
Happy reading guys 😘
Up lagi nih. hmmm.... Kayaknya ceritanya akan segera tamat Guys 🤗🤗 terimakasih atas dukungan nya 😁🤣
.
.
.
.
.
.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
.
.
.
.
.
.
Jons mengajak Ayu untuk duduk di sofa yang lain sedang si jelangkung masih berbaring dengan menutup wajahnya dengan tangan kanannya perutnya masih terasa di aduk-aduk kepalanya agak sedikit pusing itulah sebabnya ia malas hanya sekedar membuka mata.
"Siapa yang mengantar mu ke sini dek?" Tanya Jons menatap wajah adik nya.
"Oh itu tentu saja dokter yang merawat ku, aku menyuruhnya untuk mampir sebentar tapi dia banyak pekerjaan" jawab Ayu menghembuskan napasnya.
"Kau menyukai nya hmmm....?" Goda Jons dengan senyum tipis hampir tak terlihat.
"Tidak!" Tandas Ayu.
"Hey! Pebinor cepatlah menikah agar kau tidak menganggu hubungan ku dengan Ara ku!" Sahut Tuan Farhan masih dengan mata tertutup.
"Jaga ucap... Belum sempat Ayu berbicara River datang menyela.
"Nona pesanan anda sudah siap di meja makan".
"Ah yah aku hampir lupa padahal ini hampir satu jam dan kau baru menyelesaikan pekerjaan yang begitu mudah kau benar-benar buruk dalam bekerja" ujar Jons tanpa hati.
River mengepal tangannya kuat menahan amarahnya agar tidak keluar ingin sekali dirinya memasukan istri Boss nya di dalam karung goni dan melempar nya di laut merah. Memuakkan!.
Hey River kau sungguh berani dengan ratu Iblis kegelapan? Kau tidak tahu jika istri Boss mu itu adalah ratu Iblis yang sangat kejam yang bisa dengan mudah menjadikan ginjal mu sebagai pajangan di pasar kuburan atau hatimu sebagai permata kalung putri kuntilanak, emang kamu mau di jadikan santapan kuntilanak huh!
__ADS_1
"River! Jangan mengumpat milikku atau kau tahu akibatnya!" Ancam si Jelangkung membuka matanya ia lalu memposisikan tubuhnya menjadi duduk.
"Seharusnya dia membelaku bukan istrinya! Lagipula dia selalu tahu isi hatiku! Dasar hati tidak pernah konsisten" gerutu River dalam hati.
"Aku masih waras Devil, jika aku dengan berani mengumpat milikmu aku masih ingin hidup tidak mau mati dulu" jawab River menunduk hormat.
"Sudahlah aku ingin mencicipi masakan asisten suamiku, hmmm... Jika rasanya tidak memuaskan ku maka daging mu akan jadi taruhannya daging mu sangat cocok untuk di jadikan daging bakar" tutur Jons melangkah menuju ruang makan di ikuti Ayu, si jelangkung dan River.
"Kak Jons memang gentleman" puji Ayu tersenyum tipis.
"Aiiishh.... Kenapa juga Devil memilih wanita Psikopat sebagai istrinya, kenapa tidak mencari seorang ustadzah saja agar hidup ku menjadi tenang bukan malah ketakutan karena akan di jadikan sebagai steak panggang" lirih River dalam hati.
Mata Ayu berbinar melihat makanan kesukaan nya di atas meja.
"Ahhhkkkkkk Tuan Krab, akhirnya aku bisa membalas dendam ku padamu sekarang! pekik Ayu bersorak bahkan dirinya berjingkrak seperti anak kecil yang baru mendapat sebuah lotre.
"Hey pebinor bisakah kau bertindak dewasa! Jangan kekanakan!" Dingin si jelangkung menatap tak suka.
"Cih! Pengamen jalanan tutup mulut kotor mu! Terserah padaku mau melakukan apa ini tubuhku jangan mengatur nya!".
"Kenapa kalian berisik sekali bisakah kalian diam huh!" Bentak Jons menatap keduanya.
"Kakak beradik ini sama sekali tidak takut pada raja iblis apakah aura raja iblis sudah hilang karena dance tadi?" Pikir River.
Oh ayolah River kau pasti pria cerdas dan juga pintar tidak mungkin dance bisa melunturkan aura raja Hades.
Berbagai macam olahan lobster dan kembaran Tuan Krab seperti lobster goreng telur asin, lobster saus asam manis, lobster saus Singapura, kepiting mentega, dan kepiting saus tiram.
Mereka kemudian duduk di kursi masing-masing Ayu yang begitu antusias mengambil beberapa kepiting untuk di taruh di piringnya sampai piringnya penuh akan kepiting.
"Prince" Jons menatap tajam ke arah Tuan Farhan hingga membuat si jelangkung terdiam matanya masih menatap tajam ke arah Ayu yang menatap mengejek ke arahnya.
"Aku sangat tidak suka dengan karakter Tuan Krab dasar menyebalkan! Memuakkan! Tuan Krab mata uang, dasar pelit! kan kasihan sekali Spongebob masa gajinya hanya sedikit padahal dirinya sangat pekerja keras" gerutu Ayu dengan tangan nya yang sudah mengobrak-abrik isi kepiting.
Alex menggeleng kepala nya melihat tingkah aneh Ayu membuatnya pusing.
"Cih! Wanita itu sungguh jorok!" Gumam River memerhatikan tingkah gila Ayu
"Awas kau pebinor sialan aku sampai tidak bernafsu untuk makan" maki si Jelangkung dalam hati.
"Ayu makanlah yang benar, apa kakak harus menyuapi mu"
"Tidak! Aku tidak mengizinkan nya!" Sahut Tuan Farhan cepat matanya mendelik jengkel melihat ke arah Ayu lalu kemudian menatap istrinya yang sedang terkekeh kecil.
"Hey apa kamu tidak makan River, Alex?" Tanya Jons.
"Tidak!" Jawab keduanya hampir bersamaan.
"Oke" balas jons singkat.
Setelah beberapa menit mereka sudah menyelesaikan sarapan mereka pelayan pria pun segera membereskan piring kotor untuk di bawa ke wastafel untuk di cuci. Sedangkan Tuan Farhan berjalan berdampingan dengan asisten nya River ke ruang keluarga. Jons dan Ayu menuju kamar lantai dua.
__ADS_1
"Bagaimana dengan ke dua perusuh itu River?" Tanya Tuan Farhan duduk di sofa sambil menyalakan batang rokoknya.
"Mereka di markas kita sekarang dan sesuai perintah mu mereka terus di cambuk dan tidak di beri makan" jawab River ikut merokok.
"Bagus, pastikan mereka mati mengenaskan. Berani sekali melawan ku cih! Sungguh konyol!" Desis Tuan Farhan menyedot rokok nya kasar.
"Bagaimana kabar Mama dan Papa? Apa mereka sudah siuman?" Menghisap rokok lalu mengeluarkan asap nya ke udara.
"Sudah, mereka sedang istrirahat sekarang" menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
"Kak, bagaimana jika aku memakai jilbab? Aku ingin sekali menutup aurat agar aku pantas bersanding dengan dokter Reyhan?" Tanya Ayu dengan wajah tersenyum malu.
Alis Jons berkerut lalu seketika tawanya menggema.
"Ish! Itu tidak lucu tahu"
"Hahahaha, adikku jangan merajuk. Tidak masalah kau memakai jilbab, tapi tidak baik jika niatnya hanya karena pria" nasehat Jons.
Yeah! Seorang pembunuh bayaran berkata bijak, bukankah itu adalah sebuah hidayah? Anugerah yang sangat indah bukan? Hmmmm....
"Uuhhh.... Kakak ku bijak sekali sepertinya sudah pantas menjadi ibu ustadzah hahaha....." Celetuk Ayu menutup mulutnya agar tidak terbahak karena lucu.
Pletak
"Auww sakit kak" ringis Ayu mengusap pelan jidatnya yang habis di sentil oleh Jons.
"Apakah Reyhan adalah dokter yang merawat mu hmmmm....?" Menatap lurus wajah sang adik, Ayu mengangguk malu-malu.
"Cih! Gak perlu malu-malu seperti itu, terlihat sangat buruk" ketus Jons bersedekap.
"Bagaimana menurut kakak, aku ingin sekali menutup aurat ku karena ingin berubah dan juga meluruskan niat agama juga karena dokter Reyhan tentunya". Tutur Ayu menatap serius wajah Jons.
"Kakak selalu mendukung mu adik kecilku" ujar Jons tersenyum dan memeluk tubuh adiknya.
"Terimakasih kak aku mencintaimu"
"Akhhhhhhhhhkkkk dasar kau Pebinorrr"
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Bersambung