Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 51 Dua Peluru


__ADS_3

**Alhamdulillah up lagi nih Gengster kyuuuu


Jangan lupa tinggalkan hadiah lebaran nya di sini yuhuuuuu ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Terimakasih sudah setia membaca dan mendukung karyaku sehat selalu para readers Jons ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ


-


-


-


-


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’**


-


-


-


Jons dan para anggota nya sudah tiba sejam yang lalu dan sekarang mereka sudah berada di lokasi penyekapan yang di lakukan oleh Dario Osiel ketua Mafia kejam yang tidak memiliki hati. Jons mengatakan pada anak buahnya termasuk Jonathan untuk berjaga-jaga di luar ia dan adiknya Oskar yang akan masuk terlebih dulu memastikan kondisi di dalam baru Jons akan menginstruksikan kepada anggota nya untuk masuk.


"Kalian berjaga-jaga di sini aku dan Oskar akan masuk ke dalam duluan untuk memastikan keamanan di dalam dan jangan lupakan alat yang sudah kalian gunakan itu" tegas Jons dengan sorot mata dingin.


Semua anggota black wolf menggunakan alat yang di sebut Earpiece atau penyuara telinga merupakan salah satuย alatย komunikasi rahasia yang menempel di telinga yang biasanyaย digunakanย anggota pasukan pengawal khusus negara-negara di dunia. Mereka menggunakan Earpiece untuk memudahkan komunikasi mereka dan untuk menjangkau terjadinya masalah ke depannya.


"Baik Boss, kami akan siap siaga" jawab mereka hampir bersamaan.


Jons dan Oskar segera masuk ke dalam melalui jalan rahasia yang di buat oleh Zeus Sined dan tentunya hanya mereka bertiga yang tahu jalan rahasia tersebut.


Melewati beberapa lorong yang gelap dan hanya menggunakan senter kecil untuk menerangi jalan mereka.


"Ka aku takut" lirih Oskar pada Jons.


Jons mendelik jengkel adik angkat nya ini terlalu penakut. "Jangan takut kau tidak akan bertarung kakak yang akan melawan mereka nanti" jawab Jons pelan.


"Tidak! Aku akan membantu kakak melawan musuh, aku tidak mau kakak sampai terluka" ujar Oskar berusaha untuk berani bagaimana pun juga ia tidak boleh lemah ia adalah seorang pria yang harus melindungi kakak perempuan nya tapi mau bagaimana lagi kakak nya itu bahkan tidak ada tandingannya.


"Tidak! Kakak tidak mengizinkan mu bahkan kau tidak memiliki kemampuan beladiri sedikit pun kakak akan menempatkan mu di ruangan rahasia kakak kamu akan bersembunyi di sana kakak tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu padamu" jelas Jons panjang lebar.


"Tapi...?"


"Jangan membantah kakak Oskar! Kau tahu kakak tidak suka di bantah!" Ucap Jons dengan suara sedikit meninggi.


"Baiklah" jawab Oskar sedikit lesu. Langkah suara pelan menapaki setiap jalanan lorong gelap hingga sampailah kedua kakak beradik itu di depan pintu di bukanya pelan pintu tersebut hingga terlihat sebuah lemari besar yang menutupi jalan keluar.


Jons menekan satu persatu angka yang terdapat di dinding lemari dan tiba-tiba lemari besar itu berputar dan menampakkan jalan keluar mereka segera keluar dari tempat rahasia nya.


Melangkah masuk ke dalam kemudian Jons menarik tangan adiknya untuk menuju ke sebuah ruangan yang pintunya begitu mirip dengan dinding ruangan tersebut tidak ada yang tahu jika ruangan itu adalah sebuah kamar rahasia yang tentunya hanya Jons dan Zeus Sined yang tahu. Orang-orang tidak akan berpikir jika di sebuah ruangan kosong itu memiliki satu ruangan rahasia karena pintu kamarnya saja sama dengan dinding ruangan kosong tersebut sungguh cerdik dan dapat menipu lawan!.


Terlihat sebuah ruangan kamar yang cukup besar dengan beberapa komputer bertengger rapi di atas meja besar, mata Oskar menyapu seluruh ruangan itu ia tidak tahu jika ruangan tersebut berada di mansion ayahnya yang ia tempati.


"Aku tidak tahu jika ada ruangan di mansion ini, aku sendiri yang sudah lama tinggal disini seperti orang asing dan bodoh" ucap Oskar pelan.


Jons tidak menanggapi celotehan adiknya kakinya menuju ke tempat komputer ia kemudian menyalakan komputer hingga terlihat orang-orang di dalam layar komputer sedang berlalu lalang sibuk dengan urusan entah apa yang mereka kerjakan sekarang.


"Tunggu! Apakah itu rekaman di mansion ini ka?" Tanya Oskar saat melihat rekaman di layar komputer.

__ADS_1


"Hmmmm" Jons hanya berdehem sebagai jawaban. "Itu adalah cctv tersembunyi yang kakak pasang saat kakak akan pulang ke negara kakak dan ruangan ini hanya kakak dan ayah yang tahu" sambung nya lagi tanpa mengalihkan pandangannya ke layar komputer.


"Lalu bagaimana kita akan masuk ke dalam? Mereka sangat banyak kak" tanya Oskar dengan wajah kebingungan.


"Tenanglah, kamu akan tetap di sini oh yah kakak pernah menyimpan beberapa senjata di dalam lemari itu" tunjuk nya ke sebuah lemari yang tidak terlalu besar di pojok kanan ruangan tersebut. "Tunggu sebentar!" Jons menuju lemari kayu di buka nya lemari tersebut dan mengambil seluruh senjata yang ada di dalam.


Ada beberapa pisau kecil, pistol dan senjata sniper


"Tugas kamu adalah memantau cctv di sini dan ini pistol dan juga pisau untuk berjaga-jaga nantinya, kakak akan keluar memastikan keadaan dan keberadaan ayah di mana" jelas Jons.


"Aku takut kak" lirih Oskar menggeleng kepalanya.


"Oskar! Jangan seperti ini, jadilah adik dan pria yang kuat! Ingat sekarang ayah sedang di sandera oleh musuh jika kakak terlambat pasti ayah akan mati kau paham kan maksud kakak" tutur Jons mencoba menahan amarah nya entahlah gadis tomboy itu semakin tak bisa mengontrol emosi nya.


Oskar tertunduk lesu ia kemudian mengangguk kepalanya tanda mengiyakan "maafkan aku kak, baiklah tapi kakak harus hati-hati dan jangan terluka" lirih nya dengan mata berkaca-kaca.


Jons mengangguk kepalanya kemudian memeluk tubuh adik angkat nya itu penuh sayang.


"Baiklah kakak pergi dulu kamu hati-hati di sini dan ini gunakan pistol ini untuk berjaga-jaga saja dan kontrol cctv di sini beritahu pada kakak gerak-gerik musuh" Jons kembali berujar dengan nada tegas ia mempersiapkan beberapa senjata yang akan ia gunakan jika terjadi sesuatu pada dirinya.


"Baiklah aku akan mengawasi dari sini" jawab nya lesuh Jons mengusap rambut adik angkat nya kemudian melangkah keluar dari ruangan tersebut berjalan mengendap-endap menuju tempat di mana musuh berada.


Sedang di luar mansion tampak anggota black wolf sedang berjaga-jaga memasang alat di telinga mereka sebagai alat komunikasi jarak jauh.


Jons menyusuri setiap sudut mansion yang pernah ia tempati kala pergi melakukan misi gelap nya mata tajamnya mengawasi setiap jalan yang akan ia lewati takut jika ada musuh yang melihat nya hingga pada satu titik tempat ia berhenti. Mansion yang memiliki tiga lantai dan sangat besar banyak anggota Geng Azteca zez sedang beroperasi membawa beberapa laki-laki muda dan juga anak-anak entah mau di bawa ke mana mereka? Jons berada di lantai satu dan sedang mengawasi gerak-gerik Geng Azteca.


"Bedebah sialan! Mereka menjadikan mansion ini untuk melakukan kegilaan mereka, tidak akan gue biarkan ini terjadi Dario sialan! Awas saja kau jika terjadi sesuatu pada ayah gue!" Jons mengepal kedua tangan nya kuat sampai terlihat buku-buku tangannya yang memutih netra nya mengabsen setiap langkah para musuh.


Gemuruh amarah kian bersahutan di dalam jiwa Jons ia tidak bisa berlama-lama bersembunyi gadis tomboy itu mengambil pistol nya kemudian mengarahkan pada salah satu anggota musuh. Tidak seperti biasanya ia bertindak gegabah entahlah emosi nya tidak bisa di kontrol lagi bahkan ia lupa mengabari anggota nya di luar.


DOR


Suara tembakan yang Jons berikan memicu kericuhan di mansion milik Zeus, Geng Azteca mencari siapa yang melakukan hal konyol.


"Boss gawat! Anggota black wolf melumpuhkan anggota kita dan tidak tersisa sedikit pun senjata kita di sana. Salah satu anggota kita yang lolos begitu yakin jika yang sedang menyerang kita adalah anggota black wolf" jelas salah satu anak buahnya.


Dario Osiel mengepalkan tangannya erat matanya menatap tajam.


"Bodoh! Kenapa bisa terjadi? Ahhhhhhkkkk sialan! Pasti itu adalah ulah Jons pembunuh bayaran itu brengsek!" Umpat Dario menggeram kesal. "Baiklah sekarang kita harus fokus pada misi kita aku ingin memasukan obat gila pada Zeus" seringai setan terbit di bibir pria berumur 39 tahun itu.


Sedangkan pria yang melapor mengangguk kepalanya dan ikut tersenyum.


Mereka kemudian melangkah keluar menuju tempat tujuan mereka dan tiba-tiba mereka mendengar suara tembakan yang menggelegar.


Jons tersenyum puas kala yang ia tembaki mati mengenaskan dan ia kembali menembak.


DOR


DOR


DOR


Jons semakin brutal menembak musuhnya dua tangannya memegang pistol dengan keliber tinggi hingga satu kali tembakan membuat musuh tak dapat bernapas, bahkan alat di telinga nya ia lepaskan karena menganggu ketengan nya saat berburu para dedemit Azteca.


Geng Azteca berlarian mengambil senjata mereka sedangkan Dario mengumpat kasar.


Di lain tempat tepatnya di sebuah ruangan Oskar melihat kakak nya yang menampakan dirinya di hadapan musuh seorang diri membuat nya ketakutan bagiamana jika kakak nya itu mati di bunuh ini tidak bisa di biarkan. Oskar langsung memasang Earpiece di telinga yang sudah terhubung secara otomatis dengan anggota black wolf.


"Tolong! Tolong! Kakakku Tezca sedang mendapat masalah ku mohon bantu kaka ku!" Teriak Oskar panik bahkan pria melankolis itu sudah menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Anggota black wolf yang mendengar teriakkan Oskar mengerutkan keningnya siapa Tezca yang di maksud oleh Oskar dan Jonathan langsung mengambil alih.


"Hey tenanglah jangan menangis siapa Tezca yang kau maksud?"


"Jangan banyak tanya cepat masuk brengsek kakak ku sedang di serang oleh musuh!" Bentak nya dengan suara meninggi hingga membuat Jonathan menjauhkan alat Earpiece dari telinga nya.


"Dasar bocah cengeng!" Umpat Jonathan.


"Guys ayo kita masuk ke dalam sepertinya sedang terjadi perkelahian" tutur Jonathan.


"Tapi Boss kita belum mengintruksikan untuk masuk ke dalam bagaimana jika rencana Boss gagal dan kita pasti akan kena amukan dari Boss kita Jons" bantah salah satu anggota.


"Iya benar yang di katakan ketua Jordan" anggota lainnya ikut menimpali dan terpaksa Jonathan mengikuti saran dari teman lainnya dan mereka masih setia mengawasi keadaan di luar.


Kembali ke dalam mansion.


Jons bertarung seorang diri sekarang pistol yang ia punya sudah tidak memiliki peluru dan para musuh terlihat masih banyak dan Sekarang Jons sedang adu jotos dengan Geng Azteca zez.


BUGH


BAGH


BUGH


BAGH


BUGH


BAGH


Tendangan dan pukulan yang dilayangkan Jons selalu tepat sasaran ia yang sudah sering berlatih bertarung tidak di ragukan lagi kemampuan nya pukulan dan tendangan saling bersahutan.


Jons menghindar dari tendangan musuh ia menangkis pukulan begitu mudah perkelahian masih berlanjut hingga tiba-tiba...


DOR


DOR


"Araaaaaaaa!!" Seseorang berteriak dengan kencang.


-


-


-


-


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


**Bersambung


-


-


-


Huh siapa lagi Ara? dan siapa yang memanggil nya kenapa banyak sekali sih nama pemain nya hmmmm? ๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”**

__ADS_1


__ADS_2