Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 41 Tugas Dari Boss


__ADS_3

-


-


-


-


Selalu beri dukungan nya Gungs 🤗


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Sebagai istri baik dan penurut Jons mengantar suaminya sampai di depan pintu rumah, si Tuan muda Farhan tak henti-hentinya tersenyum lebar jika dulu ia tidak pernah di antar ataupun di layani maka sekarang semuanya berbanding terbalik ada istri di sampingnya yang akan selalu menjadi tempat sandaran untuk beristirahat. Bak pasangan samawa Farhan mendekatkan bibirnya di dahi sang istri di kecupnya penuh sayang dan lembut.


"Aku pergi dulu kau baik-baik saja di rumah aku akan sangat merindukanmu istriku jangan bekerja yang berat-berat yah" ujar Farhan lembut dengan senyum mekarnya. Ah sosweet sekali kata-katamu Tuan muda Farhan begitu menancap di relung hati sang pembunuh bayaran, wajah cantik si tomboy itu berubah menjadi merah bak apel merah Malang.


"Yah aku akan selalu ingat pesanmu suamiku bekerja lah dengan giat dan semangat aku akan membantu menghabiskan uangmu nantinya hehhe" gurau Jons.


"Yah, yah baiklah istriku aku akan menantikan itu seberapa hebat istriku ini yang mampu mengabiskan kekayaanku yang bahkan tidak ada duanya di dunia ini" sombong Farhan.


"Yah kau selalu saja narsis pergilah bekerja semangat suamiku!" Jons berkata dengan antusias nya bahkan ia tak menyadari jika kedua mertuanya dan adiknya sedang menatapnya dengan gelengan kepala.


"Wajahmu memerah sayang, apa kau sedang bahagia atau malu hmmm....?" goda Farhan mencolek hidung mancung istrinya.


"Iisssh.... apaan sih gak koh" elak Jons dengan wajah semakin merah.


"Hahahhaha, andai kulitmu hitam sayang apakah pipi mu akan terlihat merah karena malu atau warnanya akan menjadi biru" si Farhan semakin gencar menggoda sang istri.


Mata Jons membulat "Tentu saja akan merah sekalipun kulitku hitam, lagipula aku ini turunan berkulit putih tahu" ketus Jons dengan wajah masamnya.


"Hahahahha baiklah sayang aku berangkat dulu hati-hati di rumah yah" pamit Farhan tersenyum lebar karena sudah berhasil menggoda istri tercinta.


Farhan melangkah kan kakinya menuju mobil yang sudah di siapkan oleh sekertarisnya bernama Rio.


"Selamat pagi Tuan, silahkan" Rio membungkuk hormat dan membuka pintu belakang mobil pada Tuannya, sedangkan Farhan mengangguk kepalanya.


Jons masuk ke dalam rumah kala mobil suaminya meninggalkan halaman luas rumah mertuanya itu, matanya menyipit menatap ketiga orang yang sedang cekikikan di ruang keluarga.


"Ekheem... kalian terlihat bahagia sekali, apa ada sesuatu...? Tanya Jons ikut nimbrung dan menjatuhkan bokongnya di samping sang adik.


"Tidak, tidak ada apa-apa" jawab Nyonya Mita.


"Jons ada yang ingin Ayah sampaikan padamu" Tuan Wijaya membuka obrolan dengan wajah seriusnya.


Alis Jons bertautan menatap datar sang ayah mertua "Iya katakanlah".


Mata Tuan Wijaya melirik sang istri memberinya kode kemudian di anggukan oleh Nyonya Mita.


"Sayang ayo kita ke kamar dulu" ajak Nyonya mita pada Ayu, dan wanita muda itu menganggukan kepalanya walau dalam hati dirinya penasaran apa yang akan di katakan Tuan Wijaya pada kakaknya.


Setelah Nyonya Mita dan Ayu pergi Tuan Wijaya mulai berujar "Di California sedang terjadi masalah, musuh mengecoh anggota black wolf hingga beberapa senjata mahal dan canggih di curi setengah dari seratus persen milik black wolf, tidak ada anggota kita di sana yang mampu meretas jejak para perampok atau anggota musuh yang mana hanya kau satu-satunya yang bisa membereskan masalah ini, sepertinya musuh kita kali ini bukan main-main kita tidak boleh lengah ataupun memandang remeh mereka" jelas Tuan Wijaya tegas intonasi bicaranya layak seorang atasan yang berwibawa tanpa mencampur adukkan pekerjaan dengan status menantu.

__ADS_1


Jons tersenyum menyeringai yah inilah yang di tunggu-tunggu nya selama ini ia menjadi sekertaris suaminya bahkan sampai menikah ia tidak pernah menekuni pekerjaannya yang satu ini dan kali ini kebahagiaan itu datang menghampiri nya ah menyenangkan sekali.


"Baiklah Boss ini adalah sesuatu yang menyenangkan, kapan saya akan pergi ke California?" Tanya Jons dengan raut tersenyum setan.


"Dua hari lagi gunakan jet pribadi rahasia, kau boleh meminta bantuan Richo dan anggota lainnya untuk mengurus masalah di California"


"Tidak perlu Boss, biarkan anggota lainnya disini kita tidak tahu pergerakan musuh sudah sampai di mana" ujar Jons dengan wajah datarnya.


"Baiklah dan kau urusi suamimu sepertinya dia sudah bucin akut padamu takutnya dia akan menolak pekerjaan ini".


"Tidak perlu khawatir Boss saya akan menanganinya dengan cepat" kata Jons tegas.


Tuan Wijaya tersenyum menepuk pelan pundak menantunya kemudian beranjak meninggalkan Jons yang sedang bersantai di sofa.


"Rupanya Boss Mafia tahu juga dengan kata-kata gaul sekarang ck! Bucin akut" tahu darimana kata-kata milenial itu?" bisik Jons dalam hati.


Tak lama Jons berdiri menaiki tangga satu persatu ia kemudian membuka pintu kamarnya masuk kedalam untuk berganti pakaian tak lama Jons keluar dengan stelan celana jeans hitam dan kemeja berwarna navi menuruni tangga mencari sosok adiknya.


Jons membuka pelan pintu kamar yang di tempati adiknya sekarang senyum merekah terbit di bibir tipis milik Jons.


"Kau sedang apa hmmm...?" Tanya Jons lembut membelai rambut adiknya yang sebahu itu.


"Aku sedang membaca novel ka, aku begitu bosan disini apakah aku boleh keluar, eh tunggu kaka mau kemana rapi sekali dan semakin tampan saja" celetuk Ayu dengan mulut terbuka lebar.


"Kenapa kakaku sangat tampan aiiissh jangan mesum Ayu dia kakakmu dan dia perempuan sama seperti mu" batin Ayu.


Rupanya si gadis yang suka mencuri ciuman Jons itu belum bisa move on oh kasihan sekali kau Ayu, ingat Ayu! jangan sampai kau berurusan dengan Tuan muda Farhan kau akan menanggung beban berat jika sampai kau menyukai milik si jelangkung itu karena sekarang si Tuan jelangkung itu sudah bucin akut bahkan ketua Mafia ayahnya sendiri mengakui fakta tersebut.


Mata Ayu mengerjap lucu "Eh! Tidak, tidak! Kaka mau kemana?" Tanya Ayu mengalihkan topik.


"Kaka akan ke kantor sebentar, ada urusan mendadak kau tidak apa-apa kan disini?" Tanya Jons sedikit khawatir.


"Hmmm.... Tidak apa-apa ka tapi bolehkah aku pergi ke taman belakang?"


"Pergilah tapi kau harus hati-hati tidak boleh ada yang terluka ingat jika sampai kau terluka aku akan mencincang habis tubuhmu itu".


"Cih! Aku tidak takut palingan kaka akan rugi nantinya jika kaka membunuhku" ujar Ayu menyeringai jenaka. Yah Ayu berkata seperti itu karena dia tahu betul betapa sayangnya kakanya itu padanya.


Jons mendelik jengkel "Baiklah kaka pergi dulu" pamit Jons sebelum keluar Jons mengecup singkat dahi sang adik.


"Ah kaka tahu aja kalau aku pengen di cium" celetuk nya dengan tawa polosnya.


Jons hanya menggeleng kepalanya adiknya ini benar-benar bikin naik pitam saja becanda nya kelewatan lucu saking lucunya Si Ridwan anak komedian itu sampai kalah telak di buatnya.


Jons sudah sampai di depan perusahaan pencakar langit milik suaminya, perusahaan suaminya sungguh sangat besar. Kaki jenjangnya melangkah masuk ke dalam kantor ia tidak perlu bertanya lagi pada penjaga resepsionis karena mereka tahu siapa Jons sebenarnya.


Jons berjalan dengan gaya coolnya semua mata para karyawan wanita menjurus ke arahnya terkecuali para pria mereka mencibir tidak suka karena ketampanan yang di miliki Jons membuat mereka tidak di lirik wanita di dekat mereka.


"Astaga apakah itu Jons? kenapa makin hari makin tampan sekali astaga jantungku oh jantungku tolong jangan jatuh atau nanti aku bisa mati"


"Oh Jons tolong jadikan aku kekasihmu atau bila jika kau mau aku rela menjadi budakmu"

__ADS_1


"Mati aku selamat kan aku God"


"Awas kau Jons akan ku buat wajahmu itu menjadi jelek" celetuk karyawan pria.


"Langkahi dulu mayat kami baru kau bisa merusak wajah tampan Jons"


begitulah bisik-bisik para karyawan di kantor Farhan.


Mereka tidak tahu saja siapa Jons sebenarnya jika Tuan muda Farhan mendengar pujian pada istrinya matilah mereka.


"Astaga sepertinya aku harus memperpanjang rambutku jika begini terus akan banyak masalah nantinya" batin Jons frustasi.


Jons sudah sampai di lantai teratas yaitu lantai khusus CEO dan sekertarisnya.


"Selamat siang Nona Jons apa anda ingin bertemu dengan Tuan Farhan?" sekertaris Rio menyapa sopan.


"Selamat siang juga sekertaris Rio, yah saya ingin bertemu dengan Tuan Farhan" jawab Jons.


"Emm tapi, Tuan sedang ada tamu" jawab sekertaris Rio sedikit kikuk.


Mata Jons memicing curiga dan senyum devilnya kembali keluar.


"Aku hanya sebentar saja" sahut Jons kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu ruang suaminya.


"Tunggu Nona jangan di buka" seru sekertaris Rio dengan wajah pucat nya.


CEKLEK


Tiba-tiba...


"Apa yang kalian lakukan brengsek?!" teriak Jons dengan wajah merah penuh emosi.


-


-


-


-


-



Ini yah gengs visual Jons terbaru sesuai rekomendasi dari teman-teman 🤗


Hayoo adalah yang tahu apa yang sedang terjadi di ruangan Tuan muda Farhan???? 🤔🤔


**Jangan lupa tinggalkan like dan vote nya yah gengs biar Author semakin semangat apalagi di bulan puasa begini bersedekah mendapatkan pahala yang melimpah ruah loh🤣🤣🤣


Bersambung**

__ADS_1


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


__ADS_2