Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 97 Hotel


__ADS_3

Happy reading 🤗🤗


Beri like dan komen nya yah 🤗❤️❤️


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Trio jones dan para kerucil sudah berada di depan hotel Private Villas of Bali yah Tuan Farhan memutuskan untuk menyewa hotel privat untuk keluarga nya agar tidak menganggu liburan mereka apalagi mengganggu acara pembajakan sawah. Ia tidak mau tinggal di hotel umum takutnya akan membuat anaknya merasa tidak nyaman itulah sebabnya satu-satunya cara yaitu dengan menyewa hotel privat masalah uang adalah sesuatu yang mudah baginya apalagi sekarang ia telah menjadi pebisnis miliarder muda, apapun akan terasa kecil baginya.


Di hotel tersebut juga sudah di siapkan pelayan khusus untuk mengurus kebutuhan sehari-hari selama mereka menyewa hotel privat itu jadi tidak membuat Tuan Farhan dan yang lainnya terbebani karena semua perlengkapan sudah di siapkan oleh pihak hotel.


Kini Trio jones dan empat kerucil berjalan masuk menuju hotel yang telah mereka sewa berjalan memasuki hotel yang termewah dan termasuk hotel termahal di pulau Bali mereka di sambut hangat oleh dua pelayan perempuan yang terlihat cukup muda.


"Selamat siang menjelang sore Tuan dan Nona muda mari silahkan masuk" sapa dua pelayan wanita lembut dengan senyum termanis, menundukkan kepala memberi hormat.


"Apa yang bisa kami bantu Tuan, Tuan muda kecil dan Nona muda kecil?" Tanya salah satu pelayan.


"Pas sekali kami sangat lapar tolong buatkan kami makanan yang terlezat khas kota ini" pinta Richo kedua pelayan itu langsung mengangguk.


"Baiklah tunggu sebentar kami akan membuat nya segera" jawab salah satu pelayan tersebut.


"Nama bibi siapa? Kenapa bisa belada satu lumah dengan kami...?" Tanya Aulia mengernyitkan alisnya tinggi.


Dua pelayan cantik itu terkekeh kecil anak Tuan yang menyewa hotel mereka sangat lucu dan menggemaskan.


"Ah maaf tidak memperkenalkan diri kami terlebih dulu, nama saya Anindita dan teman saya namanya Cika kami adalah salah satu karyawan dalam hotel privat yang di tugaskan untuk melayani anda semua" jelas Anindita panjang lebar.


"Adikku hanya bertanya nama mu tidak perlu jelaskan panjang lebar! Kami sudah lapar segera buatkan kami makanan" ketus Hamas dengan khas datar nya membuat dua pelayan wanita membulatkan matanya adakah anak kecil yang memiliki mulut pedas seperti nya.


"Maafkan Tuan muda kami Nona, mohon jangan dimasukkan ke dalam hati sifat mereka memang seperti ini tapi dia sangat baik" tutur Sandy merasa tak enak atas ucapan Hamas yang sudah keterlaluan.


"Tidak masalah Tuan mereka masih anak-anak jadi wajar jika mereka berbicara seperti itu" balas Cika tersenyum paksa padahal dalam hatinya sudah menyumpah serapah pada Hamas.

__ADS_1


"Terima kasih sudah berbaik hati" jawab Richo dan Tio hampir bersamaan.


"Yah Tuan, kalau begitu kami berdua pergi ke dapur untuk memasak untuk kalian" izin Anindita dan langsung di anggukin oleh Trio jones.


Sedangkan Hamas hanya mencebikkan bibirnya entah kenapa ia tidak suka dua wanita tersebut seakan memiliki hati hitam yang busuk.


"Tuan muda kecil jangan berbicara kasar seperti itu... Itu terdengar tidak sopan" nasehat Richo pada Hamas membuat anak kecil itu mengangkat alisnya tinggi.


"Jangan mengajari ku tentang sesuatu hal yang tidak Uncle ketahui...!!" Tekan Hamas dingin.


"Uncre Richo jangan ambir hati yah abang Hamas sedang tidak mood" tutur Azhar menghibur Richo membuat Richo tersenyum kecil ia mengangguk mengerti.


"Uncle Licho abang Hamas sedang datang bulan jadi jangan membuatnya malah yah" bisik Aulia pada Richo membuat pria itu membulatkan matanya darimana Nona mudanya itu tahu perihal datang bulan.


"Kak lia datang bulan itu apa? Kenapa Abang Hamac halus datang bulan...? Tanya Alexa dengan alis berkerut, Hamas yang mendengar penuturan Alexa memicing mata penuh curiga pada adik perempuan laknat nya itu.


"Kau sedang menggosipku yah...? Bocah tengik akan ku kuliti kulit mu itu!!" Aulia mendengus kesal ia menatap tajam Alexa karena sudah membuatnya kena marah dari abang nya ia mendengus kesal mengerucutkan bibirnya kemudian berlalu tanpa sepatah katapun.


"Abang Hamac apa kak Lia malah dengan Leca? Apa Leca calah cudah belbicala kayak tadi...?" Tanya Alexa menundukkan kepalanya, gadis berumur tiga tahun itu menunduk merasa bersalah.


"Reca tidak sarah kok emang Ria aja yang suka ngambek" tutur Azhar menghibur namun tidak membuat Alexa merasa baik ia malah mengerucutkan bibirnya lantaran kesal dengan namanya di panggil salah oleh Azhar.


"Iiih abang Azhal nama Leca itu adalah


L- E- C -A bukan Leca" tekan Alexa membuat orang-orang di sana terkekeh lucu bagaimana tidak lucu jika Alexa malah menjelaskannya makin lucu bukan memperbaiki malah lebih parah.


"Oke sekarang kita ke meja makan kita tunggu makanan nya di sana" ajak Sandy.


"Oke"


Mereka berjalan sambil melihat-lihat setiap sudut dan ruangan hotel bintang lima, atau biasa di sebut hotel keluarga dengan nuansa putih dan terdapat perabotan antik berjejeran menghiasi setiap sudut ruangan terdapat tanaman hias dan bunga yang di gantung pada dinding tertentu membuat dekorasi hotel privat makin terkesan modern namun elegan.


Hingga pada satu ruangan mereka melihat Aulia sudah duduk tenang dengan makanan tertata rapi di atas meja bahkan dirinya sudah memakan rakus makanan khas di pulau Dewata itu. Ternyata dua wanita pelayan itu sudah menyelesaikan pekerjaan nya tidak berat bagi mereka membuat makanan khas pulau Dewata nyata nya belum beberapa menit makanan sudah siap di sajikan.


Memang makanan khas bali sungguh menggunggah selera bahkan Aulia makan dengan lahap bagaimana tidak ia baru memakan makanan yang jarang ia lihat yang berada di kota Jakarta, terdapat beberapa menu yang sudah di siapkan oleh dua pelayan cantik yaitu nasi campur bali, adalah nasi dengan berbagai lauk dan sayur atau biasa campuran dengan suwiran daging, lawar atau urap, dan sate lilit, namun tidak jarang lauknya juga di kasih dengan beberapa potongan telur. Selain nasi campur bali ada bebek goreng yang di campur dengan sambal ijo namun tidak terlalu pedas karena di peruntukan untuk anak kecil serta sate lilit terlihat seperti sempol namun sate lilit ini begitu unik daging yang digunakan akan dicincang terlebih dahulu, baru kemudian dililit ke tusukan dari batang bambu atau malah di batang daun serai! agar citra rasa nya akan semakin gurih.


"Kenapa tidak memanggil kita Lia! Kau memakan nya sendiri rakus sekali!" Cemoh Hamas menelan ludah kasar perutnya beberapa kali keroncongan akibat menahan lapar.


"Perutku sudah sangat lapar" keluh Tio


"Kenapa tidak memanggil kami Nona muda, bahkan sehari ini tidak ada satupun makanan masuk ke dalam perut kami" lirih Richo mendengus kesal.


"Cepatlah duduk dan makan atau makanan enak ini akan habis" balas Aulia acuh ia bahkan tidak terlalu menanggapi keluhan orang-orang terdekatnya.


"Iih kak Lia benal-benal ngecelin cekali" celetuk Alexa.


Tanpa babibu lagi ke enam orang tersebut langsung duduk namun karena kursinya terlalu tinggi hingga membuat Alexa tidak bisa naik alhasil Richo membantu Alexa untuk duduk di kursinya setelah itu ia mengambil makanan untuk si kecil Alexa mereka langsung menyantap makanan dengan lahap memang benar makanan khas pulau Dewata tidak perlu di ragukan benar-benar nikmat di lidah siapapun.

__ADS_1


"Ummm... Enak cekali apalagi cate lilit nya" celetuk Alexa sambil mengunyah makanan di mulut nya.


"Lia akan belibul lama di sini, sampai Lia puas dengan makanan di sini" sahut Aulia sambil menyantap bebek goreng.


"Makan dulu jangan banyak bicara nanti kalian akan tersedak" tutur Tio memperingati.


Untung saja dua pelayan itu memasak cukup banyak makanan jadi para rombongan raja Hades tidak merasa kekurangan atau belum kenyang.


"Kenapa kalian tidak membangunkan Daddy dan Mommy!" Terdengar suara bariton dari pintu masuk dapur orang-orang di meja makan langsung menatap me arah pintu Trio jones berdiri kemudian menunduk sopan memberi hormat sedangkan empat bocil malah acuh pada sekitar.


"Kalian makan apa?" Tanya raja Hades.


"Mari Tuan muda maafkan kami yang sudah lancang makan duluan" tutur Richo menunduk takut.


"Uncle Richo tidak perlu takut makanlah dengan tenang jangan urus makhluk astral itu" ujar Hamas dingin tanpa melihat raja Hades yang tengah melotot ke arahnya.


"Apa?!"


"Kau mengatai Daddy makhluk astral?" Tanya raja Hades tak habis pikir tentang jalan pikiran anak nya itu.


"Yah itu kalau Daddy merasa seperti itu" balas nya acuh.


"bocah tengil jika Daddy makhluk astral lalu kamu apa?" ketus raja Hades mendelik jengkel.


"Malaikat mungkin"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung 🤣

__ADS_1


Jangan lupa beri like dan komen nya yah 🤗🤗🤗**


__ADS_2