Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 95 Cafe


__ADS_3

**Happy reading 🤗


Jangan lupa beri like dan Vote nya 😴😴😴**


.


.


.


.


.


.


.


Richo mengumpat kesal karena harus mengejar dua anak kecil biang rusuh dalam hidupnya bukan tidak ikhlas tapi ia menyerah harus berhadapan dengan dua bocah tengik itu masih mending dua perempuan itu yang bikin ulah entah seperti apa nasibnya jika dua biang kerok Tuan muda kecil harus ikutan.


"Ayo Leca cepat! Jangan sampai Uncle Licho ketemu kita!" Seru Aulia ngos-ngosan habis berlari menghindar dari kejaran Richo.


"Ah iya kak Lia, belenti dulu Leca capek!" Ngeluhnya berjongkok.


"Ck! Gitu aja lemah" omel Aulia membuat Alexa mengerucutkan bibirnya seperti mulut bebek.


"Kita akan belsembunyi di mana? Ayo kembali kak Lia... Leca takut nanti kita tercecat gimana?" Ujar Alexa dengan wajah takut.


"Kamu mau pulang ke Jakalta dan tidak bisa libulan hmmm...? Kamu ikut aja jangan banyak mengeluh" tutur Aulia memasang wajah datar namun mengintimidasi.


"Baiklah, baiklah" jawab Alexa pasrah.


"Sini pegangin tangan aku!" Aulia menyodorkan tangan nya ke depan Alexa, gadis kecil itu dengan senyum mengembang langsung meraih tangan mungil namun lebih besar darinya. Mereka lalu berjalan keluar sambil tersenyum lebar tanpa tahu konsekuensi akibat ulah mereka.


Sedang di sisi lain Richo benar-benar frustasi tidak bisa menemukan Nona muda nya. "Astaga! Apa yang harus aku katakan pada Tuan muda? Aku tidak mau mati sekarang" keluhnya mengusap wajahnya kasar, jemari tangan nya sesekali menjambak rambutnya frustasi.


Berjalan gontai ke arah Tuan Farhan dan rombongan lainnya, si Jelangkung menatap tajam Richo karena tidak melihat putri nya dan keponakan nya.


"Di mana mereka Richo!" Tekan Tuan Farhan menatap manik Richo penuh intimidasi.


"Maafkan aku Tuan, aku kehilangan jejak Nona muda" jawab nya dengan kepala menunduk merasa bersalah karena tidak bisa di andalkan.


"Apa yang kau bilang! Mencari anak kecil saja tidak bisa apa kau tidak bisa bekerja huh!" Bentak Tuan Farhan dengan wajah merah padam.


"Tio, Sandy! Apa kalian hanya berdiam diri saja di situ?! Jika sampai Nona kalian tidak ketemu maka jangan salahkan nyawa kalian sebagai gantinya!" Bentak Tuan Farhan menatap tajam ke arah Tio dan Sandy dan itu membuat mereka bergidik ngeri.


Jons mengusap pelan lengan raja hades mengisyaratkan untuk tidak membuat keributan di tempat umum apalagi di daerah orang lain itu hanya akan membuat malu saja.


"Kalian bertiga cari Nona kalian dan kau Hamas, Azhar cari adik kalian sampai ketemu, Daddy tidak mau dengar kalian gagal! Daddy dan Mommy akan duluan ke hotel bersama Alex dan Amanda" tutur si Jelangkung tersenyum devil dalam hati.


"Aku tidak mau Prince! Bagaimana kita pergi ke hotel duluan sedang anak kita tengah menghilang!" Protes Jons tidak setuju.


"Pergi saja Mom, kami baik-baik saja dan percayalah kami akan menemukan adik kami" jawab Hamas, matanya menatap datar Tuan Farhan seakan tahu akal mesum Daddy nya itu. Huh! Menyebalkan sekali.


"Iya Mom, pergirah kami pasti akan menemukan Ria" sahut Azhar si gondrong tampan.


Raja iblis penuh tipu muslihat tersenyum tipis nyaris tak terlihat "bagus kalian berdua memang anak Daddy, Daddy akan beri kalian hadiah terserah apapun yang kalian inginkan Daddy akan penuhi" jelas Tuan Farhan datar padahal dalam hatinya sedang bersorak ria.

__ADS_1


"Rearry?" Tanya Azhar antusias.


"Really sayang no rearry" Jelas Jons mengajari. Azhar hanya mengangguk karena dirinya belum bisa mengucapkan huruf L.


"Tentu!" Jawab Tuan Farhan.


"Oke baiklah, ayo bang, Uncle!" Seru Azhar lalu bergegas pergi berjalan ke barisan terdepan sebagai pemandu jalan.


Tiga pria itu lalu mengambil barang-barang milik Tuan nya sedang barang-barang milik Alex dan Amanda mereka membawa sendiri.


"Daddy tengik awas saja karena sudah membebani kami" batin Hamas dalam hati sembari tersenyum setan.


"Sekarang kita ke hotel aku ingin istirahat rasanya badanku mau remuk" ujar Tuan Farhan.


"Yah kau benar Tuan muda" jawab Alex.


"Aku tidak sabar untuk segera sampai ke hotel" seru Alex tersenyum lebar. Alis Amanda terangkat sebelah matanya memicing penuh curiga.


"Apa yang sedang kau pikirkan Tuan mesum?" Tanya Amanda penuh selidik.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin mengistirahatkan tubuh ku saja" jawabnya singkat padahal ia sekarang sudah menyusun rencana nya.


Sedangkan Tuan Farhan dan Jons berjalan di depan si Jelangkung batangan terus menggenggam jemari lentik istrinya sesekali ia mencium nya penuh kelembutan.


"Prince apa tidak sebaiknya kita ikut mencari Putri kita?" Jons begitu khawatir anak perempuan nya masih kecil bagaimana kalau putrinya kenapa-kenapa.


"Tenanglah dia adalah keturunan murniku, dia bisa menjaga dirinya" jawab Tuan Farhan, ia tahu kemampuan anak-anak nya itulah sebabnya ia tidak pernah takut jika terjadi sesuatu pada anaknya selagi ia tidak memiliki musuh maka penerus nya akan baik-baik saja.


Jons mendesah berat ia pasrah tidak mungkin ia memaksa raja iblis yang memiliki tingkat keras kepala di atas rata-rata.


Di sisi lain


"Kak Lia Leca lapal"aduh nya pada Aulia. Gadis dari raja iblis itu berpikir sejenak tak lama terukir senyum tipis di bibir mungilnya.


"Leca lapal?" Alexa mengangguk.


"Ayo kita ke dalam" ajak Aulia namun Alexa tiba-tiba menggeleng kepalanya cepat.


"Kenapa?" Sebelah alisnya terangkat tadi bilang nya lapar sekarang malah tidak mau masuk.


"Tidak punya uang kak Lia, kita tidak bica makan kalau tidak punya uang" keluh Alexa dan itu membuat Aulia terkekeh.


"Sudah, ikut saja" Aulia menarik paksa lengan Alexa mau tidak mau Alexa harus ikut ajakan gadis licik itu. Entah apa yang akan di lakukan oleh Aulia hanya ia yang tahu.


Mereka masuk ke dalam Cafe yang sudah sangat ramai pengunjung nya, hanya ada satu meja yang tersisa dengan riasan yang sangat menarik Aulia segera pergi ke meja tersebut sebelum ada yang menempati nya.


Saat ingin duduk di kursi tersebut datang seorang pria dengan menggunakan celemek putih.


"Mohon maaf dek meja ini sudah di pesan oleh seseorang" pelayan laki-laki Cafe itu langsung bergegas saat melihat Aulia dan Alexa menempati nya.


Mata Aulia melotot tajam bukan marah tapi wajah pelayan pria itu sungguh manis.


"Tapi kami sangat lapal kak, kami mau makan" Aulia mulai berakting apalagi di tambah wajahnya yang sungguh kasihan benar-benar melancarkan aksinya.


"Dasal kak Lia latu dlama" tutur Alexa dalam hati.


"Kami beldua tidak punya uang, nanti kalau kakak tampan beli kami makanan kami akan mencuci piling nya" sambungnya lagi dan itu sukses membuat pria itu tersentuh. Pria itu tersenyum tipis makin menambah kadar ketampanan nya Aulia makin di buat meleleh ingin sekali ia pingsan sekarang karena tak mampu menanggung beban hati nya.

__ADS_1


"Ayo sini dek kakak akan bawa kalian ke belakang" ajak pria tersebut sembari menyentuh rambut Aulia dan Alexa.


"Baiklah kak" jawab Alexa cuek.


"Telima kasih kak" jawab Aulia antusias ia melebarkan senyumnya.


Mereka sudah sampai di dapur Cafe pria itu mengambil dua buah Hamburger dan memberinya pada Aulia dan Alexa.


"Hanya ini yang tersisa apa tidak apa-apa?" Tanya nya saat berjongkok di depan dua gadis kecil di depannya. Aulia melebarkan senyumnya.


"Telima kasih, apapun yang kakak belikan Lia pasti akan suka" jawabnya masih dengan senyum termanis.


"Cih! Abang Hamac lebih tampan" ujar Alexa dalam hati. Menggerutu kesal atas tingkah centil Aulia.


"Oke, kalian berdua mau minum apa? Biar kakak buatin".


"Emmm... Apa ada stlobelly?" Tanya Aulia hati-hati.


"Tentu ada" jawab pria tersebut tersenyum tipis mengusap pelan rambut Aulia dan Alexa.


"Huh! Lambutku aku pasti akan mencucinya hanya abang Hamac yang boleh menyentuh nya" gerutu Alexa mendelik jengkel. Huh! Tidak tahu terima kasih sekali.


"Kamu mau minum apa manis?" Tanya pria tersebut.


"Mmm... Ail putih saja kak" jawab Alexa.


"Baiklah kalian tunggu sebentar di sini yah kakak akan membawa minuman untuk kalian" Aulia dan Alexa mengangguk. Pria itu pergi dan langsung meracik jus strawberry pesanan Aulia.


Setelah meracik jus dan mengambil air putih pria itu lalu membawanya ke hadapan Aulia dan Alexa yang tengah duduk di kursi panjang yang berada di dapur Cafe tersebut.


"Ini minuman kalian" pria itu lantas meletakan Jus strawberry di depan Aulia dan air putih di depan Alexa.


"Kakak tampan telima kasih Lia akan selalu mengingat kebaikan kakak tampan" ujar Aulia tulus pria itu hanya mengangguk.


"Tidak masalah adik cantik" usapan lembut mendarat di poni nya membuat pipi Aulia bersemu merah.


"Apa kau sedang malu hmmm...? Pipi mu merah sekali" jelas pria tersebut dan itu membuat mata Aulia membulat sempurna ia sungguh merutuki kebodohan nya.


"Tidak!" Jawabnya tegas. Pria tersebut hanya terkekeh pelan.


"Gadis yang manis" batin pria tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung 🤣

__ADS_1


Beri like dan vote nya**


__ADS_2