
Happy reading 🤗
############
Seperti biasa Jons sudah berada di kantor sebelum Tuan Farhan si terong gosong itu datang ia harus menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda kemarin akibat terlalu khawatir pada Nadia yang baru-baru ini bertemu entah pelet apa yang di berikan Nadia hingga Jons si gadis tomboy pria jadi-jadian oleh orang lain, barangkali ciuman yang Nadia berikan adalah salah satu perbuatan mujarab yang bisa dengan mudah meluluhkan hati beku si tomboy itu.
"Akkh,, akhirnya selesai juga nih pekerjaan" Jons merentangkan tangannya ke udara seraya memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk merenggangkan otot-otot tubuhnya.
"Hmmm, hari ini tidak ada jadwal rapat, gue sangat lapar gimana kalau ke kantin dulu, hmmm... Masih pagi sih tapi gue kan belum sarapan" gumam Jons memperbaiki jas di tubuhnya agar terlihat sempurna.
"Perfect" ujar Jons dengan senyum manisnya. Kemudian ia melangkah keluar dari ruangannya menuju pintu lift untuk turun ke lantai bawah.
Banyak pasang mata wanita genit yang menatap ke arah Jons yang sedang berjalan menuju kantin.
"Oh ya ampun pangeran kuuuu ganteng banget" celetuk karyawan A.
"Dasar siapa juga yang mau sama kamu wajah pas-pasan gitu" sahut karyawan C tak suka.
"Bilang aja kamu iri kan, lagian gak ada salahnya aku menjadi princess buat yayang Jons" karyawan A gak mau kalah.
"Liat pak Jons, sepertinya dia ke kantin aku mepet aja dah" celetuk karyawan B tersenyum genit.
"Eh,, enak aja, jangan ke kantin ntar kamu di marahin ini masih jam kerja" sahut karyawan A.
"Iya juga yah" karyawan B nampak berpikir.
"Ahhh,,,, aku ke kantin ah pura-pura beli apa keh" batin karyawan C tersenyum licik. Dengan langkah cepat wanita cantik nan seksi berlenggak lenggok menuju kantin ia berpapasan dengan Jons kemudian ia memberi senyum centilnya.
"Dasar aneh, gue masih normal bodoh" gerutu Jons dalam hati.
"Pak Jons, memang sangat tampan" ujarnya blak-blakan.
__ADS_1
Jons tersenyum ramah tanpa menanggapi gurauan dari karyawan wanita itu Jons melanjutkan langkahnya menuju lift naik ke atas sedangkan perempuan centik tadi tersenyum lebar penuh kemenangan.
"Ahhhh, beruntung nya diriku melihat langsung wajah tampan nya dari dekat apalagi melihat senyum manisnya uuwww pengen cium bibirnya" gumam wanita itu membayangi ia sedang berciuman dengan Jons sampai tak sadar jika air liurnya menetes ke bawah.
"Woeeee gila lu, ngebayangin apa air liur lu netes tu" teman prianya menepuk pundaknya dan menggeleng kepalanya.
Wanita itu buru-buru menyeka air liurnya di dagunya. Hahahahah ngebayangin Jons sampai segitunya jika mereka tahu kalau Jons adalah wanita sama seperti mereka entah bagaimana reaksi mereka (Author jahat 😏)
Jarum jam terus berputar angka demi angka tergantikan hingga jam menunjukkan pukul jam 5 waktunya para karyawan untuk pulang, Jons menuju ke parkiran tanpa meminta izin pada atasannya karena Farhan sudah pulang beberapa jam yang lalu karena ada urusan mendadak di rumahnya.
Jons mengendarai Jody nya dengan kecepatan di atas rata-rata menerobos jalan ibu kota yang setiap harinya selalu padat beruntung ia menggunakan motor jadi tidak menunggu waktu lama dirinya sudah sampai di apartemennya ia masuk ke dalam dan mengehempas kan tubuhnya di atas sofa.
"Bosan sekali, sudah lama gue gak ke markas" guamamnya menatap langit-langit apartemen nya.
Hidup sendiri memang membosankan tidak ada teman untuk di ajak cerita, masak pun sendiri, makan juga sendiri, tidur apalagi pastinya sendiri karena Jons masih jomblo tapi bukan berarti Jons tidak laku yah hanya saja banyak dari kaum perempuan yang menyukainya. Yaiyalah tampang kamu aja begitu bagaimana pria mau menaruh hati jika gayanya seperti kaum Adam.
"Ayu, apa kau masih hidup? kaka merindukan mu, kau pasti sudah besar kan dan mungkin kamu sangat cantik. Apa kau mirip seperti ibu ahhhhh,,,, semoga kau baik-baik saja dan semoga kalung yang di berikan ibu tidak hilang sehingga aku bisa mengenali kamu" tak terasa buliran bening terjatuh dari ujung matanya.
Tidak semua yang terlihat di depan mata menjelaskan kebenarannya, Jons sosok tangguh dan kejam yang terkenal di kalangan bawah pada akhirnya merasa takut, lemah, sedih, sepi itulah yang dirasakannya saat ini tidak ada yang tahu menahu tentang masalahnya bahkan ibu Mita sekalipun.
"Ekheem" seseorang berdehem. Jons terkejut dan melirik tajam ke arah pria yang tidak berdosa, masuk kedalam apartemen seseorang tanpa di minta memang benar kata Jons dia sangat mirip jelangkung versi manusianya.
"Tuan apa yang kau lakukan di apartemen saya?" Jons duduk di samping Boss nya itu.
Dahi Jons berkerut memasang wajah bingung atas kedatangan Boss nya yang tiba-tiba, apakah ada urusan kantor yang belum selesai ka? atau ada hal yang sangat penting? entahlah pastinya Jons tidak tahu.
"Apa aku tidak boleh datang di apartemen karyawan ku?" kali ini si jelangkung tidak menggunakan bahasa formal nya.
"Ah, i-ya tidak apa-apa" jawab Jons terbata-bata.
Farhan melirik dua gundukan yang tercetak jelas di balik baju longgar Jons.
__ADS_1
"Itu pasti silikon, wanita jadi-jadian".
"Mama memintaku untuk menjemput mu, ada hal penting yang harus di omongin Mama" Farhan melirik sekilas wajah tampan dan cantik Jons, lalu melirik ke arah dua gundukan yang menggoda iman si jelangkung batangan.
"Apakah sangat penting, Nyonya besar memanggil ku" gumam Jons.
"Apakah itu silikon yang baru kau ciptakan?" akhirnya pertanyaan yang membuat penasaran itu keluar juga dari mulut si laknat.
"Apa maksud Tuan?" Jons tidak mengerti maksud dari Farhan.
Farhan mendengus sebal
"Ini silikon bukan?" Farhan memegang payudara milik Jons tanpa beban, Jons terkejut dan menepis kasar tangan Farhan.
"Mau saya patahkan tangan anda Tuan!" bentak Jons marah namun ia masih sopan menyebut Farhan dengan sebutan Tuan bukan jelangkung batangan atau terong gosong.
"Aiiisshh gitu aja marah, dan turunkan nada bicaramu! sungguh tidak sopan" pungkas Farhan datar dan tersenyum mengejek.
"Silikon saja sombong, seharusnya kamu bersyukur apa yang Tuhan berikan tidak usah menambah atau merubah pemberian Tuhan, dasar makhluk tak tahu diri.
"Dasar jelangkung! jika bukan anak dari Boss besar udah gue patahin tuh tangannya berani sekali dia memegang asetku, dan apa tadi? dia menyebut buahku silikon, wah ngajak ribut nih orang" gerutu Jons geram.
Wajah Jons cemberut bibirnya ia tekuk gemas dan lucu.
"Cepat! bersiaplah kita akan ke rumah, dasar pria menyusahkan sekali"
"Ihhh, sebal deh, lagian siapa juga yang meminta Tuan datang kemari kan bisa chat aja, hidup di buat susah aneh!" gerutu Jons masuk ke kamarnya.
"Dasar sekertaris gila. Jika bukan karena aku penasaran sama tuh silikon gak bakalan aku kemari"
bersambung
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman 🤗
beri vote like dan rate nya guys