
Happy reading
Beri like dan Vote Seninnya dong 😪
.
.
.
.
.
.
Tuan Farhan serta yang lainnya ikut turun dari mobil berjalan masuk ke dalam mall yang begitu banyak orang berlalu lalang di sana mencari sesuatu yang mereka butuhkan. Empat pria yang baru masuk seketika menjadi sorotan para wanita-wanita genit di sana apalagi tatapan mereka langsung tertuju pada Tuan Farhan yang berjalan tegas juga angkuh. Garisan wajahnya terlihat sangat sempurna terlebih jika tersenyum... Wajah serius saja sudah menarik banyak perhatian orang apalagi mengumbar senyum di bibir tipisnya sungguh kesempurnaan yang tak bisa di hindarkan.
"Apakah dua laki-laki kecil sana adalah anak Tuan Farhan...? Aku ingin menjadi ibu penggantinya" Pekik salah satu wanita menatap kagum pada empat laki-laki.
" Jangan teriak-teriak ngomongnya atau kau mau lidah kamu di potong! Tuan Farhan itu sangat kejam tahu..." Sahut temannya yang menjadi pekerja paruh waktu di Mall itu. Sedangkan wanita yang berteriak tadi malah mencebikkan bibirnya kesal.
"Jika tidak bisa dengan ayahnya anaknya juga bisa aku nikahin" Celetuknya tanpa malu dan hal itu mengundang banyak tatapan sinis padanya.
"Cih! Wajahmu sudah tua tidak pantas jika bersanding denganmu... Dia lebih baik dengan anakku" Timpal salah satu wanita paruh baya.
"Sekelompok orang-orang bodoh!" Sinis Hamas menatap sebal pada orang-orang yang bergosip tentang mereka.
"Aku sudah menghubungi manager restoran Mall ini kita bisa langsung naik ke lantai lima Tuan" Ujar sekertaris Rio sopan.
"Oke baiklah, tapi sebelum itu kita ke toko hp dulu, aku mau membeli hp untuk anak-anak" Jelas Tuan Farhan. Matanya melirik dua bocah laki-laki di samping kanannya yang juga melihat ke arahnya.
"Tidak perlu Dad, berikan kami uang saja kami akan membelinya sendiri... Daddy pergi saja ke lantai lima kami akan menyusul jika sudah selesai" Sahut Hamas tiba-tiba dan menghentikan langkahnya. Tuan Farhan dan sekertaris Rio ikutan berhenti.
"Benar Dad, jangan khawatir kami tahu cara berberanja" Timpal Azhar meyakinkan sang Daddy. Tuan Farhan tidak dapat berkata-kata ia menganggukkan kepalanya. Mengulurkan tangannya ke dalam saku celana jeans belakang mengeluarkan sebuah benda persegi berwarna hitam. Ia lalu mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam tanpa limit.
"Pakailah ini, ingat jika sudah selesai segera ke lantai lima jangan berkeliaran kemana-mana" Tegas Tuan Farhan dan langsung memberikan Black Card pada Hamas. Dua bocah laki-laki itu mengangguk riang.
"Terima kasih Daddy" Ujar mereka serempak.
"Jangan khawatir kami sudah besar" Tutur Azhar dengan dua jarinya membentuk huruf O.
__ADS_1
"Oke. Jangan buat masalah atau Daddy akan memberikan hadiah yang tidak akan kalian lupakan...!!"
"Iya Dad tenang saja, kalau begitu kami pergi dulu" Hamas dan Azhar segera berjalan dan berbelok arah mencari toko penjualan ponsel. Sedangkan Tuan Farhan dan sekertaris Rio berjalan menaiki tangga eskalator.
Lama keduanya berjalan hingga mereka sampai pada satu toko hp dengan berbagai merek. Hamas dan Azhar menghentikan langkahnya dan berdiri tepat di depan jejeran hp di balik kaca transparan.
"Ada yang bisa kami bantu dek...? Apa kalian hanya berdua di mana orang tua kalian?" Tanya seorang wanita yang di yakini adalah penjaga toko tersebut.
"Daddy kami di lantai lima. Kami ingin membeli ponsel yang sangat mahal di sini" Ujar Hamas menampilkan wajah dingin begitu pula dengan Azhar. Keduanya memasukan tangan mereka ke dalam saku celana jeansnya sangat terlihat cool.
"Apakah adik-adik sedang bercanda yah hahaha... Ponsel mahal di sini kalian tidak bisa membelinya jangankan yang mahal yang murah saja mungkin tidak bisa" Jawabnya tertawa kecil. Wanita itu menggeleng kepalanya pelan merasa kasihan pada dua bocah kecil di depannya. "Lagipula tidak baik anak seumuran kalian harus bermain hp tahu... Mendingan kalian pergi dan gunakan uang kalian membeli eskrim" Sambungnya lagi masih dengan wajah kasihan menatap Hamas dan Azhar. Dia tidak tahu saja jika dua laki-laki kecil itu adalah anak dari pemilik Mall tempatnya bekerja andai ia tahu apa mungkin ia akan bersujud selama setahun guna menghapus kebodohan yang ia perbuat.
"Wanita ini bisa-bisanya merendahkan Daddyku...!! Tidak tahu jika Daddyku adalah seorang Ibris terkaya sejagat raya" Ketus Azhar dalam hati, memandang rendah pelayan toko itu.
"Katakan saja ponsel termahal di sini tante! Jangan membuang waktu kami...!!" Ucap Hamas datar. Membuat wanita pelayan toko itu terkejut.
"Anak ini siapa sebenarnya mereka? Aura mereka sangat menakutkan" Tuturnya dalam hati.
"Jangan sampai pingsan jika aku menyebut harga ponsel termahal di toko kami... Jika kalian tidak bisa membelinya kau akan ku tendang dari sini" Balasnya menatap kesal pada dua bocah laki-laki di hadapannya. Wanita itu menyeringai licik.
"Kau membuang waktu berharga kami! Begitu bodohnya pemilik toko ini mempekerjakan kamu sebagai penjaga toko... Huh! Menyebalkan sekali...!!" Gerutu Hamas bersedekap bahkan dadanya naik turun menahan emosi meladeni sikap sombong perempuan di depannya.
"Hahahaha tenang, aku akan mengambil ponsel yang paling mahal... Jika tidak bisa membayar awas kalian!!" Ancamnya dan penjaga toko itu lantas berbalik ke belakang mengambil satu buah ponsel dan membawanya pada Hamas dan Azhar.
"Ini adalah ponsel termahal sedunia merek Falcon Supernova iPhone 6 Pink Diamond ini dibangun dari emas 24 karat. Tidak ketinggalan, di bagian belakang bodi, di bawah logo Apple, tersemat berlian raksasa berwarna merah..." Jelasnya dengan senyum kecil namun tersirat makna intimidasi pada Hamas dan Azhar.
" Selain itu, ponsel ini juga dilapisi dengan platinum dan pelindung dari orang yang ingin meretas ponsel ini. Karena mewah dan memiliki tingkat keamanan yang baik, ponsel ini juga banyak teknologi canggih di dalamnya
... Namun ponsel ini sangat mahal kalian tidak akan bisa membayarnya" Sambungnya lagi dengan kekehan kecil.
Hamas dan Azhar hanya menatap datar wajah wanita di depannya.
"Kenapa dua bocah ini tidak terkejut, bahkan wajahnya biasa-biasa saja... Sebenarnya siapa mereka ini?" Ujarnya dalam hati sembari mengamati wajah Hamas dan Azhar.
"Katakan berapa harganya? Hanya ponsel seperti itu tidak akan membuat kami rugi" Tutur Hamas lagi.
"What!! Sombong sekali! Aku takut kalian tidak bisa menanggung hutang ini... Bahkan sampai sepuluh turunan pun tidak akan terbayar... Harga ponsel ini senilai 678,8 milyar lebih."
"Huh! Beranja di tempat orang bodoh membuat kesar saja" Batin Azhar.
"Hahahaha... Kenapa tidak bilang dari tadi ini tante cek saja di dalam kartu ini" Hamas langsung menyerahkan Black Card pada penjaga toko. Wanita itu menutup mulutnya tidak percaya atas apa yang ia lihat barusan.
__ADS_1
"Oh astaga! Apakah mereka ini adalah anak-anak sultan...? Kartu ini hanya beberapa orang saja yang memilikinya, aku sudah membuat kesalahan besar" Pekik penjaga toko itu sudah gemetar ketakutan.
"Ma-maafkan saya, saya tidak tahu jika kalian adalah orang-orang penting... Baiklah saya akan membungkus ponsel ini" Ujarnya dengan kepala menunduk bahkan suaranya terdengar sedikit ketakutan tangannya pun gemetaran seakan baru melihat hantu jelek.
"Cepat bungkus tiga buah ponsel dengan merek yang sama" Titah Hamas. Lagi-lagi penjaga toko itu terkejut.
" Ma-maaf ponsel ini hanya tersisa satu... Apakah bisa mengambil yang lain saja" Tuturnya masih dengan kepala menunduk tidak berani baradu pandang.
"Kami tidak tahu ponsel apa yang sangat bagus dan canggih, Tante pilihkan saja buat kami" Jawab Hamas, sedangkan Azhar hanya diam saja dan mengamati keduanya.
"Baiklah tunggu sebentar Tuan, saya akan mengambil ponsel yang lainnya dengan kualitas bagus" Penjaga toko itu segera mengambil ponsel dengan HUAWEI Mate Xs yang juga termasuk ponsel populer dengan harga fantastis yaitu kisaran 42. 999. 000 juta.
Penjaga toko itu memberikan satu buah ponsel merek Falcon Supernova iPhone 6 Pink dan dua buah ponsel merek HUAWEI Mate Xs.
"Aku hampir mati menghitung jumlah uang sebanyak ini... Astaga apakah ini adalah sebagian kekayaan raja Fir'aun yang menghilang itu" Ujarnya dalam hati masih tidak percaya atas apa yang terjadi hari ini. Sudah beberapa hari tidak ada pembeli sekali datang langsung puluhan miliar.
"Mataku sepertinya sudah gelap... Uang sebanyak ini astaga oh Tuhan!" Gumamnya kaku wajahnya bahkan sudah menjadi pucat pasih.
"Tante, apa tante berum pernah merihat uang? Kenapa wajah tante sangat pucat" Tanya Azhar dengan dahi berkerut memandang wajah penjaga toko itu.
"Tidak! Cepat pergilah napasku hampir sesak. Ini ponsel kalian cepat pergilah...!!" Usirnya langsung terduduk lesu menarik napas panjang lalu menghembuskan kembali. Hamas dan Azhar saling melihat mereka lantas mengambil sebuah bingkisan juga kartu di atas meja transparan itu.
"Ayo Bang kita pergi. Aku takut tante itu akan jantungan" Bisik Azhar dan mereka segera pergi dari toko HP dan menuju lantai lima menggunakan tangga eskalator.
Sedangkan wanita penjaga toko masih memegang dadanya "Seumur-umur aku baru melihat uang sebanyak itu... Bahkan umur sekarang saja susah memegang uang lima ribuan.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung