Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 154 Terjebak


__ADS_3

**Happy reading


Like dan hadiahnya dong 😁😁😁**


.


.


.


.


.


.


.


Tuan Farhan duduk di kursi kebesarannya memjiat pelipisnya pelan kepalanya serasa mau meledak entah apa yang di pikirkan oleh pria beranak tiga itu. Tuan Farhan menekan tombol intercorm untuk memanggil sekertaris Rio.


"Ke ruanganku segera!" titahnya tegas dan langsung memutus sambungan telepon sepihak. Sekertaris Rio segera beranjak dari kursinya memang itu adalah tugasnya apapun itu ia harus menerimanya. Dirinya sudah terbiasa dengan sikap Tuan mudanya jadi tidak membuat sekertaris Rio merasa geram ataupun sakit hati.


CEKLEK


Tanpa mengetuk pintu sekertaris Rio langsung membuka pintu ruangan Tuan Farhan berjalan menghadap ke arah raja Iblis.


"Ada yang bisa aku bantu Tuan...?" tanya sekertaris Rio dengan kepala menunduk hormat.


"Handle semua pekerjaan hari ini, aku akan pulang, bekerja dengan keadaan stress membuat pekerjaan tidak akan selesai" jelas Tuan Farhan memijat dahinya yang terasa penat.


"Baiklah Tuan" jawabnya tanpa membantah. "Jika kamu ada masalah ceritakan jangan memendamnya sendiri sekalipun aku tidak bisa memberikan solusinya setidaknya bebanmu sedikit berkurang" sambung sekertaris Rio merasa sedih melihat keterpurukan Tuan Farhan. Tidak seperti biasanya raja Iblis menunjukkan ekspresi lelahnya pada orang lain namun tidak untuk hari ini terlihat sangat jelas. Sebagai sahabat, sekertaris Rio ikut sedih.


Tuan Farhan tersenyum menatap dalam wajah sahabatnya. "Terima kasih... cukup kamu mengerjakan pekerjaan hari ini itu sudah meringankan bebanku..." jawab Tuan Farhan sedikit bergurau dan itu membuat sekertaris Rio mengerlingkan matanya sebal.


"Kamu memang tidak pernah berubah Farhan! selalu membuat orang merasa jengkel!" sewot sekertaris Rio dan Tuan Farhan hanya terbahak-bahak. Sudah lama mereka tidak saling bercanda ada keseruan tersendiri di saat mereka berbicara seperti itu.


Raja Iblis beranjak dari kursi kebesarannya berjalan ke arah sekertaris Rio menepuk pelan punggung sahabatnya seraya berbisik. "Jangan lupa untuk selesaikan pekerjaanku... jangan mengumpat karena kamu yang memintanya sendiri" si Jelangkung batangan segera keluar tanpa mau mendengar umpatan kasar dari sekertaris Rio.


"Menyebalkan! ini terakhir kalinya aku tertipu olehmu Farhan!" murka sekertaris Rio dengan wajah yang tidak bisa di jabarkan. Tiba-tiba terdengar suara notifikasi masuk membuat saku celana depannya sedikit bergetar.


Ting


Di raihnya ponsel miliknya di dalam saku celana alisnya berkerut melihat pesan masuk yang tertera nama Tuan Farhan dengan cepat ia membukanya.


✉️ " Gaji kamu akan naik tiga kali lipat jika kinerjamu membuatku merasa puas"


Pesan singkat itu seakan menerbangkan tubuh sekertaris Rio ke angkasa dengan mata berbinar sempurna, bagaimana tidak gajinya perbulan adalah seratus juta di tambah tiga kali lipat dengan gajinya bukankah dirinya akan kaya sekarang. Dengan semangat empat lima tidak lupa mimik wajahnya seketika berubah drastis kala membayangkan uang tiga ratus juta akan di terimanya.

__ADS_1


"Itu baru Boss yang hebat" gumam sekertaris Rio tersenyum lebar. Tidak ada lagi umpatan kasar yang ada hanyalah sebuah pujian yang terus terlontar di bibir manisnya.


Heh! jika sudah berbicara uang semuanya langsung terasa mudah bahkan semangatnya berkoar-koar dari dalam dirinya.


Sebuah mobil sport berwarna hitam pekat terparkir di halaman sebuah bangunan sederhana yang memiliki tiga lantai. Seorang pria dengan tubuh kekarnya keluar dari mobil sportnya jasnya ia tinggalkan di dalam mobil pria tersebut hanya menggunakan kemeja putih dengan celana Chino panjang berwarna coklat.


Berjalan tegak memasuki bangunan sederhana itu dentuman musik menggelegar memekakkan gendang telinga namun tidak membuat pria tersebut merasa risih. Sudah lama semenjak dirinya menikah ia tidak pernah mengunjungi bangunan itu namun hari ini entah bisikan dari siapa membuatnya kembali memasuki bangunan yang sudah lama tak pernah ia datangi.


"Selamat siang Tuan Farhan, Tuan mau pesan ruangan apa?" tanya seorang pria yang bekerja di bidang resepsionis Club Jaya.


"Seperti biasa" jawabnya singkat pria tersebut mengangguk mengerti dan menyuruh salah satu pelayan wanita untuk mengantar Tuan Farhan ke salah satu ruangan VVIP A.


"Dia adalah Farhan... hahahah sangat bagus jika aku menjalankan rencanaku sekarang" batin seseorang kala tidak sengaja melihat Tuan Farhan masuk ke dalam Club Jaya. Ia sangat menantikan di mana Tuan Farhan terjatuh sangat terpuruk.


"Silahkan Tuan, kami akan mengantarkan jamuannya untuk Tuan" seorang pelayan mempersilahkan Tuan Farhan untuk masuk ke dalam, ruangan yang luas juga banyak fasilitas di dalamnya. Tuan Farhan menjatuhkan pantatnya di atas sofa yang begitu empuk menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sembari menunggu jamuan dari Club Jaya.


"Biar aku yang membawa pesanan ini kebetulan aku mengenal tamu yang berada di ruang VVIP A" ujar seorang wanita cantik dengan pakaian minimnya. Pelayan yang hendak mengantar minuman Vodka juga Wiski menganggukkan kepalanya tanpa curiga.


"Aku akan membalaskan dendam kakakku pria brengsek! karena dirimu kakakku Louis mati di bunuh oleh anggota keluargamu...!" batinnya dengan amarah memuncak. Wanita tersebut mencampur bubuk obat ke dalam lima botol minuman Tuan Farhan dengan dosis yang tinggi. Setelah memastikan bahwa tidak ada orang yang melihatnya ia segera membawanya ke ruang VVIP A.


Tersenyum setan lalu meletakan di atas meja depan Tuan Farhan.


"Silahkan di minum Tuan" tuturnya sopan ia lantas berjalan dan berdiri tak jauh dari tempat duduk Tuan Farhan. Melihat raja Iblis meminum satu botol Vodka hingga tandas membuatnya begitu senang. Tidak ada yang curiga bahwa minuman tersebut sudah di masukkan obat tidur entah apa rencananya hanya dirinya yang tahu.


"Minumlah sebanyak-banyaknya dan setelah itu kau akan tertidur panjang" bisiknya jahat dengan senyum devilnya. Tuan Farhan masih belum sadar hingga tiga botol habis di minum. Memegang kepalanya rasanya sangat pusing bahkan matanya mulai berkunang-kunang.


Dua orang wanita dan tiga orang pria datang menghampiri wanita yang memanggil mereka.


"Kerja bagus Lusi" ujar seseorang dengan sudut bibir terangkat sebelah.


"Aku selalu bisa kak Clara" jawabnya bangga.


"Aku akan membalas penghianatan ini Farhan, kau yang sudah menjadi pembunuh keluargaku juga membunuh kak Louis dan kak Bayu" ucap Clara dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Bawa laki-laki itu ke kamar dan buka seluruh pakaiannya akan ada adegan yang sangat mendebarkan nantinya" titah Clara pada tiga orang pria yang ternyata adalah anak buah suruhannya. Ketiga pria itu mengangguk dan segera membopong tubuh Tuan Farhan ke salah satu kamar yang berada di ruang VVIP A.


Clara melirik ke arah wanita di sebelahnya. "Kau bisa menguasainya Karina" ujar Clara dan Karina tersenyum senang.


"Aku akan menjadi Nyonya Farhan hahahaha" batin Karina.


Di lain sisi


Tepatnya di hutan lindung seorang wanita tomboy dengan di dampingi seekor binatang buas berjalan kembali dari arah selatan. Tatapan datar menatap lurus ke depan. Hingga sebuah bangunan besar dapat di lihatnya senyum tipis nyaris tak terlihat terukir di sudut bibirnya ia melangkah cepat ke depan.


Berdiri di depan pintu bangunan tersebut mengulurkan tangannya dan...


CEKLEK

__ADS_1


Jons sang pembunuh bayaran telah kembali berjalan masuk ke dalam Markas yang pernah ia tempati.


Suara derap langkah kaki serta auman singa mengagetkan orang-orang di dalam dengan cepat mereka mengambil senjata dan berlari ke arah pintu masuk betapa kagetnya mereka melihat sosok yang di nanti.


BUGH


BUGH


Beberapa bunyi benda jatuh di atas lantai, tubuh mereka seakan kaku dan sedikit gemetaran.


"Bo-boss"


"Jo-Jons"


Panggil mereka lirih seperkian detik tubuh ramping Jons langsung di peluk oleh mereka, rasa rindu, sedih, bahagia semuanya bercampur menjadi satu.


"Uhuk, uhuk, uhuk" Jons sampai terbatuk-batuk akibat rengkuhan dari tangan kokoh anggotanya. Ia tersenyum lebar mendapati pelukan dari sang rekan kerja namun sudah saling menganggap saudara.


"Hiks, hiks, kemana Boss pergi apa kau tidak tahu bagaimana khawatirnya kami dan keresahan Tuan muda?! Tuan muda bahkan rela mati untuk mencarimu!" gerutunya dengan suara sedikit meninggi namun tidak membuat Jons merasa sakit hati.


"Apa kalian tidak takut? mungkin aku datang sebagai hantu Boss kalian!" guraunya dengan kekehan kuntilanak yang di buat-buat namun pelukan erat dari beberapa pria semakin merapat.


"Itu tidak lucu! jangan mengulanginya Boss! hiks, hiks" ketus salah satu pria mencibir tidak suka. Mereka semua sangat terharu bahkan linangan air mata terus menetes membasahi pipi mereka.


"Hey jangan berkomentar yah aku tidak mandi selama kepergianku hari itu, mungkin badanku sangatlah busuk" jelas Jons lagi.


"Tidak apa-apa yang penting Boss sudah kembali" kekeuhnya dan itu membuat Jons hanya bisa menghela napas.


"GOAAAAARRRR" auman singa langsung menghentikan aksi pelukan, menatap tajam binatang buas yang berada di sekitar mereka hingga senjata yang masih berada di tangan sebagian anggota Black Wolf langsung terarah pada Lan.


"Dia adalah Lan hewan piaraanku! turunkan senjata kalian!" tegas Jons menatap datar anak buahnya. Seketika anggota Black menurunkan senjata apinya. Mereka lalu menundukkan kepalanya pada Lan sebagai tanda hormat pada hewan dari Boss mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2