
"Jons keruangan saya sekarang!" perintah Farhan di balik telepon lalu menutup panggilan sepihak.
"Dasar jelangkung keparat" umpat Jons kesal, ia kemudian berdiri menuju ruangan CEO. tanpa di ketuk ia membuka pintu lalu menerobos masuk, Farhan menatap sekilas kemudian kembali menyibukkan dirinya dengan komputer.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Jons sopan.
Farhan bangkit dari duduknya ia tersenyum menyeringai dan mendekat ke arah Jons, Jons berusaha untuk menetralkan kegugupannya "Tuan ada apa?" tanya Jons gugup. Farhan makin mendekati Jons sampai ia terpentok di dinding.
Farhan menatap wajah Jons dari mata, hidung, hingga sampai jatuh pada bibir ranum milik Jons. Farhan menatap bibir Jons tanpa berkedip ia semakin mendekat wajahnya ke wajah Jons. Gadis tomboy itu tidak bisa memberontak tubuhnya di kunci oleh Farhan hingga membuat dirinya pasrah dan menutup matanya.
Cup
Farhan ******* bibir tipis Jons ia memperdalam lumatannya Farhan mengulum ciumannya begitu lembut hingga membuat Jons terbang ke udara ia tidak dapat berpikir jernih lagi dan tanpa sadar mengalungkan tangannya ke leher Farhan. Farhan tersenyum menyeringai dan semakin memperdalam lumatannya.
"Manis sekali bibir Jons, tapi apa benar dia berbelok? atau aku sendiri yang belok? bukankah Jons seorang pria ah sudahlah yang penting nyaman hehe" dasar jelangkung maunya yang enak saja.
Mereka semakin hanyut dalam ciumannya tanpa sadar ada yang masuk tanpa mengetuk pintu.
"Sayang".
Jdeuur
"Apa yang kalian lakukan?" teriak seorang wanita. Jons kaget lalu mendorong tubuh Farhan menjauh darinya wajahnya pucat pasih melihat wanita seksi di depannya. Jons bingung di situasinya sekarang baru pertama kali ia gemetar di situasi sekarang. Namun berbeda dengan Farhan ia hanya acuh tanpa peduli dengan wanita pengacau menurutnya.
"Sayang apa yang kau lakukan dengan asistenmu? jangan bilang kau..." Sayang!" teriak Clara frustasi.
"Bisa diam tidak!" bentak Farhan dengan mata melotot tajam pada kekasinya itu, tidak biasanya Farhan seperti itu apakah itu efek dari ciuman panas tadi? hingga membuat Farhan naik pitam Karena menganggu waktunya.
Jons berdiri mematung ia memberanikan diri menatap wajah Farhan dahinya mengernyit heran "Apa mereka ada masalah? tidak biasanya si jelangkung itu marah, biasanya juga langsung nyosor cium"
"Tuan saya permisi!" pamit Jons melangkah cepat keluar dari ruangan seperti gunung api siap meletus.
"Hari ini kita putus" tutur Farhan tanpa beban.
Clara terkejut " putus?" ini tidak benar bagaimana bisa Farhan memutuskan hubungan mereka secara sepihak bukankah selama ini Farhan sangat mencintai nya lalu kenapa sekarang? apa karena si sekertaris sialan itu? apakah Farhan sekarang sudah berpindah haluan pada sejenisnya apakah dia sekarang sudah berbelok ke lorong yang salah?.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Farhan? bercanda kamu tidak lucu"
"Cih! kita putus sekarang aku sudah bosan dengan mu bukankah kamu sudah lihat kalau aku sekarang sudah berpindah haluan" ujar Farhan menyeringai menatap mengejek pada wanita yang pernah mengisi hatinya. Clara tidak tahu kenapa secepat itu Farhan melupakan dirinya.
"Tapi aku tidak mau kita putus! aku mencintaimu sayang" jawab Clara mendekati Farhan dan bergelayut manja pada pundak kekar Farhan. Farhan berdecak kesal wanita ini benar-benar membuat dirinya darah tinggi saja.
"Jika kau mencintaiku, bisakah kau berubah menjadi pria? aku sekarang sudah berpindah haluan" Farhan menatap mengejek wanita di sampingnya tanpa berpindah sedikitpun.
Clara melongo
"Pria sinting ini benar-benar membuat kesal saja, cih! menjijikkan bisa-bisanya dia bermain dengan sekertaris nya, jika bukan karena uang aku tidak akan memohon seperti sekarang".
"Pokoknya aku tidak mau putus dengan kamu sayang, aku cinta sama kamu" wajah Clara memelas dan semakin membenamkan dadanya yang besar itu di punggung Farhan.
"Wanita sialan, buah dadanya yang kotor itu menempel di punggung suciku ini benar-benar menyebalkan ck!" batin Farhan.
"Kau ingin keluar sendiri atau kau akan di seret oleh security" Farhan berujar dengan santainya tanpa merasa nafsu sedikitpun pada mantan kekasihnya. Apa mungkin karena ciumannya tadi bersama Jons sampai ia tidak bernafsu dengan wanita di sampingnya.
Clara berdecak sebal dengan kaki yang ia hentakan di lantai lalu keluar begitu saja benar-benar memalukan ck!
pintu di banting kuat.
"Berani sekali dia bermain-main denganku cih! keparat" umpat Farhan.
_________
Malam hari di kediaman Wijaya tampak mereka sedang berkumpul pak Wijaya dan bu Mita duduk di sofa kemudian Farhan duduk di samping Jons. Jons menghirup udara banyak seakan ia merasa sesak berada di ruangan itu padahal Jons sangat dekat dengan pak Wijaya dan bu Mita tapi entah kenapa malam iti seperti berada di ruangan eksekusi mati saja. Situasi buruk!
"Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Jons membuka percakapan matanya melihat manik bola coklat milik orang tua angkatnya itu.
"Jangan panggil Nyonya, panggil Mama saja seperti Farhan" jelas bu Mita tersenyum hangat.
Jons melongo otaknya masih loading mencerna setiap kata yang di ucapkan Bu Boss nya "Mama?"
"Kau ini kenapa lola sekali Jons" pak Wijaya menimpali dengan kekehan kecil menatap wajah bingung Jons membuatnya ingin tertawa terbahak-bahak namun ia urungkan agar terlihat berwibawa.
__ADS_1
"Kau ini pria tidak ada bagusnya sama sekali, kenapa kau begitu gugup hah? pria macam apa kau ini" bisik Farhan dengan nada mengejek menyeringai licik.
"Akan ku patahkan lidah mu dasar terong panjang" umpat Jons kesal.
"Kaur mengumpat ku lagi" Farhan kembali berbisik.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya pak Wijaya dengan dahi berkerut.
"Tidak ada apa-apa" jawab Farhan enteng.
"Dua minggu lagi pernikahan kalian, kami sudah menyiapkan pesta pernikahan nya" ujar bu Mita membuat Jons terkejut sedangkan Farhan menyeringai iblis
"Keren sekali, aku ingin mencoba sesama jenis, Jons membuatku gila saja bibirnya ah sungguh manis, mungkin Jons bisa menipu mama dan ayah tapi tidak denganku".
"Apa yang nyon... Mama katakan? Jons meralat ucapannya melihat tatapan tajam dari sang Bu Boss nya itu. Jons melirik ke arah Farhan ia mengernyitkan dahinya bisa-bisanya manusia ini tampak tenang.
"Awas kau jelangkung!!" teriak Jons.
" Sudah saya putuskan kalian akan menikah dua minggu lagi, oh iya aku tidak meminta alasan kalian dan kalian harus menyetujuinya" pak Wijaya berbicara dengan tegas wah, wah, jiwa mafianya benar-benar muncul.
"Hmmm baiklah" sahut Farhan datar namun bersorak dalam hati. Mau tidak mau Jons harus pasrah mungkin inilah takdirnya.
"bisakah pernikahan ini di sembunyikan? aku tidak ingin ada yang mengetahui nya terlebih dulu apalagi sampai musuh kita tahu aku tidak menjamin keselamatan Farhan" ujar Jons mencari alasan apalagi membawa nama Farhan tentunya itu adalah senjata bagi dirinya.
" Kurang aja sekertaris sialan akan ku habisi dirimu"
"Kau benar sekali Jons, aku setuju demi kebaikan Farhan" bu mita melirik anak semata wayangnya. Farhan berdecak tak suka namun ia tak memberinya komentar. keputusan telak tidak bisa di ganggu gugat lagi apalagi keputusan seorang Boss Mafia dan wakilnya itu.
-
-
-
TBC
__ADS_1