Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 170 Bak Putri Raja


__ADS_3

Happy reading 🤗❤️


.


.


.


.


.


.


.


Malam berganti pagi tidak terasa hari yang di tunggu-tunggu oleh Tuan Farhan juga tiga kerucil pun tiba. Mereka sudah bekerja sama dengan Nyonya Mita untuk membawa Jons ke salah satu hotel terdekat di acara yang sudah di siapkan oleh Tuan Farhan.


Sedangkan Tuan Farhan dan tiga kerucil sudah pergi pagi-pagi sekali untuk menyiapkan rencana selanjutnya tanpa memberitahu Jons.


"Sayang, ayo bangun. Mama ingin membawa kamu ke suatu tempat" Nyonya Mita membangunkan Jons yang tengah tertidur pulas walaupun tidak tega tapi ia harus menjalankan misinya. Karena waktu tidak lama lagi. Yah semenjak Jons hamil kedua, ia sangat suka tidur-tiduran bahkan saat kepalanya mengenai bantal ia langsung tertidur pulas tidak seperti biasanya. Mungkin itu adalah faktor pembawaan bayi.


"Eumm, Ma. Di mana Prince? apakah dia di kamar mandi...?" tanya Jons mendudukkan tubuhnya di atas kasur, karena tidak melihat suaminya di sampingnya ia pikir Tuan Farhan berada di kamar mandi. Menutup mulutnya kala menguap, ia mengerjap matanya berkali-kali guna menghilangkan rasa kantuk di matanya.


"Prince lagi ada urusan sama anak-anak, sekarang ayo siap-siap Mama tunggu kamu di bawa yah. Ingat jangan lama atau nanti kita terlambat" tutur Nyonya Mita tersenyum tipis. Ia lalu berjalan keluar meninggalkan Jons yang tengah seperti orang kebingungan.


"Tumben Mama ngajak keluar. Ada apa sebenarnya?" tanya Jons turun dari atas kasur menuju kamar mandi.


Namun sebelum itu dirinya mengambil handuk. Butuh dua puluh menit untuk menyelesaikan ritual mandinya. Andai jika ia masuk bersama raja Iblis entah sampai berapa jam lamanya mereka di dalam.


Jons keluar dari bilik kamar mandi berjalan menuju ruang ganti yang di sebut walk in closed. Kali ini dirinya memakai dress karena tidak mungkin menggunakan celana yang biasa di pakainya, itu akan menyakiti bayi dalam perutnya.


Kali ini Jons akan berbusana casual dan pilihannya jatuh pada Maxi dress dengan kain yang di gunakan adalah kain satin yang memiliki karakter ringan halus dan tentunya menyejukkan.


Mengaplikasikan makeup natural pada wajahnya setelah itu ia mengambil tas selempangnya. Kali ini Jons mengikat rambutnya ala kuncir kuda agar tidak membuatnya gerah nantinya.

__ADS_1


Saat sampai dirinya di lantai bawah rupanya Nyonya Mita sudah menunggunya di ruang keluarga juga ibu mertuanya sudah berdandan rapi. Ia bertanya-tanya sebenarnya mereka akan kemana namun ia hanya memendamnya nanti saja jika sudah di mobil.


"Maaf Ma, sudah membuat menunggu" ujar Jons saat sudah sampai di depan ibu mertuanya.


"Tidak apa sayang, yuk kita berangkat sekarang" ajaknya dan Jons tersenyum.


"Ma, aku telepon Prince dulu, aku takut dia akan mencariku dan tidak menemukanku di sini" kata Jons yang hendak mengambil ponselnya namun di urungkan oleh wakil Mafia.


"Mama sudah minta izin ke suami kamu, dia bilang tidak apa-apa yang terpenting harus hati-hati" jawab Nyonya Mita dan Jons mengangguk mengerti.


Mereka lalu naik ke dalam mobil berwarna merah Lexus LM yang di kendarai oleh salah satu anggota Black Wolf. Mobil Lexus itu meninggalkan halaman Mansion dan menuju keluar gerbang. Butuh dua puluh menit berkendara baru bisa sampai di gerbang Mansion Utama karena jaraknya terbilang cukup jauh jika itu menggunakan tenaga kaki saja.


"Ma, sebenarnya kita akan ke mana?" tanya Jons sangat penasaran.


"Kita mau ke acara pernikahan teman Mama, jadi kita harus ke hotel dulu untuk berganti pakaian..." jelas Nyonya Mita.


"Aku harus berbicara hati-hati atau nanti Jons akan curiga" bisik Nyonya Mita dalam hati.


"Kenapa harus ganti pakaian? bukankah baju yang kita pakai sudah cocok untuk ke undangan pernikahan?." tanyanya dengan alis berkerut heran. Jons memicing curiga pada wanita paruh baya di sampingnya itu.


"Oh, seperti itu yah?." Tanya Jons dengan tampang polosnya membuat anggota Black Wolf yang menjadi supir tersenyum tipis.


"Sejak kapan seorang pembunuh bayaran menjadi lola? apakah jika hamil maka kemampuan mereka akan menurun? mungkin iya kali yah, kemampuan mereka akan di turunkan pada keturunannya... oh pantas saja Jons menjadi lola sekarang rupanya sebagian kecerdasannya sudah di bagikan kepada tiga kerucil juga dua bayi dalam perutnya" batin pria tersebut manggut-manggut. Ia mengerti sekarang entah apakah teorinya itu benar atau malah di ragukan oleh kalangan ilmuwan.


Hingga tak terasa mereka sudah sampai di sebuah gedung bernama hotel Santika. Mereka lalu turun dari mobil berjalan masuk ke dalam.


Hingga tepat di lantai dua di kamar 043 Nyonya Mita masuk dan terlihat beberapa penata rias sudah berada di dalam kamar tersebut.


"Ma, apakah itu yang Mama maksud?" tanya Jons ikut masuk ke dalam. Nyonya Mita menjawab dengan anggukan pelan.


"Tolong rias putriku dengan sangat cantik yah" bisik Nyonya Mita dan mereka memberikan jempol sebagai jawabannya.


"Nona, ayo kami akan mendandani Anda" ujar MUA dan Jons menurut. Sebelum berdandan mereka membawa Jons ke kamar mandi menyuruhnya untuk mandi susu lalu memberikan pijatan rileksasi setelah sudah cukup, mereka kemudian meminta Jons untuk memakai pakaian pengantin membuat Jons bertanya-tanya.


"Apakah konsepnya harus menggunakan baju pengantin?" tanya Jons dan mereka hanya mengangguk. Membuang napas kasar lalu memakai pakaian pengantin berwarna putih dengan panjang sampai menyentuh lantai.

__ADS_1


"Silahkan Nona untuk duduk di kursi!" titahnya lembut. Bak anak kucing imut Jons menurut, menjatuhkan bokongnya di atas kursi. Mereka lalu mulai merias wajah Jons yang memang sudah memiliki kecantikan alamiah jadi hanya dengan sentuhan sedikit maka Jons akan menjadi putri hari ini.


"Tidak ku sangka mekup natural yang aku berikan benar-benar sangat sempurna. Aku yakin mereka tidak akan menyadarinya terutama Tuan Farhan" batin MUA terkekeh geli.


"Perfect!" ujarnya sangat puas. "Kau bisa melihatnya di cermin" sambungnya merasa bangga. Jons langsung melihat dirinya di pantulan cermin, matanya seketika membulat sempurna kala melihat wajahnya benar-benar bak putri raja. Ia memakai mahkota berwarna perak dengan rambut terurai namun sudah di tata sedemikian rupa. Juga membiarkan rambut yang bergelombang terurai menyentuh pipinya.


"Wow, aku sungguh seperti seorang ratu sungguhan" gumam Jons terpaku pada penampilannya. Sepertinya pembunuh bayaran tengah melupakan sesuatu, bukankah kamu adalah seorang ratu neraka saat ini hmm...


Nyonya Mita yang sudah selesai di rias pun keluar dari bilik kamar lainnya matanya tidak berpaling sedikitpun dari Jons. "OMG, apakah dia adalah menantuku? cantik, sangat cantik" tutur Nyonya Mita tersenyum lebar.


"Kau sungguh cantik hari ini, ayo sekarang kita ke acara resepsi anak teman Mama, Mama yakin kamu akan menjadi pusat perhatian" puji wakil Mafia membuat pipi Jons bersemu merah. Dengan langkah lebar Nyonya Mita menuntun Jons berjalan keluar sampai memasuki mobil pun, pandangan orang-orang hotel tidak lepas dari Jons membuat si tomboy menahan malunya.


"Aku yakin si raja Iblis itu tidak akan memujiku... dia akan menggerutu kesal melihatku tampil cantik hari ini heheh" batin Jons terkekeh geli. Tiba-tiba ia merasa rindu pada suaminya.


"Heh! aku akan membuatnya cemburu" bisiknya lagi dalam hati. Seakan sudah menyiapkan rencana indah untuk sang suami.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Sebenarnya pengen lanjut ngetik tapi udah gak kuat jari-jari author jadi kaku rasanya.

__ADS_1


__ADS_2