
Happy reading 🤗
Jangan lupa dukung author dengan like serta komen nya yah 🙏🙏🤗🤗
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekarang ini mereka sudah berada di rumah sakit terdekat yaitu rumah sakit umum Bali Jimbaran, bersamaan dengan itu dua mobil menerobos masuk memarkirkan mobilnya di depan rumah sakit delapan orang pria kekar berpakaian hitam turun dari mobilnya dan langsung bergegas menuju dua mobil yang di tumpangi Tuan Farhan dan Alex serta yang lainnya.
Bersamaan dengan itu Jons membuka pintu mobil.
"Maaf kami datang terlambat dan tidak melindungi kalian" tutur salah satu pria yang ternyata adalah anggota Black Wolf yang mempunyai Markas di Bali cabang dari Markas utama di Jakarta.
Rupanya mereka di telepon oleh Sandy dan meminta bantuan pada anggota lainnya beruntung mereka berlibur di Bali yang sekaligus memiliki Geng di kota Dewata.
" Tidak masalah, cepat bawa Tuan muda Farhan dan Tuan kecil ke rumah sakit" Titah Jons berusaha tenang walau sebenarnya hatinya sedikit resah.
Tio tidak meladeni mereka ia turun dari mobil tanpa sepatah katapun ia berlari masuk ke dalam rumah sakit, sangat berlebihan memang tapi ia sungguh khawatir jika Aulia kenapa-kenapa ia bahkan terus menyalahkan dirinya karena telah lalai sebagai penjaga namun bukan itu yang ia maksud lebih pada lalai sebagai pria sejati.
"Aku curiga jika Tio punya kelainan pedofil" bisik Richo dalam hati, saat mengemudi mobil tadi ia selalu melihat ke arah belakang lebih tepatnya ke arah Tio bahkan kekhawatiran Tio pada Aulia melebihi orang tua yang mengkhawatirkan anaknya.
"Dokter! Dokter! Tolong Nona saya lakukan apapun untuk menolong nya saya mohon" Teriak Tio menggema di ruang rumah sakit para suster dan dokter berlari ke arah Tio sembari mendorong bangsal.
"Jangan khawatir Tuan kami akan melakukan yang terbaik" jawab salah satu dokter pria.
"Dia banyak menghirup asap tolong bantu menyembuhkan nya" ujar Tio lagi dokter tersebut tersenyum tipis.
"Sepertinya gadis kecil ini begitu berarti bagi hidup Tuan" celetuk salah satu suster dan itu membuat Tio membeku.
"Aku pasti akan di bunuh oleh Tuan Farhan dan Jons jika Nona Aulia kenapa-kenapa" ujar Tio dalam hati ia memegang dada bagian kiri. "Ini bukan cinta" gumamnya lagi. Tio mengingat jika masih ada Tuan nya dan temannya yang masih di luar ia lalu meminta perawat untuk membantu mereka.
__ADS_1
"Dokter masih ada pasien di luar tolong berikan bangsal nya" pinta Tio dan langsung mendapat anggukan dari mereka.
"Ada berapa pasien Tuan...?" Tanya perawat laki-laki.
"Enam orang" jawab Tio dan perawat laki-laki itu mengangguk dan meminta rekan nya untuk membawa bangsal untuk membantu pasien.
Sedangkan Tio mengikuti langkah kaki dokter yang membawa Aulia ke ruang Unit Gawat Darurat.
Tio ingin sekali masuk ke dalam namun perawat wanita mencegahnya alhasil ia hanya menunggu di kursi besi yang berada tak jauh dari ruang Unit Gawat Darurat.
"Aku belum minta satupun padamu yah Allah tolong selamatkan Nona Aulia untuk ku" doa Tio tulus bersamaan dengan itu bangsal yang dinaiki Tuan nya serta yang lainnya mengarah ke arahnya Tio lantas berdiri dan menghampiri mereka.
"Tolong selamatkan mereka Dok, saya akan membayar berapa pun biayanya asal mereka selamat" ujar Jons penuh harap. Dokter itu mengangguk dan langsung masuk ke dalam ruangan UGD.
Amanda tidak berbicara ia masih saja menangis saat dalam perjalanan tadi, Alex sudah kehilangan kesadaran nya begitu pula dengan Alexa dan itu membuat Amanda makin kalut ia begitu takut jika ia akan di tinggalkan mengingat hal itu membuat nya sangat down.
"Tenangkan dirimu kita berdoa saja semoga mereka baik-baik di dalam sana" Jons menepuk pelan bahu Amanda menenangkan sahabat nya itu padahal dirinya juga khawatir namun ia tak memperlihatkan pada orang-orang.
"Terima kasih Jons" Jons mengangguk lalu menuntun Amanda untuk duduk di kursi besi tak jauh dari tempat duduk Trio jones.
"Tio are you oke...?" Richo dan Sandy menatap ke arah Tio. Tio mengernyitkan alisnya tinggi menatap datar wajah dua sahabat nya itu.
"Tentu saja"
"Dia pasti baik-baik saja jangan terlalu khawatir" Richo menepuk bahu Tio memberinya semangat.
"Benar. Tio menyukai Nona Aulia" batin Richo dan Sandy menyunggingkan senyum tipis nya.
"Menurut mu apakah cinta nya akan bertepuk sebelah tangan?" Bisik Sandy pada Richo.
Richo menoleh ia mengedikan bahunya tidak tahu. "Kita lihat saja nanti" balas nya berbisik Sandy mengangguk kepalanya pelan.
"Sepertinya akan ada drama baru di Mansion Utama dan akan heboh setiap harinya" Sandy cekikikan membayangkan Kecentilan Aulia terhadap Tio apalagi temannya itu sepertinya sudah sangat bucin pada Aulia.
"Apa yang kalian bisikan...?" Tanya Tio menatap heran dua sahabat nya.
"Tidak ada hehehe" jawab mereka hampir bersamaan. Tio kembali menatap lurus ke depan sesekali ia menghela napas panjang memijat pangkal hidung nya karena begitu lelah.
Tak berselang lama enam dokter keluar dari ruangan yang sama karena kasus korban sama maka mereka menempatkan dalam satu ruangan dengan sekat kain yang menjadi pembatas, sontak saja semua yang di sana berdiri menghampiri para dokter.
"Bagaimana keadaan Nona saya dokter?" Tanya Tio.
"Keadaan suami saya bagaimana Dok...? Dia baik-baik saja kan? Dan anak saya bagaimana?" Tanya Jons dan Amanda hampir bersamaan begitu pula Richo dan Sandy bertanya tentang keadaan pak Sholeh.
"Mereka hanya pingsan saja untung nya mereka tidak menghirup asap terlalu banyak jika tidak mereka semua akan mati karena kehabisan oksigen untuk bernapas dan terima kasih sudah membawa pasien tepat waktu jadi kami langsung menangani mereka dengan cepat" jawab salah satu dokter yang menjadi pimpinan di rumah sakit itu.
__ADS_1
"Syukurlah" jawab mereka. Mereka yang mendengar kabar baik itu menghembuskan napas lega nya.
"Terima kasih banyak dokter sudah berusaha payah membantu kami" ujar Jons tersenyum tipis. Enam dokter menganggukkan kepalanya pelan.
"Suster akan memindahkan pasien di ruang rawat inap".
"Tempatkan mereka di ruangan eksklusif Dokter, mmmm... Untuk kamar pertama tempatkan empat orang suami saya dan tiga anak kecil dua berjenis kelamin laki-laki dan perempuan bernama Aulia dan sisanya tempatkan di kamar yang lainnya agar kami bisa memantaunya dengan mudah, apakah bisa...?" Tanya Jons pada Dokter.
"Bisa Nyonya, kalau begitu kami permisi dulu"
"Iya" jawab mereka.
"Thank God, thank you so much akhirnya Nona Aulia baik-baik saja" batin Tio. Begitu lega mendengar kabar Tuan muda dan yang lainnya tidak terjadi apa-apa membuat nya bisa bernapas lega untuk saat ini ia ingin sekali melihat wajah Aulia yang selalu membuat pipi nya memerah apalagi jantung nya yang tidak pernah diam memberontak.
"Lihatlah Ric, teman kita ini sudah tersangkut racun bucin" rupanya Sandy terus memperhatikan gerak gerik Tio, Richo melirik ke arah Tio ia terkekeh melihat wajah kelegaan sahabat nya itu.
"Aku akan membuat teman kita ini cemburu tanpa henti heheheh" kekeh Richo membayangkan rencana jail nya.
Jons dan Amanda menatap kesal pada Richo dan Sandy yang malah tertawa membuat mereka naik pitam saja karena mereka yang lalai jadi membuat honeymoon mereka berantakan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
**
Mampir juga di karyaku yang ini yah dan audio ku teman-teman mohon bantuannya 🙏🙏🙏🤗