
**Happy reading guys 🤗
Tinggalkan jejak nya yah teman-teman 🤗😘
Aku pada kalian 💋💋
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒**
Setelah Jons membubarkan semua anggota black wolf Jons memanggil Jonathan pria kepercayaan sang Boss besar hingga membuat pria itu bersungut jengkel. Namun setelah mendapat perintah dari anak angkat Boss nya ia dengan senang hati melakukan nya.
Sesuai instruksi Dewa kematian Jonathan sang tangan kanan Boss besar segera mencari wajah-wajah busuk penghianat ia juga sependapat dengan Jons tidak mungkin musuh bisa tahu tempat penyimpanan perlengkapan senjata jika tidak ada orang dalam yang memberi bocor tempat rahasia tersebut begitu mulus untuk tak di ketahui jejak pencuri, pandai sekali penghianat itu bersembunyi di balik kerumunan orang-orang yang tidak bermasalah.
Namun pria itu masih belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan tikus padi itu berada. Dengan langkah gontai wajah lesu nya menunduk tak berani menghadap Jons tanpa jawaban yang pasti takut-takut dirinya akan kena semprot dari Boss muda nya itu dengan secuil keberanian suara merdu nan indah itu berusaha untuk membuka suara tanpa tercekat sedikit pun.
"Gagal Boss"
Satu kata yang tak ingin ia lontarkan mengingat nyawa nya hanya satu saja membuat dirinya di rundung rasa cemas. Harap-harap takut ia berusaha mengangkat kepalanya dengan senyum polos menghiasi wajahnya yang tampan.
"Duduklah Jo!" Perintah Jons malas, lalu mengambil sebatang rokok kemudian menyalakan dan menyedot rokoknya santai.
"Apa kau tidak menemukan sesuatu yang janggal Jonathan?!" Pria itu menelan ludahnya kasar ia tertawa kecil kemudian berujar.
"Ah... Sebenarnya aku melihat satu pria yang memiliki jahitan di tangan nya aku sempat mencurigai nya tapi sepertinya jahitan itu karena sebuah kecelakaan dan aku juga melihat satu sayatan di bagian dada nya saat tidak sengaja ia membuka kancing kemeja nya" jelas Jonathan jujur.
Dahi Jons berkerut berpikir sebentar dan tiba-tiba sebuah senyuman iblis terbit di bibir tipis nya Jonathan menanggapi dengan bingung bertanya-tanya dalam benak nya, apa ada sesuatu yang sedang menarik perhatian nya si tomboy? Atau ia sedang memikirkan rencana licik? Pikir Jonathan. Entahlah laki-laki itu tidak mau ambil pusing dirinya selalu merasa takjub dengan kemampuan yang di miliki oleh Jons selalu saja ada kejutan di balik tindakan pembunuh bayaran itu.
"Apa kau menemukan sesuatu Boss?" Penasaran begitu mendominasi pada diri Jonathan hingga membuat lelaki itu membuka suara.
"Panggil pria itu ke hadapan ku sekarang juga" titah Jons berwajah datar. Dengan tampang bingung Jonathan tetap melakukan perintah Jons ia segera berlalu mencari pria yang di maksud oleh Jons setelah ia menceritakan pendapat nya namun ia tidak terlalu yakin mungkin itu adalah sebuah kecelakaan saja tapi karena dirinya tidak mau mendapatkan amukan dari si pembunuh bayaran hingga ia mengikuti perintah sang atasan.
Beberapa menit kemudian datang lah Jonathan bersama seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan wajah yang terlihat tampan tapi ingat masih tampan Tuan muda Farhan!.
Jons menatap lekat-lekat wajah pria di depannya pria itu sedikit gemetaran mendapati tatapan tidak suka dari Jons membuatnya jadi gugup.
__ADS_1
"Siapa nama kamu?" Jons bertanya dengan wajah dingin nya.
"Ah! Nama sa-saya Aldo Boss" jawabnya gagu.
"Kenapa kau melakukan nya Aldo? Sepertinya kau sungguh tidak takut padaku hmmm....? Penghianat seperti mu seharusnya tidak hidup di mansion ini!" Menyedot rokok santai dan menatap datar lawan nya.
Pria bernama Aldo seketika gugup dan pucat sedangkan Jonathan terkesiap apakah benar jika Aldo adalah penghianat nya? Pikir Jonathan.
"Maaf Boss, ta-tapi saya tidak men-jadi penghianat sun-gguh!" Jawabnya sedikit terbata-bata.
Jons tersenyum penuh arti ia kembali menyedot rokoknya kasar.
"Aku tidak suka di bohongi! Rupanya kau masih saja mengelak dengan perbuatan mu itu penghianat!" Jons menekan kata penghianat. Aldo? pria itu semakin di buat mati rasa dirinya gemetaran apakah hari ini adalah akhir hidup nya? Jika iya bagaimana dengan keluarga nya? Mereka akan kesusahan tanpa dirinya.
Jonathan masih terdiam menyimak setiap perkataan yang terlontar jelas dari mulut si pembunuh bayaran.
"Maafkan saya Boss" ujar nya menunduk merasa bersalah.
Jons mengamati setiap jengkal tubuh Aldo matanya menatap kalung yang bertengger indah di leher Aldo kemudian melihat kembali sayatan di bagian dada kanan Aldo karena kancing kemeja nya yang sedikit terbuka dua kancing dan satu lagi terdapat di bagian lengan bawah nya.
"Jo! Ambilkan aku beberapa pistol dari senjata pistol yang memiliki kaliber rendah sampai yang tinggi!" Seru Jons bersedekap santai.
"Baik Boss" Buru-buru Jonathan keluar untuk memenuhi perintah dari sang atasan.
"Siapa yang sudah menyuruh mu Aldo! Jika kau mengatakan nya akan ku pastikan nyawa mu pasti selamat" Jons kembali berujar menatap datar lawan bicara nya yang sedang gemetar bukan main.
"Saya tidak akan mengatakan yang sebenarnya Boss! Sampai mati pun rahasia ini akan tersimpan rapi dan kalian tidak akan pernah tahu siapa dalang dari pencurian ini!" Ucap Aldo tegas dengan mata sayu menatap datar wajah Jons.
Jons tersenyum di buat nya.
"Baiklah! Sepertinya nyawa mu akan berakhir detik ini juga, tubuh mu pasti sangat lezat untuk menjadi santapan ikan piranha di kolam rahasia" tutur Jons tersenyum sinis.
Aldo pasrah, ini adalah pilihan nya ia berharap jika ia mati nanti semoga keluarga nya tidak apa-apa tanpa dirinya ia berdoa kepada Tuhan agar masih mengasihani nya di akhirat nanti.
Tak lama Jonathan datang dengan membawa beberapa senjata di tangan nya, Jons tersenyum lebar mendapati beberapa senjata yang di inginkan sudah ada di depan matanya. Ada tujuh buah senjata pistol yang bertengger rapi di atas meja.
Jons mengambil salah satu pistol memperhatikan dengan teliti kemudian ia berujar "ini adalah pistol Desert Eagle, senjata api pistol buatan Israel yang memiliki daya tembak luar biasa" tersenyum devil ke arah Aldo yang sudah di penuhi keringat dingin.
Jonathan menelan ludah nya kasar ia paham seberapa kuat senjata yang ia bawa itu. Senjata pistol Desert Eagle, Raging Bull, Smith dan Wesson 500 Magnum, Thunder 50 BMG, Colt M1911A1, Glock 17, dan yang terakhir SIG Saner P226 dan semua jenis senjata pistol itu memiliki tingkat kaliber yang sangat tinggi yang selalu di gunakan oleh pasukan khusus negara dan juga sebagai senjata berburu hewan buas di hutan. Menyeramkan sekali!!.
" Pistol ini bisa menembus target dan sekaligus membuat hancur seketika, beratnya mencapai 2 kilogram panjangnya sekitar 30 cm dan memiliki daya tembak 2000 joule. Hmmm..... Apakah kau masih pada pendirian mu penghianat?!" Aldo tak bergeming menatap datar wajah Jons yang berusaha merayunya.
__ADS_1
"Sudah saya katakan saya tetap menjaga rahasia ini! Lebih baik saya mati daripada membocorkan rahasia besar!" Tetap pada pendirian nya, Jonathan terkesiap ternyata benar Aldo lah yang menjadi musuh dalam selimut ck! Sungguh tidak tahu di untung sekali kau penghianat!. Jonathan mengeram kesal.
"Hahahahhahah" Jons terbahak. "Nyalimu sungguh besar penghianat! baiklah, baiklah aku akan mengambil jantung mu yang kotor itu!" Mendelik tajam Jons ke arah lawan nya.
Meletakkan kembali kemudian mengambil pistol bermerek Raging Bull 454 " pistol ini berasal dari Brazil dengan kecepatan sampai 580 km per detik daya tembak nya mencapai 2700 Joule. Hmmmm.... Pistol ini tidak baik di gunakan untuk penghianat seperti mu" tutur Jons kembali meletakkan pistol di tangan nya kemudian mengambil pistol yang satunya dengan merek yang lebih dahsyat yaitu pistol yang berbentuk lonjong bermerek Thunder 50 BMG pistol ini di buat oleh perusahaan asal Amerika untuk berburu.
"Hmmm....senjata ini pelurunya menggunakan 50 BMG yang biasa dipakai oleh senapan sniper. pistol ini mampu memberikan daya damage sebesar 15 ribu joule. Sepertinya ini cocok untuk melenyapkan penghianat, bagaimana kau sudah siap? Ah tangan ku terasa gatal sudah lama aku tidak membunuh penghianat seperti mu" tutur Jons memainkan pistol Thunder 50 BMG.
Aldo menarik napas dalam-dalam dirinya sudah sangat siap menjalani resiko nya karena berani berkhianat namun ia melakukan itu karena ada alasan nya tersendiri namun mau bagaimana lagi musuh lebih cerdik sampai dirinya tidak bisa menjelaskan rahasia tersebut.
DOR
DOR
Setelah menembak target nya menggunakan senjata pistol Desert Eagle Jons segera berlari ke arah Aldo yang sedang bersimbah darah kemudian menarik kalung di lehernya lalu membuang nya jauh. Entah apa alasan nya Jons hanya dia yang tahu.
"Jo cepat bawa Aldo ke ruang operasi cepat! Waktu kita tidak banyak!" Teriak Jons dengan wajah merah padam.
Jonathan masih mematung ia seperti orang linglung setelah melihat aksi heroik Jons membuat jantung nya berdebar kuat akibat suara tembakan yang begitu nyaring.
Jons menatap tajam ke arah Jonathan "JONATHAN brengsek cepat bawa Aldo ke ruangan operasi segera! Atau aku akan menembak mu juga huh!" Bentak Jons dengan deru napas menggebu-gebu.
"Ah? Em... Baiklah" Jonathan segera mengangkat tubuh Aldo pikiran nya berkecamuk apakah Jons sudah tidak waras setelah menembak lawan nya ia lalu menyuruh nya untuk di operasi yang benar saja? Penghianat seperti Aldo tidak perlu di tolong!" Pikir Jonathan.
Jons mengikuti langkah kaki Jonathan dengan tangan berdarah akibat menutup luka di bagian dada kanan Aldo yang ia tembaki.
"Saya tidak mau tahu usahakan operasi nya berjalan lancar jika terjadi sesuatu dengan pria itu maka nyawa kalian sebagai gantinya apa kalian paham?!" Ancam Jons menatap tajam beberapa dokter yang adalah bagian dari anggota black wolf.
"Baik Boss" jawab mereka serempak.
Anggota yang lainnya menelan ludah nya kasar melihat wajah pembunuh bayaran itu membuat mereka ketar ketir ketakutan.
-
-
-
-
-
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Bersambung