
Happy reading Guayyysss 😤
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
-
-
-
-
_____________
Matahari mulai menampakan wujudnya cahayanya menyinari bumi membangunkan manusia-manusia yang sedang terlena akan kenyamanan duniawi memasuki sela-sela jendela hingga tembus di dalam ruangan pasangan suami-istri.
Kedua pasangan tersebut yang semalam memadu kasih saling bergotong royong melakukan aktivitas bercocok tanam hingga membuat mereka kelelahan dan tertidur di dalam selimut tebal yang menutupi tubuh mereka yang polos saling berpelukan menambah kesan kehangatan.
"Euugh" lenguhan panjang terdengar dari bibir manis si suami yah siapa lagi kalau bukan si tuan muda Farhan ia mengerjap matanya terasa berat namun ia harus membukanya mengingat hari ini ada jadwal meeting penting.
Lengkungan tipis tercipta dari bibir tipisnya menatap wajah cantik nan polos milik rekan kerja nya yang membantu dirinya untuk melakukan penjabakan sawah, di singkapnya rambut istrinya ke bagian telinga wajah polos istrinya membuat dirinya ingin dan ingin lagi melakukannya seakan sudah menjadi candunya setiap saat.
"Sayang, bangun udah pagi, rupanya kau begitu menikmati tubuhku ini hmm?" Farhan tersenyum sambil membelai lembut wajah istrinya. Sepertinya panggilan sayang sudah menjadi kebiasaan Tuan Farhan.
"Apa kau ingin mengulangi lagi yang semalam sayang, aku masih ingin loh" senyuman licik terpampang jelas di wajah pria itu. Jons yang mendengar itu langsung melepas pelukan nya dan terbangun duduk hingga membuat selimut yang tadi menutupi tubuhnya merosot ke bawah mata Farhan membulat sempurna.
"Sayang, apa kau ingin menggodaku, hmmm? tanya Farhan dengan suara seraknya masih dengan tatapan mesum yang di layangkan pada dua gundukan silikon. Rupanya buah khusus milik Jons sudah memiliki nama imut dari si Tuan kedua yaitu silikon.
Jons hanya menatap malas ia tidak menyadari maksud dari suaminya itu.
"Aku capek jangan mulai lagi aku harus menjenguk adikku di rumah sakit" ketus Jons.
__ADS_1
"Hey kau harus bertanggung jawab adik bungsuku sudah bangun" protes Farhan menahan tangan Jons agar tidak turun.
"Emang apa yang aku lakukan padamu sampai harus bertanggung jawab? dasar tidak jelas!"
"Itu" tunjuk Farhan ke arah buah silikon favorit nya.
Jons mengikuti arah tangan suaminya dan seketika
"Aaaaakkkkkkkkkhh" teriak Jons meraih selimut dan langsung menutup tubuh polosnya wajahnya seketika memerah menahan malu bak apel merah yang sering nongkrong bergantungan di pinggir jalan menarik para pembeli untuk membelinya.
"Dasar mesum!"
"Kau harus bertanggung jawab kasihan adik bungsuku" wajahnya memelas ia benar-benar tersiksa lagipula ia tidak mau harus menghabiskan satu buah sabun demi menenangkan si bungsu.
"Tapi aku lelah, semalam kau bermain sampai empat jam apa kau tidak merasa kelelahan sedikitpun? dan sekarang kau minta lagi terbuat apa tubuhmu itu" gerutu Jons memanyunkan bibirnya.
"Aish jangan curhat sekarang, yang terpenting kau tenangkan dulu si bungsu dia sangat menyiksaku" Farhan tanpa sepertujuan Jons langsung membalikkan badan istrinya di bawah Kungkungan nya. Hingga pagi itu kedua pasangan muda itu melakukan penjabakan sawah lagi sepertinya tanaman di lahan si Jons akan membuahkan hasil yang cukup maksimal.
___________
"Punya suami mesum begitu menyiksa, gue belum pernah merasa sakit yang begitu menyiksa milik gue bertahun-tahun melakukan pertempuran, perkelahian namun ini sungguh beda, sepertinya senjata yang benar-benar tajam adalah milik suami gue huh! sungguh tajam dan besar ih ngeri lihatnya" gumam Jons merinding takut. Ah dasar kau tomboy emang kamu pikir senjata suamimu bisa di pakai untuk peperangan melawan musuh apa, ada-ada saja. Ck! pengantin baru.
Dengan sekuat tenaga Jons masuk ke dalam kamar mandi merendam tubuhnya dengan air hangat begitu perih namun ia tahan, ah... tubuhnya langsung rileks.
"Aku akan pergi ke rumah sakit hari ini, semoga kau sudah pulih Ayu kaka menyayangi mu"
Setelah acara mandi itu Jons bergegas memakai pakaian seperti biasa celana jeans sobek dan kemeja abu-abu ah sungguh terlihat sangat tampan sekali.
Jons bergegas turun ke lantai bawah untuk mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta ingin di kasih jatah kalau tidak mereka akan mati kelaparan.
"Selamat siang Nona muda, silahkan makan Tuan muda sudah menyiapkan makanan untuk anda" ujar kepala pelayan bernama Bu Sora.
__ADS_1
"Terimakasih Bi, di mana Mama dan papa?" tanya Jons basa-basi.
"Tuan besar dan Nyonya besar sudah keluar dari jam 10 pagi Nona" jawabnya sopan.
"Ah baiklah, ayo kita makan Bi" ajak Jons, ah sepertinya sisi kemanusiaan sungguh mendominasi.
"Saya sudah makan Nona, silahkan Nona di makan"l makanan nya".
"Ah baiklah" Jons segera menyantap makanan lezat yang ada di atas meja kini dirinya tidak perlu repot-repot untuk memasak lagi karena semua pekerjaan sudah di kerjakan oleh para pelayan sungguh Jons seperti Tuan putri saja.
Jons sudah menyelesaikan makannya
"Bi maaf yah tidak membantu untuk membereskan nya saya buru-buru ke rumah sakit" tutur Jons merasa tak enak.
Bu Sora tersebut tipis seraya berkata "Ini sudah menjadi tugas saya jadi tidak perlu sungkan Nona".
"Terimakasih banyak Bi, oh iya jangan lupa untuk istirahat yah" pesan Jons kemudian melangkah pergi.
"Ternyata istri Tuan muda sangat baik dan sopan saya pikir dia sangat sombong dan tidak memiliki tata krama di lihat penampilan nya yang seperti preman ternyata di balik penampilan nya dia adalah gadis yang baik beruntung sekali Tuan muda memiliki istri sebaik dan secantik Nona muda semoga rumah tangga mereka selalu berjalan mulus" Batin Bu Sora.
Jons sudah sampai di depan rumah sakit setelah acara debat-debatan dengan supir yang bernama pak Tono yang sudah di siapkan khusus oleh Farhan untuk istrinya mengantar kemana saja istrinya pergi namun Jons tidak suka adanya supir ia lebih memilih jody nya untuk mengantar nya di rumah sakit setelah cukup meyakinkan pak Tono bahwa dirinya akan baik-baik saja dan pada akhirnya pak Tono mengalah.
Jons masuk ke dalam kamar VVIP bibirnya membentuk sebuah senyuman hangat kaki jenjangnya melangkah menuju brankas besar yang menampung tubuh adiknya.
"Ah syukurlah kau sudah baik-baik saja"
"Kapan kau akan bangun hmmm? apa kau tidak ingin melihat ku? apa kau sudah mendapatkan pujaan hatimu di alam mimpi sana, kau bilang kau mencintaiku bukan? bangunlah cinta mu sudah terbalaskan kaka juga mencintaimu bangunlah dek kaka merindukan mu" racau Jons menggenggam tangan adiknya tak ada air mata yang keluar seperti orang lain di luar sana yang ada hanya wajah datar dan tatapan sendu yang mengisyaratkan kerinduan dan kekhawatiran yang mendalam.
"Apa kau ingin aku diambil orang hmmm? apa kau tidak ingin menciumku lagi? rupanya si tomboy mengingat masa-masa mereka bersama bahkan Jons begitu marah karena Nadia selalu menciumnya. namun anehnya Jons tidak bisa marah berlama-lama mungkin itu adalah ikatan batin seorang kaka beradik yah.
"Bangunlah ayo cium aku" perintah Jons putus asa.
__ADS_1
"Benarkah?"
Bersambung