
Up lagi beri like dan vote Senin nya yah 🤗🤗🤗
Happy reading 😘😘
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Prince apa kau baik-baik saja?".
Tuan Farhan menatap sendu wajah wanita nya dua hari tak melihat nya membuat nya begitu rindu.
Jons menjatuhkan bokongnya di atas sofa dekat Tuan Farhan, memandang intens wajah pria nya yang sudah dua hari ini menghilang entah ke mana, menahan gemuruh di dada karena suami pintar nya.
"Aku baik Ara, apa kau baik-baik saja? Maafkan aku yang tidak mengabari mu dua hari ini" jawab Tuan Farhan dengan wajah lelah nya.
"Maaf karena aku begitu ceroboh, tidak bertanya terlebih dulu tentang buah pepaya California, aku pikir pepaya California beli nya harus di sana ternyata pepaya itu ada di Indonesia" jelas nya lagi merasa bersalah.
"Dasar bucin!" Cibir Tuan Wijaya.
"Cih! Anak tengik ini tidak meminta maaf pada Mama nya, dasar suami bucin" batin Nyonya Mita
Jons tersenyum lembut walaupun gemas dengan suami nya yang begitu pintar, tangannya menangkup kedua pipi Tuan Farhan menatap intens mata suaminya.
"Tidak apa-apa Prince, aku paham ko sekarang usia kamu makin hari makin bertambah jadi mungkin itu adalah pengaruh dari usia kamu, terima kasih karena mau bersusah payah ke California hanya karena untuk ku, aku beruntung memiliki seorang suami yang sangat bertanggung jawab yang mau bersusah payah ke California hanya sebuah pepaya kalau di banding dengan suami lain mereka pasti tidak akan bersusah diri" jelas Jons lembut sedikit menyindir.
"Phuuuft"
Tuan Wijaya dan Nyonya Mita hampir terbahak melihat wajah masam putra nya yang tidak terima di sebut tua itu terlihat sangat lucu.
"Aku masih muda Ara belum tua!" Ketus si Jelangkung mencebikkan bibirnya bahkan raja iblis memalingkan wajah nya ke arah lain tidak mau bersi tatap dengan Jons.
Jons terkekeh "sekalipun kamu sudah tua rasa sayang dan cintaku tidak akan pernah pudar, aku akan tetap mencintai mu dan menjadikan mu sebagai pria satu-satu nya dalam hidup ku, pria satu-satunya dalam rumah tangga ku, dan pria sebagai pelindung ku" jelas Jons memegang tangan Tuan Farhan, pria itu tersenyum tipis nyaris tak terlihat ia tidak mau memperlihatkan rasa bahagia nya ia harus membalas Ara nya bahwa dirinya masih sangat muda sekalipun tidak pernah menyangkal bahwa kini umur nya sudah berkepala tiga.
"Aiiish dunia serasa milik berdua, ayo Ma kita pindah" cibir Tuan Wijaya, ke-tiga nya terkekeh lucu.
__ADS_1
"Yah kalian yang kontrak sok atuh silahkan minggat" balas Tuan Farhan dengan wajah datar.
"Anak sama ayah, sama-sama berwajah datar!" Keluh Nyonya Mita langsung di tarik paksa oleh Tuan Wijaya.
"Kau terlihat sangat lelah Prince, apa kamu mau aku pijitin" tawar Jons.
"Hmmmm,,,, tadinya aku sangat lelah tapi setelah melihat mu rasa lelah itu langsung hilang di telan senyum indah mu" Jons terkekeh geli. Mana ada seorang pria yang menggombali wanita nya dengan wajah kaku datar ibarat air yang berada di dalam wadah maka seperti itulah wajah si Jelangkung.
"Bolehkah aku tertawa raja iblis? Kau sungguh pandai menggombal setelah tidak pulang dua hari ini, dan lihatlah wajah mu terlihat sangat lucu hehehehe" jelas Jons terkikik geli.
Tuan Farhan mendengus kesal ia merapatkan tubuhnya dengan tubuh Ara nya meletakkan kepalanya di atas dada Jons yang benar-benar berisi padat tangannya ia lingkarkan di pinggang ramping Jons.
"Hihihi,,,,, tidak salah tiga kerucil itu membuat silikon Ara ku begitu padat, ah beruntung nya aku" tutur si Jelangkung batangan bersorak dalam hati.
"Kepalaku pusing Ara, benar-benar melelehkan melewati perjalanan tiga puluh tujuh jam sangat lelah Ara" gumam si Jelangkung sesekali dirinya menggesekkan kepalanya dan mengigit kecil silikon Jons.
Jons mendengus kesal namun tangan nya tetap mengelus surai Tuan Farhan penuh lembut.
"Ara, bagaimana sembelit mu apa sudah selesai? Dua hari aku tak melihat mu rasanya sangat lama kau tahu aku tidak bisa tidur karena tidak bisa jauh dengan silikon mu" tutur si Jelangkung. Aiiihh raja iblis apa tidak ada topik lain selain membahas silikon? Kenapa kau makin menyebalkan sih! Apa raja iblis kerjaan nya hanya untuk membahas sebuah silikon hmmm...? Benar-benar memuakkan!.
"Sudah Prince Tio yang membeli pepaya California padaku" jawab Jons.
"Ah yah aku lupa, aku sudah membawa pepaya California untuk mu, tunggu tapi di mana Ali? Apa dia sudah membawa nya masuk?" Tanya Tuan Farhan melerai pelukan nya matanya melirik ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Ali.
"Apakah dia adalah anggota mu? Aku melihat nya dia mengikuti River menuju kamar kita" jelas Jons.
Alis Tuan Farhan terangkat tinggi heran "kenapa mereka masuk ke kamar kita Ara?".
"Oh itu, River ingin menemui Laura. Ah yah kapan mereka pacaran? Kenapa Laura tidak memberitahu ku?" Sungut Jons mengerucutkan bibirnya karena gemas pada adik angkat nya anak dari Daddy Smith yang adalah guru nya saat melatihnya beladiri di Amerika.
"Dan kau tidak memberitahu ku kalau Laura yang bersama mu di restoran waktu itu adalah Laura Smith" tutur Jons mencebikkan bibirnya pertanda kesal.
"Tunggu! Kamu tahu Daddy Smith juga?" Tanya Tuan Farhan mengernyitkan alisnya tinggi. "Aku tidak tahu jika kamu mengenal nya Ara, itu sebabnya aku hanya menyebut namanya saja" sambung nya lagi.
"Yah aku tahu, Daddy Smith adalah guru ku yang mengajariku cara menembak dan berkelahi, Daddy Smith juga yang mengajariku tentang ilmu IT, Papa yang meminta Daddy Smith untuk menjadikan ku sebagai murid nya" jawab Jons panjang lebar. Tuan Farhan hanya manggut-manggut.
"Daddy Smith juga adalah guruku tapi kenapa aku tidak pernah melihat mu di sana?".
"Aku tidak tahu, mungkin kau lebih dulu menjadi murid atau aku yang lebih dulu jadi kita tidak saling mengenal dan bertemu" jelas Jons dan Tuan Farhan mengangguk setuju.
"Ayo kita ke kamar, aku ingin melihat anak-anak" ajak Tuan Farhan dan langsung di anggukin oleh Jons. Keduanya berdiri dari duduknya berjalan menuju kamar mereka terdengar suara celoteh dan cekikikan dari dalam kamar entah siapa pemilik suara itu, itu terdengar seperti suara cekikikan kuntilanak yang kehausan sentuhan pria.
CEKLEK
Pintu kamar terbuka lebar Jons dan Tuan Farhan berjalan masuk terlihat tiga orang dewasa sedang bermain dengan tiga kerucil raja iblis layaknya baby sitter.
"Wah kalian sangat cocok menjadi baby sitter ke tiga kerucil ku" seru Tuan Farhan melebarkan senyumnya "bagaimana kalau kalian menjadi baby sitter mereka itung-itung belajar sebagai seorang ayah dan ibu" sambung nya lagi.
Sontak ke tiga manusia dewasa itu berhenti berceloteh di depan baby serta beralih menatap sangar wajah Tuan Farhan " lihatlah baby botak Daddy mu sungguh ceroboh masa membeli pepaya harus ke California, apakah itu bukan namanya terlalu bodoh" sindir River dan baby Azhar terkekeh "te-te te-te"
"Hahaha,,,, kau dengar anak mu mengiyakan bahwa dirimu bodoh Tuan Devil".
__ADS_1
"Teruslah mengejekku, aku akan melarang adik ku Laura untuk tidak mendatangimu atau bila perlu aku akan memutus hubungan mu dengan adikku" jawab nya dengan sorot mata dingin.
"Cih! Kau selalu saja mengancam ku!" Jengah River mendengus kesal. Laura dan Jons terkekeh, sedangkan Ali hanya berdiam diri tanpa komentar.
"Bawa ke tiga kerucil ku untuk jalan-jalan aku ada urusan dengan Ara ku, dan urusan ku sangat penting tidak ada bantahan perintah ku mutlak untuk kalian kerjakan!" Titah nya tegas.
"Prince apakah sangat penting? Jangan susahkan orang lain bagaimana kalau ke tiga anak kita menangis nantinya dan itu akan menyusahkan mereka" protes Jons tidak setuju.
"Yah kalau kalian tidak mau juga tidak apa-apa tapi..."
"Baiklah kami akan segera pergi, ayo Ali, Laura" potong River cepat ia kemudian segera mengendong baby Azhar dan Ali mengendong baby Hamas sedang baby girl di gendong oleh Laura.
Tuan Farhan tersenyum tipis sedangkan Jons hanya menggeleng kepalanya.
"Ayo kita keluar sepertinya Tuan Devil sangat membutuhkan Nona Jons" ujar River.
"Tapi..."
"Ayo Laura!" River segera menarik tangan Laura untuk keluar di ikuti Ali di belakang nya Tuan Farhan langsung mengunci pintunya ketika para cecurut biang masalah keluar.
Jons bersedekap dengan mata memicing curiga "apa yang ingin kau katakan raja iblis?" Tanya Jons mengintimidasi, Tuan Farhan terkekeh sembari berjalan mendekati Jons.
"Aku ingin mandi dan kamu harus memandikan ku tangan ku tidak akan sampai menggosok punggung ku" alasan si Jelangkung padahal di dalam pikiran nya sudah bertraveling menuju dua benua populer. Dasar iblis serakah.
"Ah baiklah ayo akan ku bantu menggosok nya tapi tidak ada plus-plus" ujarnya tegas.
"Yah, yah aku tidak janji Ara" jawabnya terkekeh
"Lelahku dua hari ini akan terbayar kan hehehe" batin si Jelangkung tersenyum licik.
Dasar raja iblis penuh tipu muslihat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung 🤣