
UP LAGI NIH GUYS 🤗
-
-
Seperti biasa Jons dan Farhan sudah berada di kantor mengingat tinggal beberapa hari lagi mereka akan memutuskan lajang mereka. Jadi mereka cukup sibuk sekali untuk menyelesaikan pekerjaan untuk meeting minggu depan. Bahkan untuk fitting baju pengantin sama sekali tidak mereka lakukan bukan karena mereka tidak ingin namun Bu Mita si wakil Mafia itu sudah mempersiapkan semuanya jadi Jons dan Farhan tidak perlu repot-repot lagi, aiiisssh siapa yang nikah siapa yang sibuk.
Namun si pengantin pria sepertinya merasa takut jika sampai istrinya itu belok dirinya belum sepenuhnya percaya jika calon istrinya adalah perempuan, jika pun dia seorang perempuan mereka tidak akan berciuman bukan? ternyata adegan kemarin itu membuatnya terus kepikiran, memang si penguntit sejati Tuan jelangkung.
"Awas aja kamu Jons, malam pertama nanti tidak akan ku biarkan kau lolos, pokoknya aku harus tahu siapa kamu sebenarnya? tidak mungkin aku yang belok, semoga saja dia wanita, tapi jika dia wanita maka dia yang belok aiiiiihhh bedebah sialan itu" bisik Farhan dengan wajah mencebik sebal.
Rupanya si Tuan jelangkung itu tengah duduk santai di kursi kebesarannya mengamati seisi ruangan yang ia tempati sebagai CEO, entah apa yang diamati oleh si jelangkung itu Author pun tidak tahu sepertinya perjodohan ini membawa hobi baru untuk si Farhan yaitu mengamati ruangan yang sering di lihatnya... Aneh.
Eiitts,,,, jangan salah paham jika si Tuan muda Farhan itu bermalas-malasan mengerjakan tugasnya, beberapa jam yang lalu pekerjaan nya sudah selesai di kerjakan yah dia termasuk pria yang sangat cerdas bahkan belum ada yang mampu mengalahkan kecerdasannya. Jangan bingung, si Farhan itu hasil reproduksi dari Boss Mafia dan wakil Mafia jadi tidak ragu lagi jika hasilnya lebih dari induknya.
"Kenapa aku memikirkan si sekertaris sialan itu? aiiissh jangan bilang kalau aku menyukainya" gumam Farhan dengan bibir di tekuk.
Farhan meraih gagang telepon
"Keruanganku sekarang!" pinta Farhan memutus sambungan sepihak.
"Dasar Boss gak ada akhlak, selalu saja memutus sepihak" gerutu orang di balik telepon.
Ceklek
pintu terbuka
Nampak sosok Jons baru masuk dari ruangan Farhan.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Jons bertanya sopan walau orang didepannya selalu membuat darahnya mendidih namun Jons selalu mengedepankan statusnya sebagai bawahan.
"Hmmm, duduklah di sini" Farhan menepuk pahanya sebagai isyarat Jons untuk duduk. Entah apa alasan Farhan melakukan itu dirinya juga tidak tahu.
Jons melongo dahinya berkerut dengan mata memicing aneh ke arah Farhan.
"Apa Tuan sedang sakit?" Jons tetap pada tempatnya.
"Tidak! cepat kemarilah ada yang ingin aku tanyakan" matanya menatap tajam ke arah Jons, namun tidak membuat si gadis tomboy itu takut.
"Bicaralah! tanpa harus duduk di pangkuan Tuan, itu tidaklah sopan untuk saya sebagai bawahan rendah" Jons lagi-lagi mengeluarkan kalimat sopannya.
Farhan mendelik jengkel sudah tahu karyawan rendahan kenapa harus membantah panggilan Bossnya benar-benar membuat naik pitam saja.
__ADS_1
"Jangan membantah kemarilah! atau aku seret saja kamu!".
"Jika bukan lo anak Boss besar sudah gue tendang tuh terong lo" batin Jons.
"Jangan mengumpat Jons, kau adalah bawahan ku cepat kemarilah!" pinta Farhan tidak sabar.
Dan terpaksa Jons menuruti kemauan si anak bossnya itu dirinya sudah bersumpah untuk selalu menuruti kemauan Farhan atas perintah dari Nyonya Mita perintah nya mutlak harus di turuti benar-benar bawahan setia Jons.
Jons duduk di pangkuan Farhan dengan rasa tidak nyaman ia takut jika adegan ini dilihat oleh karyawan yang lain seperti kejadian waktu itu, memalukan!
Farhan menyeringai ia memeluk pinggang ramping Jons namun agak sedikit berisi ia memeluk nya agak posesif entahlah mungkin Farhan butuh sandaran hati, karena habis putus dengan pacarnya.
"letakkan kedua tanganmu di leherku" pinta Farhan, kepala lelaki itu di benamkan di dada Jons yang berisi tidak seperti waktu itu yang begitu rata.
Jons hanya menurut, sebagai bawahan teladan ia akan mengikuti perintah dari sang anak majikan.
"Jangan seperti itu Tuan, geli" tutur Jons merasa geli karena Farhan menggesekkan kepalanya di dada Jons, sepertinya sebutan silikon menjadi tempat favorit Farhan sekarang.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Farhan mendongak melihat raut merah merona dari pipi Jons. "Lihatlah wajahmu merah sekali kau seperti perempuan yang sedang kasmaran" sambungnya dengan senyum jahilnya.
"Pria ini membuatku kesal saja".
"Saya sudah menyelesaikanya Tuan. Saya tidak tahu Tuan jika pipi saya merah, bukankah saya ini pria" Jons dengan santainya menekan kata pria. Rupanya si gadis tomboy akan memberi pelajaran buat kekonyolan Bossnya itu.
Pernyataan Jons membuat Farhan menghentikan aksinya "Pria?" alisnya terangkat sebelah dan menyunggingkan senyum misterius.
"Tidak masalah sepertinya aku sudah belok, aku nyaman sekali" ucap Farhan blak-blakan.
Mata Jons membola sempurna ia tidak habis pikir jika Tuan nya akan berkata seperti itu, bagaimana jika benar? calon suaminya itu sudah tidak sempurna lagi alias gak normal?
"Benarkah Tuan sudah belok?" tanya nya terbata-bata. Jika sang majikan tahu anaknya belok habislah riwayat si gadis tomboy entah apa yang terjadi tapi pekerjaan nya akan semakin sulit saja.
"Hmmm" Farhan hanya berdehem, ia lebih senang membenamkan kepalanya di dada silikon milik Jons tanpa di ganggu.
"Tuan seperti bayi saja" celetuk Jons dengan wajah menahan malu.
"Ayah sangat cemburu padaku waktu kecil, karena mama selalu memberikan ASI padaku dan itu membuat ayah jengkel, dan kami dulu adalah musuh bebuyutan, jadi karena kau akan menjadi istriku jangan pernah melarang ku untuk menyentuh benda ini" jelas Farhan yang masih setia di tempat nya.
Lagi-lagi pernyataan Farhan membuat nya terkejut, benarkan jikae Boss Mafia seperti itu cemburu dengan anaknya karena payudara? Jons takut jika anaknya akan bernasib sama dengan Tuan Farhan.
"Jika kita punya anak nanti, jangan pilikasi kau harus membagi rata dengan ku aku sebelah kanan dan kiri untuk anak kita" benar-benar pria gak ada akhlak emang, bisa-bisanya dia bicara seperti itu, nikah saja belum sudah memikirkan anak apalagi pembagian ASI. "Aku juga ingin mendapatkan asupan gizi, dulu mama memberinya kurang karena ayah selalu minta dan sekarang kau ada jadi kau adalah penggantinya, ingat jangan membantah" sambungnya lagi.
Jons tergelak, apa-apaan Tuannya ini, ko pembahasan melenceng jauh.
__ADS_1
Jons tersenyum licik kali ini pasti Farhan akan kalah telak "Aku ini pria Tuan, bagaimana mempunyai anak jika batang dengan batang, batang dengan batang tidak akan menghasilkan buah".
"Iya kau benar, tidak masalah nanti kita adopsi saja, hmm sepertinya aku punya caraku sendiri untuk membuat kamu hamil". celetuk Farhan menahan tawa di balik dada Jons
Jons berdecak sebal niatnya untuk membuat Farhan kesal malah dirinya di buat jengkel oleh tingkah gila si jelangkung.
"Tuan aku ingin turun sebentar, aku melupakan sesuatu di ruanganku"
Farhan melonggarkan pelukannya ia menatap manik mata yang membuat teduh hatinya.
"Baiklah, tapi aku butuh asupan nutrisi cium aku" ujarnya tanpa beban
"What!" pekik Jons dengan mata menatap tajam ke arah Farhan, tak apalah jika melanggar sumpah sedikit toh ini juga salahnya si anak majikan bisa-bisanya meminta hal-hal aneh.
Pipi Jons kembali bersemu merah walau dirinya tidak mau berciuman tapi bukan berarti pipi si gadis tomboy itu tidak bereaksi.
"Kau tidak mau? baiklah sepertinya aku harus lapor pada Mama" Farhan tersenyum licik dengan mata menatap mesum Jons.
"Kau!" kali ini Jons benar-benar jengkel. Kenapa juga Tuan nya ini pakai lapor segala dasar anak kecil! tukang ngadu!.
"Enaknya diriku, belum nikah saja sudah enak apalagi nikah hummm"
Jons masih tak bergeming dari tempatnya ia lebih memilih mendapat teguran dari majikannya daripada harus berciuman dengan jelangkung batangan.
Farhan yang kesal lalu menarik tengkuk Jons dilumatnya bibir ranum gadis itu sedikit rakus Jons meronta-ronta namun tidak di gubris oleh Farhan, entahlah mungkin Farhan akan menghapus jejak bibir milik Nadia.
"*Manis sekali" batin Farhan.
"Jelangkung sialan*!"
Farhan melepas pagutan ciumannya ia tersenyum tanpa dosa kemudian melepas pelukannya.
"Pergilah! aku sudah menghapus jejak yang seharusnya tidak boleh ada di bibir mu itu" tutur Farhan yang membuat Jons bingung dengan dahi berkerut Jons melangkah keluar ruangan penuh dosa.
.. **Bersambung
-
-
-
Jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman 🤗😘**
__ADS_1