Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 21 Patah Hati


__ADS_3

Happy reading 🤗


-


-


Malam ini Jons meminta ke empat temannya untuk berkumpul di club XX tidak seperti biasanya Jons meminta berkumpul kecuali ada hal yang sangat penting untuk di sampaikan.


Setelah pulang dari kantor ia memutuskan untuk memberitahu pernikahan nya pada teman-teman nya, mereka harus tahu karena dirinya sudah menganggap mereka seperti keluarga susah senang mereka selalu ada itulah sebabnya Jons sangat bersyukur mempunyai mereka.


Sekarang Jons sudah berada di dalam club ia mencari keberadaan teman-teman nya sampai matanya berhenti di satu meja disana ada teman-teman nya.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu" Jons kemudian duduk di sebelah Tio.


"Hahahaha, tumben sekali tangan kanan Boss ini minta maaf" celetuk Richo dan diikuti kekehan kecil dari teman-temannya kecuali Amanda. Amanda sangat penasaran, informasi penting apa yang akan disampaikan oleh Jons, tiba-tiba membuat perasaanya tidak karuan melihat wajah Jons saja membuat nya takut jika ia tidak akan bersama lagi dengannya, entahlah dirinya begitu takut sekarang padahal Jons belum memberitahunya.


"Aiiihh! kalian ini membuatku kesal saja" tutur Jons tersenyum tipis.


"Ada apa kau mengumpulkan kami disini? apa ada sesuatu yang penting? tidak biasanya kamu meminta kami berkumpul" tanya Alex. Mereka menatap serius wajah Jons menunggu jawaban dari gadis tomboy itu.


"Iya, ada yang ingin aku sampaikan"


"Apa?" kali ini Amanda angkat suara. Ia benar-benar penasaran sekarang, bahkan matanya tidak pernah berpaling dari wajah yang membuat nya bergetar tak karuan.


"Kenapa lama sekali sih jawabnya aku sudah tidak sabar lagi" Tio ikut menimpali.


Jons berdecak sebal


"Kalian yah tidak pernah sabar, aku bingung harus cerita dari mana dulu, tapi jika aku cerita jangan ada yang memotong ataupun terkejut"


"Iih! jangan membuat kami mati penasaran dong!" Richo mencebikkan bibirnya kesal.


Sedangkan Amanda, wanita cantik itu tidak dapat mengontrol rasa penasarannya bahkan untuk menghirup udara saja begitu susah.


"Baiklah, kalian dengar baik-baik" Jons hampir saja tertawa melihat wajah serius teman-temannya.


Lama Jons berdiam diri sampai suara keras keluar dari mulut si tanpa dosa.


"Hahahahaha, kalian kenapa serius sekali, wajah kalian sangat lucu" ujar Jons masih dengan tawanya.

__ADS_1


mereka berempat berdecak kesal bagaimana tidak mereka sudah serius menanti cerita dari sang tomboy itu namun yang mereka dapatkan adalah ledekan, ck! menyebalkan!.


"Ah! gak usah cerita malas tahu!" ujar Tio memasang wajah cemberut.


"Iya, iya maaf aku cerita sekarang" teman-teman Jons kembali memasang wajah serius nya lagi, walau begitu Jons harus bisa menahan tawanya agar teman-teman nya tidak marah.


"Aku akan menikah dengan anak Boss, Tuan muda Farhan" akhirnya Jons bisa bernafas lega setelah ungkapan itu keluar dari mulutnya.


"What!" pekik ke empat temannya.


"Ah jincha?" tanya Tio (benarkah).


Jons berdecak sebal dengan mata memicing ke arah Tio.


"Ah janco lu" jawab Jons mendelik tajam ke arah Tio, sedang yang di tatap hanya cengengesan.


"Kamu serius Jons?" tanya Alex dengan raut wajah terkejut.


"Hmmm" Jons hanya berdehem.


Amanda menahan sakit pada dadanya, ungkapan Jons membuatnya sakit pada hatinya lebih baik menerima tembakan dari peluru kaliber 5,56 mm dan 9 mm itu daripada harus mendengar kabar yang menyakitkan. Hampir saja air mata Amanda tumpah, namun ia sebisa mungkin menahannya.


Richo, Alex dan Tio melirik ke arah Amanda, mereka tahu benar jika wanita itu sedang patah hati sekarang.


"Kasihan sekali Amanda harus mencintai orang yang salah" batin Alex menatap sendu ke arah Amanda.


"Seminggu lagi aku akan menikah" jawab Jons tersenyum walau ia tahu hati temannya itu sedang tidak baik-baik. "Ku harap kalian akan datang" sambung Jons lagi.


"Tentu, kami akan datang ke pernikahan kalian. Apa anggota yang lainnya mengetahui pernikahan mu?" tanya Richo mencairkan suasana yang tegang.


"Tidak! aku menutup pernikahan kami, aku takut Tuan muda akan mendapat masalah, selama ini identitas Tuan muda belum di ketahui, dan musuh? aku tidak tahu masih adakah yang setia di antara banyak nya anggota Black Wolf"Jelas Jons panjang lebar.


Mereka hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari sang tangan kanan Boss Mafia.


"Wah teman kita ini tidak lama lagi akan melepas lajang nya" celetuk Tio menahan senyum.


"Iya, bagaimana jika kita membuat pesta perayaan pelepasan masa lajang si tomboy ini" Richo ikut menimpali.


"Sepertinya aku tidak ikut, aku ada urusan penting" ucap Amanda.

__ADS_1


Semua mata menatap ke arah Amanda


"Apa kau tidak mau membuat kenangan bersamaku?" Jons dengan wajah memelas menatap sendu wajah wanita didepannya yang selalu mendukung apapun yang ia lakukan. Walau agak menyebalkan dan kecentilan namun Jons sangat sayang pada Amanda, Amanda itu adalah sosok kaka perempuan yang baik baginya.


Amanda tersenyum kemudian mengangguk kepalanya tanda setuju, walau hatinya sakit namun ia tidak mau meninggalkan momen kebersamaan bersama teman-temannya itu.


"Baiklah karena semua sudah setuju, aku akan memesan ruangan VVIP dulu" Richo bergegas menuju menager club itu.


Setelah selesai memesan kamar VVIP dan dua puluh botol wine mereka bergegas menuju tempat tujuan mereka. Pelayan membawa dua puluh botol wine ke kamar 027 setelah selesai Kelima anak manusia itu langsung menyambar wine untuk di minumnya.


Alex memutar musik DJ terbaru kebetulan di dalam kamar tersebut terdapat alat lengkap sound sistem lagu-lagu barat pun terdengar menggema di ruangan tertutup itu mereka tertawa bersama-sama seakan-akan masalah mereka kian sirna.


"Wah ini sangat seru sekali, kita sudah lama tidak pernah berkumpul bersama" celoteh Tio tertawa.


"Iya, setelah Jons dipindah tugaskan kita sudah tidak bersama dan malam ini akan menjadi malam yang bersejarah hahahah" Richo ikut menimpali.


"Malam ini sangat menyenangkan guys" tutur Alex kemudian kembali meminum wine.


"Selamat Jons, semoga kau bahagia" ujar Amanda tulus.


"Iya terimakasih" jawab Jons tersenyum tipis.


Mereka kembali meminum wine di botol dan ikut bergoyang kala mendengar dentuman musik yang menggairahkan.


"Hatiku benar-benar sakit Jons, kenapa kau tidak memilihku saja mungkin malam ini adalah malam yang bahagia bagiku tapi kau memberikan luka yang mendalam. Sejak pertama melihat mu perasaan cinta sudah tumbuh Jons, kenapa cinta hadir pada orang yang salah kenapa?" Teriak Amanda dalam hati.


Untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya ia meminum banyak wine bahkan sudah empat botol sudah di habisnya kemudian ia bergabung dengan yang lainnya ikut bergoyang.


"Maaf Amanda, aku masih normal jadi tidak mungkin aku membalas perasaan mu jika seandainya aku adalah seorang pria mungkin aku masih bisa membalas perasaan mu" celetuk Jons menatap ke arah Amanda.


- Rate


- Like


- Vote


- Komen


-

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak teman-teman 🤗


__ADS_2