
Semoga dapat menghibur teman-teman 🤗
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Sepanjang jalan Farhan terus menggerutu merasa kesal karena sudah di permainkan oleh gadis kecil yang pernah di ancamnya karena sudah berani masuk dalam list jejeren pebinor ia tidak tahu gadis kecil yang di ancamnya adalah adik iparnya sendiri.
Sebenarnya ingin sekali Farhan meminta bantuan pada sekertarisnya yang bernama Rio sekertaris pertama sebelum Jons masuk mengganti kedudukan Rio hingga membuat Rio di kerjakan sebagai kepala divisi keuangan di perusahaan cabang dan karena Jons masih terasa lemas akibat bercocok tanam membuat Farhan merekrut kembali Rio menjadi sekertarisnya.
Dan sekarang sampailah Farhan di persimpangan jalan berhadapan langsung dengan sebuah gerobak bertuliskan bubur ayam mang Jojo Oleng. Kaki jenjangnya keluar dari mobil sportnya menapaki aspal berjalan dengan khas berwibawa wajah datar tanpa ekspresi dengan balutan jas berwarna hitam.
Sebenarnya Farhan saat pergi ke rumah sakit ia sedang mengadakan rapat direksi dengan beberapa perusahaan namun karena mendengar informasi dari maid di rumahnya bahwa istrinya sedang keluar menuju rumah sakit membuat dirinya tidak fokus dan pada akhirnya ia memutuskan untuk menyerahkan rapat pada sekertarisnya itu, dasar Tuan bucin!.
" Masya Allah guanteng pisan euh" ujarnya berdecak kagum dengan mata berbinar seakan menemukan harta karun milik Fir'aun.
"Mang air liurnya netes tuh" jawab Farhan dengan mimik wajah datar. Entah seperti apa ekspresi si Tuan muda yang terkenal datar tidak ada senyum-senyum nya sama sekali.
"Eh benarkah?" mang Jojo segera mengelap bibirnya menggunakan tangannya seketika membuat pengunjung di sana tertawa namun tidak untuk gadis remaja yang menatap tajam ke arah Farhan. Banyak pengunjung yang melirik dan berbisik-bisik ke arah Farhan memuji keindahan Tuhan yang satu ini sedangkan yang di tatap hanya cuek tanpa peduli dengan sekitarnya.
"Hey pria songong kalau bercanda itu jangan kelewatan! dasar gak punya tata krama!" teriak gadis remaja yang sudah selesai melayani pelanggan, sepertinya gadis itu adalah anak si pemilik warung bubur ayam.
"Jangan gitu aduh Neng, dia itu pembeli, pembeli itu raja harus ramah sapanya yah" jelas mang Jojo dengan lembut.
"Tidak! dia itu sudah keterlaluan karena dia bapak jadi di tertawakan, aku tidak suka pa" sungutnya geram sambil berkacak pinggang.
"Cih! saya malas berdebat dengan kamu gadis kecil" kata Farhan dingin dengan senyum mengejek.
"Mang saya pesan dua bubur ayam nya yah" pinta Farhan.
"Baik Tuan mohon di tunggu yah"
"Neng, cepat kamu bungkus pesanan Tuan itu" ujar mang Jojo ayahnya Nengsih.
"Ih! aku malas pak harus melayani orang sombong kayak dia"
"Eh anak kecil jaga bicara kamu yah, buruan saya buru-buru ini" kata Farhan ketus.
__ADS_1
"Cepat Neng, jangan biarkan pembeli menunggu itu tidak baik bagi dagangan kita" tutur mang Jojo menasehati.
"Hmmm" Nengsih menjawab malas sembari membungkus pesanan si pria arogan.
"Ini pesanan anda Tuan muda Arogan" ujar Nengsih menekan kata Arogan.
"Hey gadis kecil! kamu tidak belajar sopan santun yah untung kamu perempuan jika kamu laki-laki ku nikahi kau dengan waria tetangga saya" seru Farhan menatap tajam sedangkan para pelanggan lainnya menatap lucu ke arah mereka sungguh di sayangkan melewatkan tontonan gratis.
"Cih kamu saja yang menikah dengannya" sahut Nengsih tak kalah galak.
"Mana uangnya!" minta Nengsih dengan tangan sudah menjulur ke depan.
"Buruan dong! atau kamu tidak punya uang yah?"
Farhan menatap malas
"Aku ini orang terkaya no satu se Asia ingat itu!"
"ini, aku kasih dua ratus ribu" ujar Farhan tersenyum mengejek sedangkan Nengsih menatap remeh uang di tangannya.
Pak Jojo menggeleng kepalanya memang anaknya ini selalu berbuat ulah jika ada pelanggan yang tidak di sukainya.
"Katanya orang terkaya no satu se Asia tapi uangnya hanya dua ratus cih!"
"Oh benarkah?" Nengsih nampak berpikir dengan jari telunjuk mengetuk-ngetuk dagunya.
Farhan yang sudah kesal mengeluarkan uang dari dompetnya satu juta, apa mungkin itu adalah efek cemburu si Tuan muda hingga membuatnya berbicara banyak hari ini?.
"Ini kamu lihat kan satu juta di tangan saya, dan ini lima ratus ribu saya bayar bubur ayam ini" ketus Farhan.
"Baiklah terimakasih sekarang saya percaya jika kamu memang orang kaya" ujar Nengsih tersenyum senang.
"Memang bakat ku selalu terbaik patuh diberi penghargaan kau Nengsih"
"Eh Tuan jangan dong saya tidak bisa menerima ini" mang Jojo langsung mengambil uang dari tangan anaknya.
Farhan dengan wajah datarnya seraya berujar"ambil aja mang itung-itung itu sedekah saya". Tuan Farhan yang terhormat bisa gak sih kamu itu senyum dikit saja, kasihan tahu mang Jojo antara ambil atau menolak melihat ekspresi wajah datarmu seakan tidak ikhlas memberikan uang mu.
Farhan melihat wajah mang Jojo yang ragu-ragu berusaha untuk tersenyum " ambil saja saya ikhlas"
"Baiklah terimakasih banyak yah" tutur mang Jojo tulus, Farhan hanya mengangguk kepalanya dan langsung bergegas pergi.
"Wah ternyata pria itu memiliki hati Malaikat"
__ADS_1
"Selain tampan dia juga baik"
"Ah seandainya aku menjadi istrinya begitu beruntung nya aku"
Begitulah bisik-bisik para pengunjung di tempat mang Jojo.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Farhan memasuki rumah sakit dengan wajah kesalnya belum juga reda dengan hati yang terus menggerutu dan sekarang ia akan menghadapi adik iparnya yang sudah di cap sebagai pebinor itu para dokter maupun suster memberi hormat pada anak pemilik rumah sakit itu dan Farhan hanya berjalan angkuh melewati mereka yang sedang membungkuk hormat.
CEKLEK
Farhan masuk melihat pemandangan yang membuat matanya jadi sakit melihat tangan istrinya di genggam oleh adik ipar membuat merasa geram ingin sekali ia mencekik dan mencungkil bola mata adik iparnya itu, entahlah sepertinya si Tuan Farhan sudah bucin tingkat akut. Sabar Tuan Farhan jika banyak stress wajahmu akan cepat tua keriputan dan peluang bagi pebinor akan semakin besar.
"Prince kenapa lama sekali, maaf yah sudah merepotkan mu?" si Jons istri yang baik bertanya dengan lembut melihat wajah kusut suaminya membuat ia berinisiatif berdiri menghampiri suaminya ia takut jika suaminya sedang emosi akan berimbas padanya.
"Hmmm, aku sudah lapar dan aku ingin di suapi olehmu" tuturnya dengan senyum manis.
"Baiklah" jawab Jons membalas senyum hangat nya.
"Kak, aku juga ingin di suapi aku sedang lemas dan tidak bisa menggerakkan tanganku" Ah si pebinor mulai bereaksi dengan mata mengejek Farhan.
"Tidak! kau makan sendiri aku tidak mau berbagi istriku denganmu pebinor!" seru Farhan cepat.
"Dia kakakku kalau kau lupa Tuan pengemis" balas Ayu tak kalah garang.
"Stop! kalian bisa diam gak! aku akan menyuapi kalian berdua tidak ada bantahan!" sarkas Jons dengan napas naik turun melihat tingkah adik dan suaminya membuat energinya terkuras habis untung stok kesabarannya masih banyak.
Jons mulai menyuapi Farhan dan adiknya Jons seperti seorang ibu yang sedang menyuapi anak-anaknya.
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Bersambung
Semoga puasa teman-teman selalu lancar.
Jangan lupa vote dan like nya gengs ku
__ADS_1