Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 67 Gara-gara Artikel


__ADS_3

akhirnya up lagi, Author benar-benar gak mood 🤣🤣 gara-gara baca komik 🤦🤦


.


.


.


.


.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


.


.


.


.


Tuan Farhan dan Jons segera menuju lantai satu karena Boss besar sudah siuman mereka masuk ke dalam lift tak berselang lama lift pun terbuka Tuan Farhan dan Jons berjalan santai dan jangan lupakan ciri khas mereka yaitu berwajah datar. Entah apa menariknya wajah datar namun itu terlihat keren menurut kebanyak orang. Anggota Black Wolf menundukkan kepalanya memberi hormat, Tuan Farhan dan Jons hanya melirik sekilas lalu beralih menatap lurus ke depan.


"Pasangan serasi sama-sama tidak memiliki ekspresi entah bagaimana jadinya anak mereka jika memiliki orang tua seperti itu, sungguh malang menjadi anak dari pembunuh bayaran" celoteh salah satu anggota.


"Sssttt, jangan bergosip atau kau akan kehilangan nyawa!" Tegur teman nya.


"Hmmm.... Aku tahu" Jawab nya singkat.


"Yah sekalipun terlihat dingin dan datar tapi Jons selalu peduli dan suka menolong" jawab salah satu anggota lainnya.


"Yah kau benar Jo, yang menjadi masalah adalah wajah nya tanpa ekspresi apalagi Tuan muda Farhan".


"Jangan salahkan jika nyawa kalian akan hilang sekarang! Berani bergosip lagi habis nyawa kalian!" Ancam Richo dengan sorot mata tajam.


"Ma-aafkan kami, kami tidak akan mengulangi nya lagi" gagu mereka hampir bersamaan. Kemudian bergegas pergi.


Menghembuskan napas panjang lalu berjalan ke arah ruang rawat inap Tuan Wijaya dan Nyonya Mita.


"Syukurlah Mama dan Papa sudah bangun?" Tutur Tuan Farhan dan Jons.


"Hmmm.... Apa kalian ingin makan sesuatu Ma, Pa....?" Tanya Jons menatap satu persatu wajah kedua mertuanya.


"Tidak Jons, badanku seperti mati rasa saja" keluh Nyonya Mita dengan wajah sedikit pucat.


"Yah aku tidak tahu siapa yang membantu kita waktu itu kalau tidak ada mereka mungkin aku dan Mama kalian sudah meninggal aku berhutang budi pada mereka" tutur Tuan Wijaya.


Jons melirik ke arah Tuan Farhan sedang yang di lirik bersikap acuh.


",Yang penting Papa sama Mama sudah baik-baik saja untuk urusan siapa yang menolong nanti kita kerahkan anak buah yang mencari tahu" ujar Tuan Farhan.

__ADS_1


"Huh keras kepala! Kenapa tidak jujur saja" kesal Jons dalam hati.


"Aku setuju apa yang di katakan oleh prince sebaiknya Mama dan Papa istrirahat dulu baru kita bicarakan lagi, dan satu lagi soal musuh sudah di tangani tenang saja semuanya sudah beres" sahut Jons menimpali.


"Yah baiklah tapi apakah belum ada tanda-tanda adanya babang baru?" Tanya Nyonya Mita.


Alis Jons bertautan ia kemudian melirik ke arah Tuan Farhan namun si Jelangkung angkat bahu tanda dirinya juga tidak tahu.


"Maksud Mama kamu, apakah belum ada bakal penerus keluarga Dinata?" Terang Tuan Wijaya menatap wajah Jons dan putra nya.


"Ooh itu" beo Jons tersenyum tipis.


"Emm... Apa ada kabar bahagia? Kelihatannya begitu hmmm...." Nyonya Mita memicing curiga.


"Yah Mama benar Jons sedang hamil sekarang" balas Tuan Farhan tersenyum lebar kala mengatakan Jons sedang mengandung anak nya perutnya terasa tergelitik, dirinya akan menjadi seorang ayah bukankah itu adalah kabar yang membahagiakan.


"Benarkah? Berarti Mama akan menjadi seorang nenek, tapi Mama tidak mau di panggil nenek panggilan sayang nya harus Ami dan kakek harus di panggil sebagai Abi hahahaha" ujar Nyonya Mita tertawa kecil.


"Wah Son kalau buat itu harus banyak, sekali tanam harus cetak sepuluh hahahahha...." Canda Tuan Wijaya.


"Dasar mertua gak ada akhlak!" Gerutu Jons dalam hati.


"Tenang saja Pa, aku yakin anak ku kembar tiga apalagi aku menanamnya dengan gaya berbeda-beda" Balas si Jelangkung menutup mulut nya agar tidak terbahak.


"Prince!!" Teriak Jons dengan mata menyalang tajam.


"Bercanda Ara" tutur Tuan Farhan mengangkat dua jarinya membentuk huruf V tanda bersumpah.


"Iya, jaga calon penerus ku Jons ingat jangan lagi mengonsumsi alkohol maupun rokok itu tidak baik untuk kandungan kamu" kata Nyonya Mita memperingati.


"Iya Ma aku tahu"


"Kami keluar dulu" Tuan Farhan dan Jons berjalan keluar dari ruangan Tuan Wijaya dan Nyonya Mita di rawat.


"Bagaimana keadaan Boss Jons, Tuan muda?" Tanya Richo.


"Iya apa kami bisa menjenguknya....?" Tanya Tio dan Alex.


"Boss besar sudah baik-baik saja, jangan lama-lama di dalam yah biarkan Boss istirahat" tutur Jons, Tuan Farhan hanya mengamati interaksi mereka.


"Baiklah kalau begitu kami masuk dulu" ujar Richo langsung masuk ke dalam di ikuti Alex dan Tio.


Tuan Farhan dan Jons lalu naik ke lantai dua menggunakan lift agar mempermudah mereka sampai ke atas tanpa membuang tenaga sedikitpun.


"Besok aku akan kembali ke perusahaan, tidak apa-apa kamu tinggal di sini atau mau ikut ke kantor?" Tanya si Jelangkung saat sudah berada di kamar.


"Emmm.... Aku di rumah saja lagipula kalau aku ikut ke kantor aku juga tidak ngapa-ngapain dan itu akan membosankan" jawab Jons ikut duduk di atas sofa dengan kepala nya ia sandarkan di bahu suaminya.


"Baiklah tidak apa-apa yang penting kamu harus jaga kesehatan nya tidak boleh stress, tidak boleh makan sembarangan jika ingin sesuatu katakan saja padaku yah" jelas si Jelangkung mengusap rambut istrinya.


"Hmmmm... Tidak biasanya raja iblis banyak ngomong" cibir Jons mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Hahahaha itu karena aku mencintaimu"


Cup


Si Jelangkung mencium pucuk kepala Jons. "Ah aku baru ingat kamu harus baca artikel ini, tunggu aku akan perlihatkan padamu dulu" ujar si Jelangkung meraih ponsel di saku celananya kemudian mencari sebuah artikel setelah mendapatkan si Jelangkung langsung memberikan nya pada Jons. Jons mengernyitkan alisnya kala membaca judul artikel yang membuat nya ambigu


"Gaji Suami Cepat Naik Bila Istri Rajin Ajak Suami Berhubungan Intim"


"Ini maksudnya apa Prince?" Tanya Jons menatap wajah suaminya matanya memicing curiga kala melihat senyum aneh tersirat di bibir si Jelangkung.


"Kamu tidak paham Ara?" Tanya nya dengan wajah misterius.


Jons mengangkat bahu nya acuh.


"Sini aku akan jelaskan padamu" si Jelangkung langsung mengangkat tubuh Jons di atas pangkuannya.


"Turunkan aku prince!" Perintah Jons penuh penekanan. Si Jelangkung terkekeh melihat wajah merah istrinya terlihat sangat menggemaskan.


"Uluh uluh istri tomboy ku sangat menggemaskan hmmm...." Ledek si Jelangkung tertawa kecil.


"Apaan sih Prince, turunkan aku, emang kamu gak merasa keram gitu aku pasti berat"


"Hahahha kau lupa aku ini siapa hmmm?... Biar ku ingatkan aku adalah raja di atas raja kegelapan dunia bawah kau pasti tahu kekuatan ku hmmm..." Sombong nya.


"Cih! Menyebalkan. Baiklah terserah padamu sekarang jelaskan maksud dari artikel itu apa? Apa aku harus mengajak mu untuk mendaki lagi biar kamu kaya? Begitu bukan Tuan mesum!!" Jengah Jons menghadapi kemesuman suaminya yang tidak ada habis-habisnya, bukan nya tidak mau hanya saja Jons menghawatirkan anak yang di kandung nya takut jika mereka di dalam sana kenapa-kenapa yah sekalipun Jons terkenal suka membunuh tapi dia juga seorang ibu yang punya perasaan sayang terhadap anak nya sendiri.


"Yah kau benar sekali. Sekalipun aku sudah kaya tapi bukankah inisiatif seorang istri dapat membahagiakan seorang suami lagipula jika sering-sering melakukan pendakian, rumah tangga akan jauh dari kata pelakor dan pebinor" dalih si Jelangkung. Ah maunya kamu aja dasar Jelangkung mesum!!.


"Cih pelakor? sebelum pelakor berani mengusik rumah tangga ku maka aku lebih dulu memotong terong gosong mu itu!!" Ancam Jons menata tajam ke arah suaminya. Si Jelangkung menggaruk kepala nya yang tiba-tiba saja terasa gatal bahkan sangat gatal.


"Pelakor tidak akan macam-macam jika kamu juga tidak gatal, ingat prince aku akan menggorok terong mu sampai putus jika kamu berani bermain api di belakang ku!!".


Jons lalu turun dari pangkuan si Jelangkung kemudian mengambil jubah mandi dan menuju ke kamar mandi tanpa menghiraukan Tuan Farhan yang sedang frustasi namun sebelum masuk Jons mengatakan yang membuat si Jelangkung makin kalang kabut


"Tidak ada jatah satu minggu!!"


"Tidaaaakkkkk!!" teriaknya frustasi.


"Aiiihhh!!! Kenapa jadi begini sih, awas kau River akan ku kuliti burung mu berani sekali mengerjaiku!" Batin Tuan Farhan merenggut kesal.


.


.


.


.


.


Bersambung 🤣

__ADS_1


__ADS_2