Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 34 Kerapuhan


__ADS_3

Happy reading cusssssss 😘


🍒🍒🍒🍒🍒🍒


-


-


-


-


Hari ini Jons sedang di rumah ia ingin sekali ke kantor melaksanakan tugasnya sebagai seorang sekertaris seperti biasa, namun larangan Tuan Farhan tidak bisa di bantah, perintahnya adalah hukum yang harus di patuhi, ah dasar kau Tuan muda!. Farhan melarang dirinya karena merasa takut jika terjadi sesuatu pada istri tomboy nya itu dan pada akhirnya Jons pasrah tidak ada gunanya juga jika berdebat dengan suaminya tidak akan pernah menang.


"Membosankan sekali!" keluhnya pada diri sendiri.


"Ah bagaimana jika gue ke markas saja, gue rindu dengan teman-teman gue" pekiknya antusias. Jons langsung menyambar kemeja hitam nya dengan celana jeans sobek di lututnya begitu serasi dengan tampilan tomboy nya terkesan begitu cool dan terlihat tampan dan cantik.


Jons bergegas tanpa menghiraukan perintah sang suami ah dasar kau Jons mau jadi istri durhaka yah? kau sungguh pengecut hanya takut pada ibu dan ayar mertuamu saja.


Kebetulan kedua mertuanya sedang keluar dan hanya beberapa pelayan dan penjaga di rumah milik mertuanya itu langkah kakinya sedikit tergesa-gesa ia ingin segera sampai ke markasnya agar dengan cepat juga ia pergi menemui adiknya Ayu yang masih terbaring lemah di rumah sakit.


Jons menghentikan jody nya di depan markas yang begitu besar ia turun lalu masuk begitu saja rupanya anggota lainnya sedang bersantai di dalam dan ada keempat sahabat nya yang tidak pernah berpisah itu ah Jons merindukan momen kebersamaan nya bersama teman-teman nya itu namun sekarang status nya sudah berbeda dirinya sudah berubah status menjadi seorang istri dari anak Boss nya.


"Hey kau apa kabar Jons?" tanya Richo yang terlihat antusias.


"Kau bisa menilai sendiri bukan? gunakan matamu!" jawabnya ketus dan langsung duduk ikut gabung bersama anggotanya.


"Wah ada pengantin baru nih" soraknya beberapa anggota geng nya.

__ADS_1


"Jangan menggodaku atau lidah kalian akan aku gunting!" ancamnya dengan wajah dingin.


"Ah kau tidak pernah berubah selalu saja dingin, tapi kenapa kau cepat laku yah?" celetuk Tio dan langsung di sambut tawa oleh anggota black wolf.


"Kalian berisik sekali! mana rokok kalian!" pintanya dan dengan tangan menjulur seperti meminta.


"Ini Boss" salah satu anggota black wolf langsung memberikan nutrisi pada Boss nya apalagi kalau bukan rokok.


"Sepertinya ada yang aneh sekarang?" mata Jons memicing menatap penuh curiga pada kedua sosok yang sedang berpegangan tangan.


"Yah, kau benar, sekarang kedua teman kita sudah jadian" celoteh Tio di iringi dengan senyum kecil.


"Yah mereka berdua sepasang kekasih sekarang" sahut Richo.


"Wah benarkah aku turut bahagia" ucap Jons dengan senyum kecil namun tidak terlihat, dasar Jons manusia datar pelit senyum.


"Iya, aku bahagia karena Alex begitu mencintai ku" pujinya dengan senyum manisnya.


"Baguslah kalau kalian saling mencintai tapi ingat jangan sampai rasa cinta kalian menjadi sebuah kesalahan dalam kinerja kalian, apa kalian paham!" tuturnya dengan nada tegas begitulah sikap Jons selalu tegas tidak ada manis-manisnya entah apa jadinya jika ia memiliki keturunan apa anaknya akan mengikuti gennya atau ayahnya? tapi bukankah keduanya sama-sama manusia tanpa ekspresi?.


"Kami akan selalu ingat pesanmu itu Jons" jawab Alex.


"Bagaimana perkembangan geng Carvendal dan Straccks cruel? apa ada sesuatu yang mencurigakan? tanya Jons yang masih dengan batang rokok di tangan nya.


"Sesuai dengan mata-mata kita di sana mereka belum bergerak Boss" jawab salah satu anggotanya.


"Bagus! ingat jangan sampai lengah apalagi kita tidak tahu mata-mata kita masih berpihak atau malah berpaling" tegasnya lagi dengan wajah dinginnya.


"Jika hal itu terjadi maka dia akan langsung mati sebelum berniat menjadi penghianat".

__ADS_1


"Baguslah jika seperti itu. Dan ingat! terus berlatih! asah kemampuan kalian lawan kita bukan hanya dua anggota brengsek itu mungkin akan ada banyak musuh kedepannya" ujar Jons dengan santainya tanpa rasa takut, ia ingat kejadian beberapa hari yang lalu yang menimpah dirinya sekalipun ia sudah berhasil membunuh mereka semua namun tidak dapat di pungkiri jika orang-orang nya masih hidup dan tentunya mereka akan mencari orang yang membunuh anggota nya itu.


"Apa terjadi sesuatu Jons?" tanya Amanda khawatir.


"Tidak! hanya berjaga-jaga saja". "Oh iya aku ingin ke ruanganku jangan ada yang menggangguku" seru Jons dan langsung meninggalkan mereka.


"Baik Boss"


"Baik Jons"


CEKLEK


pintu ruangan terbuka terlihat sebuah ruangan yang cukup besar dengan fasilitas alat-alat teknologi seperti beberapa komputer dan laptop. Yah ternyata di markas tersebut memiliki ruangan khusus milik Jons seorang, dan tidak ada yang pernah masuk ke dalamnya hanya dirinya lah yang tahu apa saja isi di dalam kamar tersebut.


Jons masuk lalu mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya dengan komputer di depan matanya, tangannya dengan cekatan memainkan keyboard di atas meja mengetik beberapa huruf dan nomor. Yah Jons sedang melakukan hack ia meretas cctv di ruangan tempat adiknya berada karena di kamar adiknya ia memasang kamera untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.


Sampai terlihat sosok gadis cantik yang masih terbaring lemah di atas brankas dengan benda yang terpasang jelas di hidung mancung milik adiknya dia adalah Ayunda Maulida Jonas.


"Kau apa kabar adik kecilku? cepatlah bangun! apa kau tidak capek terus tidur sudah berapa hari kau selalu tidur aku begitu risih melihat mu terbaring lemah di rumah sakit, cepat sembuh kaka menyayangi mu dek" lirihnya dengan air mata yang sudah tumpah membasahi pipinya yang putih bersih.


Jons terlihat rapuh jika dirinya sedang sendiri wajahnya mengisyaratkan kelemahan yang mendalam dirinya merindukan sosok ibunya dan ayahnya matanya menatap benci kala mengingat masa lalu kelamnya di mana kedua orang tuanya di bunuh dan ibunya di perkosa sungguh! itu adalah kejadian yang begitu memilukan jiwa ia akan membalaskan dendam orang tuanya kenapa mereka begitu tegah membunuh orang tuanya apa salah mereka? dari kejadian beberapa puluh tahun membentuk karakternya yang tegas, dingin, dan kuat. Anak yang masih berumur 5 tahun harus melepas pergi kedua orang tersayangnya meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


"Aku akan mencari mereka sampai mereka mendapatkan ganjaran yang setimpal akan ku buat mereka merasakan bagaimana rasa sakit itu tercipta, cih! kalian akan merasakan bagaimana hancurnya seorang anak yang berumur 5 tahun itu, tinggal tunggu tanggal mainnya saja" kedua bibir Jons terangkat membentuk sebuah senyuman mengerikan.


**Bersambung


🍒🍒🍒🍒🍒


Melelahkan sekali 😕**

__ADS_1


__ADS_2