Tak sengaja Tio menyentuh Aulia membuat Aulia berdiam diri takutnya jika penyamaran nya akan terbongkar namun berbeda dengan Aulia, Tio malah semakin ketakutan kalah yang di pegang nya terasa dingin di tangannya itu berarti benar feeling nya di samping nya itu adalah hantu.


"Akkkhhh anak kuntilanak...!! Anak kuntilanak jangan sakiti aku" teriak Tio langsung bangun dari tidurnya ia lalu melompat dari kasur menuju pintu.


"Hihihihi" Aulia makin mengerjai Tio.


"Tidak!! anak kuntilanak!" teriaknya sambil berjingkrak ketakutan.


"Hahahaha paman Tio lucu sekali, kenapa paman hanya memakai ****** *****...?" Ujar Aulia cekikikan sambil menatap licik Tio yang tengah terduduk di balik pintu.


"Kau gadis licik berani mengerjaiku...?!" Kesal Tio mendengus kasar.


"Hahahaha, Uncle sih tidak bangun-bangun, yah sudah Lia keljain aja, tapi Uncle Tio apa yang besal-besal di dalam situ...?" Tanya Aulia polos telunjuknya mengarah pada pusaka nya membuat Tio langsung menutup aset berharga miliknya.


Tio lalu berdiri dengan cengiran kecut lantaran malu pada Nona muda nya yang hanya memakai ****** *****.


"Ekhem... Ini adalah tongkat pusaka yang bisa menerobos dinding surga mu jika besar nanti" jawab Tio asal sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.


"Maksud Uncle Tio apa? Lia tidak paham" jawab Aulia.


"Kau mau mati Tio!"


"Tuan muda Farhan" batin Tio kikuk.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**Bersambung 🤣


Beri like dan komen nya**


__ADS_2