Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 102 Kebakaran


__ADS_3

Happy reading 🤗🤗


Beri like dan vote nya yah ❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


.


.


Seorang wanita mengamati pertarungan di lantai satu tepatnya di depan sebuah benda elektronik persegi yang di sebut laptop rupanya wanita itu sudah memasang kamera CCTV di setiap sudut gedung tua itu jauh-jauh hari untuk lebih leluasa mengamati musuhnya, wanita itu mendengus kesal lantaran musuhnya dapat mengalahkan anak buahnya dengan muda apalagi tiga orang pria yang menjadi musuhnya selama ini sudah naik ke lantai atas membuat nya benar-benar geram.


"Shit!" Wanita itu mengumpat kasar ia mendorong kursi yang di duduki nya ke belakang ia berjalan menuju ke arah pintu.


CEKLEK


Di buka nya pintu itu ia melihat empat anak buahnya berdiri tegak di depan pintu.


"Bakar gedung ini segera dan jangan biarkan anak-anak yang di culik dapat keluar dan kita harus segera keluar menggunakan jalan rahasia, musuh sudah berdatangan di sini" jelas wanita tersebut tegas sambil menampilkan smirk setan.


Empat pria berbadan kekar mengangguk kepalanya.


"Baik Boss akan kami laksanakan!" Jawab mereka langsung menjalankan perintah wanita tadi.


Mereka sudah menyiapkan apa yang akan mereka lakukan yaitu, korek api beserta bahan bakar sudah ada di depan mata mereka. Empat pria berbadan kekar tadi mengangkat masing-masing satu buah gen dengan terisi minyak bensin dan solar seberat 20 liter mereka menyiram lantai empat itu dengan bahan minyak bakar solar dan bensin setelah menyiram minyak bakar tersebut mereka menyalakan api dan...


BOOM


Gedung tua tepat pada lantai empat itu terbakar dengan kobaran api besar bagaimana tidak mereka menggunakan minyak solar yang adalah minyak bakar mudah terbakar melebihi minyak bensin.


Wanita yang sebagai Boss mereka dan empat pria berbadan kekar tadi langsung menuju jalan rahasia.


Sedangkan Trio jones melihat kobaran asap besar tepat nya di lantai empat dan begitu cepat menyebar ke lantai bawah sedang mereka baru memasuki lantai tiga.


"Gawat mereka telah membakar lantai empat" seru Sandy dengan mata membelalak.


"Mereka juga sangat cerdik mereka membakar jalan penghubung antara lantai tiga dan empat" jawab Tio ikut menimpali.


"Sepertinya Tuan dan Nona muda kecil berada di lantai empat tidak mungkin kan mereka membakar lantai itu jika tidak ada yang kita cari" ujar Richo pada Sandy dan Tio, keduanya mengangguk mengiyakan mereka juga sependapat dengan Richo.


"Kita tidak banyak waktu lagi ayo kita ke lantai atas sebelum api nya bertambah besar" ajak Sandy.

__ADS_1


"Yah kau benar Sandy ayo...!!" Jawab Richo dan Tio hampir bersamaan.


Mereka berlari menuju lantai empat yang harus melewati beberapa anak tangga yang cukup banyak memang melelahkan tapi mereka harus cepat atau kalau tidak nyawa mereka sendiri yang akan melawan.


Sedang di sebuah ruangan empat anak kecil itu tengah terbatuk-batuk akibat asap dari kobaran api di luar sudah masuk ke dalam.


"Tutup mulut dan hidung kalian agar asap tidak masuk dan mengganggu pernapasan kalian" perintah Hamas pada adik-adik nya.


"Abang, Leca takut, Leca cudah tidak kuat lagi" ujar Alexa terbatuk-batuk.


"Jangan panik kita akan baik-baik saja" jawab Hamas menenangkan Alexa yang sudah menangis ketakutan.


BUGH


BUGH


BUGH


"Tolong buka pintunya, paman Sholeh cepat buka pintunya" teriak Aulia sembari mengedor-ngedor pintu.


"Ria tutup mulut mu dan hidung mu menggunakan baju yang kamu pakai" ujar Azhar pada Aulia karena melihat Aulia yang hanya menggunakan telapak tangan untuk menutupi hidung serta mulut nya. Aulia segera mengikuti perintah Azhar.


"Kenapa Daddy rama sekari kita tidak akan mati di sini kan?" Tanya Azhar melihat ke arah Hamas.


"Mereka pasti datang menolong kita, kita cukup bertahan dari asap ini agar tidak mengganggu pernapasan kita" jelas Hamas.


"Uhuk, uhuk, uhuk. Lia sudah gak kuat lagi asapnya sangat banyak" keluh Aulia bersandar di belakang pintu sembari menutup hidung dan mulut nya matanya juga ikut terasa perih akibat kabut asap dari kobaran api di luar.


"Leca tutup mata yah biar matanya tidak perih, kamu masih kuat kan?" Tanya Hamas pada Alexa gadis kecil itu mengangguk tanpa mengeluarkan suara.


"Azhar kamu peluk Aulia jangan biarkan asap ini masuk ke dalam tubuh nya" titah Hamas, Azhar berjalan cepat ke arah Aulia dan langsung membawa tubuh Aulia dalam pelukan nya lebih tepatnya memasukkan kepala Aulia ke dalam baju besar nya.


"Iisshh abang Azhal, Lia nanti tidak bisa bernapas kalau kayak gini" protes Aulia.


"Diam Ria! Bersembunyi rah di daram bajuku biar kamu seramat kamu mau mati di sini" ancam Azhar menekan kepala Aulia ke dalam ia ikutan menundukkan kepalanya sehingga bertubrukan dengan kepala Aulia.


"Baiklah Lia akan menurut" balas Aulia tanpa membantah.


"Karau di daram terus kami bisa mati, bagaimana ini?" Bisik Azhar dalam hati ia benar-benar melindungi adik perempuan nya itu.


Asap semakin banyak memasuki ruangan yang di tempati empat kerucil kecil bahkan mereka sangat sulit untuk bernapas tidak ada bantuan yang datang untuk menolong mereka.


Trio jones terjebak di tangga ke empat mereka tidak berani untuk naik karena kobaran api begitu besar bahkan sebagian sudah memakan kayu pada tangga tersebut. Rupanya mereka kalah cepat dari api sehingga membuat mereka terjebak di bawah lantai empat karena api yang begitu besar.


"Bagaimana ini api nya sangat besar?" Tanya Richo pada kedua sahabatnya.


Terdengar suara langkah kaki berdatangan menuju mereka.


"Di mana triplets dan Alexa?" Tanya Tuan Farhan melihat Trio jones serta kobaran api di atas sana.


"Di lantai empat, kami tidak berani melewati kobaran api itu" jawab Sandy takut-takut ia menundukkan kepalanya lantaran tidak berani melihat Tuan Farhan.

__ADS_1


"Brengsek siapa yang melakukan ini?!" Umpat Tuan Farhan kesal.


"Prince bagaimana ini aku harus menyelamatkan anak ku" rengek Jons dengan mata berkaca-kaca.


"Alex bagaimana dengan putri kita aku tidak mau dia kenapa-kenapa" kali ini Amanda mengadu pada Alex.


"Kalian keluarlah dan cari musuh di setiap sudut gedung ini mereka pasti sudah keluar dan tidak jauh dari sini, aku akan mencari anak ku sendiri" titah Tuan Farhan.


"Aku akan ikut mencari anak-anak" balas Alex Tuan Farhan mengangguk setuju.


"Kamu hati-hati dan selamatkan anak-anak kita" ujar Jons sedih, Tuan Farhan tersenyum kecil.


"Kamu hati-hati juga yah" kata Amanda, Alex menganggukkan kepalanya pelan.


Trio jones dan Jons serta Amanda langsung bergegas menuju luar gedung sedangkan Tuan Farhan dan Alex berlari melewati kobaran api tidak ada jalan lain selain menerobos api besar itu atau kalau tidak nyawa anak-anak mereka akan melayang.


"Uhuk, uhuk uhuk, api nya sangat besar kita harus cepat-cepat keluar dari sini" tutur Tuan Farhan terbatuk-batuk dan menutup mulut serta hidung nya.


"Uhuk, uhuk, uhuk kau benar Tuan" jawab Alex. Mereka benar-benar terjebak di lingkaran api besar, mereka berjalan cepat mencari keberadaan triplets dan Alexa di setiap ruangan.


"Shiit! Di sini banyak asap, aku tidak akan mengampuni kalian!!" Geram Tuan Farhan.


Tuan Farhan benar-benar emosi sekali, ia harus mendapatkan anak-anak nya cepat atau mereka semua pasti akan mati di sini.


"Tuan awas...!" Teriak Alex saat melihat akan ada kayu serta api jatuh menimpa Tuan Farhan beruntung Alex dengan cepat mendorong tubuh Tuan Farhan hingga kayu yang terbakar tadi terjatuh mengenai lantai.


"Terima kasih Alex"


"Tidak masalah ayo kita cari mereka, kita harus menemukan mereka segera" seru Alex, Tuan Farhan mengangguk setuju.


Keduanya bangkit dan melanjutkan pencarian nya walau asap serta kobaran api bisa saja membunuh mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung

__ADS_1


Beri like dan Vote nya yah**


__ADS_2