Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 33 Peduli


__ADS_3

Jangan bosan-bosan baca karyaku yah gengs 😜😜😜 Jangan lupa tinggalkan jejak nya


-


-


-


-


-


Setelah selesai bermain-main Jons meninggalkan tempat markas musuhnya namun sebelum itu ia membakar habis gedung tersebut untuk menghilangkan jejaknya lagipula markas musuhnya sangat jauh dari perkotaan tentunya tidak ada yang tahu dengan kejadian yang belum lama terjadi kalaupun polisi mengetahui pembunuhan tersebut dirinya tidak takut tidak akan ada bukti yang menjurus padanya karena dirinya sudah menghapus semua jejaknya hal tersebut adalah sesuatu yang begitu mudah di lakukan, ah iya jangan lupakan jika Jons adalah seorang pembunuh bayaran yang profesional tentunya sudah banyak kasus yang tidak pernah berhasil dengan pembunuhan yang di lakukan nya. Ah dasar kau Jons tidak takut dengan siksaan neraka apa?.


Jons menuju ke rumah sakit milik Tuan Wijaya si Boss Mafia tentunya sudah menjadi ayah mertuanya sekarang. Dia mendapatkan pesan dari suaminya si jelangkung batangan bahwa dirinya sekarang sedang di rumah sakit dan hal tersebut membuat Joan panik bukan main, apakah Tuan muda sedang sakit? atau terjadi sesuatu dengan dirinya? apakah dirinya di lukai oleh musuh kah? jika benar maka dirinya akan menjadi santapan gila dari wakil Mafia. Jons buru-buru ke rumah sakit dia lupa mengganti pakaiannya, ah sudahlah! jika nanti anak Tuannya menanyakan kondisinya dia akan memanipulasi ceritanya dan fix dia melupakan adiknya yang di bawa oleh pria misterius.


Jons sudah sampai di rumah sakit ia langsung menuju kamar VVIP berdasarkan isi pesan dari sang suami.


CEKLEK


Pintu kamar terbuka Jons masuk ke dalam mencari sosok yang membuat dirinya lupa segalanya matanya menyapu setiap sisi kamar VVIP yang sangat besar ia melihat sosok wanita yang terbaring lemah di atas brankas besar dengan alat di hidungnya sepertinya itu adalah oksigen.


Jons berjalan menuju wanita yang terbaring lemah matanya membulat


Ayu?


Air matanya hampir lolos namun dengan cepat sifat dinginnya kembali menguasai.

__ADS_1


"Ayu, bangunlah apa kau tidak merindukan kaka mu? maafkan Kaka yang tidak bisa menyadari mu, maafkan kaka yang sangat bodoh ini! bangunlah kaka merindukan mu yang cerewet, tertawa, ngambek dan tentunya kau bisa menciumku sepuasnya" lirihnya menggenggam tangan adiknya.


Yah! Jons sudah menemukan adiknya ternyata adiknya tidak pernah jauh dari dirinya jika saja dia tidak menemukan kalung pemberian ibunya tentunya Jons tidak tahu dan tidak akan tahu fakta penting ini.


"Ekheem" seseorang berdehem dari belakang Jons. Jons terkesiap melihat sosok yang di carinya.


"Tunggu! apa kamu yang membawa wanita ini ke rumah sakit?" mata Jons memicing curiga ingatannya berputar di markas musuh tiba-tiba seorang pria misterius menawarkan bantuannya untuk membawa adiknya ke rumah sakit.


"Yah, tidak sengaja aku melihat wanita ini di bopong oleh pria tua jadi aku langsung menolongnya karena jiwa kemanusiaan ku begitu besar aku langsung membawa nya ke rumah sakit" jawabnya enteng.


Jons mencebik tidak suka dengan kenarsisan anak Tuannya namun tiba-tiba kedua alisnya bertautan benarkah ucapan suaminya? bukankah yang membawa adiknya adalah pria kuat dan masih terlihat mudah bukan pria tua? tidak mungkin kan jika pria muda langsung berubah menjadi pria tua karena membantu dirinya? pikir Jons.


"Tapi bukankah yang membawa... Farhan langsung memotong ucapan istrinya dia tidak terlalu suka banyak bicara kali ini moodnya sedikit buruk entah apa yang membuat nya seperti itu?.


"Jangan banyak bicara! ini kenapa tubuh mu sampai terluka? apa yang terjadi dengan mu hah?!" kini nada suara Farhan sedikit meninggi sambil menunjuk luka di lengan istrinya.



"Kemarilah aku akan mengobati lukamu!" panggilnya dan langsung di iyakan oleh Jons, kali ini Jons hanya pasrah karena dirinya tidak punya tenaga setelah insiden permainan game horor.


"Astaga! kenapa banyak sekali lebam di tubuhmu ini!" bentak Farhan melihat tubuh istrinya seperti tanah longsor, dasar memang jelangkung, suami durhaka mengatai tubuh istrinya seperti tanah longsor.


"Cepat buka bajumu aku akan mengobati lukamu ini!" pintanya lagi tapi tidak di gubris oleh Jons.


"Jangan disini bagaimana jika dokter atau suster tiba-tiba masuk" protes Jons.


"Jangan membantah! aku sudah mengunci pintunya cepat buka bajumu!" Farhan sungguh tidak sabar ia ingin melihat separah apa luka istrinya ini. Kebetulan di ruangan tersebut mempunyai kotak obat.

__ADS_1


Tentunya teman-teman bertanya kenapa si Farhan tidak meminta suster wanita untuk mengobati luka istrinya? kalian taulah jika si tuan jelangkung itu sangat pencemburu jika miliknya di lihatin oleh orang lain sekalipun itu wanita, ah! dasar memang si Tuan jelangkung cemburu sama wanita lagipula Jons masih normal ko.


Jons hanya mendengus kesal dengan malas ia membuka tangtop yang menutup asetnya. Kini Jons hanya menggunakan bra hitam yang menutup kedua aset berharganya sekaligus tempat favorit Farhan yang di namainya silikon itu.


"OMG! apakah benar ini tubuhmu? kenapa seperti polisi tidur saja"Farhan menutup mulutnya yang terbuka lebar ia begitu kaget dengan objek di depan matanya.


Kali ini Farhan tidak bernafsu karena matanya dan pikirannya tertuju pada luka serius di tubuh istrinya.


"Aiiihhh biasa aja kali gak usah pake teriak segala" ketus Jons dengan wajah di tekuk. Ia tidak ambil pusing jika tubuhnya berbentuk aneh kalaupun Farhan tidak suka bukankah itu sangat bagus dengan begitu Farhan akan kabur darinya. Wah, wah istri yang langkah patut di acungi jempol lima kalau ada sih hehhe.


"Maafkan aku, jangan seperti ini lagi apa kau tidak kasihan dengan tubuhmu, hmmm?" lirih Farhan dengan mata berkaca-kaca. Astaga tidak di ragukan jika Farhan adalah pria melankolis.


"Kau bertahanlah sedikit aku akan mengobati lukamu mungkin ini akan perih, maafkan aku tidak bisa menjagamu" lirihnya lagi sambil mengobati luka di badan Jons akibat cambuk yang di dapatnya.


Jons terkesiap mendengar kata maaf yang begitu tulus dari mulut suaminya, apakah ini nyata benarkah suaminya meminta maaf? wah hari yang langkah ini.


Farhan meniup luka di punggung Jons, Jons bersikap biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu sedangkan orang di belakang nya semakin merasa bersalah.


"Maafkan aku yang tidak menjagamu hingga membuat mu terluka" kini si pria melankolis dadakan itu kembali membuat Jons terkejut.


"Ah sungguh sosweet, suamiku sangat peduli terhadap ku" celetuk Jons girang.


-


-


-

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2