Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 14 Diakah Istriku?


__ADS_3

Farhan menatap intens wajah manis Jons sedang yang di tatap merasa risih karena mendapat lirikan misterius dari sang atasan. Setelah paska berantam dengan si jelangkung Jons meminta maaf pada Boss nya biar bagaimanapun Farhan adalah Tuannya sekarang dan anak dari Boss besarnya.


"Apa benar kau seorang wanita? mata Farhan memicing menelisik dada silikon versi Farhan.


"Tentu saja Tuan, saya ini memang wanita apa ada yang salah" Jons menetralkan emosinya agar tidak memuncak ia takut jika emosinya akan berimbas pada anak Boss nya yang lembek.


"Benar juga, buah dadamu ada, tapi bukankah laki-laki belok juga memiliki buah dada silikon, itu berarti kamu...


"Jangan sembarang Tuan, mau saya patahin tu gigi Tuan, bahkan sampai ke akar-akarnya bila perlu" Jons berdiri dari duduknya. Sekarang ia berada di ruangan Farhan setelah Farhan meminta Jons untuk menemuinya agar meminta maaf padanya karena sudah berani menyakiti nya sebenarnya Jons tidak mau meminta maaf namun mendengar ancaman dari si jelangkung pada akhirnya ia memutuskan untuk mengalah saja.


"Kalau begitu buktikan!" jawab Farhan singkat dan tersenyum mengejek "Duduk!" perintanya lagi.


"Baiklah saya akan membuktikan setelah menikah nanti".


"Tidak bisa, saya maunya sekarang, saya tidak mau rugi kalau kamu laki-laki bagaimana? saya tidak mau menjadi duda muda" bantahnya, tentunya ada alasan terselubung.


"Baiklah. kalau sekarang, maka siapkan mental Tuan, jika terong Tuan akan saya potong kecil-kecil untuk di campur dengan nasi goreng sebagai pengganti sosis, bagaimana Tuan? Jons menyeringai iblia.


mata Farhan melotot dan merinding seketika, bongkahan bayangan adik kecilnya di cincang kecil-kecil dan di masak bersamaan dengan nasi goreng.


"Ahhhhhhkkkk tidakkkk!"


"Hahahahaha, lucu" celetuk Jons bahagia melihat ekspresi wajah Tuannya, sungguh kasihan.


"Kenapa? belum di mulai ko sudah teriak sayang" Jons serasa ingin muntah mengucap kata sayang dari mulutnya yang suci.

__ADS_1


Jons mendekat ke arah Farhan yang sudah mundur ke belakang.


"Jangan takut sayang" ujarnya dengan menyeringai.


"Apa benar diakah istriku?"


"Berhenti, kau menyeramkan" cegat Farhan dengan wajah pucat pasih.


Jons makin menggoda si jelangkung itu ia memajukan wajahnya namun seketika...


"Tu-uan"


Kedua orang yang hampir berciuman itu menoleh dan dengan sigap mereka berdiri terlihat Jons begitu panik dan dengan secepat kilat ia keluar dari ruangan penuh dosa. Habis sudah image Jons pada bawahannya apa yang akan mereka pikirkan batang makan batangan wah, wah benar-benar gila. Ck!


Farhan duduk dengan santainya seperti tidak terjadi apa-apa memang benar-benar aktor sejati, harus di acungkan dua jempol padanya.


Farhan menatap tajam pada perempuan di sampingnya seakan mengisyaratkan "Jangan bilang siapa-siapa apa yang kamu lihat barusan atau kepalamu akan menjadi santapan burung Nasar" begitu kira-kira pesan dari tatapan Farhan.


Perempuan itu langsung keluar buru-buru seakan takut pada Tuannya yang begitu kejam.


______


"Ahh, uang bulananku sudah habis aku gak kerja lagi di bar, apakah aku harus meminta uang pada dia saja? tapi aku tidak berani bagaimana kalau dia akan berpikir kalau aku wanita matre ah susah sekali, aku harus cari di mana? aku tidak punya keahlian sedikit pun" guamamnya lirih sambil berjalan tanpa arah.


"apa aku harus menjadi tukang cuci di warung? tidak terlalu buruk yang penting aku bisa makan" ujarnya penuh semangat.

__ADS_1


hari itu cukup panas wanita itu berjalan santai tanpa merasa takut sedikitpun padahal jalan di situ cukup sepi tiba-tiba.


Seseorang mendekap mulutnya hingga membuat wanita itu pingsan di pelukan pria berpakaian hitam.


kedua pria itu celingukan dan segera pergi menuju mobilnya.


"Ku rasa Boss pasti akan senang karena kita bisa memiliki umpan yang pas".


"Iya ah benar-benar menyenangkan". celetuk teman di pria itu.


Tut Tut Tut


"Halo Boss kami sudah mendapatkan umpan untuk dia"


"Bagus cepat bawa dia kemarkas kita dan segera hubungi si predator itu!".


"Baik Boss"


Tut


panggilan berakhir.


"Kamu akan benar-benar mati, dasar keparat!"


keduanya tertawa terbahak-bahak

__ADS_1


"Hahahahaha"


__ADS_2