Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 152 Sang Penakluk


__ADS_3

Happy reading 🤗


like hadiah like hadiah like hadiah like hadiah


🙏🙏🤗🤗🤗🤗


Makasih Guys masih setia menunggu dan membaca karya author 🤗🤗🤗


Seperti biasa Tuan Farhan akan mengantar anak-anaknya ke sekolah hari ini mereka tidak sempat sarapan karena dirinya juga tiga kerucil bangun kesiangan padahal mereka semalam tidur lebih awal membuat Tuan Farhan mengumpat kasar. Namun karena perintah dari Boss besar membuat mereka tetap sarapan agar tidak kelaparan nantinya.


Sebenarnya ia tidak masalah untuk datang telat ke perusahaan wong dirinya adalah pemilik perusahaan besar itu namun omelan dari si centil Aulia tidak henti-hentinya menyalahkan dirinya padahal si tiga kerucil juga ikut andil di dalamnya.


"Ini semua gala-gala Daddy, coba kalau tubuh Daddy tidak kayak sofa empuk mungkin Lia tidak nyenyak dan bangun kesiangan kayak gini" ketus Aulia menatap tajam ke arah raja Iblis. Tuan Farhan melongos atas tuduhan putrinya padanya akibat tubuhnya yang begitu kenyal seperti adonan roti empuk membuat tidur sang putri begitu lelap bukannya berterima kasih malah mengomel tidak jelas.


"Kok salahin Daddy sayang, Daddy kan tidak salah Lia saja yang keenakan tidurnya" sanggahnya logis. Aulia makin menatap tajam Daddynya.


"Tapi tetap saja Lia telambat gala-gala Daddy" sungutnya tidak mau kalah berdiri dengan kedua tangan bertengger di pinggangnya.


"Ria sudah-sudah rebih baik kita ke sekorah sekarang daripada makin terambat" timpal Azhar merasa bosan dengan tingkah centil adik perempuannya karena dari bangun hingga detik ini omelan pada Daddy-nya tidak pernah selesai walau ia juga sedikit senang dan terhibur.


"Iya benar Lia, lebih baik kita pergi sekarang dan omelan Lia di simpan dulu pulang baru lanjutkan lagi" jelas Hamas dan Aulia mengangguk setuju namun sebelum pergi Aulia memberikan tatapan elang pada Tuan Farhan membuat pria beranak tiga itu hanya menghela napas kasar.


Tuan Wijaya dan Nyonya Mita hanya geleng-geleng kepala malas berkomentar atas tingkah gemas cucunya itu.


"Maaf Tuan muda, sepertinya Tuan muda akan terlambat ke kantor alangkah baiknya jika aku dan Sandy akan mengantar Tuan dan Nona muda kecil ke sekolah" sela Richo memberanikan diri.

__ADS_1


"Sepertinya itu ide yang bagus" jawab Tuan Farhan tersenyum penuh arti akhirnya ia bisa terlepas dari amukan sang putri yang terus berceramah melebihi seorang ustadz sedang khotbah Jumat.


Beranjak dari duduknya dan mencium pucuk ketiga anak-anaknya setelah itu menyalami punggung tangan kedua orang tuanya. "Daddy pergi dulu, daah sayang yang rajin belajarnya" raja Iblis buru-buru pergi bahkan berlari kecil tanpa melihat ke arah belakang.


"Hahaha Daddy sampai berlari karena takut di ceramahin oleh Lia" batin Hamas terkekeh lucu.


"Dasar adik nakar" dengus Azhar.


"Ayo kami antar sekarang Tuan dan Nona muda kecil" seru Sandy membungkukkan kepalanya. Jika orang lain mungkin mereka sudah berangkat sekolah namun Tuan Wijaya dan Nyonya Mita tidak akan membiarkan cucu mereka kelaparan saat ke sekolah sekalipun waktu masuk sudah berlalu. Sekolah adalah miliknya jadi untuk apa terburu-buru toh keterlambatan bukan di sengaja. Begitu pikir Tuan Wijaya.


"Ah yah cepat antar mereka atau kalau tidak mereka akan menghancurkan Manson ini" jawab Nyonya Mita.


Dan keempat kerucil segera berpamitan setelah itu berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh Richo. Tuan Wijaya dan Nyonya Mita akhirnya bisa bernapas lega kala melihat mobil yang di tumpangi oleh tiga kerucil Iblis sudah berjalan keluar.


"Huh telingaku sedikit sakit akibat teriakkan Aulia" gumam Nyonya Mita.


Seorang wanita dengan pakaian serba hitam memainkan pisau di tangannya menarik rambut panjangnya dan memotongnya sampai batas batang lehernya membuat rambutnya menjadi pendek seketika dan potongan rambut hitamnya ia simpan di dalam tanah setelah menggali tanah dan menguburnya.


Ia lantas berdiri dari duduknya mengibas-ngibaskan kotoran rumput kecil yang berada tepat di belakang celana panjangnya.


"Lan ayo kita pergi saatnya untuk kembali" ujarnya menatap penuh arti ke arah hewan buas bernama Lan. Dia adalah seekor singa jantan besar.


Lan yang mengerti menganggukkan kepalanya pelan. Mengikuti Tuannya yang berjalan di depan dengan cepat ia mensejajarkan kakinya dengan langkah Tuannya itu agar tidak ketinggalan.


Berjalan menyusuri hutan luas dengan pohon-pohon besar yang tumbuh tidak teratur tatapan datar nan dingin menghiasi wajah sang penakluk hutan liar sang penjemput nyawa. Berjalan tegak dan kaki jenjangnya terus melangkah tanpa gentar sedikitpun. Hewan-hewan liar nan buas segera duduk kala sang penakluk melewati daerah kekuasaan mereka seakan tahu bahwa manusia yang baru saja berjalan itu adalah sang raja hutan yang mereka tidak takut mati.

__ADS_1


Hingga sampai sang penakluk itu berdiri tepat di bawah lubang besar tempat pertama kali ia terjatuh dan tersesat dirinya sudah cukup hapal dengan semua sudut hutan belantara itu.


"Kita harus melewati jurang ini jika ingin pulang... aku akan menaikinya terlebih dulu setelah itu aku akan menarik kamu dari atas" jelasnya pada hewan piaraanya.


Wanita tersebut mengambil sisa pisau yang di simpannya memegangnya erat. Dua pisau berukuran sedang sudah bertengger rapi di sela-sela jari tangannya menancapnya tepat di dalam tanah yang sedikit basah akibat terkena hujan... namun sebelum itu ia membuat beberapa kolam untuk di jadikan sebagai penyangga kakinya agar tidak terjatuh sedangkan tangannya akan berpegang pada pisau di kedua tangannya.


Jurang tersebut cukup di bilang tinggi hingga membuat sang penakluk harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mencapai puncak keberhasilan.


Dia bisa melihat cahaya matahari di atas sana dengan sekuat tenaga tangannya kembali menancapkan pisau pada dinding tanah dan tangan sebelahnya berusaha untuk menarik pisaunya untuk keluar dari lubang tanah yang di buat lalu menancapkan pada tanah seperti yang di lakukan sebelumnya.


Hidup di hutan belantara selama satu bulan membuatnya tidak sulit melakukan hal-hal ekstrim... dirinya sudah terbiasa menaklukkan binatang-binatang buas membuatnya tidak takut hanya untuk memanjat jurang.


"Huh! melelahkan sekali..., Prince aku sangat merindukanmu selama sebulan aku ingin sekali memelukmu entah kenapa aku ingin memakanmu setelah aku sampai di rumah nanti" gumamnya dalam hati setelah sampai di atas ia merabahkan tubuhnya di atas tanah yang datar menatap lekat-lekat langit biru di depan mata.


"Triplets, Mommy akan kembali pada kalian tunggu Mommy sayang" tuturnya dengan bibir merekah. Yah dia adalah pembunuh bayaran bernama Jons juga sang penakluk hutan belantara saat dirinya terjatuh dari jurang ia akhirnya menemukan hewan yang pernah ia tolong saat melakukan pelatihan dan sebenarnya tujuan kedatangannya adalah untuk mencari Lan hewan yang sudah benar-benar mengendalikan emosinya.


"Lan kamu tunggu sebentar aku akan mencari tali setelah itu aku akan menarikmu keluar" teriak Jons dan segera pergi dari jurang tersebut mencari tali yang akan ia gunakan untuk menarik Lan keluar.


Jons melihat tali tumbuhan yang sangat panjang entah apa namanya dengan cepat ia menariknya walaupun sedikit sulit namun tidak membuatnya pantang menyerah. Ia lalu mengambil pisau dari saku celananya memotong tali tumbuhan dari ujung menariknya kuat hingga terlepas ia segera membawanya ke arah Lan namun matanya membulat sempurna kala melihat Lan sudah berada di atas tanah yang sama ia pijaki.


"Huh! bagaimana kamu bisa naik ke atas Lan? tidak mungkin kamu melompat setinggi itu" tuturnya dengan kerutan kecil di dahi berjalan cepat ke arah Lan. Jons segera menjatuhkan tubuhnya dan menatap ke arah jurang seperkian detik sudut bibirnya terangkat sebelah.


Matanya menangkap banyak binatang buas di bawah sana ia mengerti sekarang sepertinya merekalah yang membantu Lan keluar dari jurang tersebut. Entah bagiamana caranya bukan itu intinya yang terpenting semua masalah sudah teratasi. Dan saatnya ia kembali ke sisi keluarganya karena ia sudah sangat merindukannya juga sudah lama pergi.


"Terima kasih sudah membantu" teriak Jons lalu segera beranjak di ikuti Lan dari belakang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2