Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 143 Mencari Ara


__ADS_3

Happy reading 🤗


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Kumpul kalian semua!" teriak Tuan Farhan saat sudah di paviliun semua di sana terkejut mendengar teriakkan keras dari Tuan mudanya. Semua di sana langsung menghampiri Tuan Farhan dengan wajah penuh tanda tanya.


"Ada apa Tuan memanggil kami" tanya mereka.


"Di mana hutan biasa untuk kalian berburu...?" tanya Tuan Farhan tegas matanya mengisyaratkan api khawatir juga amarah. Kenapa Aranya tidak memberitahunya atau dia takut jika dirinya tidak akan mengizinkan?... benar si Jelangkung batangan tidak akan mengizinkan Aranya untuk berburu hewan liar inilah yang di takutinya selama ini di mana Jons pergi dan tidak kembali.


"Sebenarnya ada beberapa tempat untuk berburu Tuan dan salah satu tempat populer yaitu hutan lindung tempat pelatihan anggota Black Wolf namun hutan tersebut sudah di jadikan tempat perkumpulan hewan-hewan buas yang kelaparan dan jika kita berlatih akan ada pengawasan namun jika pergi sendiri saya tidak tahu dia akan selamat atau malah datang keajaiban untuk tetap bertahan" jelas salah satu pria panjang lebar.


"****!" umpat Tuan Farhan dengan tangan terkepal kuat.


"Ara kau harus baik-baik saja" pinta Tuan Farhan dalam hati. Memegang dadanya yang terasa sakit seakan tersayat oleh sebilah pedang yang tajam.


"Ada apa Tuan muda? wajah Tuan muda terlihat khawatir apa terjadi sesuatu...?" tanya mereka. Tuan Farhan menatap satu persatu wajah anggota Black Wolf.


"Bawa aku ke hutan pelatihan kalian!" perintah Tuan Farhan langsung berlalu pergi dari paviliun menuju ruang utama dari Mansion tersebut.


"Ara jangan membuatku takut..., kau akan baik-baik saja kan kenapa kau sangat keras kepala! tidak bisakah untuk memberitahuku agar aku tidak cemas seperti ini. Kau sungguh membuatku terpuruk Ara" batin Tuan Farhan melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga, ia akan bertemu tiga kerucil menenangkan mereka untuk tidak khawatir karena dirinya akan mencari Aranya.


"Daddy!" teriak triplets saat matanya menangkap sosok jangkung yang tengah berjalan ke arah mereka.


"Sayang" jawab Tuan Farhan mendudukkan bokongnya di atas sofa di samping Hamas. "Daddy mau menjemput Mommy dulu kalian sama Tante Amanda dan Om Alex dulu yah" tutur Tuan Farhan mengelus rambut tiga perusuh.


Semua di sana menatap wajah Tuan Farhan "Baik Dad, tapi Daddy harus hati-hati di sana dan harus membawa Mommy pulang" jawab Hamas dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Daddy janji yah halus membawa Mommy Jons pulang" titah Aulia memohon dengan wajah puppy eyesnya.


"Kami sayang Daddy" ujar Azhar langsung memeluk tubuh Tuan Farhan di ikuti Aulia dan Hamas. Tuan Farhan menahan agar tidak menangis di depan anak-anaknya ia memeluk tubuh mungil putra-putrinya itu.


"Sudah-sudah jangan sedih Daddy janji akan baik-baik saja dan membawa Mommy pulang" tiga kerucil Iblis mengangguk kecil dan mulai tersenyum.


"Tuan hati-hati di sana kami akan selalu berdoa agar Jons baik-baik saja" ucap Amanda ikut sedih.

__ADS_1


"Terima kasih aku titip tiga kerucil pada kalian, aku pergi dulu" mereka mengangguk, Hamas dan Azhar memeluk tubuh adiknya sedih sedangkan Tuan Farhan sudah berjalan keluar dengan di ikuti tiga orang anggota Black Wolf mengantarnya ke tempat pelatihan.


"Kita berangkat sekarang Tuan muda?" tanya seorang pria padaTuan Farhan sedang raja Iblis hanya menatapnya datar tanpa menjawab membuat pria tersebut menelan ludahnya kasar.


"Apa tidak bisa menjawabnya saja, jangan menatapku seperti akan membunuhku saja..." bisiknya dalam hati menatap takut Tuan mudahnya. Teman prianya menyenggol tangannya untuk tidak perlu bertanya.


"Silahkan masuk Tuan muda, kami akan segera membawa anda di hutan pelatihan" sahut salah satu anggota Black Wolf membuka pintu mobil di jok belakang dan Tuan Farhan langsung masuk.


Ketiga anggota Black Wolf ikut masuk dan langsung menjalankan mobil mengendarai dan menghilang dari halaman Mansion Utama.


Tidak ada pembicaraan di antara mereka hanya keheningan yang tercipta dalam mobil yang di tumpangi raja Iblis. Tangan Tuan Farhan terus terkepal kuat membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada wanitanya.


"Jangan sampai Ara kenapa-kenapa..., aku bisa gila kalau seperti ini! Ara please jangan sampai terluka" tutur Tuan Farhan dalam hatinya memegang dadanya yang terus berdetak kencang membuat napasnya seakan sesak sulit untuk bernapas.


Hingga mobil Lexus berwarna biru laut itu memasuki area perhutanan dan berhenti tepat di depan bangunan besar.


"Sudah sampai Tuan" ujar anggota Black Wolf.


"Terima kasih" jawabnya singkat dan segera turun dari mobil. Tiga orang pria menatap melongo atas apa yang barusan mereka dengar. Tuan muda mereka mengucapkan terima kasih? itu adalah kata yang tidak pernah terdaftar dalam kamus hidupnya namun demi sang istri tersayang rela mengucapakan kalimat yang seperti keramat untuk di ucapkan.


Tanpa menunggu Tuan Farhan berjalan masuk ke dalam Markas namun sebelum masuk ia melihat barang milik Aranya.


"Bukankah itu adalah motor Ara, berarti dia ada di sini" gumam Tuan Farhan melangkahkan kakinya cepat ke dalam Markas.


"Ara! sayang di mana kamu?!" teriak raja Iblis. Anggota Black Wolf segera berlari keluar kala mendengar teriakkan dari Tuan muda mereka.


"Astaga ayo cepat keluar Tuan muda datang ke Markas kita!" teriak beberapa pria.


Semua di sana menundukkan kepalanya menatap penuh tanya kedatangan raja Hades.


"Apa yang membawa Tuan muda kemari? dan kenapa tidak memberitahu kami agar kami menyambut kedatangan Tuan muda" tutur salah satu ketua di sana.


"Di mana Ara istriku?" tanya raja Hades to the point menatap satu persatu anggota orang tuanya.


"Jo-Jons belum kembali Tuan muda..., sudah dari tadi Jons keluar dan sampai sekarang belum muncul" jawab sang ketua memberanikan diri.


Raja Iblis menatap tajam mereka "Apa yang kamu katakan! kenapa Araku belum kembali dan kenapa kalian tidak mencarinya huh?! apa yang sudah kalian lakukan brengsek! bedebah!" bentak Tuan Farhan menarik kerah baju ketua Geng mencengkramnya kuat.


BUGH


BUGH


"Akan ku bunuh kalian semua jika terjadi sesuatu pada Araku!" teriaknya membabi buta menghajar ketua Geng di Markas tersebut. Yang lain menarik paksa Tuan muda Farhan menjauh dari sang ketua.


"Ma-maafkan kami Tuan muda" lirihnya penuh penyesalan.


"Sial! brengsek!" umpat raja Iblis. Napasnya memburu dengan dadanya naik turun menatap tajam semua yang di sana.


"Maaf Tuan muda, kita bisa mengecek Nona Jons pada rekaman CCTV di hutan ini" saran salah satu pria, Tuan Farhan beralih menatap datar wajah pria tersebut.


"Cepat tunjukkan di mana rekamannya!" perintah Tuan Farhan tak sabar. Mereka menghela napas tenang kala melihat raut wajah Tuan mereka sudah tidak seseram tadi, sungguh itu sangat menakutkan.

__ADS_1


Mereka kemudian membawa Tuan Farhan ke salah satu ruangan di dekat pintu tangga lantai atas. Tuan Farhan segera duduk dan salah satu anggota langsung menyerahkan rekaman tadi pagi..., sebenarnya mereka sudah mengecek rekamannya namun tidak menemukan jejak Jons ingin sekali mencari keberadaan Jons namun tidak untuk malam hari karena itu sangat berbahaya besok barulah mereka mencari Boss mereka itu.


Tuan Farhan membulat sempurna kala rekaman video sudah terputar, kedua tangannya saling menggenggam erat kala melihat serangan harimau melukai Aranya namun sedetik kemudian ia kembali bernapas lega, istrinya mengambil cara cepat untuk membunuh hewan buas tersebut.


Kemudian tak lama Jons melanjutkan perjalannya dan tiba-tiba saja terjatuh hingga tak tertangkap kamera lagi.


"Apakah hanya ini? di mana Araku, kenapa Ara menghilang?" tanyanya pada semua yang di sana namun tak satupun dari mereka yang menjawab. Menundukkan kepala merasa bersalah.


"Jawab! apa kalian sudah tahu bahwa Ara menghilang? tapi kalian diam saja dan tidak mencarinya?" tanya raja Iblis dengan suara meninggi.


Mereka mengangguk mengiyakan membuat raja Iblis menendang mereka.


BUGH


BUGH


BAGH


Tuan Farhan menghajar satu persatu dan tidak ada yang melawan seakan mengakui kesalahan mereka.


"Bedebah! apa yang kalian lakukan? cepat cari Ara!" bentak Tuan Farhan lagi dengan napas ngos-ngosan.


"Ta-tapi Tuan muda di hutan sudah gelap dan banyak binatang buas berkeliaran jika kita mencarinya sekarang... yang ada kita akan mati semua dan tidak menemukan Nona Ara" seorang pria berkulit putih menjelaskan dengan sangat hati-hati.


Tuan Farhan terdiam melayangkan kepalan tangannya dan...


BUGH


BUGH


Meninju dinding hingga mengakibatkan luka pada buku-buku tangannya.


"Biar aku saja yang mencarinya"


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2