Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
BAB 30 Amukan Jons


__ADS_3

Happy reading 🤗


-


-


-


-


Jons mengendarai Jody nya dengan kecepatan di atas rata-rata setelah mendapat pesan dari nomor yang tidak di kenalnya ia langsung menuju ke tempat tujuan. Kini si gadis tomboy itu tidak dapat menahan emosinya bahkan ia tidak dapat mengontrol emosi yang sudah di ubun-ubun, ia datang tanpa meminta bantuan ataupun tanpa Persiapan taktik untuk menuju ke markas musuh karena baginya saat ini ia harus menyelamatkan sosok yang sudah di cari-carinya selama bertahun-tahun namun takdir tidak berpihak padanya ia mengetahui orang tersebut kala sudah di tangan sang musuh.


Jons menghentikan motornya di depan markas sang musuh ia turun dari motor dengan gaya coolnya ia memasang wajah dingin dan mata menyala merah tangannya mengepal kuat kali ini jiwa iblisnya keluar, sejak bekerja sebagai sekertaris dirinya jarang membunuh namun kali ini jiwa membunuhnya terpancar dari raut wajah datarnya namun mematikan.


Matanya menatap tajam ke arah dua pria bertubuh besar yang menjaga pintu markas mereka.


"Dimana kalian menyekap Ayu ku?" bentak Jons murka tanpa babibu dirinya memberikan bogeman hantaman pada dua pria tersebut hingga membuat kedua pria itu tersungkur jatuh.


BUGH


BUGH


BUGH


Tiga tendangan melayang ke arah dua pria hingga membuat mereka meringis dan jatuh pingsan.


"Cih! sampah! berani sekali kalian membawa Ayu ku!" sengit Jons melangkah masuk ke dalam markas


_______


"Wah, wah, wah dirinya memang berani datang di tempat kematian, sungguh hebat". ujar pria misterius.


"Bagaimana Boss, apakah kita akan langsung menyerang Jons? ini adalah kesempatan kita dia datang seorang diri" balas Alan


"Cih! sekalipun dia datang membawa anggotanya mereka akan tetap kalah jika bersaing denganku" sengit pria tersebut sedangkan Alan hanya diam tanpa memberi komentar.


Sedangkan Jons terus melangkah masuk sampai terlihat lima pria bertubuh besar menghadang Jons sambil memandang remeh.


"Wah lihatlah! si pembunuh bayaran anak Tuan Smith menyerahkan nyawanya dengan suka rela hahahah" ujar salah satu pria.


"Berani sekali dia datang ke tempat kita mengagumkan!" sahut temannya.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak sabar untuk memakan matanya yang melotot itu" celetuk nya menanggapi teman-teman nya


"Hahahaha" tawa mereka menggelegar.


Jons tersenyum Devil


"Sayang sekali lidah kalian tidak akan berfungsi lagi, hmmm enaknya di apakan yah lidah kalian? Hmmm... sepertinya cocok untuk membuat pajangan di hutan lindung ku" sahut Jons menatap remeh.


Kelima pria itu bergidik ngeri kala mendengar penuturan sang pembunuh bayaran, mereka tahu pasti jika ucapan sang Jons anak angkat Tuan Smith itu tidak pernah mengingkari janjinya dan hal tersebut sudah menjadi keputusan mutlak. Namun mereka dengan sekuat tenaga menutup rasa gugupnya.


"Ah! omong kosong. Seranggggg!" teriak mereka.


Jons dengan sigap menangkis pukulan dan tendangan mereka dan dengan gerakan cepat satu tendangan melayang di kepala musuh.


BAGH


tendangan dan pukulan terus di layangkan oleh Jons. Jons tidak memberi kesempatan pada mereka. Sungguh anak Tuan Smith tidak bisa di ragukan soal perkelahian karena dirinya benar-benar di ajarkan sampai bela diri yang paling rendah sampai tingkat tinggi mengingat banyak sekali musuh oleh sebabnya tidak tanggung-tanggung Tuan Smith mengajarkan bela diri pada anak angkatnya.


BUGH


BUGH


BUGH


BUGH


"Hahahaha, Jons tenang saja kenapa terlalu terburu-buru" sahut pria di depan Jons dengan tawa mengejek.


BUGH


Satu pukulan melayang di wajah pria yang bicara tadi.


"Sampah! jangan mengulur waktu ku brengsek!" teriak Jons dengan tangan mengepal.


"Jika sampai Ayu ku kenapa-kenapa akan ku habisi kalian semua!" teriak Jons dengan mata menyala.


"Tenang saja wanitamu mungkin sudah bersenang-senang" ujar salah satu pria dengan tatapan mengejek.


"Apa yang kamu katakan bedebah!" Jons dengan amarah memuncak mengambil pisau di belakang celananya lalu menusuk mata pria tadi.


JLEEB

__ADS_1


"Akkkhhh" teriak pria tadi. "Sakit berengsek kau Jons!


Sedang keempat pria tadi gemetar ketakutan kala melihat mata temannya bersimbah darah segar yang terus mengalir.


"Katakan padaku di mana Ayu ku!" teriak Jons lagi.


PROK PROK PROK


"Hey tenanglah! kenapa buru-buru sekali Jons" seorang pria datang menghampiri Jons dengan senyum liciknya ada sejumlah tiga puluh anggota musuh mengelilingi Jons.


"Siapa kau? aku tidak punya masalah denganmu brengsek!"


"Cih! kau yang sudah membuat masalah denganku!"


"Di mana Ayu sekarang? jika kau punya masalah denganku jangan kau libatkan adikku" bentak Jons dengan rahang mengeras.


"Oh, rupanya wanita itu adalah adikmu bagus sekali sekarang kita akan impas" seringai licik terbit dari bibir pria tersebut.


"Jangan macam-macam bedebah! aku tidak punya urusan denganmu berengsek! jangan pernah kau seret adikku atau kamu akan menyesal".


"Hahahaha. Aku tidak akan menyesal Jons. Kau sudah membunuh adikku Jesika" ujar pria itu tertawa miris kala mengingat wajah adiknya yang bersimbah darah.


Jons terdiam sesaat berusaha untuk mengingat nama Jesika, ah iya Jons baru ingat siapa Jesika itu? dia adalah gadis yang menyatakan cintanya pada Jons namun Jons menolak akan hal itu karena dirinya masih normal dirinya masih menyukai pria bukan wanita namun setelah pernyataan cinta itu Jesika di bunuh oleh pria yang di tolak oleh Jesika.


"Cih! aku tidak pernah berurusan dengan Jesika, apalagi menyangkut kematian nya karena hari itu aku sudah kembali ke Indonesia jadi jangan pernah libatkan aku soal kematian nya" sahut Jons dengan tatapan datar.


"Hahahahaha, aku tidak pernah percaya pada pembunuh adikku dan ingat nyawa di balas dengan nyawa dan adikmu oh menyenangkan sekali karena kematian nya akan di saksikan oleh kakanya hahahahah! akan sangat menyenangkan bukan? Jons"


"Jangan pernah sentuh adikku sialan!" teriak Jons dengan mata memerah menahan amarah.


"Hahahaha, Alan bawa wanita itu ke sini!" perintah pria tersebut.


Alan kemudian masuk ke suatu ruangan gelap dan menyeret paksa Nadia. Kini tubuh Nadia begitu lemah beberapa lebam terdapat di wajah dan juga lengan Nadia akibat tamparan dan pukulan yang di berikan oleh pria misterius tersebut.


Kini cairan bening keluar dari kelopak mata Jons kakinya gemetaran melihat tubuh lemas wanita yang di seret oleh Alan barusan.


"Ayu, maafkan kaka dek, kaka tidak bertanggungjawab sama kamu kaka gak becus jagain kamu" jons memeluk erat tubuh sang adik air matanya keluar semakin deras sedang Nadia hanya diam membisu dirinya benar-benar lemas.


"Rudi seret Jons di hadapan ku! dan kau siksa adiknya!" pinta pria tersebut.


"Ku mohon jangan siksa adikku, siksa saja diriku bahkan jika kau mau ambil saja nyawaku asal bebaskan adikku ku mohon" Jons memohon bersimbah di kaki sang pria tersebut dirinya tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Dia tidak mau gegabah jika dirinya melawan maka pasti nyawa adiknya akan terancam. Padahal kan sekalipun Jons mati maka adiknya pun tidak tahu selamat atau tidak. Tidak mungkin kan seorang penjahat memiliki belas kasih, seorang penjahat tetaplah jahat dan hati mereka sudah menjadi hati seorang iblis yang tidak memiliki rasa kasihan pada orang lain bahkan sebuah nyawa di jadikan sebagai bahan mainan yang menyenangkan.

__ADS_1


"Hahahaha, Jons di mana keberanian mu tadi? bukankah kau akan membunuh ku? cih! kau sungguh lemah" ejek pria misterius.


__ADS_2