Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 160 Permainan Sang Penipu


__ADS_3

Happy reading 🤗


Beri like dan hadiahnya dong guys biar author makin semangat nih ❤️❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


.


.


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba entah itu pasangan pengantin wanita ataupun pria sangat menantikan hari itu. Di salah satu hotel ternama Sun Flower milik keluarga Tuan Wijaya kini sudah ramai... para tamu yang di undang mulai berdatangan dengan pakaian rapi tentunya pakaian formal berjas untuk pria dan pasangannya menggunakan gaun cantik.


Sedangkan Tuan Farhan masih belum datang, tiga kerucil Iblis tidak ikut ke acara pernikahan raja Iblis. Sebenarnya mereka ingin sekali datang namun perintah telak Tuan Farhan membuat ketiganya tidak bisa berkutik dan pada akhirnya mereka tinggal di Mansion dengan di temani oleh Richo dan Sandy.


Mobil silver Lotus Evija dengan harga 2,3 juta dolar Mobil listrik Lotus pertama ini adalah hypercar straight-up yang mengemas 1.973 tenaga kuda dan sistem all-wheel-drive yang kompleks. Dimiliki oleh raksasa China Geely Group.


Mobil keluaran terbaru dengan harga fantastis itu memasuki area hotel Sun Flower seorang pria berjas hitam dengan bawahan berwarna hitam segera turun dari mobil setelah pintu mobil terbuka ke atas. Dengan langkah cepat pria tersebut berjalan mengitari mobil Lotus Evija menunduk hormat kala seorang Tuan muda keluar dari dalam. Pria dengan rambut yang sudah di tata rapi jas berwarna navy yang sungguh pas di tubuhnya yang kekar dan berotot tak lupa jam tangan mahal melingkar indah di pergelangan tangan kanannya membuat dirinya makin terlihat menawan.


Greubel Forsey Art Piece 1 menampilkan tourbillon ganda dengan kemiringan 30 derajat dan nano sculpture (ukiran patung berukuran kecil). Namun ikurian kecil itu hanya bisa dilihat lewat sistem mikroskop di bagian crown atau kenop jam. Jika diintip dari lensa kecil di bagian crown itu, kita dapat melihat sclupture berbentuk kapal, burung kolibri, dan banyak lagi. Sesuai dengan bentuk yang di buat harganya juga tak kalah mahal yaitu 1,5 juta dollar AS (setara Rp 21 miliar).


River sang asisten di dunia bawah mempersilahkan Boss besarnya untuk berjalan di atas karpet merah. Pesta pernikahan yang sudah di rancang itu berada di lantai empat yang memiliki ruangan yang luas cocok untuk melakukan pesta pernikahan.


Para tamu menatap kagum keindahan pria yang tengah berjalan dengan wajah datarnya, bukan saja wanita namun juga pria seakan menatap lapar wajah milik Tuan muda keluarga Wijaya. Sedangkan sekertaris Rio sudah siap di dalam ia dari semalam memantau keadaan agar tidak terjadi kesalahan saat proses pernikahan berlangsung.


Pernikahan di adakan tepat pukul 11 siang dan sekarang waktu menunjukkan pukul 10 : 35 menit itu berarti tersisa beberapa menit lagi dan proses ijab kabul akan berlangsung.

__ADS_1


Karina sangat senang dengan tidak sabarnya ia meminta MUA untuk cepat-cepat menyelesaikan tatanan makeupnya karena ia tidak bisa menunggu lama lagi.


Clara berada di ruangan yang sama dengan Karina mereka berada di salah satu gedung yang tidak jauh dengan hotel Sun Flower. Setelah memastikan MUA keluar Clara menatap Karina dalam-dalam.


"Kau tidak mencintainya kan, Karina?!" tanya Clara dengan tampang serius. Karina menatap wanita di depannya ia tahu kemana arah pertanyaan itu.


"Hahahah... bagaimana bisa aku mencintai pria yang sudah membunuh abangku sendiri, di saat aku masih di Amerika! perasaan sakit ini tidak akan lebur hanya dengan hadirnya cinta" jawab Karina tegas. Sorot matanya mengisyaratkan kebencian dan dendam teramat. Sungguh semua yang ia lakukan saat ini hanya untuk membunuh pria yang sudah menghancurkan masa depannya.


"Baguslah jika kau tidak mencintainya... aku takut kau memilih perasaan padanya" tutur Clara bernapas lega.


"Cih! aku malah takut bahwa kak Clara yang masih mencintainya. Dia kan mantan kak Clara" Karina memicing curiga pada wanita di depannya yang sudah di anggap sebagai kakak kandungnya.


"Hehehe, kau ada-ada saja mana mungkin perasaan itu kembali muncul. Sudah lama aku berpisah dengannya dan sekarang aku kini kembali hanya untuk membantai keluarga Farhan juga seluruh anggota Black Wolf" jelas Clara dan Karina mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.


"Simpan pisau lipat ini jika kau hanya berdua dan tidak ada orang lain segera lakukan apa yang sudah di rencanakan" Clara memberikan pisau lipat kecil dan menempelkannya di dalam lengan baju Karina yang sudah di beri cairan pelekat, karena adik angkatnya yang memakai gaun dengan lengan panjang hal itu akan sangat mempermudah rencananya juga pakaian yang di kenakan Karina bagian dari rencananya juga.


"Waktu pernikahan akan segera mulai ayo kita ke sana sekarang" ajak Clara dan Karina pun mengangguk. Keduanya keluar dari bilik kamar dan terlihat 10 pria berpakaian hitam berdiri di depan mereka, yang merupakan anggota Geng yang di bangun oleh Clara. Di hotel Sun Flower anggota Geng Clara sudah bersiap di sana kurang lebih sekitar 150 anggota.


Hari ini dirinya akan kembali meneruskan Geng keluarganya yang sempat tertutup yaitu Geng Carvendal.


"Sudah Boss" jawab mereka serempak dan Clara tersenyum tipis.


"Hahahaha, akhirnya hari yang aku tunggu-tunggu itu akan tiba, di mana semua musuh akan tertunduk di bawah kakikku" batin Clara tersenyum puas. Tidak sabar untuk segera tiba di hotel Sun Flower.


Beberapa menit berada di dalam mobil yang akan menuju hotel untuk pernikahan, kini mobil hitam Lamborghini itu berhenti di depan hotel besar yang memiliki 20 lantai. Clara cepat-cepat turun dari mobil dan membuka pelan pintu mobil di jok belakang dan Karina sang pengantin keluar, suara tepuk tangan menggema di pelataran hotel. Dan mereka kini sudah berjalan di atas karpet merah menuju lantai 4.


Clara tidak takut di tangkap karena sudah pasti dirinya tidak akan di ketahui sudah lama dirinya mengubah identitasnya juga wajahnya dan hal itu akan membuat siapa saja tidak dapat mengenalinya.


"Kak aku sangat gugup..." tutur Karina menggenggam erat tangan Clara.


"Jangan gugup, tenang saja kamu bisa melakukannya" bisik Clara. Dan Karina mengangguk mengerti. Ia harus bisa menghadapi raja Iblis itu agar dendamnya terbalaskan.


Kini mereka sudah di lantai empat, ruangan khusus untuk setiap acara pernikahan, suara tepuk tangan juga sorakan kembali terdengar kala melihat pengantin wanita datang berjalan pelan di atas karpet merah. Dan Tuan Farhan berdiri di atas panggung menanti kedatangan sang calon istri. Clara berdiri di barisan pria berjas hitam melirik ke setiap tamu yang hadir saat itu.


"Apakah yang datang adalah para pebisnis?" tanya Clara berbisik pada salah satu pria berjas hitam, yah dia adalah anggota Carvendal.

__ADS_1


"Sepertinya begitu Boss, aku sudah mengeceknya dan tidak ada kejanggalan dalam pernikahan ini semuanya aman" jawab sang pria. Dan Clara tersenyum puas.


"Hehehe, jika aku menyerang Farhan di sini maka tidak akan ada yang menolongnya, lagipula mereka tidak tahu jika aku sudah menyiapkan kejutan" bisik Clara dalam hati tersenyum jahat.


Detik-detik penantian sang pengantin wanita untuk menaiki tangga panggung yang hendak meraih tangan Tuan Farhan tiba-tiba sebuah tembakan dari arah yang tidak di ketahui menerjang masuk ke dalam hotel tepat pada salah satu kaca jendela hotel dan...


DOR


BUGH


Semua di sana terkejut bukan main atas apa yang terjadi saat ini, apalagi Clara yang langsung menutup mulutnya kaget.


"Brengsek! ini jebakan" umpat Clara saat melihat beberapa anggota Black Wolf yang memegang senjata api di tangannya, Clara lantas langsung menyuruh anak buahnya untuk menyerang segera atau kalau tidak mereka akan terbunuh semua.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2