Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 29 Mau Kemana?


__ADS_3

Happy reading guys 🤗


-


-


-


-


Selesai acara pernikahan, Farhan dan Jons kembali ke kediaman Wijaya, gadis tomboy itu tergesa-gesa masuk ke dalam kamar tanpa peduli dengan tatapan tajam dari pria yang kini telah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu. Jons mencari ponselnya entah apa yang ia harapkan hanya Jons yang tahu.


"Kamu kenapa sih Jons?" pria itu bertanya dengan nada kesal karena terus di abaikan oleh sang istri.


"Aku cari ponsel aku prince" kamu bisa hubungin ponsel aku gak? aku benar-benar butuh ponsel aku sekarang" jawabnya frustasi bahkan tidak ada adegan romantis di dalam kamar mereka, tidak seperti pasangan suami-istri yang lainnya yang akan memadu kasih setelah acara pernikahan. Jons sendiri juga tidak tahu kenapa dirinya bisa seperti itu yang ada dipikirannya sekarang hanyalah ponselnya, apakah ponselnya itu suaminya sehingga ponselnya lebih penting dari pria yang sedang menatap nya jengkel. Ck!.


Dengan sangat terpaksa Farhan menghubungi no istrinya hingga tak berselang lama terdengar bunyi lagu Jessie Nunu Nana yang berada di dalam laci bawah meja rias yang sangat cantik nan elegan, entah sejak kapan kamar Tuannya memiliki meja rias ukuran besar namun sangat enak di pandang.


"Tuh ponsel kamu di dalam laci meja rias" ck! raut wajah Farhan mendelik tak suka ia bersedekap di atas ranjang dengan kaki berselonjoran lurus dan kepalanya ia sandarkan di belakang kasur.


"Thank you Prince akhirnya ponsel ku ketemu juga" Jons tersenyum lebar hembusan napas lega terdengar dari hidungnya yang mancung.


"Ck! kayak ketemu harta karun saja, dasar istri durhaka" tentunya kata durhaka tidak berani terlontar kan dari bibirnya takut jika si aset adiknya akan tertunda beberapa hari bahkan sampai bulan dan itu sangat menyiksa.


Jons hanya acuk tak peduli ia membuka ponselnya kemudian beralih pada pesan yang masuk lima jam lalu tak sabar dengan isi pesan gadis tomboy itu segera membuka pesan kemudian membacanya sontak membuat dirinya pucat bercampur khawatir dan marah.


Ia buru-buru keluar dari kamar namun langkahnya terhenti kala mendengar suara bariton milik prianya.


"Mau kemana?".

__ADS_1


"Aku ada urusan yang sangat mendadak, bisakah aku keluar? plis?" tanyanya memohon dengan tangan mengatup di dadanya, ia melihat wajah suaminya dengan memelas.


"Apakah urusan mu sangat penting daripada suamimu sendiri?". Ck! apaan sih Tuan jelangkung makin hari makin lebay gelay.


"Bagaimana jika ladangmu akan segera aku berikan padamu?" Jons tiba-tiba saja teringat dengan ladang yang di minta oleh Farhan saat beberapa jam lalu di acara pernikahan dirinya berharap jika kalimat ladang itu akan meluluhkan kenarsisan si jelangkung.


"Kalau sekarang gimana?"


"Tidak! maksud aku tidak bisa Sekarang prince kamu tahu kan aku ada urusan mendadak bagaimana jika besok? kamu tinggal bilang saja mau ladang yang mana akan aku berikan sesuai keinginan mu" pasrah adalah satu-satunya jalan yang terakhir.


Farhan menyeringai licik lalu berujar "oke, pergilah! aku tidak akan membiarkan ladangmu kosong Jons hahahahah" sambung Farhan dalam hati.


Jons segera keluar entah pesan apa yang ia lihat hingga membuatnya sepanik itu.


"Segera ke markas 30 menit kumpulkan semua anggota aku tidak ingin ada yang terlambat!" perintahnya tegas dengan tatapan tajam seperti pisau.


Jons kini sudah berada di apartemen Nadia sudah berapa kali ia memencet bel namun si tuan rumah belum menampakan wujudnya.


Setelah selesai acara manjat memanjat Jons segera pergi ke pintu apartemen.


"Nadia! Nadia! buka pintunya!" panggil Jons dengan suara keras.


"Nadiaaa!" shit!


"Kenapa Nadia gak buka pintunya? apa yang terjadi padanya? jika terjadi sesuatu padanya akan gue habisi lo Nadia, kenapa lo gak pernah diam sih kenapa lo selalu menyusahkan saja" umpat Jons dengan tangan mengepal.


"Tidak ada cara lain selain cara merusak pintunya".


BRAAAAK

__ADS_1


pintu terbuka lebar.


"Nadia! kau di mana Nadia?"


Jons berlari ke arah dapur namun ia sama sekali tidak melihat keberadaan Nadia bahkan tidak ada tanda-tanda orang di dalam apartemen.


Jons segera masuk ke dalam salah satu ruangan yaitu kamar milik Nadia karena hanya ada satu kamar di apartemen itu.


"Kenapa gelap sekali?"


Jons menekan saklar lampu hingga lampu menyala seketika.


"Kenapa tidak ada Nadia, di mana lo sekarang Nadia aahkkkkkkkk! bangsat!" Jons frustrasi setelah menyusuri seisi kamar bahkan di dalam kamar mandi pun tidak ada.


Entah daya tarik apa hingga menuntut kaki Jons berjalan ke arah meja rias matanya memicing tatkala melihat sebuah benda panjang memiliki permata hati berwarna biru laut.


"Ayu?"


"Apa ini punya Nadia?" tanya pada diri sendiri.


Di ambilnya kalung tersebut kemudian ia membuka permata hati itu seketika membuat sekujur tubuh Jons kaku cairan bening keluar dari pelupuk mata nya ia terjatuh tidak kuat menopang tubuhnya ia terduduk lemas di lantai kamar milik Nadia.


"Semoga gue tidak mimpi" gumam Jons.


Suara notifikasi ponsel membuyarkan lamunan Jons, matanya terbuka melihat ke arah ponselnya yang terdapat video baru saja terkirim.


Mata Jons membulat sempurna wajahnya berubah merah menahan emosi.


"Brengsek akan gue habisi kalian!" Jons mengumpat kasar kini matanya gelap akan amarah yang memuncak.

__ADS_1


BRAAAAK


__ADS_2