
UP LAGI NIH GUYS 🤗
-
-
-
-
Kini nampak seorang pria yang sedang frustasi mengingat adegan laknat kemarin membuat dirinya kalut, hatinya menjadi bimbang, apakah ia akan menikahi wanita yang berciuman dengan seorang wanita juga?, ataukah sebenarnya calon istrinya itu adalah seorang pria namun ia mengubah bentuk tubuhnya? dengan menghadirkan dua benjolan yang menggoda? itu membuat nya tidak bisa tenang, di lain sisi ia akui sudah menaruh hati pada calonnya itu namun melihat penampilan calonnya kemudian ciuman itu Sudah menggoyah perasaannya.
"Untung saja aku sudah menaruh cctv di apartemen nya kalau tidak mana tahu aku dengan adegan menjijikkan itu, menyesakan saja!" gumamnya memijat pelipisnya.
"Sepertinya perempuan gila itu akan menjadi sainganku, tidak akan ku biarkan itu terjadi Jons tetap milikku hanya milikku".
"Aku harus menemui wanita gila itu akan ku hancurkan dia jika berani melawan ku cih! sampah. Ck!"
Lelaki itu berdiri dari duduknya melangkah keluar dari ruangan pribadinya.
"Kau mau kemana Vil?" tanya teman prianya.
"Aku ada urusan sebentar, ingat jangan sampai kau lalai dalam tugasmu pantaulah si penghianat itu!" ucapnya tegas.
"Kau meragukan ku Devil?" mata River memicing tak suka.
"Tidak! kau memang temanku yang hebat" Devil menepuk pelan pundak kekar temannya kemudian meninggalkan River yang menatapnya acuh.
"Sepertinya dia sedang bermasalah dengan calonnya, itulah sebabnya aku tidak suka wanita sangat menyusahkan, hah!" gumam River.
Di lain sisi seorang gadis sedang duduk melamun di ruang tamu.
__ADS_1
"Jons akan jadi milikku, sudah cukup Tuhan mengambil seluruh kebahagiaan ku dan sekarang biarkan aku egois sedikit saja, Jons adalah malaikat ku jika kau mengambil dariku lalu bagaimana kehidupan ku selanjutnya? aku akan sendiri lagi aku bahkan tidak tahu siapa orang tuaku? di mana mereka? bahkan teman, dan kerabat saja tidak punya" gumam gadis itu lirih. Yah dia adalah Nadia gadis yang diam-diam menyukai Jons pada pandangan pertama.
"Tapi bagaimana aku harus mengikat Jons? bahkan Jons sendiri tidak suka padaku, hatiku sakit yah Tuhan kenapa kau begitu senang mempermainkan perasaan ku yang lemah ini" Nadia menghapus buliran bening di pipinya yang putih.
Ting nong Ting nong
"Apakah itu Jons?" tanyanya semangat dan berlari keluar namun saat sampai di pintu gerbang alisnya terangkat ke atas ia melihat orang asing yang tidak di kenalnya.
"Siapa dia? apa dia seorang pengemis? tapi jika dilihat dari pakaian nya seperti seorang preman saja" gumamnya bergidik ngeri.
"Apa Tuan sedang kelaparan? saya tidak punya uang ataupun makanan sebaiknya Tuan pergi saja!" usirnya blak-blakan.
Rahang pria itu terlihat mengeras dengan mata menatap tajam.
"Tidakkah kamu lihat? aku bukan pengemis!" jawabnya ketus. " Pakaian dan wajah tampan ku di bilang pengemis sepertinya matamu sedang katarak harus segera di periksa kalau gak akan semakin parah saja, lama-lama malah kebalik orang gila di sebut waras" sambungnya panjang lebar, sepertinya pria itu sangat suka beradu mulut.
"Kalau kamu bukan pengemis lantas kamu mau apa ke apartemen saya kalau tidak berniat sesuatu, oh... atau kamu seorang penjahat yah? mau merampok?" Nadia dengan ketus dan tangannya bersedekap di dada.
"Dasar gadis gila katarak!" umpatnya menahan emosi.
"Kamu yang gila! pergi sana dasar tukang ganggu!"
"Hey! aku disini mau memperingati mu saja, jangan sekali-kali mendekati Jons dia milikku apa kau paham!"
Milik? siapa lagi pria gila ini? masalah satu belum kelar eh udah datang masalah yang baru sepertinya masalah terus di pihak ku, permainan takdir memang lucu.
"Ck! kenapa Tuan begitu takut, seakan Jons akan berpaling padaku. Tunggu! apa Tuan seorang gay? kenapa mau menikahi Jons? cih! tampan sih tapi kalau belok menjijikkan!" ujar Nadia mengibaskan tangannya ke udara.
"Shit! jaga mulutmu gadis gila! aku tidak seburuk itu Jons adalah seorang wanita aku bukan gay!" teriak Farhan tangannya mengepal seakan ingin mencekik leher wanita di depannya namun sayang mereka terhalang oleh gerbang tinggi.
"Hahahahha, sepertinya yang pantas periksa ke dokter mata anda Tuan, rupanya penglihatan anda memang sudah rabun banyak orang tahu jika Jons itu adalah pria apakah Tuan tidak tahu paras wanita dan pria?" Nadia berkacak pinggang sambil tertawa mengejek.
__ADS_1
"Buka gerbangnya! kau tidak tahu kau berhadapan dengan siapa? kau sedang berhadapan dengan Boss Mafia, sepertinya mutilasi akan segera di mulai!" ujarnya dengan senyum Devil nya.
Sepertinya percikan api di antara keduanya sudah berkobar dan akan saling membakar.
"Benarkah dia ketus Mafia? bodoh! jangan percaya Nadia kau bisa melawannya"
"Tolooong, jangan sakiti aku" tuturnya merasa ketakutan namun seketika "Hahahahah, Boss Mafia? coba saja kalau berani! tampangmu tidak seperti mafia kau seperti anak mami yang selalu bergelayut manja di lengan mamimu Tuan" sambungnya tertawa sinis.
"Gadis gilaaaaa! tidak akan ku biarkan kau lolos! sekarang kau sudah masuk dalam catatan black list di daftar buku kematian tunggu saja tanggal mainnya gadis kecil" Farhan kembali menyeringai, dirinya harus menggertak gadis keras kepala di depannya jika tidak main syantik maka tetap Farhan akan kalah telak nantinya, beradu mulut dengan wanita sama saja beradu mulut dengan kacang yang sedang di goreng saja huufft!.
Nadia yang mendengar sekaligus melihat aura membunuh di depannya membuatnya merinding keringat sudah bercucuran di dahinya namun ia dengan sekuat tenaga memberanikan diri, tidak ingin dirinya tertindas ia mulai menggunakan cara pamungkas nya kini si julukan ratu drama akan segera di tayangkan.
"Ah benarkah?" Nadia hanya manggut-manggut dengan ekspresi misterius.
"Tuan, jika Tuan mau memutilasi tubuh cantikku ini sepertinya itu hanya angan-angan bodoh saja, apa Tuan tidak mengenal Jons? dia akan menantang mu Tuan, bahkan dia akan berada di garda terdepan"
"Aiiisshh benar juga, jonsssss keparat"
"Ck! persiapkan dirimu gadis kecil, waktunya tidak lama lagi dan kau akan menjadi santapan hewan di hutan lindung" dengan bibir melengkung tipis tersirat senyuman devil di bibir Farhan.
Farhan dengan tangan terkepal kuat meninggalkan tempat yang membuat dirinya hilang kendali hampir saja jiwa iblis nya keluar jika tidak mendengar nama Jons maka habislah riwayat si gadis kecil itu. Rupanya jiwa iblis itu sudah terkendali di bawah Kungkungan Jons benar-benar hebat gadis tomboy itu.
"Aku akan mengadu pada Jons, aku masih ingin hidup dia pikir stok nyawaku banyak apa, kenapa gak dirinya saja yang jadi bahan mutilasi biar dia tahu betapa sakitnya di potong-potong dasar psikopat!" gumam Nadia bergidik ngeri.
-
**Bersambung
Tinggalkan jejak teman-teman 🤗**
__ADS_1
Devil berhati iblis