Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 61 Pelukan Hangat


__ADS_3

Up lagi nih untuk kalian para kaum Jons yang setia 🤗🤗


Tangan Author pegal-pegal karena ketik 😔 jadi Author minta like dan Hadiah nya yah heheh 🤣🤣🤣


_


_


_


_


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


-


Setelah mendapat kabar dari suruhan nya untuk mengawasi adiknya karena ada misi yang harus ia selesaikan si pembunuh bayaran membentak anak buahnya dadanya naik turun amarah nya begitu besar kenapa ia tidak tahu tentang kejadian yang menimpa adiknya dan juga Geng nya, dan lebih bodohnya orang suruhan nya tidak memberi tahu jika terjadi perpecahan antar ketiga Geng dunia bawah yaitu Geng Black Wolf dan dua Geng dedemit.


ingin sekali dirinya membunuh orang bodoh suruhannya karena tidak becus namun sekarang bukan saatnya untuk membunuh ia harus mengesampingkan amarahnya dulu yang terpenting adalah keadaan adik nya tidak bisa ia bayangkan bagaimana kondisi adiknya sekarang.


Dan saat ini si tomboy sudah berada di mansion utama milik Tuan Wijaya sedangkan Farhan sudah pergi pagi-pagi sekali ke kantor karena ada urusan mendadak yang harus segera di tangani.


Jons seperti biasa memasuki mansion dengan gaya coolnya ia memakai celana jeans sobek dan kemeja hitam polos lengan bajunya ia lipat sampai siku menampilkan wajah datar adalah gayanya seorang pembunuh anggota Black Wolf segera menunduk memberi hormat pada atasannya.


Di ruang tengah sudah ada ke tiga sahabat Jons yakni Richo, Tio, dan Alex mereka melihat Jons berjalan ke arah mereka seketika membuat mereka merinding bulu kuduk mereka tiba-tiba berdiri mereka tidak tahu jika Jons akan datang ke Mansion dan itu berarti akan ada sesuatu yang buruk.


"Emmm... Jons apa tugas mu sudah selesai? Kenapa tidak bilang-bilang pada kami dan tidak biasanya kamu datang kemari biasa nya juga langsung ke Markas" ujar Richo gugup sedangkan dua pria di samping Richo tidak berani menatap wajah dingin Jons.


"Cih! Gelagat kalian sudah aku tahu" jawab Jons datar si tomboy melirik tajam ke tiga sahabat nya "kenapa kalian tidak bilang jika kalian dan kedua anggota perusuh itu bertengkar?! Masih dengan wajah datar Jons kembali berkata "Apa semua baik-baik saja? Di mana Boss besar dan yah Ayu di mana?" Jons menampilkan wajah lugunya ia pura-pura tidak tahu tentang masalah yang di alami anggota nya selama ia pergi, sebelum menuju ke Mansion Jons terlebih dulu pergi ke rumah Tuan Wijaya dan ia tidak mendapati orang-orang rumah termasuk adik nya oleh sebab nya ia segera menuju Mansion utama.


Richo dan kedua sahabatnya menelan Saliva nya susah mereka saling melirik dan menggeleng kepalanya.

__ADS_1


"Ada apa dengan kalian? Apa semua baik-baik saja?" Alis Jons terangkat ia memang tidak tahu pasti keadaan sebenarnya yang ia dengar bahwa adiknya di culik dan terjadi peperangan selebihnya si tomboy tidak tahu cerita akhirnya.


"Hmmm... Sebenarnya, sebenarnya"gagu Alex, pria itu tidak cukup berani memberikan informasi pada Jons.


"Sebelumnya maafkan kami Jons, kami tidak bisa menjaga adik kamu maafkan kami yang tidak becus menjadi sahabat mu dan menjadi anggota ini" Tio akhirnya berbicara setelah lama berdiam diri ia menghembuskan napas kasar tak berani menatap wajah dingin Jons.


"Jangan bertele-tele Tio! Cepat katakan atau ku potong lidahmu!" Bentak Jons marah suaranya yang melengking tinggi cukup membuat anggota di dalam Mansion terkejut mereka segera menghindari amukan iblis betina takut jika mereka akan mendapat amukan dari Jons.


"Tuh kan, belum pada intinya sudah mau memotong lidah saja bagaimana jika masuk ke intinya apakah tubuhku akan di cincang kecil-kecil juga" celetuk Tio dalam hati.


Tio mengelus pelan dadanya guna menetralkan kondisi jantung nya yang ketakutan.


Sedang Richo dan Alex makin tak berani menjawab memang Jons selalu emosional itulah sebabnya mereka malas mengatakan keadaan sebenarnya di tambah si tomboy sedang hamil emosinya bertambah tiga kali lipat.


Emosi Jons makin memuncak kala sahabat nya hanya diam tanpa mau menjawab si tomboy menatap nyalang tiga pria yang tidak bergeming sedikitpun.


"Jojo! Jojo! Kemana kamu?!" Teriak Jons menggema para anggota Black Wolf sudah gemetaran bahkan ada yang sampai mengencingi celananya mereka benar-benar takut sekarang aura dingin pembunuh bayaran makin seram setelah pulang dari misinya.


"Katakan sebenarnya apa yang terjadi saat aku sedang melakukan misi di California jojo?!" Tanya Jons dengan raut mengintimidasi pria bernama Jojo menelan saliva nya ia menghirup udara sebanyak banyaknya sebelum dirinya akan di tendang oleh Jons nantinya.


"Sebenarnya?"


"Cepat katakan Jojo! Jangan membuat nyawa kalian melayang nantinya!" Bentak Jons dengan wajah merah padam.


Jojo semakin frustasi bahkan sebelumnya ia terlihat baik-baik saja namun sekarang napas nya tersengal-sengal karena Asma dadakan.


Richo yang melihat kondisi semakin memburuk segera berdiri dan angkat bicara "tenangkan dirimu Jons! Kenapa kamu menjadi emosi begini kita bicarakan baik-baik oke jangan membuat anggota lainnya ketakutan" bujuk Richo lembut namun tak membuat si tomboy mereda malah emosinya semakin memuncak.


"Kalau begitu katakan yang sebenarnya! Jangan pada bengong dengan tampang wajah bodoh kalian!" Jons makin menjadi amarah nya benar-benar mengendalikan akal sehatnya.


Richo kembali terdiam.

__ADS_1


"Ya Tuhan selamat kan umurku" lirih Alex dalam hati. dari tadi pria itu tidak sedikitpun bergerak dari tempatnya karena takut.


"Aku bertobat sekarang ya Tuhan, aku tidak mau mati dalam keadaan tidak suci" doa Tio dalam hati ia hampir menangis dengan situasi sekarang.


"Baik jika kalian tidak mau menjawab jangan salahkan aku jika nyawa kalian akan melayang" tutur Jons datar ia lalu mengeluarkan pistol nya di balik celana belakang nya. Semua orang di sana terkejut mereka menggeleng kepala tidak percaya.


"Bersiaplah" seringai setan terbit di bibir tipis Jons si tomboy mengarahkan pistolnya pada Richo dan...


DOR


Suara tembakan menggema di ruang tengah anggota Black Wolf terkejut bukan main bahkan ketiga sahabat Jons juga tak kala terkejut Richo seketika terjatuh tubuhnya lemas di atas sofa.


"Ara" panggil seseorang yang tak asing di telinga Jons seketika membuat si tomboy menoleh ke belakang ia mendapati prianya yang sedang berlari ke arahnya.


"Kau baik-baik saja Ara? Apa yang terjadi? Apa terjadi sesuatu yang buruk dan kenapa kau mengarahkan pistolnmu pada teman mu?" Tanya Tuan Farhan lembut ia langsung membawa Ara nya dalam pelukannya mengelus punggung wanita yang sedang di peluknya.


Jons terdiam di pelukan suaminya tubuhnya lemas seketika pistol yang ia pegang terjatuh dilantai "Prince, apa yang sudah aku lakukan? Aku, a-aku melakukan kesalahan sekarang" lirih Jons wanita itu seperti linglung ia tidak membalas pelukan suaminya Tuan Farhan yang mengetahui bahwa Ara nya sedang syok mengeratkan pelukannya.


"Tenanglah Ara, aku ada di sini kau akan baik-baik saja dan semua akan kembali seperti semula. Jangan pikirkan yang lain, sekarang kamu harus istrirahat ada anak kita yang harus kamu jaga yah" bisik Tuan Farhan lembut tangannya masih setia mengelus punggung istrinya.


Jons mengangguk dalam dekapan Tuan Farhan rasanya hangat dan damai, sekarang pikirannya kembali tenang.


Tuan Farhan melerai pelukannya menatap dalam wajah Ara nya di kecup nya dahi istrinya lama seakan menyalurkan rasa damai dan kasih sayang ia kemudian kembali memeluk tubuh Jons menenangkan jiwa istrinya yang sedang tergoncang.


Anggota Black Wolf mengelus dadanya pelan mereka melafalkan ucapan syukur berkali-kali karena berhasil selamat dari amukan iblis betina namun tidak dengan Richo pria itu masih syok dengan keadaan yang barusan menimpanya.


-


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


**Bersambung

__ADS_1


Tinggalkan jejak nya GUYS**


__ADS_2