
Happy reading guys
******_*****_
Farhan menapaki tangga untuk menemui ayah dan ibunya yang berada di lantai satu, ia memakai baju kasual oblong celana jeans panjang berwarna hitam, ia melihat ayah dan ibunya duduk di meja makan untuk menyantap makanan yang sudah tertata rapi dan siap untuk disantap.
Bu Mita melihat kearah Farhan yang sudah rapi tidak seperti biasanya "sayang, kau mau kemana?" Tanya bu Mita.
"Aku mau ke apartemen Ma ada pekerjaan mendadak yang harus aku selesaikan hari ini juga" jawab Farhan.
"Makan dulu, baru keluar" pak Wijaya menimpali.
"Tidak usah Pa, aku buru-buru , bye Ma, Pa" ujar Farhan mencium pipi kedua orang tuanya, lalu bergegas keluar menuju mobil BMW nya.
****____*****_____
Jons mengendarai motor sportnya setelah ia menerima telepon dari Boss besarnya untuk melakukan transaksi senjata ilegal. Jons membawa pistol yang ia bawa untuk berjaga-jaga dari partner bisnis gelapnya jangan sampai mereka berbuat curang tapi mereka tidak berani karena lawan mereka adalah Jons kepercayaan Boss mafia dunia bawah tentunya keahlian Jons tidak di ragukan lagi ia benar-benar ahli dalam segala bidang, apalagi dalam bidang menembak dan berkelahi hal tersebut sangat mendominasi pada dirinya. Jons sudah sampai di tempat yang sudah di tentukan yaitu bangunan tua yang sering di jadikan transaksi barang ilegal seperti malam ini. Jons berdiri di samping Jody ia menunggu Rio temannya yang sedang membawa uang.
"Kau sudah lama menungguku? Ini uang yang Boss berikan!" Tio berjalan lalu menyerahkan koper yang berisikan ratusan juta itu.
"Ayo cepat masuk kedalam!" Titah Jons datar.
"Kau tidak pernah berubah Jons, selalu dingin dan datar, sungguh tidak asyik" gerutu Tio mengerucutkan bibirnya.
"Aiiisssh dasar Pria bencong berotot" ledek Jons terkiki geli.
"Jangan meledekku, aku ngambek nih" ujarnya dengan raut wajah di buat-buat .
Jons hanya tertawa kecil
"Sudah-sudah, kita sedang bekerja, jangan banyak bicara!" Pungkas Jons.
Mereka masuk di dalam bangunan tua itu di sana berdiri 3 pria berbadan besar berotot namun satu dari ketiga pria itu berkepala botak dan satunya lagi berambut gondrong keriting.
Jons dan Tio berjalan dengan angkuh dengan wajah yang datar dan tatapan tajam siap menghujam siapa saja yang mengganggu atau menghianatinya siapapun yang melihat tatapan itu bergidik ngeri termasuk ketiga pria itu.
"Mana senjata yang kalian bawa?" Tanya Jons tanpa basa basi.
Pria berkepala botak memperlihatkan beberapa senjata yang mereka bawah
"Ini silahkan di periksa"
Tio pun melihat satu persatu senjata di hadapannya sesuai dengan yang sudah di sepakati ia pun tersenyum pertanda puas dengan barang di depannya.
"Semuanya aman, sesuai yang di harapkan" ujar Tio pada Jons kemudian menyerahkan satu koper uang di tangannya.
__ADS_1
Ketiga pria itu pun tersenyum kala melihat uang di koper tersebut "senang berbisnis dengan anda Tuan" ujar salah satu ketiga pria itu.
"Hmmm, cepat pergilah!" titah Jons datar.
Setelah selesai transaksi mereka keluar dari bangunan tua menuju tempat kendaraan mereka masing-masing.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang, ada pekerjaan mendadak" ujar Jons pada Tio.
Tio hanya mengerucutkan bibirnya
"Aku ingin berpelukan denganmu" pinta Tio langsung berhambur pada dada Jons.
Jons sudah terbiasa dengan tingkah temannya itu Tio selalu bermanja-manja jika hanya berdua dan hanya Jons yang tahu tentang kelainan sahabatnya itu.
"Kamu ini seorang wanita tapi dadamu rata sekali" gerutu Tio.
"Kau!" Jons melotot kearah Tio, walau sudah berapa kali ia mendengar kalimat itu dari Tio tetap saja ia tidak suka. "Sudah! Pelukannya selesai! Ketus Jons meninju bahu Tio. "Aku pergi dulu" sambung Jons menuju motor kesayangannya.
****___****
Jons melajukan motornya sekarang sudah pukul 12 malam nampak jalanan begitu sepi ia melintasi jalan semak-semak ia tak sengaja membuang muka ke arah samping kanannya, Jons melihat seseorang berpakaian hitam dengan snapher di tangannya dan mengarahkan ke salah satu orang yang membelakanginya dan ada 20 orang pria bertubuh tinggi sedang berjejer. Jons menghentikan motornya di pinggir jalan ia mengendap-endap menuju orang yang sedang mengincar mangsa.
"Sepertinya dia sedang menargetkan seseorang? Siapa dia? Tanya Jons pada diri sendiri kemudian meraih pistol dari saku jaketnya.
Untung malam itu bulan memancarkan cahayanya kini keberuntungan berpihak pada Jons ia melihat dengan jelas wajah pria di balik semak-semak
Doooooorrrrrr
Pria di semak-semak tewas
"Siapa yang menembaknya" gumam Jons kemudian beralih pada orang di lapangan yang luas mereka sedang berkelahi. Jons segera menuju kerumunan orang-orang yang sedang berkelahi. Jons begitu terkejut
"Bukannya mereka anggota Straccks cruel, dan Carvendal? Lalu siapa mereka?"
Jons berpikir untuk membantu orang yang sedang menyerang Straccks dan Carvendal karena kedua geng tersebut adalah musuh bebuyutan.
Pukulan yang Jons layangkan tepat pada perut lawannya hingga membuat sang empu mengiris kesakitan tendangan demi tendangan tepat mengenai sasaran Jons tidak memberi ampun entah apa dendamnya hingga membuat Jons begitu murka
"Shiiit, sialan kau Jons" umpat salah satu anak Carvendal
Pukulan tepat mengenai wajah Jons hingga mengeluarkan darah dibibir.
"Shiit, kau cukup berani kawan" ujar Jons tanpa babibu Jons menendang lawannya, pukulan membabi buta terus terhujam. "Cih! Sampah, itu balasan karena sudah mengusikku!" Ujarnya lalu jons beralih pada pria bertopeng, pria itu sedang di hadang lima pria berbadan besar.
"Rupanya banyak juga lawan mereka"
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Jons membantu pria bertopeng tendangan berhasil mengenai perut sang lawan perkelahian terus berlanjut banyak lawan yang sudah babak belur
"Mereka cukup kuat ternyata, ini sungguh menarik" gumam Jons menyeringai.
Jons terus berkelahi hingga tanpa sadar ia melihat seseorang mengarahkan pistol pada pria bertopeng yang sedang berkelahi
"Shiit!! Pengecut kau" umpatnya kemudian berlari menuju pria bertopeng ia langsung mendorong dirinya bersama pria misterius dan mengarahkan pistolnya pada pria yang mengambil ancang-ancang untuk menembak.
"Dooorr
Tembakan mengenai sasaran.
Dooorr
Suara tembakan menggelagar
Bukkk
Mereka terjatuh dan tanpa sadar bibir keduanya menyatu, mata mereka saling bertatap
Deg
Deg
Deg
Jantung keduanya saling bersahutan, dan dengan cepat pria misterius itu mendorong dada Jons
"Saya terpaksa mengatakan ini, terimakasih" ujar sang pria bertopeng lalu meninggalkan Jons yang sedang melongo
"Maaf Devil kami terlambat, semuanya sudah kami atasi" ucap River bersala.
Devil hanya menatap datar lalu berucap
"Segera kembali ke markas" sahutnya kemudian meninggalkan tempat perkelahian.
Jons yang melihat punggung pria misterius sampai menghilang.
"Ciih! Tobat gue bantu tu orang" gerutu nya kesal, "mana dia pegang dada gue lagi untung gue kempesin payudara gue, hahahah, gk nyangka berguna juga alat pengempis payudara". Jons langsung bergegas menuju ke tempat si Jody berada, setelah itu Jons pergi meninggalkan tempat keramat seumur hidup yang harus di jauhi oleh Jons.
____________
Visual River
__ADS_1
**Untuk Visual Devil episode selanjutnya baru Author up.
Jika teman-teman suka dengan cerita ini tolong rate dan vote yah guys dan jangan lupa untuk memberikan komentar 🤗😘**