
Happy Reading Guus 🤗🤗
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Jons sedang di dalam kamar mandi entah apa yang sedang ia lakukan namun ia nampak berpikir sambil menggigit bibir bawahnya tiba-tiba senyum itu terbit dari bibirnya yang tipis.
"Baiklah kita keluar sekarang Jons"
CEKLEK
Pintu kamar terbuka sepasang mata elang menatap tanpa berkedip menelusuri keanehan di wajah sang istri.
"Kau kenapa sayang? apa terjadi sesuatu padamu kenapa wajahmu begitu pucat?" tanya Farhan khawatir.
Jons duduk di tepi ranjang menatap sendu wajah suaminya, Jons sepertinya hobi mu sekarang sudah berpindah haluan menjadi aktor yang hebat yah.
"Sepertinya aku sedang demam prince, aku begitu dingin huffft" jawab Jons menggigil layaknya orang yang sedang kedinginan akut.
"What! kenapa bisa sayang? tadi kau sedang baik-baik saja dan sekarang kau demam apa kau begitu kelelahan astaga sayang maafkan aku" pekik Farhan khawatir bahkan fantasi liarnya tadi pada istrinya tiba-tiba lenyap di telan bumi kala mendengar istrinya demam.
Farhan menyentuh dahi istrinya terasa hangat dan menyentuh telapak tangan istrinya begitu dingin dengan segera ia berdiri keluar kamar namun langkahnya terhenti kala ucapan istrinya.
"Mau kemana prince? temani aku" rengek Jons.
"Sebentar sayang aku harus telepon dokter untuk memeriksa mu aku tidak mau kau kenapa-kenapa sayang" ujar Farhan lembut sambil mengelus surai hitam Jons.
Jons terdiam sesaat " Bisa gawat kalau dokter datang kemari rencana gue bisa gagal nanti" Batin Jons.
"Aku butuh suamiku di saat aku sakit tolong tetaplah disini aku ingin kau memelukku" lirih Jons dengan wajah sedihnya.
"Tapi dokter harus memeriksa mu sayang"
"Tidak! jangan panggil dokter aku butuh suamiku sekarang, kenapa kau keras kepala sekali aku, a-aku hanya ingin kau ada di sini hiks hiks hiks"ujar Jons mendramastir.
Farhan tersenyum dan balik ke tempat duduknya. "Baiklah kemari aku akan memberikan kehangatan agar kau tidak kedinginan".
__ADS_1
Jons kemudian masuk dalam pelukan sang suami dengan senyum devilnya.
"Akhirnya malam ini aku bebas juga dari aktivitas pembajakan sawah, tapi kasihan juga Tuan suamiku dia begitu khawatir apakah dia sudah mencintaiku? ahhhkk... Syukurlah kalau dirinya udah menaruh hati padaku" bisik Jons dalam hati.
"Tidurlah sayang, malam ini kau bebas tapi di lain hari kau harus bayar dua kali lipat" tutur Farhan menyeringai.
"Apa maksudmu? aku harus bayar apa?".
"Malam ini kau sakit dan kita tidak jadi memproduksi so kamu harus bayar dua kali lipat saat kau sudah sembuh".
"Huh! aiiishh apa kau tidak lelah setiap malam kita terus melakukannya, apa kau ini keturunan Eddie Hall?".
"Siapa Eddie Hall itu? jangan bilang itu selingkuhan mu? jika benar tubuhmu ini akan ku potong-potong menjadi santapan buaya" ketus Farhan.
"Eddie Hall itu adalah pria terkuat di masanya dia itu bisa mengangkat beban berat sebesar 500 kilo gram gak usah cemburu lagian aku sudah punya pria yang sangat tampan yang berada di sampingku ini" ujar Jons tersenyum ke arah suaminya, Farhan yang mendengar kata-kata romantis itu terhipnotis desiran darah mengalir cepat jantungnya berdetak kencang seperti sedang maraton.
"Yah kau harus bersyukur karena aku sudah menjadi suamimu, pria tertampan sedunia" narsis Farhan dengan bibir mengembang.
"Cih! narsis sekali kau ini"
"Ayo tidur besok aku ada meeting penting".
"Hmmm... bolehkah aku ikut bersama mu ke kantor? aku bosan di rumah terus" kata Jons memeluk erat tubuh suaminya bau mint suaminya membuatnya terbuai.
"Tidak! kau masih sakit sayang, aku tidak mau kau kenapa-kenapa istrirahat lah di rumah yah, bukankah di rumah ada adikmu kau harus menjaganya bukan? dia sedang sakit" ujar Farhan memberi pengertian.
"Hmmmm,,... kau benar aku sungguh cemburu melihat mu perhatian dengannya, tapi aku tidak boleh egois kalian baru saja bertemu tapi ingat jangan menciumnya aku tidak suka karena bibirmu ini adalah milikku" jelas Farhan.
"Baiklah" jawab Jons singkat.
"Tidurlah"
Mereka kemudian menutup mata tidur sambil berpelukan saling memberi kehangatan, malam ini sungguh begitu dingin sangat cocok bagi pasangan yang sedang kasmaran.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Matahari mulai menampakan dirinya menyinari tanah bumi ini membangunkan anak-anak manusia yang sedang bergelut dalam selimut. Jons mengucek mata dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya.
"Takdir mengubah segalanya, dulu aku tidak menyukaimu namun sekarang kau sudah menjadi suamiku, aku mencintaimu suamiku" gumam Jons.
CUP
Ciuman singkat mendarat di bibir tipis Farhan.
__ADS_1
"Hey bangunlah ini sudah pagi, kau harus ke kantor" Jons dengan penuh perhatian membangunkan suaminya namun pria itu tak kunjung bangun.
"Sayang jika kau tidak bangun jangan harap aku akan memberimu jatah" ancam Jons dengan bibir mencebik.
Farhan segera bangun kala mendengar ancaman istrinya ia tidak mau jika adik bungsunya tidak mendapat asupan empat sehat lima sempurna.
"Baiklah, baiklah aku akan mandi segera" Farhan kemudian masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Jons menyiapkan keperluan suaminya.
Jons turun ke lantai bawah matanya tak sengaja menangkap sosok yang di carinya.
"Ayu bagaimana keadaan mu sekarang? apa kau betah tinggal di sini? tanya Jons dan menjatuhkan bokongnya di kursi.
"Aku baik ka, selagi ada kaka di sini aku sangat betah tinggal disini, ngomong-ngomong di mana kaka ipar?".
"Di kamarnya sayang, kau ingin makan apa?"
"Hmmm... roti saja ka, ka bagaimana kaka tahu jika aku adiknya kaka?" tanya Ayu menatap intens wajah Jons. Jons tersenyum lembut di belainya rambut adiknya penuh kasih sayang.
"Kau memiliki kalung bukan?" tanya Jons.
Ayu segera mencari kalung nya di leher namun tak di temukan juga.
"Di mana kalungku? kalung itu adalah bukti satu-satunya aku sedang mencari keluarga ku dengan menggunakan kalung tersebut ibu panti bilang itu adalah kalung dari ibuku".
"seperti ini bukan?" Jons memberikan kalung nya yang berada di lehernya. "kita adalah saudara Ayu, ibu kita yang memberikannya pada kita dan aku sangat yakin kau adalah adikku sekalipun tidak ada kalung itu karena kau memiliki tanda lahir di bagian leher kamu" jelas Jons tersenyum.
"Aku merindukanmu ka hiks hiks" tangis Ayu.
Jons memeluk adiknya erat memberikan ketenangan padanya ia akan menjaga adik satu-satunya itu sudah cukup dia berpisah dengan adiknya dirinya tidak akan menyia-nyiakan keluarganya itu.
"Kakak akan melindungimu dek, cepatlah sembuh kakak akan mengajak mu jalan-jalan jika kau sudah sehat" kata Jons melerai pelukannya.
"Benarkah? baiklah aku akan segera sembuh" pekiknya antusias.
"Aku jadi merindukan anakku di kampung" tutur kepala pelayan tidak sengaja mendengar percakapan Jons dan adiknya.
-
-
-
-
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Bersambung