
Cerita ini hanya berasal dari imajinasi Author ingat jangan di tiru atau hukum akan bertindak 😴😴😴😪
Like Vote like vote like vote like vote like vote
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hamas terjatuh tepat di bawah kaki wanita cantik yang tengah duduk bersama Tuan Farhan juga sekertaris Rio. Hamas benar-benar menggunakan akting yang sangat sempurna sampai membiarkan tangannya terluka akibat serpihan kaca di lantai.
"Sakit ini hanya sementara yang terpenting wanita ular itu harus di beri pelajaran oleh Daddy" Batin Hamas tersenyum licik. Ia sungguh dendam pada wanita ular di samping Daddynya bisa-bisanya setelah melukai mereka sekarang malah beralih pada Daddy-nya... Oh tentu saja ia tidak akan biarkan hal itu terjadi, jika kalian beranggapan bahwa wanita ular itu akan menang maka kalian salah besar penerus raja Iblis tidak akan membiarkan dedemit kecil itu untuk bersanding dengan sang raja.
"Astaga Abang benar-benar Perfect daram berakting" Gumam Azhar menatap binar pada Hamas yang bahkan melukai dirinya untuk melancarkan aktingnya untuk wanita gila yang dengan berani kurang ajar pada mereka.
"Apa yang kamu lakukan pada bajuku ini...!! Kau?!" Bentak wanita tersebut mendorong kursi yang ia duduki ke belakang, wanita itu lantas berdiri dan menatap tajam pada Hamas.
"Abang kau tidak apa-apa?" Teriak Azhar pura-pura sedih dan langsung membantu Hamas berdiri. Wanita itu semakin di buat naik pitam.
"Kalian berdua lagi? Benar-benar cari masalah denganku huh...!!!" Bentaknya dan langsung mendorong tubuh Azhar dan Hamas. Kedua bocah itu terjatuh dan tangan mereka terkena pecahan gelas semakin membuat luka di tangan Hamas membesar begitu pula dengan Azhar yang mendapat luka akibat serpihan gelas. Lantai yang tadinya bersih langsung berubah kotor adanya campuran darah juga jeruk.
"Aww sakit banget" Pekik Hamas dan Azhar bersamaan. Mata mereka sudah berkaca-kaca menahan rasa sakit di tangan mereka. Namun tak ada sedikitpun simpati dari wanita yang mendorong mereka. Tidak tahu saja seperti apa wajah raja Iblis saat ini.
"Rihatrah wanita jerek Daddyku akan menghabisimu" Ujar Azhar bersorak dalam hati.
"Heh! Kami pasti menang" Kali ini Hamas berujar dalam hati. Kedua kerucil itu tertawa puas dalam hati karena setelah ini ia akan mendapatkan pertunjukan menarik.
Semua pandangan langsung terfokus pada adegan yang baru di mainkan Hamas dan Azhar. "Ada apa dengan mereka? Kenapa wanita itu berbuat kasar pada anak kecil"
"Heh diamlah dia itu adalah model papan atas dia juga termasuk anak perusahaan terkaya di kota ini lebih baik biarkan mereka daripada harus mendapat masalah"
"Tapi kasihan juga... Di mana orang tua anak-anak itu?"
Begitulah bisik-bisik para pengunjung restoran yang hanya melihat saja tanpa ada niatan untuk menolong.
Sekertaris Rio hendak berdiri membantu Tuan muda kecil namun di tahan oleh Tuan Farhan ia akan melihat sejauh mana tindakan wanita picik itu. Sekertaris Rio semakin gemetaran melihat wajah Tuan Farhan yang sudah emosi terlihat urat leher yang membesar.
__ADS_1
"Astaga Nona Sandra cari mati! Kenapa sampai berurusan dengan makhluk Iblis seperti Tuan Farhan" Bisik sekertaris Rio dalam hati.
Sedangkan wanita gila tadi menarik paksa tangan Hamas dan Azhar untuk berdiri dan kembali menampar pipi keduanya hingga dua bocah kecil itu kembali tersungkur jatuh ke lantai. Luka di tangan Hamas dan Azhar semakin melebar. Sandra tidak tahu jika dua bocah yang ia pukul adalah anak dari pengusaha sukses juga raja Mafia.
"Kalian pantas mendapatkannya! Siapa suruh berani membuat masalah denganku" Ujarnya dengan perasaan bangga.
"Akan ku potong tanganmu itu!!!" Murka Tuan Farhan matanya sudah memerah menatap tajam ke arah Sandra.
"Hiks, hiks, sakit sekari" Tangis Azhar mengadu pada Hamas. Sang Abang memeluk tubuh adik gondrongnya matanya melirik sekilas ke arah Tuan Farhan terlihat kabut amarah di sana seakan mengisyaratkan pesan rahasia di balik tatapannya itu.
"Jika Daddy tidak bertindak sekarang jangan harap untuk melihat kami lagi" Begitulah kira-kira pesan rahasia itu.
"Hey! Anak sialan jangan menangis! Tidak akan ada yang menolongmu di sini...!" Bentaknya saat ingin melayangkan satu tamparan lagi tiba-tiba sebuah tangan kekar menghadangnya. Sandra melirik ke belakang ia mendapati wajah seram Tuan Farhan yang tengah menatapnya tajam.
"Apa ini? Kenapa Tuan Farhan menatapku Seperti itu seperti hewan buas yang tidak makan beberapa bulan" Kata Sandra dalam hatinya ia sudah takut-takut.
"Ma-maaf Tuan Farhan saya kelepasan... Anak ini tadi mengganggu saya saat saya masuk ke sini" Jelas Sandra dengan suara gemetar.
PLAK
Tiba-tiba Tuan Farhan melayangkan satu tamparan di pipi mulus Sandra... Raja Iblis tidak mengeluarkan satu patah katapun hanya sebuah tamparan yang terus melayang.
PLAK
PLAK
"Tuan! Kau gila! Kenapa menamparku...? Apa salahku aku bahkan tidak melukaimu...?" Teriak Sandra ketakutan tubuhnya bahkan mengeluarkan reaksi aneh.
"Kau sedang bertanya apa salahmu...? Tentu saja salahmu sangat besar" Jawab Tuan Farhan dengan wajah datar juga dingin ia kembali melayangkan tamparan di pipi Sandra yang sudah berbekas merah akibat tamparan yang di dapatnya.
PLAK
PLAK
Tubuh Sandra terhuyung ke belakang, tak sampai di situ Tuan Farhan menarik rambut Sandra membuat kepala wanita itu mendongak ke atas ia melihat wajah seram Tuan Farhan semakin membuatnya ketakutan ia seperti berada di neraka saat ini seakan raja neraka sedang memberinya kompensasi saat di dunia.
"Kau membuat kesalahan besar Sandra..." Tuan Farhan mendorong kuat kepala Sandra hingga terbentur di ujung kusri kayu membuat keningnya berdarah dan sedikit memar.
BUGH
BUGH
"Aww. Sakit! tolong aku...!! Tolong aku... Tuan Farhan sedang menggila dia bisa membunuhku...!! Tolong!!" Teriak Sandra ketakutan bahkan air matanya sudah menetes membasahi pipinya yang bengkak. Tak ada satupun yang berani menolong karena mereka juga takut pada Tuan Farhan. Melihat bayangan Tuan Farhan saja sudah membuat merinding apalagi berhadapan langsung cari mati namanya.
"Kurang ajar! Apa salahku sampai Tuan muda Farhan mengamuk padaku... Semua badanku terasa mati" Batin Sandra.
Heh! Kau sudah membangunkan Iblis yang tengah tertidur beraninya kau mengacau di depan raja Iblis apalagi kau menargetkan keturunannya tentunya kau akan binasa! Jika kau selamat mungkin dewi keburuntungan Berpihak padamu saat ini... Namun tidak di lain hari.
"Astaga Tuan Farhan menggila sekarang" Ucap sekertaris Rio tidak berkutik.
__ADS_1
"Abang bagaimana ini Daddy sudah berubah menjadi Ibris, apa yang harus kita rakukan...?" Tanya Azhar yang juga takut pada kondisi Daddy-nya saat ini.
"Ada apa ini pak Rio kenapa Tuan Farhan menghajar Nona kedua keluarga Dermawan?" Tanya sang manager restoran.
"Ssstt diamlah atau kita akan terkena imbasnya" sekertaris Rio menempelkan telunjuknya tepat pada bibirnya menandakan untuk tidak berbicara cukup melihat saja.
"Astaga aku baru melihat sisi gelap Tuan Farhan" Bisik para penonton.
"Kita tidak punya cara lain selain menarik Daddy dari sini" Gumam Hamas.
Sandra benar-benar tidak kuat meladeni kekerasan yang di lakukan Tuan Farhan padanya ia bahkan ingin mati saja saat ini penyiksaan ini membuatnya tidak berdaya. Sedangkan Tuan Farhan sudah hilang kendali kabut amarah masih terpancar jelas di matanya. Saat ingin mengambil garpu di atas meja untuk menusuk mata Sandra Hamas dan Azhar langsung memeluk kaki Tuan Farhan dan menangis histeris.
"Daddy no!" Teriak keduanya.
"Berhenti Daddy hiks hiks... Jangan bunuh orang nanti Daddy akan masuk penjara" Ujar mereka memeluk erat kaki Tuan Farhan membuat pria itu langsung tersadar dari kegilaannya. Sontak saja ia melepas tubuh Sandra yang sudah terkulai lemas dengan sedikit darah di dahinya.
"Maafkan Daddy, Daddy salah tidak menjaga kalian... Ayo kita pulang sekarang" Tutur Tuan Farhan berjongkok dan memeluk erat tubuh kedua putranya. Melihat darah yang terus mengalir dari telapak tangan putranya membuatnya merasa bersedih karena tidak bisa menjadi Daddy yang siaga.
"Tidak apa-apa ayo kita pulang saja" Sahut Azhar. Tuan Farhan menganggukkan kepalanya. Pria beranak tiga itu langsung menggendong Hamas dan Azhar di mana kedua tangannya menjadi penyangga tubuh kecil putranya.
Orang-orang di sana segera menundukkan kepalanya tidak berani melihat ke arah Tuan Farhan sungguh pertunjukan tadi membuat bulu kuduk mereka berdiri. Benar-benar seperti tengah menonton film action di layar lebar.
"Rio!" Panggil Tuan Farhan dengan nada tegas, dan sekertaris Rio langsung mengerti apa yang di maksudkan oleh Tuan mudanya itu, yaitu membuat keluarga Dermawan untuk menjadi gembel tidak lupa karir Sandra akan di blacklist di dunia entertainment maupun dunia bisnis sekalipun. Tuan Farhan kembali meneriaki nama sekertarisnya untuk memblokir orang-orang yang menonton anak-anaknya saat di aniaya dan tidak ada satupun yang menolongnya hal itu benar-benar membuat Tuan Farhan naik pitam.
"Baik Tuan, akan saya kerjakan" Jawab sekertaris Rio menunduk hormat.
"Malam ini harus aku terima hasilnya" Tuturnya dengan nada tegas membuat siapa saja yang mendengar akan ketakutan setengah mati. Tuan Farhan langsung melenggang pergi meninggalkan restoran mini itu. Sedangkan orang-orang di sana mati kutu sekertaris Rio memerintahkan anak buahnya untuk membawa Sandra ke rumah sakit.
"Siapapun yang berani menaruh tangan pada orang-orangku maka jangan harap untuk melihat dunia ini" Batin raja Hades dengan smirk setan.
"Aku tobat tidak mau berbuat ulah lagi" Seru Hamas dan Azhar dalam hati. Memeluk erat leher kekar Tuan Farhan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung