Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 86 Kena Omel


__ADS_3

Akhirnya up juga guys 🤗


beri like dan hadiah nya yah


Happy reading 😘


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tuan Farhan dan sekertaris Rio kembali melakukan perjalanan panjang dengan pilot yang berbeda ia menghembuskan napas kasar rupanya kedatangan nya ke California adalah kesalahan besar bagaimana ia begitu ceroboh dalam bertindak sepertinya raja iblis merenungi kesalahan fatal nya kali ini ia berdiam diri dengan raut wajah tak terbaca, sekertaris Rio antara ingin tertawa atau kasihan tidak pernah dirinya melihat wajah bodoh milik Tuan Farhan dan kali ini sungguh nyata dan bukan mimpi.


Kerap kali otak jail sekertaris Rio ingin merekam adegan menyentuh si Jelangkung untuk mempertontonkan pada anggota Black Wolf sebagai wujud balas dendam namun itu hanya imajinasi nya yang sementara ia takut jika perbuatan nya akan membawa malapetaka dan berakhir dengan di kuliti secara liar.


Tidak ada pembicaraan di antara keduanya, Tuan Farhan hanya menatap langit-langit pesawat ia merasa bersalah bertindak bodoh sampai membuat Ara nya khawatir apalagi dengan kondisi Ara nya yang belum stabil.


Sudah dua malam Tuan Farhan selalu bermalam di dalam pesawat ia ingin melihat keadaan istri dan kerucil-kerucil nya sekarang bahkan dadanya terasa terhimpit benda tajam sesak sekali.


"Maafkan aku Ara" lirih si Jelangkung dalam hati.


17 jam 33 menit di dalam pesawat dan pukul 6 pagi jet pribadi milik Tuan Farhan mendarat sempurna di bandara internasional Soekarno Hatta saat turun dari pesawat dua pria perpakaian hitam langsung berlari menghampiri dan itu ternyata adalah anggota Hades Khithonios River dan Ali merupakan anggota Tuan Farhan.


"Ali kamu bawa pepaya ini ke mobil!" Titah Tuan Farhan pada seorang pria di samping River, pria itu mengangguk langsung mengambil alih karung berisi pepaya California yang berada di samping sekertaris Rio.


"Kenapa bisa kamu membeli pepaya California di negara California! Kenapa kau tidak tanya terlebih dahulu Devil!" Ujar River menggeleng kepalanya tidak percaya, bagaimana seorang raja iblis begitu ceroboh dalam bertindak.


"Bahkan aku menjadi korban kebodohan nya" sahut sekertaris Rio ikut menimpali.


"Tutup mulut kalian! Apa kalian sudah bosan hidup huh!" Jawab Tuan Farhan tajam, menatap wajah sekertaris Rio dan River bergantian. "Jangan menceramahi ku aku sungguh lelah dan ingin menjumpai Ara ku sekarang" sambungnya tak bertenaga.


Ke tiganya berjalan dengan gaya cool sekalipun si Jelangkung terlihat kelelahan namun tak membuat ketampanan alamiah luntur bahkan kegantengan nya bertambah berkali-kali lipat saat ini dengan rambut acak-acakan.

__ADS_1


"Rio kau bisa pulang sekarang, dan bonus mu akan aku kirim nanti" ujar Tuan Farhan dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"Hmmm,,,, terima kasih Tuan kalau begitu aku duluan sekarang" tutur sekertaris Rio membungkuk hormat.


"Hmmm,,,, hati-hati" gagu Tuan Farhan, sekertaris Rio tersenyum lebar.


"Sungguh menyebalkan wajah datar nya itu!" Gerutu sekertaris Rio dalam hati. Sekertaris Rio langsung bergegas pergi dengan wajah cemberut Tuan Farhan dan River terkekeh melihat nya.


"Wajah mu sudah jelek jangan kau pasang wajah cemberut mu, itu terlihat seperti kakek berumur" sindir si Jelangkung pada sekertaris nya membuat sekertaris Rio mendelik jengkel. Memang raja iblis tidak punya akhlak yah namanya juga iblis tingkat kesombongan nya di atas rata-rata bahkan sampai mendapat gelar sombong dalam sekolah nya.


"Hahahah,,,,, mending kamu pergi saja sekertaris Rio atau nanti tingkat kematian mu ada pada urutan pertama akibat hipertensi dadakan!" Sahut River menimpali. Memang raja dan asisten tidak beda jauh sifat menjahili sungguh membuat jiwa seakan mati.


"Tuhaan tolong cabut nyawa dua orang laknat ini!" Sungut sekertaris Rio dan itu membuat River dan Tuan Farhan tertawa terbahak-bahak sampai orang-orang di bandara melihat aneh ke arah mereka.


"Hahahahhaha doamu akan di kabulkan" ujar River sembari memegang perut nya akibat terlalu tertawa.


"Aku akan mencabut nyawa mu terlebih dahulu Rio" balas Tuan Farhan terkekeh.


Sekertaris Rio hanya mendengus kesal ia kemudian berlalu cepat dari kedua pria laknat di dekatnya berlama-lama dengan mereka membuat hati makin teriris sakit.


"Ayo Tuan Devil di Mansion Utama Nyonya Mita dan Nona Jons sedang menunggu anda untuk di eksekusi" tutur River membungkuk dan tangan nya ia ulurkan ke depan seperti menyambut raja kerajaan.


Alis Tuan Farhan terangkat tinggi dengan mata memicing aneh bahkan kerutan di dahi kiri terlihat cukup jelas. "Apa maksud kamu River? Apa kamu dari Mansion?" Tanya Tuan Farhan.


"Hmmm,,,, aku mengantar Laura ke Mansion dia bilang ingin bertemu kakak perempuan nya" dahi si Jelangkung makin berkerut mendengar penjelasan dari asisten nya.


"Aku tidak tahu ayo cepat istrimu sedang menunggu mu apalagi ke tiga penerus mu tiap malam selalu menangis aku kasihan sama anak buah papa mu mereka di buat pusing oleh ke tiga bocah tengik itu" jelas River.


"Hmmmm" Tuan Farhan hanya berdehem ia harus mempersiapkan solusi untuk menjauhkan dirinya dari malapetaka.


Keduanya pun segera masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh Ali, Tuan Farhan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi mobil melakukan perjalanan dua hari tanpa istirahat sungguh melelahkan apalagi harus mendapatkan ultimatum dari Nyonya Mita.


Satu jam dalam perjalanan akhirnya mobil sport hitam yang di kendarai oleh Ali masuk ke dalam Mansion Utama.


Jam 8 tepat Tuan Farhan sampai di Mansion Utama berjalan masuk ke dalam dengan gaya coolnya sapaan terdengar dari anggota Black Wolf.


"Selamat pagi Tuan muda, Alhamdulillah akhirnya Tuan muda sudah datang" sapa salah satu anggota.


Tuan Farhan berhenti sejenak dan menatap sekilas wajah beberapa pria di samping nya, ia lalu berjalan tanpa menjawab sungguh ironis anggota Black Wolf.


"Apakah kita melakukan kesalahan?" Tanya salah satu anggota Black Wolf.


"Tidak tahu"


"Hmmm,,,, bersyukur kita memiliki stok kesabaran banyak, menghadapi Tuan muda harus ekstra sabar atau kalau tidak kita akan mati duluan" keluh salah satu teman nya, mereka mengangguk setuju.

__ADS_1


"Farhan kemarilah!" Panggil Nyonya Mita dingin.


Tuan Farhan yang hendak menuju kamar nya berhenti saat mendengar Mama nya memanggil, menghembuskan napas panjang kaki jenjangnya melangkah menuju ruang keluarga tempat Nyonya Mita dan Tuan Wijaya duduk saat ini.


"Dari mana saja kamu dua hari ini Farhan?" Tanya Nyonya Mita dengan sorot mata mengintimidasi.


Menjatuhkan bokongnya di atas sofa kemudian menjawab "California Ma".


"Kamu pergi ke California dan tidak bilang ke orang rumah! Membuat orang-orang khawatir saja, apa kau tidak tahu betapa istrimu mencemaskan mu!" Jelas Nyonya Mita sedikit membentak.


"Apa yang kau lakukan di sana Son?" Tuan Wijaya ikut menimpali.


"Beli pepaya California Pa" menyandarkan kepala di sandaran sofa.


"Astaga Farhan jadi kamu ke sana hanya beli pepaya California? Kenapa kamu tidak tanya ke Mama sih! Lagian Mama tidak bilang kamu untuk beli ke California astaga kenapa kamu jadi bodoh begini!" Keluh Nyonya Mita panjang lebar bahkan suara Nyonya Mita seperti Toa ingin sekali si Jelangkung menangis histeris.


"Aku tidak tahu Ma, kalau pepaya California ada di Indonesia" jawab nya dengan sabar.


"Kalau begitu kamu tanya Farhan! Apa kau tidak tahu caranya bertanya huh! Kau tidak tahu betapa menderitanya Jons dan anak buah Mama mengurus kerucil-kerucil mu itu!" Si Jelangkung hanya menunduk tanpa menyahut di depan nya adalah ibunya ia tidak mungkin berbicara kasar padanya jadi jalan yang terbaik adalah hanya duduk diam saja sembari mengelus dada agar di beri kelapangan hati.


Jons yang mendengar Nyonya Mita membentak suaminya segera menghampiri.


"Prince apa kau baik-baik saja?".


Tuan Farhan menatap sendu wajah wanita nya dua hari tak melihat nya membuat nya begitu rindu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung 🤣


__ADS_2