Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 129 Dunia Kontrak


__ADS_3

Happy reading


Like komen like komen like komen like komen


.


.


.


.


.


.


.


Tuan Farhan membuka pintu mobil dan memasukkan kedua putranya ke dalam mobil di kursi duduk depan setelah itu Tuan Farhan memutari mobil hingga berada di pintu kursi kemudi membukanya dan masuk ke dalam.


Sesaat ia melihat wajah anaknya dan luka di tangan kedua putranya sungguh sebagai seorang ayah ia tidak bisa menerima ini jiwa Iblisnya seakan kembali berkoar ingin membunuh dedemit gila yang dengan beraninya melukai anak-anaknya. Sedangkan dirinya tidak pernah melakukan kekerasan pada anak-anaknya.


"Tunggu sebentar Daddy akan mengobati luka kalian" Ucap Tuan Farhan membuka percakapan, ia mencari-cari kotak obat yang selalu di sediakan oleh sekertaris Rio atas perintahnya.


"Ah, akhirnya dapat juga" Seru Tuan Farhan menegakan tubuhnya setelah membungkuk mengambil kotak obat yang terjatuh di bawah kursi penumpang depan, tepat di bawah kaki kedua putranya.


"Dad, lebih baik kita pulang saja... Sampai di rumah baru obatin lukanya" Tutur Hamas tiba-tiba yang merasa bosan berada di dalam mobil, Azhar bocah gondrong itu menganggukkan kepalanya ikut menyuarakan pendapatnya. Namun tatapan tajam dari Tuan Farhan membuat dua kerucil itu langsung mengatupkan mulutnya.


"Jika sampai Mommy kalian tahu kalian terluka maka habislah Daddy di ceramahin oleh Mommy, bisa jadi Daddy akan di tembak olehnya" Jawabnya dengan wajah datar. Hamas dan Azhar terkekeh pelan.


"Dad, apakah Mommy sejahat itu...?" Tanya Azhar menatap wajah Tuan Farhan serius.


"Umm, sangat! Dan hanya Daddy yang mampu menaklukkan Mommy kalian... Bukankah Daddy ini sangat keren" Sombong si Jelangkung tersenyum lebar. Mengingat saat pertama kali mencium paksa Jons saat istrinya masih menjadi sekertarisnya dan waktu itu ia belum mengetahui jika Jons adalah perempuan. Namun seketika wajah Tuan Farhan kembali kesal mengingat bukan dirinya yang mengambil ciuman pertama istrinya melainkan perempuan gila yang ternyata adalah adik iparnya bernama Ayu.


"Aku akan menghapus jejak bibir siluman gila dari bibir Araku...!!" Batin si Jelangkung batangan mengerucutkan bibirnya kesal. Hamas dan Azhar saling pandang menautkan kedua alis mereka karena merasa heran kenapa ekspresi Daddynya berubah-ubah.


"Dad, kapan luka kami di obati?" Tuan Farhan tersadar dari lamunannya kala mendengar pertanyaan Hamas, ia melihat wajah dua bocah laki-laki yang tengah memasang ekspresi lucu.


"Eh? Hehehe maafin Daddy" Ujar Tuan Farhan terkekeh jenaka. Tuan Farhan lantas meraih tangan mungil Hamas yang sudah di penuhi darah kering. Mengambil kapas di atas pahanya yang sudah di basahi dengan cairan obat berwarna merah.


"Ini akan sedikit perih... Kamu tahan yah?" Kata Tuan Farhan, Hamas mengangguk kepalanya pelan.


Tuan Farhan dengan sangat hati-hati menempelkan kapas di luka Hamas membuat anak laki-lakinya langsung menggigit bibirnya kuat, benar terasa perih sangat sakit namun Hamas tetap menahan rasa sakit itu.


"Bang, apakah sangat sakit?" Tanya Azhar dengan raut wajah masam.


"Tidak! Hanya terasa geli" Jawabnya berbohong. Hamas tertawa dalam hati ia sangat tahu watas adik gondrongnya itu jika terluka ia lebih baik membiarkan tidak mau mengobatinya karena itu akan terasa sakit.


"Benarkah?" Tanyanya lagi dengan mata memicing curiga. Hamas mengangguk sebagai jawaban. Azhar bernapas lega sembari mengamati raut wajah Hamas yang terlihat biasa-biasa saja, padahal Hamas sedang menahan rasa perih yang terasa amat. Tuan Farhan geleng-geleng kepala.


"Heh! Anakku Hamas suka sekali mengerjai adiknya... Apakah anak ini yang mengerjaiku meminta semangka mangkuk melalui Ara?" Gumam si Jelangkung batangan dalam hati. Ah dasar raja Iblis ternyata permintaan aneh Jons masih tersimpan rapat dalam memorinya tentang semangka mangkuk itu.


Sekarang adalah giliran Azhar untuk di obati mereka menukar tempat duduk di mana Azhar duduk di samping Tuan Farhan saat ini.

__ADS_1


"Peran-peran yah Dad" Pinta Azhar yang tengah mengulurkan tangannya ke depan. Tuan Farhan tersenyum dan mengangguk. Tuan Farhan kembali mengambil kapas baru kemudian menuangkan cairan obat warna merah lalu menempelkannya pada luka di telapak tangan Azhar membuat bocah gondrong itu melebarkan matanya.


"Ahhhk sakit Daddy...!!" Teriak Azhar meronta.


"Abang menipuku yah!" Tuding Azhar menatap kesal pada Hamas sedangkan abangnya tertawa terbahak-bahak.


"Jika kamu berteriak maka Daddy akan menurunkanmu di sini dan tidak bisa pulang ke rumah...!" Ancam Tuan Farhan tegas. Dan itu berhasil mengunci mulut Azhar. Tuan Farhan kembali mengobati membersihkan darah luka di telapak tangan Azhar.


"Hiks, hiks, sa-sakit Dad" Tangis Azhar pelan namun tak membuat Tuan Farhan berhenti ia tetap melanjutkan mengobati luka Azhar. Hamas yang merasa kasihan pada adiknya pun berinisiatif mengelus kepala Azhar.


"Setelah ini selesai" Ucap Tuan Farhan meniup-niup luka Azhar. Bocah laki-laki itu menganggukkan kepalanya yang masih sesenggukan itu.


"Selesai" Tutur Tuan Farhan kala menyelesaikan balutan kain kasa berwarna putih guna menutupi luka putranya.


Tak lama setelah itu seseorang mengetuk kaca mobil Tuan Farhan, dan segera ia menurunkan kaca mobilnya terlihat sekertaris Rio menundukkan kepalanya. "Maaf Tuan muda ini barang milik Tuan muda kecil" Jelas sekertaris Rio memberikan paper bag berisi ponsel. Hamas dan Azhar menepuk pelan jidat mereka kenapa sampai mereka melupakan ponsel berharga yang baru di belinya.


"Astaga itu milik kami Dad!" Seru keduanya. Tuan Farhan langsung memberikan pada kedua putranya.


"Jangan sampai terulang lagi!" Tegas Tuan Farhan.


"Baik Dad" Jawab keduanya serempak.


"Masuklah Rio!" Titah Tuan Farhan namun sekertaris Rio tidak bergerak sedikitpun.


"Tapi Tuan?"


"Sudah masuk saja biar hari ini aku yang bawa" Jawabnya dan sekertaris Rio segera masuk ke dalam mobil lebih tepatnya duduk di kursi belakang. Terdengar suara deru mesin mobil perlahan-lahan mobil yang di tumpangi Tuan Farhan serta rombongannya meninggalkan parkiran Mall.


"Maaf Tuan, aku langsung pulang karena harus mengurus keluarga Dermawan" Izin sekertaris Rio sopan.


"Iya kamu hati-hati" Jawab Tuan Farhan dan sekertaris Rio mengangguk cepat.


"Kalau begitu aku langsung pulang" Tuan Farhan hanya mengangguk sebagai jawaban. Sekertaris Rio masuk kembali ke dalam mobil dan segera meninggalkan Mansion Utama.


"Ayo masuk ingat sembunyikan tangan kalian dari Mommy oke" Bisik Tuan Farhan pada kedua putranya.


"Siap jangan takut Dad" Jawab keduanya tersenyum lebar. Mereka lalu berjalan masuk ke dalam Mansion Utama. Tuan Farhan melirik ke kiri ke kanan mengantisipasi datangnya Jons. Namun saat memasuki ruang keluarga suara Jons menghentikan ketiganya.


"Berhenti!" Seru Jons berjalan menghampiri mereka.


"Hamas! Azhar! Mana tangan kalian Mommy mau lihat?!" Perintah Jons dengan wajah datarnya matanya melirik tajam pada Tuan Farhan membuat raja Iblis meneguk salivanya.


"Emm" Hamas dan Azhar menatap Tuan Farhan seakan meminta bantuan namun sepertinya raja Iblis juga tidak bisa apa-apa.


"Siapa yang sudah memberitahunya kabar ini?" Batin Tuan Farhan.


"Cepat!" Tegas Jons. Tidak ada pilihan selain mengulur tangan mereka ke depan. Jons melebarkan matanya saat melihat balutan kain kasa menutupi telapak tangan mungil putranya. Si tomboy kemudian beralih pada raja Iblis.


"Kenapa sampai anak-anak terluka? Apa kau tidak menjaganya?" Tanya Jons menatap garang wajah suaminya.


"Apa kau memata-mataiku Ara?" Bukannya menjawab raja Iblis malah bertanya balik. Jons mendadak diam. Benar ia menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemana perginya Tuan Farhan.


"Apa kau tidak mempercayaiku Ara...? Apa kau tidak percaya aku sebagai seorang ayah kau selalu meragukanku Ara?!" Tanya Tuan Farhan dengan nada kecewa. Jons menunduk merasa bersalah.

__ADS_1


"Aku bukannya tidak percaya padamu Prince, aku yakin kau tidak akan tergoda pada mereka... Tapi wanita-wanita di luar sana yang akan mengejarmu... Mereka yang aku tidak percaya" Prince Tutur Jons dalam hatinya.


"Jawab Ara?" Bentak raja Iblis. Ia benar-benar kecewa pada istrinya bagaimana bisa istri yang ia cintai malah memata-matainya apakah ia serendah itu sebagai seorang suami sehingga tidak di percaya oleh istrinya...?!!


Hamas dan Azhar beringsut mundur ke belakang mereka takut melihat kemarahan Tuan Farhan mengingatkan mereka pada kejadian yang belum lama terjadi di Mall.


"Ma-maaf, a-aku hanya cemburu jika kau dekat dengan wanita lain" Tutur Jons menahan air matanya. Entah kenapa ia sangat mudah menangis jika di bentak oleh suaminya.


"Hehehe... Sudah ku duga Araku pasti cemburu... Oh senangnya aku bisa langsung menghapus jejak si jelek dari bibir Araku" Batin raja Iblis. Benar-benar raja Iblis tak luput dari tipu muslihat.


"Maaf Ara" Tuan Farhan langsung membawa Jons ke pelukannya mengelus pelan punggung istrinya.


"Maaf sudah membentakmu... Kau percaya kan aku tidak akan termakan rayuan mereka?" Tanya Tuan Farhan lembut. Jons pun mengangguk.


"Aku percaya" Jawabnya pelan.


"Aku selalu mencintaimu Ara" Bisiknya pelan namun masih di dengar oleh Hamas dan Azhar. Kedua sejoli itu lupa jika masih ada kedua putranya yang sangat serius menonton adegan romantisnya di layar lebar.


"Aku juga mencintaimu prince" Lirih Jons yang tengah sesenggukan. Tuan Farhan melerai pelukannya menatap lembut wajah Jons. Ibu jarinya menghapus buliran bening yang mengalir di pipi mulus istrinya.


"Maaf sudah membuat air mata ini keluar... Maaf yang sudah membuatmu takut, maaf yang sudah membuatmu cemburu" Tutur Tuan Farhan. Mengecup kedua kelopak mata Jons kemudian beralih pada kening Jons menciumnya sangat lama.


"Aku mencintaimu Ara, jangan menangis lagi" Tuan Farhan langsung ******* bibir Jons sangat lembut Jons pun membalas ciuman mereka yang di saksikan oleh kedua putranya.


"Jangan harap aku membiarkan jejak orang lain berada di tempat yang tidak seharusnya" Batin raja Iblis. Kembali mencium dan ******* bibir tipis istrinya yang sangat menggoda iman.


"Dek, sepertinya kita berada di dunia kontrak... Ayo kita pergi jangan melihat lagi" Ucap Hamas langsung menarik tangan Azhar meninggalkan dua sejoli yang kembali pada masa pubertas kedua.


Heh jika sudah masalah cium mencium maka siapapun akan lupa keberadaan orang lain bahkan anak sendiri pun lupa apalagi raja raja Iblis tidak akan tahu tempat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung 🤣


Author gak tahu bab ini termasuk cerita romansa apa bukan karena Author sendiri juga jones (jomblo ngenes) 😪😪😂

__ADS_1


__ADS_2