
Happy reading 🤗
Semoga dapat menghibur 😀
Like komen like komen like komen like komen
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hari berganti malam kini keluarga besar Tuan Wijaya telah berkumpul di meja makan begitupula keluarga Alex ikut bergabung atas permintaan Tuan Wijaya dan Nyonya Mita. Para istri mengambil makanan untuk suami mereka juga untuk anak-anak mereka. Semuanya makan dalam diam hanya Aulia yang tak menyentuh makanannya. Semua di sana melirik ke arah Aulia karena tidak makan...Tidak mungkin kan makanannya tidak enak karena makanan di atas meja sesuai request masing-masing.
"Sayang, kenapa tidak makan hmmm...?" Tanya Jons menatap wajah murung putrinya yang duduk di samping Hamas.
"Heh! Pasti karena pria brengsek itu lagi!" Jengah Tuan Farhan dalam hatinya melirik sang Putri.
"Mom, bolehkah Lia membawa makanan untuk Uncle Tio? Please...! Lia ingin menyuapi Uncle Tio" Pinta Aulia yang sontak saja membuat semua di sana menatap ke arah Aulia gadis mungil raja Iblis. Mereka berhenti mengunyah dan lebih fokus mendengarkan suara hati Nona kecil mereka.
Karena luka di tubuh Tio cukup parah jadi ia harus di rawat inap dan belum di perbolehkan pulang ke Apartemennya.
"Sudah ku duga pasti karena si Tio brengsek itu" Ujar Tuan Farhan lagi dalam hati.
Jons beralih menatap Tuan Farhan meminta pendapat ke suaminya tapi Tuan Farhan hanya mengedikan bahunya.
"Boleh sayang, tapi Lia harus makan kalau Lia tidak makan nanti yang ada Lia sakit" Jelas Jons lembut sembari tersenyum tipis pada putrinya membuat Aulia kegirangan.
"Oke Mom, Lia sayang Mommy" Pekik Aulia tersenyum lebar pada Jons namun tidak untuk Tuan Farhan Aulia malah menjulurkan lidahnya pada Daddy-nya seakan mengatakan jika dirinya telah menang sekarang. Tuan Farhan hanya menatap malas putrinya kenapa bisa anak perempuannya begitu centil pada pria dewasa... Apakah ia harus merenung kesalahan apa yang ia perbuat di masa lalu.
Sedangkan Tuan Wijaya dan Nyonya Mita geleng-geleng kepala. "Lihatlah cucu kita sudah dewasa" Bisik Nyonya Mita tersenyum lebar yang di tanggapi dengan anggukan kepala oleh Tuan Wijaya.
Aulia makan terburu-buru agar bisa langsung menemui Tio hingga membuat dirinya langsung tersedak.
"Uhuk, uhuk, uhuk" Hamas segera mengambil air dan memberikannya pada adik perempuannya. Aulia segera meminum habis air di gelas yang di beri oleh abangnya.
"Pelan-pelan Lia makannya gak ada yang ambil makanan kamu kok" Tegur Hamas.
"Lia! Jika tersedak lagi maka jangan harap untuk menemui Uncle Tio" Ancam Tuan Farhan menatap tajam wajah putrinya. Kenapa hanya karena seorang pria bisa membuat Aulia menyakiti dirinya dengan memakan cepat makannya dan hal itu makin membuat Tuan Farhan jengkel terhadap Tio.
"Farhan!" Tegur Tuan Wijaya yang tak suka jika cucunya di perlakukan keras oleh putranya. Tuan Farhan hanya mendengus kesal. Alex dan Amanda menatap mereka tanpa berani bersuara. Jons meraih tangan suaminya menggenggamnya erat menatapnya penuh lembut seakan mengisyaratkan untuk mengizinkan agar Aulia menemui Tio dengan berat hati Tuan Farhan mengangguk setuju.
"Kau harus membayarnya dengan tubuhmu" Bisik si Jelangkung batangan tersenyum genit, Jons hanya mencebikkan bibirnya kesal. Suaminya ini selalu membuatnya malu.
Aulia sudah menyelesaikan makannya saat ingin turun Azhar berbisik padanya. "Ria aku akan menemanimu ke tempat Uncre Tio".
"Tidak! Bial Lia saja" Jawabnya tegas membuat Azhar mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Dasar centir!" Cemoh Azhar namun tak di tanggapi oleh Aulia. Gadis kecil raja Iblis melompat pelan dari kursi yang di dudukinya lalu berjalan menghampiri Jons.
"Mom, Lia sudah selesai... Mmm bisakah Mommy mengambil makanan untuk Uncle Tio" Pinta Aulia dengan wajah puppy eyesnya. Jons mengelus rambut putrinya sayang, Jons kemudian berdiri mengambil makanan yang cocok untuk Tio kebetulan di sana ada bubur kacang ijo yang hanya menggunakan gula merah saja.
"Biar Mommy yang bawa yah?" Tanya Jons yang takut jika Aulia akan menjatuhkan nampan berisi bubur.
"Tidak usah Mom, bial Lia saja" Jawab Aulia.
"Wah beruntung sekali Tio di sukai oleh Nona Aulia" Batin Amanda dan Alex menatap takjub anak temannya.
"Kak Lia, Leca ikut yah!" Pinta Alexa semangat ia juga ingin mengunjungi Tio namun tatapan Aulia yang tajam membuat nyali Alexa menciut.
"Tidak boleh! Biar Lia saja yang pelgi!" Seru Aulia tegas gadis kecil raja Iblis itu langsung mengambil alih nampan berisi bubur namun di tahan oleh Tuan Farhan.
"Biar Daddy yang bawa" Tuan Farhan bergegas berdiri sembari mengambil alih nampan dari tangan istrinya. Tidak ada yang berani protes begitupula Aulia yang hanya menurut ketika Daddynya mengantarkan makanan.
Jons yang merasa takut jika Tuan Farhan akan melakukan kekerasan lagi pada Tio ikut pergi namun di tahan oleh Nyonya Mita.
"Tidak perlu ikut sayang, suami kamu tidak akan macam-macam jika ada Aulia... Sepertinya cucu Perempuanku tidak akan membiarkan Farhan berlama-lama di dalam" Jelas Nyonya Mita. Jons mengangguk mengerti ia kembali duduk di atas kursinya.
Sedangkan Tuan Farhan berjalan tegak dengan Aulia berada di sampingnya. "Selesai memberikan makanan pada Uncle Tio segera balik ke kamarmu!" Tegas Tuan Farhan tanpa melihat putrinya.
"Tapi Dad!" Protes Aulia mengerucutkan bibirnya merasa jengkel pada Daddy-nya yang selalu seenaknya. Padahal Tuan Farhan melakukan itu hanya untuk melindungi putrinya ia takut jika Tio akan melakukan hal-hal seperti di Bali.
"Pilih menurut atau tidak sama sekali bertemu dengan Uncle Tio...!!" Tegas Tuan Farhan.
"Teselah!!" Teriak Aulia yang tengah menahan air matanya ia berlari cepat menuju ruangan bercatkan putih itu.
CEKLEK
Aulia membuka pintu lalu berjalan menuju bangsal Tio air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.
"Hiks, hiks. Daddy jahat padahal Lia hanya minta maaf kalena Daddy Uncle Tio kayak gini" Tutur Aulia dalam hatinya. Tak berselang lama Tuan Farhan masuk ke dalam ia mendapati putrinya tengah menangis, pria beranak tiga itu hanya menghela napas kasar. Meletakkan nampan di atas nakas samping bangsal.
"Apa Lia bisa tidul belsama Uncle Tio malam ini...?" Tanya Aulia masih menangis.
"Iya yang penting princessnya Daddy bahagia" Jawab Tuan Farhan tersenyum lebar.
"Makasih Daddy, Lia sayang Daddy" Ujar Aulia tersenyum lebar memeluk tubuh Tuan Farhan.
"Heh! Dasar penipu kecil... Daddy akan mengikutimu bermain princess" Ucap raja Iblis dalam hatinya dengan senyum misteriusnya.
"Oke Daddy keluar dulu" Aulia mengangguk antusias mengikuti langkah kaki Tuan Farhan saat Daddynya keluar Aulia langsung menutup pintu ruangan Tio. Kemudian berjalan mendekati bangsal Tio. Aulia menaiki kursi di samping bangsal ia lalu menggoyang-goyangkan lengan Tio.
"Uncle! Bangun! Uncle Tio bangun" Panggil Aulia pelan. Tio mengerjap-ngerjapkan matanya hingga matanya terbuka lebar ia terkejut mendapati Aulia berada di sampingnya berarti suara yang memanggilnya tadi bukanlah sebuah mimpi ataupun ilusi tapi nyata.
"Nona kenapa datang kemari apa Tuan muda tidak marah...? Tanya Tio menatap wajah Aulia yang terlihat cantik di matanya.
"Apa-apaan aku ini kenapa aku melihat Nona Aulia semakin cantik saja" Gumam Tio dalam hatinya yang langsung menundukkan pandangannya.
"Tidak. Lia sudah minta izin pada Daddy dan Daddy tidak malah" Jawab Aulia tersenyum lebar. "Lia bawa bubul untuk Uncle Tio... Bial Lia yang suapin untuk Uncle yah" Sambung Aulia membuat Tio membeku.
"Dia datang untuk memberiku makan bahkan mau menyuapiku? Yah Tuhan jangan biarkan hati ini semakin sakit jika Nona Aulia bukan jodohku jangan permainkan hati ini ya Tuhan" Doa Tio dalam hatinya pria jomblo selama hidupnya itu sangat tersentuh dengan perlakuan Aulia padanya.
"Terima kasih Nona, naiklah kebetulan tempat tidurnya luas" Ujar Tio tersenyum tipis Aulia menganggukkan kepalanya dan segera naik ke atas bangsal di bantu oleh Tio walaupun bahunya juga dadanya terasa nyeri tapi ia tak menampilkan wajah sakit melainkan wajah berseri-seri.
"Uncle hati-hati!" Seru Aulia saat Tio mengambil nampan berisi bubur kacang ijo menggunakan sebelah tangannya karena tangan satunya terpasang infus.
"It's oke" Tio terkekeh geli melihat wajah khawatir Aulia ia semakin menyukai anak Tuannya itu.
__ADS_1
"Mulai sekarang aku akan terapkan pola hidup sehat jadi saat aku menikahi Nona Aulia wajahku tidak akan jauh beda dengannya" Gumam Tio melebarkan senyumnya. Aulia mengernyit alisnya heran.
"Uncle kenapa...?" Tanya Aulia penasaran. Tio gelagapan menjawabnya ia menggaruk keningnya yang tidak gatal.
"Umm, tidak Nona... Perut Uncle sudah lapar" Jawabnya berbohong.
"Oh hehehe maafin Lia... Uncle buka mulutnya Lia akan menyuapi Uncle" Tutur Aulia terkekeh pelan lalu menyodorkan sesendok bubur ke mulut Tio. Tio dengan senang hati melahapnya.
"Nona Aulia sudah makan?" Tanyanya basa basi.
"Lia sudah makan Uncle" Jawabnya singkat sembari menyuapi bubur ke mulut Tio, pria itu semakin semangat menyantap makanan apalagi yang menyuapinya adalah sosok yang terkasih. Hingga pada satu suapan terakhir bubur pun kandas.
"Yeah bubulnya sudah habis sekalang Uncle Tio halus menum obat" Pekik Aulia bersorak senang.
"Uncle mana obat yang halus di minum...?" Tanyanya. Tio pun mengulurkan tangannya lalu mengambil dua buah obat di atas nakas dan meminumnya habis. Setelah itu menaruh nampan di atas nakas.
Keduanya saling bertatapan Tio berpikir sejenak untuk menahan Aulia lebih lama padahal memang Aulia ingin tidur bersamanya.
"Ummm... Ma-malam ini Uncle ta-takut tidur sendiri. Emmm... Bisakah Nona memanggil Uncle Richo untuk menemani Uncle di sini" Tutur Tio tiba-tiba yang merasa kaku. Aulia menampilkan wajah masam membuat Tio mengernyit heran.
"Kenapa?" Tanya Tio.
"Iiish! Lia itu mau tidul baleng sama Uncle Tio tapi kalena Uncle mau sama Uncle Licho yah sudah Lia akan cali Uncle Licho" Jelas Aulia.
"Jangan...!" Teriak Tio cepat. "Ummm... Ma-maksud Uncle biar Nona Aulia saja di sini" Sambungnya dengan suara tercekat.
"Oke!" Sahut Aulia gembira gadis kecil itu langsung membaringkan tubuhnya di samping Tio. "Uncle peluk Lia yah... Coalnya Lia tidak bisa tidul kalau tidak di peluk" Celetuknya membuat Tio tersenyum lebar.
"Bagus. Itu yang aku mau" Batin Tio.
"Baiklah Nona" Tio kemudian memeluk tubuh mungil Aulia tak lupa pria itu membaluti tubuh mungil itu dengan selimut jadi tubuh mereka akan terasa hangat.
Sebelum memejamkan matanya Tio mencium pucuk kepala Aulia lama hingga tak terasa ia pun ikut tertidur.
CEKLEK
Tiba-tiba seseorang membuka pintu ruangan rumah sakit berjalan menuju bangsal kemudian seseorang menggendong tubuh mungil Aulia dan membawanya keluar.
"Akan ku pikirkan alasan yang logis besok" Tutur raja Iblis mencium kening putrinya dan segera membawanya ke lantai dua tepatnya di kamar Aulia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung