
Happy reading 🤗
Beri like dan Vote nya kak 🤗❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
Trio jones serta Jons dan Amanda melihat api besar di gedung tua di depan mereka.
"Bagaimana ini api nya makin besar dan belum ada tanda-tanda mereka keluar" ujar Richo khawatir pada Tuan, sahabat nya, dan para kerucil.
Jons menatap datar api di depan nya itu ia mengehela napas panjang meyakinkan dirinya bahwa orang-orang yang di cintai nya pasti baik-baik saja.
"Kita akan berpencar sepertinya musuh sudah keluar dari gedung tua itu, tidak mungkin mereka membunuh dirinya juga dalam kobaran api" tutur Jons masih dengan wajah datar nya.
"Aku setuju kita berpencar saja biar aku dan Jons berjalan mencari ke arah selatan dan kalian bertiga ke arah utara, bagaimana...?" Tanya Amanda memberi pendapat.
"Tidak buruk..." Jawab Tio mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kalau begitu ayo kita berpencar sekarang" ajak Sandy dan mereka langsung berpencar sesuai yang di arahkan oleh Amanda. Trio jones menuju arah utara sedangkan Jons dan Amanda menuju selatan.
"Semoga Nona Aulia baik-baik saja, astaga ada apa dengan ku kenapa jantungku bergetar tidak mungkin kan... Sadar Tio kamu sudah tua" gerutu Tio memukul kepala nya pelan. Sandy dan Richo mengernyitkan alisnya melihat keanehan sahabat nya beberapa hari ini.
"Hey, are you oke?" Tanya Richo penasaran.
"Kenapa wajahmu memerah apa kau sedang sakit...?" Kali ini Sandy ikut menimpali, Tio yang di tanya oleh dua sahabat nya gelagapan ia menjadi gugup.
"Ah, i-itu tentu aku baik-baik saja hehehe... Ayo jangan pedulikan aku kita harus mencari musuh bukan...?" Ujar Tio dengan raut wajah takut, takut jika teman nya itu mengetahui jika ia menyukai Nona kecil mereka. Namun perasaan itu masih abu-abu bagi Tio mungkin karena lama sendiri jadi berpikir yang aneh-aneh mungkin jika memiliki pacar maka perasaan aneh itu akan hilang dengan sendirinya.
Sedangkan di dalam lorong gelap itu Tuan Farhan dan Alex masih berlari dengan napas mereka yang memburu mereka terbatuk-batuk akibat asap yang mengepul di ruangan tertutup itu. Tak jauh dari mereka pak Sholeh dan empat kerucil sudah terbatuk-batuk bahkan mereka sangat sulit untuk bernapas selepas kepergian Anindita bersama anak buahnya mereka bergegas menuju pintu mereka pikir bahwa pintu nya tidak tertunci rupanya tidak bisa di buka apalagi dengan kondisi pak Sholeh yang tengah kehabisan tenaga akibat kelamaan di dalam lorong tanpa celah membuat mereka sulit untuk meraup oksigen di tambah asap yang sudah menyebar.
"Uhuk, uhuk uhuk. Bertahanlah kita pasti akan keluar dari sini" ujar pak Sholeh terbatuk-batuk. Empat kerucil hanya mendengarkan tanpa menjawab karena mereka benar-benar kehabisan tenaga saat ini.
Tuan Farhan dan Alex kini semakin mendekat ke arah mereka hingga Tuan Farhan dan Alex mendengar suara pria yang tengah berbicara.
"Siapa di sana...?" Tanya Tuan Farhan siap siaga.
__ADS_1
"Itu suara Daddy" gumam Hamas yang masih sadar.
"Dad!" Hamas memanggil Tuan Farhan dengan suara kecil nya namun Tuan Farhan masih mendengar suara putra sulung nya itu.
"Hamas itu kalian" Tuan Farhan dan Alex langsung bergegas menghampiri arah suara tersebut.
"Astaga Tuan kecil, Nona Lia, putriku Alexa" pekik Alex berjongkok mendapati lima orang yang tengah bersandar di pintu mereka terlihat sangat lemas.
"Tunggu sayang, Daddy akan mengeluarkan kalian dari sini" ujar Tuan Farhan khawatir ia mendorong dan memegang gagang pintu namun tidak bisa.
"Pintu nya terkunci, Alex bantu aku kita akan mendobrak pintu nya" titah raja Iblis itu dengan wajah penuh khawatir bercampur amarah pada orang yang sudah berani bermain-main dengan nya.
"Pak tolong bawa anak-anak untuk mundur ke belakang kami akan mendobrak pintu ini" ucap Alex pada pak Sholeh. Pria kekar itu berusaha untuk membawa anak-anak ke belakang ia berusaha sekuat tenaga padahal dirinya sudah tidak kuat lagi.
"Uhuk, uhuk, Daddy cepat torong kami, api nya makin dekat ke sini" lirih Azhar di sela-sela kesadaran nya yang mulai sedikit.
"Pasti Son, Daddy akan berusaha" jawab Tuan Farhan tegas ia melirik ke arah belakangnya dan api makin ke arah mereka.
"Ayo kita lakukan Tuan!" Tutur Alex pada Tuan nya, raja Hades mengangguk.
Kedua pria itu mundur ke belakang beberapa langkah dan dengan satu gerakan...
BUGH
Pintu masih tertutup walau sedikit goyah, tidak sampai di situ mereka masih melakukan nya walaupun mereka tidak banyak tenaga untuk mendorong pintu nya tapi mereka tetap berusaha untuk keluar dari tempat menyesakkan itu.
"Uhuk, uhuk. Daddy tolong" panggil Hamas terbatuk kecil.
Raja iblis dan Alex menengok ke belakang mata mereka membulat sempurna dua meter lagi api nya akan membakar anak-anak mereka.
"Tidak bisa di biarkan...!! sedikit lagi Alex, kita harus kerahkan seluruh tenaga kita" teriak Tuan Farhan dengan wajah merah padam. Alex mengangguk mengiyakan mereka langsung mengerahkan seluruh tenaga mereka dan mengangkat sebelah kaki mereka dan mengarahkan tendangan keras pada pintu dan...
BRAAAAK
BUGH
Pintu serta meja dan dahan kayu terjatuh ke tanah raja Hades dan Alex ngos-ngosan.
"Hah, hah, hah kita berhasil Tuan" lirih Alex berjongkok lesu. Tuan Farhan tidak menjawab.
"Tuann...!!"
"Daddy!!"
"Ayah!!"
Di belakang empat kerucil dan pak Sholeh berteriak kencang kala semburan api mengenai belakang mereka Tuan Farhan dan Alex membulat sempurna keduanya berlari menghampiri anak-anak mereka di belakang namun tiba-tiba ledakan besar begitu nyaring memekakkan telinga.
__ADS_1
BOOOM
Gedung tua serta lorong rahasia itu meledak besar bersamaan dengan Tuan Farhan dan Alex menyelamatkan pak Sholeh serta empat kerucil nya mereka terhempas jauh ke tanah dengan kondisi lemah.
Trio jones serta Jons dan Amanda mendengar bunyi ledakan begitu terkejut, Trio jones tak sengaja melihat orang yang di cari terlempar ke lantai.
"Tuan, Alex...!" Teriak Richo dan Sandy.
"Nona Lia...!" Tio tak kala terkejut spontan saja ia meneriaki nama Aulia, hati nya berdenyut tak karuan melihat gadis kecilnya tergelatak tak berdaya di atas tanah. tiga pria jomblo itu berlari menuju TKP berada.
Tak lama setelah Trio jones sampai, Jons dan Amanda juga melihat suami serta anak-anak mereka dan itu membuat mata Jons dan Amanda membola besar.
"Prince...!" Seru Jons khawatir.
"Astaga Alex" pekik Amanda.
Mereka ikut berlari menuju tempat Tuan Farhan serta yang lainnya berada.
"Prince, sayang bertahanlah kita akan ke rumah sakit sekarang" tangis Jons mengambil alih suaminya dari pangkuan Richo.
"Hamas, Azhar, bertahanlah nak Mommy akan membawa kalian ke rumah sakit.
"Nona Lia bertahanlah Uncle pasti akan menyelamatkan mu" lirih Tio mendekap tubuh mungil Aulia sesekali ia mencium kening gadis kecil raja iblis.
"Tunggu apalagi ayo kita bawa mereka ke rumah sakit...!" Teriak Tio tangannya terkepal kuat. "Jangan sampai Nona Aulia kenapa-kenapa" tutur Tio bahkan matanya tengah mengeluarkan air mata. Richo dan Sandy menatap heran sahabat nya itu begitu berlebihan menurut nya dan kenapa hanya Nona Aulia saja yang di khawatirkan nya membuat mereka menatap curiga sahabat nya itu.
Tidak menunggu waktu lama mereka sudah berada di dalam mobil, Richo mengendarai mobil milik Alex di dalamnya sudah ada pak Sholeh, Alex, Amanda serta Alexa sedang di mobil milik Tuan Farhan Sandy yang menghandle nya, Tio masih mendekap tubuh mungil Aulia bahkan ia berdoa sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Beri like serta Vote nya kaka