Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 90 Apakah Mereka Anak Kecil?


__ADS_3

Happy reading beri like dan komen yah 🤭🤭🤗🤗


.


.


.


.


.


.


.


Sore hari ke tiga kerucil raja iblis dan ratu pembunuh bayaran sudah berada di kamar mereka masing-masing Jam empat adalah waktu bagi mereka untuk mandi.


Richo, Tio, dan Sandy menuju ke kamar para Tuan muda kecil dan Nona muda kecil untuk memandikan mereka walau sering kali mereka malah di usir mentah-mentah oleh pemilik kamar, biasanya yang selalu membantu adalah Alex namun pria itu sekarang sudah di ganti karena telah memiliki istri dan anak yang harus ia jaga, sekalipun masih tinggal di atap yang sama namun raja iblis melarang keras biarlah para jomblo yang melakukan nya siapa tahu ada keajaiban bagi mereka mendapatkan jodoh.


Ke tiga kamar kerucil iblis berada di lantai dua yang berada di samping kamar orang tua mereka, mereka memiliki masing-masing kamar yang berjejer rapi Hamas berdekatan dengan kamar orang tuanya Azhar di samping kamar Hamas begitupula dengan kamar Aulia di urutan ketiga.


Richo, Tio dan Sandy menaiki lift menuju lantai dua untuk mengurus tiga Tuan muda kecil. Richo menangani Hamas, Sandy menangani Azhar dan Tio menangani Aulia.


"Semangat berjuang kawan!" Pekik Tio dengan tangan mengepal memberi semangat.


"Yah kau juga" jawab Richo dan Sandy, mereka segera menuju ke kamar yang di tuju.


Tok tok tok


Tok tok tok


Tok tok tok


Terdengar bunyi ketukan pada pintu ke tiga anak iblis mereka yang mendengar ketukan tersebut langsung bergegas menuju pintu dan mengesampingkan keinginan untuk mandi.


Hamas, Azhar dan Aulia membuka pintu bersamaan, Hamas menatap jengah wajah Richo sungguh ia tidak suka harus di mandiin ia merasa malu karena milik nya di lihat oleh orang lain walau masih kecil namun rasa malu itu tiba-tiba timbul dalam pikiran nya.


Azhar dan Aulia berkacak pinggang sembari melempar tatapan membunuh seakan-akan tatapan itu mengatakan "kau ingin ke neraka Uncle!".


"Sudah ku katakan tidak perlu memandikan ku! Aku bisa mandi sendiri Uncle!" Ujar Hamas dingin ia menyandar punggung nya di sandaran pintu sembari menatap malas Richo. Richo di buat bergidik oleh keturunan pertama raja iblis.


"Apa aku sedang berhadapan dengan calon iblis?" Batin Richo bertanya.


"Aku ingin mandi sendiri Uncre! Jadi pergirah!" Titah Azhar mengibas tangan nya ke udara seraya mengisyaratkan untuk tidak di ganggu.


"Uncle Tio jangan mesum! Lia masih kecil, Lia juga bisa mandi sendili" ujar Aulia dengan mata memicing. Tio seperti tertampar dengan tangan dewa apakah tampang nya terlihat seperti pria mesum ia akui ia sekarang sudah normal tapi bukan berarti ia cabul terhadap anak seumuran Aulia, empat tahun miliknya juga tidak akan bangun.


Richo, Sandy begitu pula Hamas dan Azhar menatap kaget Aulia yang berbicara layaknya orang dewasa sangat kontras dengan umur nya.


"Apa kalian lihat-lihat!" Bentak Aulia "pokoknya Lia sekalang mau mandi sendili tanpa bantuan Uncle Tio karena Aulia sekalang sudah besal" sambung nya dan...


BRAAAAK


Aulia menutup pintu dengan kasar hingga membuat Tio terlonjat kaget.


"Apakah itu tadi Nona Aulia? Aku menyerah! Aku kalah!" Keluh Tio bergidik ngeri.

__ADS_1


"Uncle pergilah aku bisa sendiri jika ada yang tidak bisa ku lakukan aku akan memanggil Uncle Richo" ujar Hamas kemudian berlalu tanpa menunggu jawaban dari Richo membuat pria itu menggeleng kepalanya.


"Mmm,,,,, kau pergi juga Uncre, aku bisa sendiri" ujarnya malas kemudian berlalu pergi meninggalkan Sandy.


Ke tiga pria dewasa itu saling menatap ngeri pada anak Tuan mudanya yang makin hari makin terlihat sifat aslinya.


"Anak kecil jaman sekarang lebih menakutkan daripada melihat kuntilanak melahirkan" gumam Tio.


"Apakah mereka anak kecil?" tanya Richo bingung.


"Ayo kita pergi, mereka telah besar sekarang sudah bisa mengurus dirinya sendiri" ujar Sandy dan langsung di anggukin oleh Richo dan Tio, saat ingin masuk ke dalam lift Jons dan Tuan Farhan berjalan keluar.


"Bagaimana dengan anak-anak?" Tanya Jons menatap ke tiga bawahan nya.


"Mereka sedang mandi Jons" jawab Richo. Sebenarnya mereka tak enak hati memanggil nama saja tapi si tomboy tidak suka di panggil Nona alhasil semua anggota di sana memanggil nya nama saja tanpa embel-embel Nona.


"Kenapa kalian membiarkan anakku mandi sendiri! Apa kalian sudah bosan hidup?" Ketus Tuan Farhan sedikit membentak. Jons mengelus lengan suaminya ia tahu teman-teman nya pasti di larang keras oleh anak-anak nya itu.


"Pelankan suara mu Prince!" Ucap Jons dengan suara kecil. " Pergilah aku tahu anak-anak ku yang mengusir kalian kan?" Tanyanya pada anak buahnya.


"Iya, mereka sudah besar dan punya rasa malu itulah sebabnya mereka mengusir kami" jawab Sandy.


"Terima kasih pergilah" tutur Jons sedangkan Tuan Farhan menatap datar wajah pria-pria di depan nya.


"Baik kami pergi dulu" izin ketiga nya segera masuk ke dalam lift. Sedangkan Jons dan Tuan Farhan berjalan menuju kamar mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hari sudah gelap jam menunjukkan pukul tujuh malam dan itu berarti adalah waktu makan malam di Mansion Utama, Nyonya Mita dan Tuan Wijaya sudah duduk di meja makan sembari menunggu anak dan cucu nya.


Sedangkan di lantai dua, Tuan Farhan dan Jons membuka kamar anak pertama nya Hamas mereka tersenyum mendapati anaknya memainkan game di tablet nya.


"Sayang, ayo turun Oma sama Oppa udah nungguin di bawah untuk makan" tutur Jons mendekati anaknya yang tengah duduk di atas kasur.


"Son, sudah tahu kan waktu makan kapan? Daddy tidak suka jika abang lupa waktu makan!" Tegas Tuan Farhan pada anaknya yah pria itu sangat memegang teguh disiplin agar nanti anaknya menjadi anak yang hebat di masa depan.


Hamas meletakkan tablet nya di atas nakas kemudian turun dari atas kasur "maaf Dad" ujarnya menunduk.


"It's oke ayo cepat panggil adik-adik kamu agar kita turun bersama" ucap Tuan Farhan tersenyum tipis sembari mengelus rambut anaknya.


"Baik Dad" jawabnya singkat lalu berjalan keluar menuju kamar Azhar dan Aulia. Jons menatap wajah suaminya ia tidak suka jika suaminya terlalu keras pada anak-anak nya ia takut itu akan berakibat pada psikis anak nya.


"Jangan terlalu keras pada anak-anak mereka itu masih kecil jadi biarkan mereka menghabiskan waktu bermain nya" protes Jons tidak setuju dengan Tuan Farhan.

__ADS_1


"Aku melakukan itu demi putra dan putri kita, kedepannya hidup akan lebih kejam dari sekarang aku hanya membentuk kepribadian yang kuat dan disiplin agar mereka di ke kemudian hari bisa menjamin hidup nya sendiri tanpa bantuan orang tua, mereka juga adalah penerus raja iblis tentunya jiwa mereka harus mengalah kan ku " jelas Tuan Farhan dengan wajah serius nya Jons menghembuskan napas panjang ia hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti.


"Ayo kita keluar" ajak Jons meraih tangan raja iblis untuk keluar. Tuan Farhan tersenyum entah kenapa jika Jons menyentuh nya seakan membuat nya bahagia tiada tara.


"Ummmm,,,,, Ara ku sangat sosweet" Jons terkekeh raja suaminya selalu membuat pipinya merona andai ada mikroskop yang bisa melihat hati di dalam tubuh mungkin akan terlihat kupu-kupu yang berterbangan.


"Dad, Mom, aku merindukanmu!"


Dad, Mom, Lia melundakanmu"


Pekik Azhar dan Aulia berlari ke arah Jons dan Tuan Farhan membuat kedua orang dewasa tersenyum bahagia mereka merentangkan kedua tangan nya namun beberapa saat yang di nantikan malah tak kunjung sampai dan mereka melihat kedua anaknya berhenti.


Aulia dan Azhar saling berpelukan kedua bocah tengik itu terkekeh geli melihat wajah masam orang tuanya yang sudah berhasil masuk dalam perangkap nya.


"Bang lihatlah wajah Mommy dan Daddy sangat jelek" bisik Aulia.


"Ara, kau memang adik tengir" ujar Azhar kemudian melepas pelukan nya. Hamas yang berada di belakang menggeleng kepalanya adik-adik nya memang luar biasa kalau itu menyangkut membuat orang geram pada mereka.


"Biar aku saja yang memeluk Daddy dan Mommy" tutur Hamas segera berlari ke arah Jons dan Tuan Farhan, Azhar dan Aulia seketika ikut berlari.


"Pokoknya Aulia yang halus peltama memeluk Mommy dan Daddy" "teriak Aulia.


"Tidak! Aku yang harus pertama!" Azhar berlari sekuat tenaga namun keduanya kalah dari Hamas, Aulia dan Azhar menekuk wajah mereka masam.


"Ahhh!! Lia kalah" keluh Aulia mendesah kasar.


"Cih! Abang Hamas curang" gerutu Azhar.


"Sudah-sudah ayo kita turun, Oma dan Oppa sudah menunggu kita" lerai Jons.


"Ayo cepat" Tuan Farhan ikut menimpali.


"Baik Mom, Dad" jawab mereka serempak.


Mereka segera turun menggunakan lift saat sampai di lantai bawah mereka melihat Tuan Wijaya, Nyonya Mita serta Amanda dan putrinya tengah duduk di atas kursi meja makan sedangkan Alex dan anggota lainnya makan di paviliun tempat tinggal seluruh anggota Black Wolf.


Gadis kecil yang sedang duduk di kursi meja makan menatap binar wajah pria kecil yang sedang berjalan ke arahnya ia semakin melebar senyum nya.


"Abang Hamas!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2